Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Sikap Yang Aneh


__ADS_3

Keysha membuka matanya perlahan. Ia melihat David yang saat ini tengah memandanginya dengan seksama.


"Kau sudah bangun?" tanya Keysha dengan suara yang sedikit serak.


"Hmmm ...," timpal David seraya menganggukkan kepalanya.


"Mengapa kau menatapku seperti itu?" tanya Keysha yang heran melihat suaminya tak mengalihkan pandangannya.


"Karena kau cantik, aku merasa tidak puas melihatmu," ucap David.


Keysha tersipu malu. Gadis itu menyembunyikan wajahnya di dalam selimut. Tangan David tergerak menyingkap selimut yang menutupi wajah sang istri.


"Key, aku harap kau tak menyembunyikan apapun dariku," ujar David. Mata pria itu berubah menjadi sendu.


Hal tersebut langsung mengundang pertanyaan di benak Keysha.


Apakah dia mulai mencurigaiku?


"Aku tak menyembunyikan apapun darimu, Sayang." Keysha berkilah dan kemudian mengubah posisinya menjadi duduk.


"Sebaiknya kau lekas mandi dan setelah itu berangkatlah ke resto!" titah Keysha.


"Mulai saat ini, aku menyerahkannya pada kedua orang tuaku. Aku ingin fokus untuk menjagamu," sahut David.


"Kalau begitu, mandilah! Bukankah kau harus mengantar Dini ke sekolah?" tanya Keysha.


David tampak malas bangun dari tempat tidurnya. Namun, Keysha pun menarik tangan David agar suaminya itu menuruti ucapannya.


"Baiklah. Aku akan bangun, tapi berikan dulu aku vitamin." David mencondongkan wajahnya tepat di depan sang istri.


Keysha pun langsung menghadiahi kecupan singkat di pipi suaminya.


"Masih kurang," pinta David.


Keysha kembali memberikan kecupan di pipi sebelahnya. Namun, David meraih tengkuk sang istri dan mengecup bibir ranum milik Keysha dengan singkat.


"Sudah? Lekaslah mandi!" tukas Keysha.


David pun segera beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi. Sepeninggal David, Keysha kembali merasakan sakit kepala yang luar biasa.


Tiba-tiba saja cairan kental berwarna merah yang keluar dari hidungnya menetes mengenai selimutnya. Keysha menyeka hidungnya, dan benar saja ia mengalami mimisan di pagi hari.


Dengan cepat Keysha menyeka darah tersebut hingga tak tersisa dan menggulung selimut yang terkena noda darah tadi dengan segera.

__ADS_1


"Kau bisa menahannya, tolong jangan sekarang! Suamiku sedang di rumah, dia akan sedih jika tahu kondisiku yang sebenarnya," batin Keysha.


Keysha langsung mengambil selimut tersebut dan meletakkan di keranjang pakaian kotor. Ia bergegas melangkah menuju ke meja rias. Wajahnya tampak jelas terlihat pucat dari pantulan cermin.


Dengan segera ia pun menorehkan lip tint pada bibirnya yang memutih.


Ceklekk..


David membuka pintu kamar mandi. Pria itu tertegun mendapati sang istri tengah berhias padahal dirinya baru bangun tidur.


"Kau memakai riasan?" tanya David sembari terkekeh.


"Ah, iya. Meskipun baru bangun tidur, aku tak ingin terlihat jelek sedikit pun." Keysha mencoba berkilah sembari meletakkan kembali lip tint ke atas meja.


"Aneh sekali, tidak biasanya kau melakukan hal itu," ujar David.


Keysha terdiam, ia pun berpikir keras untuk mencari alasan lagi.


"Mungkin ini karena hormon kehamilan, biasanya jika ibu hamil sering berhias berarti anak yang dikandungnya adalah perempuan," tutur Keysha sembari terkekeh.


David berjalan menuju ke lemari pakaian. Pria itu mengenakan t-shirt yang dibalut dengan jaket jeans berwarna biru, senada dengan jeans yang dikenakannya.


"Kalau begitu, aku mandi dulu." ujar Keysha.


Keysha berjalan mendekati pintu keluar kamar. David mengernyitkan keningnya melihat istrinya yang berjalan menuju ke pintu keluar. Baru saja Keysha memegang kenop pintu, dengan cepat David menegurnya.


"Sayang, bukankah tadi kau bilang ingin mandi. Tapi kenapa kau berjalan menuju pintu keluar?" tanya David heran.


"Ah, iya. Aku lupa," ujar Keysha terkekeh. Ia pun melepaskan genggamannya dari kenop pintu dan berjalan menuju ke kamar mandi.


Sementara David hanya terkekeh melihat kelakuan istrinya, tanpa ia sadari bahwa gadis itu saat ini menderita penyakit mematikan, yang dapat merenggut nyawanya kapan pun.


Keysha menutup pintu kamar mandinya dan kemudian mengunci pintu tersebut. Tubuhnya luruh seketika di balik pintu saat gejala yang ia alami sudah semakin berat. Keysha membekap mulutnya agar tangisnya tak terdengar oleh David dari luar.


"Tolong berikan aku waktu lebih lama lagi, masih banyak hal yang belum aku selesaikan," batin Keysha di sela tangisnya.


.....


"Ayo sayang kita sarapan sebelum berangkat!" ajak David sembari menggenggam tangan anak gadisnya menuju ke meja makan.


"Mama mana?" tanya Dini.


"Mama sedang mandi, nanti dia akan menyusul sarapan bersama kita," sahut David.

__ADS_1


Terdengar helaan napas berat dari gadis kecil tersebut. David yang melihat raut wajah kekecewaan dari Dini langsung memberikan penjelasan pada anak gadisnya.


"Mama saat ini lagi mengandung adik bayi, Nak. Biasanya mama pagi-pagi suka muntah-muntah, terus merasa sakit di pagi hari karena adik bayi yang ada di dalam perut mama. Jadi, Dini jangan pernah berpikir bahwa mama tidak sayang lagi sama Dini. Mama seperti itu karena dia sedang tidak enak badan," papar David.


Dini pun mengangguk paham. "Kalau begitu, habiskan sarapanmu, susunya juga diminum. Setelah ini papa antar Dini ke sekolah," ucap David.


"Baik, Pa."


Setelah menyelesaikan sarapan, keduanya pun segera masuk ke dalam mobil untuk menuju ke sekolah. David membantu Dini memasangkan sabuk pengaman untuk anaknya.


"Pa, tapi mama akhir-akhir ini sedikit aneh," ujar Dini membuka suara dengan membahas ibunya.


"Aneh?" David menaikkan alisnya sebelah.


"Aneh kenapa?" tanya David.


"Mama sering kali lupa. Kadang dia mau mengajak Dini belajar, tapi Dini tunggu-tunggu mama tidak datang. Dini lihat mama menonton televisi di ruang tengah. Mama sering kali melupakan pekerjaannya. Saat memasakkan Dini mie instan, mama lupa mematikan kompor. Untung ada bibi yang melihatnya," papar Dini.


David berpikir keras, yang anak gadisnya katakan memang benar adanya. Akhir-akhir ini Keysha terlalu mudah melupakan sesuatu.


"Apa itu juga karena adik bayi yang ada di perut mama?" tanya Dini.


David tersenyum dan menimpali ucapan Dini dengan sebuah anggukan. Pria itu pun menghidupkan mesin mobilnya, melajukan kendaraannya menuju ke jalanan.


Sepeninggal David, Keysha terduduk di bawah guyuran air shower. Ia memukul-mukul kakinya yang tiba-tiba saja mati rasa. Bibirnya membiru akibat kedinginan.


"Tolong jangan sekarang," ujar Keysha yang merasa kesal.


Gadis itu tersedu. Ia benar-benar seperti manusia yang sudah tak berguna lagi. Selalu menyusahkan orang lain.


Keysha berusaha sekuat tenaga untuk berdiri. Kakinya mulai merespon kembali. Gadis itu segera meraih handuk dan mengeringkan tubuhnya.


"Terima kasih Tuhan karena masih memberikan kekuatan padaku hingga saat ini," ujar Keysha bersyukur. Ia pun segera keluar dari ruangan tersebut.


.


.


.


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ♥️♥️♥️


Yang belum favorit, yuk di favoritkan supaya dapat notifikasi update terbarunya~

__ADS_1


__ADS_2