Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Kecewa


__ADS_3

Di dalam gudang, Ardi memikirkan bagaimana cara untuk keluar dari tempat ini. Pria itu melihat pecahan kaca yang ada tak jauh darinya. Namun Ardi tampak kesusahan meraih kaca tersebut.


Meskipun begitu, pria itu tak menyerah. Ia menggeser sedikit demi sedikit kursinya hingga membuat pria itu terjatuh.


Mendengar suara kegaduhan, salah satu bodyguard yang berjaga diluar gudang segera masuk. Ia melihat Ardi yang tampak terguling masih dengan kursi serta tali pengikat di tubuhnya.


"Hei lepaskan aku!" Ardi berpura-pura memberontak, agar bodyguard tersebut tidak mengetahui trik liciknya itu.


Bodyguard hanya melihatnya sekilas, lalu kembali menutup pintu tersebut. Ardi merasa lega, ia kembali bergeser sedikit demi sedikit hingga pada akhirnya ia berhasil meraih pecahan kaca tadi.


Ardi bersusah payah menggesekkan pecahan kaca itu pada tali yang mengikat tangannya. Meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama, akhirnya tali itu pun merenggang dan kemudian terputus.


Setelah tangannya terbebas, Ardi langsung melepaskan ikatan kakinya. Pria itu kembali berpura-pura membuat kebisingan untuk mengalihkan perhatian bodyguard yang ada di depan.


Saat bodyguard tersebut kembali membuka pintu, Ardi yang sudah berada di belakang pintu itu dengan cepat menusukkan pecahan kaca ke bagian leher sang bodyguard, membuat pria bertubuh jangkung meregang nyawa seketika.


Ardi mengambil pakaian sang bodyguard, menukar posisi bodyguard tersebut menjadi tawanan. Setelah melancarkan aksinya, Ardi mencoba keluar dari gudang tersebut. Ia sedikit menunduk saat ada yang berpapasan dengannya, dan pria itu berhasil lolos dari tempat itu.


"Aku tidak akan tinggal diam, ku pastikan salah satu dari kalian menerima pembalasanku!" gumam Ardi.


...****************...


Kini Ardi berhasil menuju ke rumah Kevin. Pria itu masih diam-diam mengintip dari luar. Baru saja pria itu hendak menerobos gerbang sayup-sayup ia mendengar suara Kevin dari dalam.


"Keysha ku mohon kau tetaplah disini."


Mendengar hal itu membuat Ardi menghentikan aktivitasnya. Pria itu bersembunyi di balik gerbang untuk mendengarkan percakapan dari dalam.


"Aku bahkan menaruh harapan lebih padamu. Meskipun kau tidak mencintaiku, bagiku tidak masalah selagi kau masih bersamaku cinta itu bisa tumbuh kapan saja. Tapi setelah mengetahui kenyataannya, aku sungguh tak ada artinya di matamu. Alasan kau tidak bisa mencintaiku karena ada hati yang kau jaga. Sementara aku, aku hanyalah gadis bodoh yang dibuang oleh kedua orangtuaku lalu bertemu denganmu."


Ardi tersenyum, pria itu bisa menangkap percakapan kedua orang yang tengah beradu mulut itu. Keysha sudah mengetahui semuanya. Dan dari sinilah ia juga tahu bahwa saudara tirinya itu ingin mempertahankan keduanya.


Saat terdengar suara pintu gerbang di buka, dengan cepat Ardi bergerak sembari menodongkan pistol ke kepala Keysha.


Keysha terkejut dan kemudian membeku seketika saat Ardi meletakkan pistol tepat di kepalanya.


"Ardi.." gumam Kevin.


Ardi tersenyum saat melihat kecemasan di wajah Kevin.


"Lepaskan dia!" seru Kevin.

__ADS_1


"Bagaimana jika aku tak mau melepaskannya?"


"Tolong jangan sakiti Keysha, dia tidak bersalah." tukas Kevin.


Mendengar suara keributan, Ruslan dan Icha pun langsung keluar. Icha sempat berteriak histeris saat melihat Keysha yang kini nyawanya tengah terancam.


"Aku akan menuruti semua keinginanmu, tolong lepaskan dia." pinta Kevin.


"Aku sudah tak menginginkan apapun lagi, Kevin. Kau sangat licik hingga menggunakannya (Ruslan) untuk menahan ku." ujar Ardi melirik ke arah Ruslan.


Kevin mencoba untuk mendekat.


"Jangan mendekat atau aku akan menarik pelatuknya."


Seketika langkah Kevin terhenti. Ia memperhatikan Ardi menyeret istrinya ke dalam mobil. Pria itu pun segera melajukan mobil tersebut.


Kevin langsung bergegas menuju ke mobilnya, mengikuti arah mobil yang di kemudikan oleh Ardi. Kedua mobil tersebut saling mengejar, sesekali Ardi melirik ke arah spion melihat saudara tirinya itu mengekor dibelakang.


"Shut!" umpat Ardi yang kembali menginjak gas untuk menambah laju kecepatan mobilnya.


Sementara Keysha, wajah gadis itu tampak pucat pasi. Selain takut dengan ancaman Ardi, gadis itu juga takut dengan kecepatan mobil yang dibawa oleh adik iparnya itu.


"Mengapa kau lakukan ini padaku?" tanya gadis itu. Di sela ketakutannya, ia masih mempertanyakan mengapa Ardi membawanya.


"Itu hanya pendapatmu saja. Bahkan kau membunuhku saat ini juga tak akan berarti apa-apa baginya." ucap Keysha.


"Sungguh tak berarti apa-apa? lantas mengapa dia nekat untuk mengejar ku." Ardi kembali melirik kaca spion.


Keysha mengarahkan pandangannya ke spion mobil. Benar saja, mobil suaminya tengah membuntuti mereka dari belakang.


"Apa alasanmu berbuat sejauh ini? Apa karena sebuah kedudukan?" Keysha mencoba mengajak Ardi berbicara.


"Apakah kalian hanya menganggapku seperti itu?" timpal Ardi. Entah mengapa raut wajah pria itu yang tadinya seperti orang yang tengah kesetanan kini berubah menjadi sendu.


"Aku tak berharga di keluargaku. Sejak ibuku menikah dengan Papa, semua berubah. Ibuku lebih sering membela Kevin dibandingkan diriku. Aku sudah seperti di anak tiri kan oleh ibuku sendiri." ucap pria itu, tetap saja ia menyetir dengan kecepatan tinggi.


"Awalnya aku merasa Kevin adalah pria yang menyenangkan, namun saat bertambahnya usia, aku merasa bahwa dia menganggapku sebagai seorang pesaing bukan saudara lagi. Dan itu yang membuatku membencinya."


"Aku masih menaruh harapan pada papa. Beliau selalu mendukung ku disaat ibu membela Kevin. Akan tetapi saat tahu bahwa kebaikannya itu hanya untuk menghancurkan ku, aku benar-benar merasa di kecewakan berkali-kali."


Keysha tertegun saat Ardi menitikkan air matanya. Kini ia sadar, bukan hanya dirinya yang dalam posisi tak beruntung, bahkan lebih banyak lagi yang benar-benar dipatahkan oleh orang-orang disekitarnya.

__ADS_1


Setelah menceritakan semua itu, Ardi tertawa keras. Pria yang ada di sampingnya dalam kondisi tak baik. Emosinya tak stabil membuat pria itu beberapa kali oleng saat membawa mobil.


"Sebaiknya kita menyerah, berhentikan mobilnya Ardi. Aku akan membicarakan semua ini pada Kevin. Kau akan diperlakukan baik nantinya." bujuk Keysha yang mulai panik.


"Terlambat, aku sudah tak menginginkan apapun saat ini." ucap pria itu.


"Apa maksudmu?"


"Ikutlah bersamaku, bukankah kita berada dalam kondisi yang sama?" ujar Ardi sembari menyunggingkan senyumnya.


"Tidak! masih ada orang yang ku harapkan kehadirannya saat ini. Tolong jangan lakukan hal bodoh Ardi!" teriak Keysha. Gadis itu benar-benar ketakutan.


Ardi menjadi gelap mata. Pria itu tersenyum dan kemudian kembali menginjak gas tak menghiraukan ada sebuah truk yang berada di depan mereka.


"Tidak!! Jangan!!!"


Brakkkk.....


Mobil yang dikendarai keduanya menghantam keras ke arah truk hingga terpental di jalur pembatas. Asap mengepul, mobil dalam keadaan hancur.


Kening Ardi telah dipenuhi oleh darah segar, pria itu sempat melirik ke arah Keysha.


"Tolong selamatkan anakku." cicit Keysha memegangi perutnya dengan napas yang tersengal.


Ardi menitikkan air matanya menatap Keysha. Rasa bersalah menyelimuti dirinya saat tahu bahwa kini Keysha tengah mengandung.


"Maafkan aku, Kakak Ipar." kalimat Ardi terkahir kalinya dan sesaat kemudian matanya pun terpejam.


.


.


.


Bersambung ...


Part ini sumpah, aku nangis kejer pas nulisnya. di bab ini aku cuma pengen menyampaikan sedikit pesan.


"Sesungguhnya tidak ada manusia yang benar-benar jahat, kecuali mereka yang pernah tulus namun dipatahkan oleh orang-orang sekitarnya."


Dari cerita ini aku harap kalian ambil sisi positif nya ya guys. Semoga kalian nggak bosen gegara aku yang sering tabur bawang 🤧.

__ADS_1


Yang udah kangen berat sama David, mohon bersabar ya♥️


__ADS_2