Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Aku Tidak Bisa Melihat


__ADS_3

Indah melajukan mobilnya menuju ke rumah Keysha. Ia berharap jika gadis itu tidak kembali ke Indonesia agar dirinya dapat menjalin hubungan dengan semestinya.


Indah tak menampik jika David masih mencintai Keysha. Bahkan tatapan David maupun perlakuan pria itu tak seistimewa saat ia berpacaran dengan sahabatnya dulu. Namun Indah tetap egois, hatinya menginginkan David. Lagi pula David juga sudah menerimanya meskipun dengan cara yang sedikit berbeda.


"Tolong biarkan aku memilikinya." gumam Indah.


Tak lama kemudian, mobil yang di kendarai oleh gadis itu sudah tiba di kediaman Keysha. Ia pun langsung turun dari mobilnya. Namun saat tiba di depan gerbang rumah tersebut, terpampang jelas sebuah tulisan bahwa rumah itu disita.


"Disita?!" gumam Indah.


Gadis itu kembali memasuki mobilnya. Ia pun mencoba mencari tahu tentang keluarga Danu melalui internet. Dan benar saja, gadis itu menemukan bahwa bisnis maupun yayasan yang dikelola oleh Danu sudah tak lagi beroperasi.


Indah mencoba mencari tahu keberadaan Keysha melalui internet, namun tak sedikit pun artikel tentang Keysha. Hanya berita tentang peresmian pernikahan mantan suaminya yang ia temukan.


Gadis itu beralih melalui sosial media, melihat akun milik Keysha. Tak ada kiriman terbaru selain fotonya bersama Kevin yang diunggahnya setahun yang lalu.


"Mungkin ia tidak kembali, benar! Keysha mungkin saja masih berada di tempat itu bersama kedua orang tuanya." ujar Indah mencoba meyakinkan dirinya sendiri.


Indah pun menghidupkan mesin mobilnya dan langsung meninggalkan tempat tersebut.


....


David duduk bersedekap sembari memandangi kedua orang yang berada dihadapannya. Reyhan dan Irene hanya tertunduk saat David menatap lekat ke arahnya.


"Jadi kalian akan segera menikah?" tanya David serius.


Irene hanya bungkam, sedangkan Reyhan dengan cepat melingkarkan tangannya ke pundak Irene. "Tentu saja, Kawan. Lihatlah semburat merah di pipinya karena menahan rasa malu." ujar Reyhan. Irene langsung mendelik menatap pria tersebut.


"Lanjutkan pekerjaanmu, sayang. Aku perlu berbincang dengan bosmu." goda Reyhan.


Irene pun langsung beranjak dari tempat duduknya, dan sesaat kemudian menginjak kaki sebelah kiri milik Reyhan.


Wajah pria itu memerah menahan sakit akibat injakan tadi. Sementara David menertawakan keduanya.


"Biasalah, ini adalah bagian sentuhan cinta darinya."ujar Reyhan mengelak.


"Bagaimana pendapatmu tentang gadis itu?" tanya Reyhan sembari mengarahkan pandangannya pada Irene.


David mengangkat sebelah alisnya.


"Setahuku dia adalah gadis yang baik dan sedikit ambisius," timpal David


"Tunggu sebentar! mengapa kau bertanya padaku?"


"Oh, tidak apa-apa. Aku hanya sedikit penasaran saja pandangan orang lain terhadapnya." ujar Reyhan.

__ADS_1


....


"Key..." seru Kirana memanggil anaknya.


"Iya ma.." timpal Keysha.


Saat mendengar sahutan anak gadisnya berada di dalam kamar, dengan cepat Kirana langsung menuju ke kamar Keysha.


"Mama ingin kamu mencoba gaun ini." ujar Kirana.


"Mama membuatnya sendiri." imbuhnya lagi sembari memberikan baju tersebut ke tangan Keysha.


"Baiklah Ma, aku akan mencobanya." ucap Keysha.


Kirana pun keluar dari kamar Keysha sejenak saat anak gadisnya itu hendak mengganti bajunya. Selang berapa lama kemudian, Keysha memanggil kembali ibunya.


Gadis itu memperlihatkan baju yang dikenakannya pada Kirana.


"Wah cantik sekali, gaunnya sangat cocok di tubuhmu Nak." ucap Kirana menatap Keysha dengan berbinar.


"Benarkah? terima kasih ma."


"Sama-sama, pakailah jika kau hendak menghadiri pesta atau pun acara formal lainnya." tutur Kirana.


Keysha langsung terdiam mendengar ucapan ibunya, "Aku tidak akan pergi ke acara apapun ma, karena aku tidak bisa melihat, nantinya akan merepotkan saja jika aku melakukannya." papar Keysha.


Mengingat kejadian kemarin, membuat Keysha hendak berkunjung lagi ke resto tersebut. Selain makanannya yang lezat, ia juga bisa kembali menjadi dirinya dulu saat berada di atas panggung.


"Ma, apakah aku boleh berkunjung lagi ke sana hari ini?" tanya Keysha.


"Boleh, tapi mama tidak bisa menemanimu hari ini. Bagaimana jika Bik Asih yang menemanimu ke sana?" tanya Kirana.


"Iya ma, sesekali mengajak Bik Asih keluar." timpal gadis itu.


Setelah mengucapkan hal tersebut, Kirana pun langsung menyuruh anak gadisnya untuk bersiap. Ia keluar dari kamar Keysha menuju ke dapur. Dilihatnya saat itu Bik Asih tengah mengelap meja makan.


"Bik, bisa minta tolong temani Keysha keluar sekarang?" tanya Kirana.


"Baik Nyonya."


"Kalau begitu bersiaplah, aku akan mengantarkan kalian kesana, lagi pula tempat itu searah jalan menuju ke butik." ujar Kirana.


Bik Asih segera meninggalkan pekerjaannya, ia pun lekas bersiap sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Nyonya-nya.


Setelah beberapa saat kemudian, mereka bertiga pun langsung masuk ke dalam mobil. Kirana menyerahkan kartu kredit untuk pegangan Keysha.

__ADS_1


"Pakailah ini, pin nya tetap yang lama." ujar Kirana memberikan kartu kredit tersebut ke tangan anaknya.


Ada rasa tak enak hati saat menerima kartu tersebut begitu saja. Ia tak bisa terus-terusan menadahkan tangan pada orang tuanya untuk keperluan dirinya sendiri. Akan tetapi jasa apa yang ia tawarkan sedangkan kondisi gadis itu saat ini kurang memungkinkan.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, mereka bertiga pun sampai di restoran yang menjadi tujuannya. Keysha dan Bik Asih pun segera turun dari mobil.


"Bik, saya titip Keysha ya." seru Kirana.


"Siap Nyonya." timpal Bik Asih.


Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai oleh Kirana pun melaju. Bik Asih dan Keysha masuk ke dalam resto tersebut.


Keramaian pengunjung sangat jelas terdengar di telinga Keysha. Namun satu hal yang terasa sedikit kurang. Mengapa tak ada musik atau pun pria yang menyanyi kemarin.


Salah satu pelayan menghampiri keduanya. Pelayan tersebut memberikan buku menu pada Keysha. Gadis itu membukanya sejenak dan menyebutkan nama makanan yang sempat ia makan bersama ibunya kemarin.


Pelayan tersebut sempat menatap heran, karena buku menu yang di pegang oleh Keysha dalam posisi terbalik. Setelah mengetahui bahwa gadis tersebut tak bisa melihat, ia pun segera meminta maaf.


"Tidak apa-apa." ucap Keysha.


"Kalau begitu tunggu sebentar, ya Nona. Saya akan menyiapkan pesanan Anda." ujar pelayan tersebut.


"Tunggu sebentar! mengapa aku tidak mendengar suara penyanyi dari panggung?" tanya Keysha.


"Oh, dia sudah tidak bekerja disini lagi." timpal pelayan tersebut.


"Apakah kalian sedang mencari seseorang untuk mengisi posisi tersebut?"


"Iya nona, bos kami sedang mencari seseorang yang bisa mengisi posisi itu." timpal pelayan tersebut.


"Sa-saya... saya mau mengisi posisi itu." ujar Keysha terlihat sangat senang.


"Baiklah nona, nanti saya akan menghubungi bos saya tentang hal tersebut." ucap si pelayan yang kemudian melangkah pergi.


Keysha tersenyum senang, kini ia dapat menghasilkan uang dengan menjual suaranya.


"Non Keysha yakin mau bekerja disini?" tanya Bik Asih.


"Yakin Bik." ucap Keysha seraya menganggukkan kepalanya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejaknya berupa like, komen, serta votenya ❤️


__ADS_2