Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Hari Bahagia


__ADS_3

Tak terasa, waktu yang dinantikan pun tiba. Sebuah pesta megah serta dengan dekor yang sangat mewah. David tak main-main merogoh koceknya atas pernikahan tersebut demi Keysha, seorang janda yang bukan sembarang janda. Janda premium pemikat hati si Abang gondrong.


Dengan balutan tuxedo berwarna putih, David terlihat seribu kali tampan dibandingkan hari-hari biasanya. Ia tampak gagah dengan busana tersebut, seakan memperlihatkan pada dunia bahwa ia sudah siap untuk mengemban tugas serta tanggung jawabnya kelak.


Rambutnya yang diikat, serta wajahnya yang tak henti menyunggingkan senyum terbaiknya saat menyambut tamu yang datang memberikan ucapan selamat padanya.


Tak lama kemudian, sahabat-sahabat David pun datang. Dito bersama dengan istri dan anaknya yang masih unyu-unyu, sementara Reyhan bersama dengan Irene.


"Wihhh .... sempat pangling nih saking gagahnya," goda Reyhan.


"Ya iyalah harus gagah, gimana nih udah punya persiapan belum buat nanti malam," goda Dito sembari memainkan kedua alisnya.


Vanesha langsung mencubit sang suami yang dinilai berbicara terlalu asal. Setelah melahirkan, Vanesha sedikit menjaga sikapnya tak berbicara asal seperti dulu. Justru kini suaminya lah yang mewarisi sifat gadis itu. Bahkan Reyhan sering menyebut keduanya bak saling bertukar jiwa.


"Kita lihat pengantin wanitanya yuk!" ajak Vanesha berbicara dengan Irene.


Keduanya pun langsung menuju ke lantai atas. Di mana saat itu Keysha baru saja selesai dirias. Gadis itu mengenakan gaun berwarna putih yang sangat elegan.


Keysha bak seorang bidadari yang turun dari khayangan. Bahkan Irene dan Vanesha terpana melihat kecantikan gadis itu.


"Ini mah janda rasa gadis," batin Vanesha.


Saat Keysha melihat ke arah kedua orang yang baru saja datang, gadis itu mengulas senyumnya.


"Selamat ya, Kak" Irene memberikan ucapan selamat seraya memeluk Keysha.


"Makasih ya," timpal Keysha.


Vanesha masih tertegun. Ini pertama kalinya ia melihat Keysha dan benar saja, pilihan David tidak salah. Bahkan Vanesha tak merasa puas melihat wajah gadis itu padahal dia sendiri adalah seorang wanita.


"Kak ...." Irene menyenggol lengan Vanesha membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.


"Eh iya ... Selamat ya," ucap Vanesha yang kemudian memeluk Keysha.


"Terima kasih Kak,"timpal Keysha.


Acara pun akan dimulai, Indah yang menjadi bridesmaids dan beberapa wanita lainnya mengiringi Keysha keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


Melihat calon pengantinnya baru saja menuruni anak tangga, David kembali terkesima. Pria itu benar-benar dibuat jatuh cinta berkali-kali pada kekasihnya itu.


Keysha duduk di sebelah David. Mereka pun melakukan prosesi akad nikah. Ujung tangan David seketika terasa dingin, pria itu sedikit gugup menjabat tangan Pak Danu yang sebagai wali nikah sah nya David.


"Saya terima nikah dan kawinnya Keysha Amanda binti Danu Irawadi dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ujar David dengan lantang.


Para saksi berucap 'sah' kini tandanya kedua pengantin tersebut resmi menjadi sepasang suami istri.


Mata Keysha berkaca-kaca, sungguh ia terharu dengan prosesi akad nikahnya sendiri. David mengucapkan kalimat sakral itu dengan begitu tegas dan lantang.


Sementara Kirana, wanita ini tak henti-hentinya mengusap air matanya dengan tisu. Ia sangat berharap akan datangnya kebahagiaan untuk putrinya, dan hari ini pria bernama David Anggara mewujudkan semuanya.


Kirana mengingat kejadian yang lalu. Di mana saat pernikahan Keysha dengan Kevin. Saat itu gadis tersebut bak kehilangan jiwanya. Namun, di hari ini putrinya tampak sangat bahagia.


David menyematkan cincin di jari manis Keysha, pria itu menghadiahi sebuah kecupan di kening untuk gadis yang saat ini sudah sah menjadi istrinya.


Keysha melakukan hal yang serupa. Wanita itu menyematkan cincin di jari manis David dan setelahnya meraih punggung tangan suaminya lalu menciumnya.


Suasana haru bercampur bahagia memenuhi ruangan tersebut. Indah, gadis ini sedari tadi tak bisa menahan air matanya. Ia merasa bahagia atas pernikahan sahabatnya, tetapi ia juga sedikit merasa sakit karena di tinggal menikah oleh mantan kekasihnya yang baru putus belum genap sebulan.


Setelah prosesi akad selesai, kini beralih ke acara resepsi. Dekorasi yang mewah dan elegan memenuhi ruangan tersebut. David dan Keysha berjalan bergandengan beriringan menuju ke singgasananya bak raja dan ratu sehari.


Selangkah demi selangkah kedua kaki itu meniti jalan yang akan menuju ke singgasana mereka. Kilatan kamera pun beberapa kali menangkap momen tersebut.


Kedua orang itu pun duduk di kursi mereka. Beberapa para hadirin yang sedari tadi berdiri menyambut kedua pengantin tersebut, kembali duduk ke kursinya masing-masing.


Indah menghapus jejak air matanya, tiba-tiba ada seseorang yang menyodorkan sapu tangan pada gadis itu. Indah menoleh, ia pun sempat terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Kau-" Indah membulatkan matanya saat menyadari siapa sosok yang memberikan sapu tangan tersebut.


"Iya, aku Dimas pria di wahana kemarin," ujar pria tersebut.


"Tapi ... bagaimana kau bisa ada di sini?" tanya Indah.


"Terlalu panjang untuk diceritakan," ujar pria tersebut sembari menarik segaris senyuman, Indah pun membalasnya.


Beberapa hari yang lalu, Dimas tak sengaja berkunjung ke resto David untuk makan siang. Saat pria itu tengah memesan makanannya, tiba-tiba saja David mendatanginya. David mengingat jelas Dimas bersama dengan Indah waktu itu.

__ADS_1


David pun banyak mengajaknya berbincang, lalu menyerahkan undangan pernikahan untuk Dimas agar pria tersebut datang ke pernikahannya.


.....


Berbagai rentetan acara sudah terlaksanakan. Dan acara yang di gelar tersebut berakhir saat hari menjelang malam.


Di dalam kamar, Keysha merasa tubuhnya benar-benar sangat lelah. Menggelar acara sekaligus dalam satu hari ternyata cukup menguras tenaga.


Tak lama kemudian David membuka pintu, ikut masuk ke dalam kamar. Suasana menjadi canggung seketika, David mengusap tengkuknya menepis kegugupannya. Entah mengapa di dalam kamar ini bersama dengan Keysha membuatnya sedikit merasa malu.


"Apa yang harus ku lakukan? Bagaimana aku memulainya?" batin David kebingungan.


Sesekali mereka saling melirik dan bertemu pandang lalu kemudian membuang muka. Pipi Keysha pun tampak bersemu merah, bukan hanya David yang merasa gugup, ia juga sama gugupnya.


"Aa-aku mandi dulu." kalimat itu yang keluar dari mulut David.


Keysha mengangguk pelan, tak membutuhkan waktu yang lama pria itu pun masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, David memikirkan berbagai macam hal.


Bagaimana harus memulainya?


Apakah istrinya itu sudah siap untuk memberikan haknya?


David menepiskan semuanya, ia pun bergegas untuk membersihkan tubuhnya. Selang beberapa saat kemudian, David keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya.


Ia sedikit terkejut mendapati Keysha dengan punggung yang sudah terbuka. Namun, gadis itu tampak kesulitan untuk meraih resleting melepas gaunnya. Saat mendapati David sudah berada di belakangnya, Keysha sedikit terkejut. Tangan dingin David menyentuh sedikit kulitnya untuk membantu melepaskan gaun tersebut.


David membalikkan badan Keysha, mata mereka saling bertemu. Rambut basah David serta otot perut yang tercetak sempurna membuat Keysha kesusahan meneguk salivanya.


"Bisakah aku memintanya malam ini?" bisik David tepat di telinga Keysha yang memberikan sensasi hangat dan geli.


Keysha mengangguk perlahan, David pun meraih dagu lancip milik wanita yang sudah sah menjadi istrinya. Napas pria itu seakan menggelitik wajah Keysha. David semakin mendekatkan wajahnya, mengikis jarak diantara mereka, dan ....


Bersambung ....


Ciye ciye... nungguin ya? wkwkwkwk kita sambung di bab selanjutnya ya

__ADS_1


Klik favorit biar nggak ketinggalan update terbarunya. Jangan lupa juga sekalian dukungannya berupa like, komen, dan vote.


Yang mau liat visual maupun suasana pernikahannya David, boleh cek di ig ku ya❤️


__ADS_2