Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Janda Premium


__ADS_3

BRAKKK...


Sebuah buket bunga terlepas jatuh ke tanah. David berbalik menatap sosok yang ada di belakangnya. David tertegun, begitu pula dengan sosok itu.


"Ada ada?" tanya Keysha yang mendapati David tak bersuara.


Sosok yang ada di belakang David kembali memungut buket bunga yang sempat terlepas di genggamannya.


"Duh," ucapnya sembari membersihkan beberapa debu yang menempel di buket tersebut.


"Santai kawan, silahkan dilanjut," ucapnya sembari tersenyum.


"Reyhan,..."gumam David.


Reyhan langsung menyunggingkan senyumnya. Melihat David yang terkejut mendapati keberadaan pria itu.


"Ah, kau tenang saja. Aku tidak melihatnya dengan jelas. Sungguh!" ujar Reyhan mengangkat kedua jarinya membentuk V, pria itu kemudian mengusap tengkuknya seraya memperlihatkan deretan gigi putihnya.


David berdecak, pria itu sudah salah paham atas dirinya. Mungkin dia mengira David melakukan hal yang tidak-tidak pada Keysha, padahal pria itu hanya memasang ancang-ancang menggendong Keysha untuk membawa gadis itu keluar dari dalam mobil.


"Kalau begitu, aku permisi dulu karena harus menemui Irene. Silahkan di lanjut," ujar Reyhan berlalu dari hadapan keduanya.


"Ada apa dengannya?" tanya Keysha lagi karena tak kunjung mendapatkan jawaban sedari tadi.


"Reyhan, temanku. Aku rasa dia salah paham tentang sesuatu," timpal David yang kemudian membawa tubuh Keysha.


David menggendong Keysha, mendudukkan gadis itu di salah satu kursi yang ada di sudut. David yang awalnya hendak membawa gadis itu ke ruangannya, terpaksa mengurungkan niatnya karena ia takut jika kesalahpahaman tadi membuat temannya itu berpikir terlalu jauh.


"Tunggulah di sini sebentar, aku akan naik ke atas untuk mengambil tasmu," ujar pria itu. Keysha mengangguk pelan. David pun segera berjalan menuju ke ruangannya.


Dari kejauhan, Reyhan menatap gadis yang dibawa oleh temannya tadi. Entah mengapa sepertinya sosok itu tak asing baginya.


Tak lama kemudian, Irene pun menghampiri pria tersebut sembari membawa nampan berisi secangkir espresso.


"Bukankah sudah ku katakan, jangan menemuiku disaat jam kerja," ketus Irene.


"Aku hanya mampir untuk melihat-melihat, kau jangan terlalu percaya diri," pungkas Reyhan.


Pria itu pun menyodorkan buket bunga pada Irene.


"Ambilah! aku memungutnya di jalan tadi," ucap Reyhan. Pria itu berkata jujur, memang bunga tersebut ia beli saat di perjalanan. Akan tetapi buket bunga itu sempat terjatuh saat di parkiran tadi. Dan pria itu kembali memungutnya.


Irene tersipu malu sembari meraih bunga yang diberikan oleh Reyhan untuknya.


"Siapa dia?" tanya Reyhan mengarahkan pandangannya pada gadis yang berada di sudut ruangan.


"Dia penyanyi di sini," jelas Irene.

__ADS_1


"Kekasihnya?" tanya Reyhan lagi.


"Bukan, kekasihnya lain lagi," timpal Irene.


Reyhan mengernyitkan keningnya. Ia sudah cukup lama mengenal David. Tatapan serta sikap yang dilihatnya menunjukkan bahwa David memiliki ketertarikan pada gadis itu.


Lamunannya buyar seketika saat seseorang tiba-tiba saja menepuk pundaknya.


"Tunggulah di sini sejenak, aku akan mengantarnya pulang terlebih dahulu," ujar David yang kemudian berlalu meninggalkan Reyhan.


Reyhan yang baru sadar sudah tak melihat keberadaan Irene lagi dihadapannya.


"Mari kita pulang," ajak David yang hendak kembali menggendong Keysha.


"Tidak usah, biar aku jalan saja. Lagi pula aku malu." gadis itu langsung beranjak dari tempat duduknya. Keduanya pun berjalan kembali untuk masuk ke dalam mobil.


Di perjalanan pulang, Keysha lebih sering tersenyum. Ia merasa lega karena sudah mengatakan semuanya pada David. Gadis itu merasa beban di pundaknya lepas begitu saja.


David sesekali melirik ke arah Keysha, pria itu juga menyunggingkan senyumnya saat melihat gadis yang ada di sampingnya tampak sangat bahagia.


Inilah yang diinginkan oleh David, melihat kembali senyuman Keysha.


"Terkadang saat kita bersama dan sedekat ini, aku sering memikirkan hal ini. Apakah kekasihmu tidak merasa cemburu jika ia mendapati kau memberikan perhatian yang terlalu berlebihan kepadaku?" gumam Keysha.


DEGGG ....


"Apakah kau sudah memiliki kekasih?" tanya gadis itu lagi.


Tak lama kemudian, David memberhentikan mobilnya. Mereka telah tiba di rumah Keysha.


"Kita sudah sampai, ayo turun," ajak David yang mengubah topik pembicaraannya.


Gadis itu pun menuruti David. Ia turun dari mobil setelah David membukakan pintu untuknya.


David berjalan mengantarkan Keysha masuk ke dalam. Saat melihat Bik Asih, ia pun menyerahkan Keysha pada wanita itu.


"Kalau begitu, saya pamit pulang dulu," ujar David berpamitan dan sesaat kemudian meninggalkan tempat tersebut.


Keysha mematung setelah kepergian David. Entah mengapa ia merasa ada yang disembunyikan dari pria itu.


"Mengapa kau menghindari pertanyaanku?" batin Keysha.


.....


David kembali ke resto, pria itu menghampiri Reyhan yang sejak tadi menunggunya.


"Maaf aku tinggal tadi," ujar David yang merasa tidak enak karena telah membuat temannya itu menunggu.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, lagi pula aku ke sini untuk menemui Irene, bukan menemuimu," timpal Reyhan terang-terangan.


Mendengarkan ucapan temannya itu, membuat David mendengus kesal.


"Kau menyukai gadis itu?" tanya Reyhan.


David terdiam sejenak sebelum menimpali pertanyaan Reyhan. "Dia, wanita yang pernah ku ceritakan padamu. Gadis masa laluku," timpal David.


"Bukankah mantan kekasihmu itu sudah menikah?"


"Dia bercerai," timpal David singkat.


"Berarti statusnya janda?"


David mengangguk.


"Tidak masalah, lagi pula mantan kekasihmu itu bisa dikategorikan sebagai janda premium," celetuk Reyhan.


David langsung melemparkan kunci mobil yang ada di tangannya pada Reyhan karena sudah berucap demikian. Saat David berkata serius, sahabatnya itu masih sempat bergurau.


"Lantas, bagaimana dengan kekasihmu?" tanya Reyhan lagi. Malam ini David seakan diintrogasi oleh sahabatnya itu.


"Masih berjalan, tapi entahlah. Saat gadis itu kembali hadir dalam hidupku, semua benteng pertahanan yang ku bangun selama ini runtuh seketika. Aku ingin membencinya, namun setelah aku bertemu dengannya, yang terjadi malah sebaliknya." David tertunduk lesu, suaranya tampak berat setelah mengucapkan kalimat tersebut.


Reyhan beranjak dari duduknya dan memilih duduk di sebelah David. Ia pun menepuk pundak David pelan, berusaha menguatkan sahabatnya.


"Tanyakan pada hatimu, apa yang sesungguhnya kau inginkan. Jika kau menemukan jawabannya, segeralah untuk menyelesaikan semuanya. Tidak usah merasa bersalah dengan apa yabg terjadi, semua orang juga pernah merasakan berada di posisimu," jelas Reyhan mencoba memberikan nasihat untuk temannya.


"Mulai saat ini pikirkanlah! Hatimu menginginkan gadis di masa lalu, atau kekasihmu yang sekarang. Ambil keputusan yang bijak tanpa harus menundanya. Jangan memberikan harapan pada dua gadis sekaligus, karena itu bisa saja menghancurkanmu dalam sekejap."


David mengangguk paham setelah mendengarkan nasihat dari Reyhan. Kini ia harus menata hatinya, mengambil keputusan sebelum melangkah lebih jauh lagi.


.


.


. Bersambung ...


Banyak yang ngira David kepergok sama Indah, padahal yang muncul babang Han🤭


Santai ya gengs, kasian pas lagi seneng2nya langsung dilabrak 😂




Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ♥️

__ADS_1


Klik favorit untuk mendapatkan notifikasi update terbarunya~


__ADS_2