Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Pria Luar Biasa


__ADS_3

David, Keysha, dan Indah sudah berada di sebuah wahana permainan terbesar yang ada di kota tersebut. David berjalan bersama Indah sementara Keysha saat ini berada di gendongan David.


"Akhir-akhir ini makanku lumayan banyak, apakah kau tidak lelah terus menggendongku seperti ini?" tanya Keysha.


"Tenang saja, aku sudah menyiapkan punggungku untukmu. Berapapun beratmu, aku tetap akan menggendongmu," sahut David.


Indah melihat biang lala yang ada di tempat tersebut. Ia pun menarik David untuk mengajak kedua sejoli itu menaiki wahana itu.


"Ayo cepat," ajak Indah.


Indah tampak antusias memesan karcis untuk memasuki wahana tersebut. Akan tetapi jumlah orang yang ada di dalam wahana tersebut di batasi. Dalam satu sangkar tersebut hanya berisi dua orang saja.


"Kalian berdua naiklah," ujar Indah.


"Kalau begitu, kak indah dengan Keysha saja. Aku akan menunggu disini," tawar David.


"Tidak apa-apa, kalian saja." ucap Indah mendorong David. Gadis itu berjalan sembari memberikan karcis pada penjaga yang ada di sana.


Indah menatap David dan Keysha yang sudah memasuki wahana tersebut.


"Maaf, Nona. Bisakah anda menaikinya bersama saya?" ujar suara berat yang tepat berada di belakang Indah.


Gadis itu pun sedikit terkejut dan spontan berbalik. Dilihatnya pria tampan dengan postur tubuh yang tinggi tegap dengan mengalungkan sebuah kamera. Pria itu menatap ke arahnya sembari tersenyum.


"Saya memiliki dua karcis tetapi saya tidak memiliki teman untuk menaiki wahana tersebut," jelas pria itu.


Indah menatap pria itu dengan seksama. Ia sedikit ragu untuk menerima ajakannya.


"Tenang saja, Nona. Saya bukanlah pria yang jahat," ucapnya karena menyadari bahwa saat ini Indah menatap curiga padanya.


"Baiklah." Indah pun menyetujui ajakan pria itu.


Pria tersebut memberikan karcis pada seseorang yang berjaga di sana. Keduanya pun segera menaiki wahana itu.


Saat bianglala berputar, menampakkan views kota yang sangat cantik dari atasnya. Pria tersebut menatap kagum saat bianglala itu berputar dan memanfaatkan momen tersebut dengan kameranya.


"Kau seorang fotografer?" tanya Indah.


Pria itu menjawabnya dengan sebuah anggukan kecil.


"Terima kasih karena sudah bersedia ikut naik bersama saya," ucap pria tersebut sembari tersenyum.


"Iya, sama-sama."

__ADS_1


"Maaf Nona jika saya sedikit lancang. Kalau boleh saya tahu, siapa nama nona?" tanya pria tersebut dengan sopan.


"Indah, kalau namamu?"


"Saya Dimas," timpal pria tersebut.


"Bolehkah saya mengambil beberapa foto Nona Indah?" tanya pria tersebut.


"Boleh, silakan," timpal Indah.


Pria tersebut mengangkat kembali kameranya. Mengambil potret Indah yang seakan menyatu dengan awan karena posisi mereka saat ini berada di atas.


"Terima kasih, Nona," ucap pria tersebut.


"Sama-sama," timpal Indah.


David mengarahkan pandangannya ke arah sangkar yang berseberangan dengannya. Dan ternyata di dalam tempat tersebut Indah bersama dengan seorang pria.


"Seharusnya kita tidak usah menaiki wahana ini. Jujur, aku merasa tidak enak karena meninggalkan Kak Indah sendirian," keluh Keysha.


"Tidak Sayang, justru saat ini Kak Indah juga menaiki bianglala. Ia tampak asyik mengobrol dengan seorang pria," ujar David mengarahkan pandangannya pada Indah.


"Benarkah?" tanya Keysha.


"Syukurlah kalau begitu," timpal Keysha dengan tersenyum.


Keysha memejamkan matanya sementara David meraih tangan Keysha dan menggenggamnya dengan erat.


"Aku bisa membayangkannya. Dari sini mungkin akan ada beberapa pemandangan kota yang sangat cantik, orang-orang yang berlalu lalang dengan menikmati berbagai wahana, serta pria tampan yang ada di hadapanku tengah memandangku dengan penuh cinta," ucap gadis itu tak lama kemudian ia pun membuka matanya.


"Saat aku mendapatkan pendonor nanti, bisakah kau menemaniku sampai selesai operasi? Selain wajah kedua orang tuaku, aku juga ingin melihat wajahmu untuk pertama kali saat aku dapat melihat lagi," papar Keysha.


David meraih tangan gadis itu, ia memberikan kecupan yang cukup lama di tangan yang memiliki aroma khas mawar tersebut.


"Aku berjanji akan selalu ada di saat kau membutuhkanku," ucap David sembari mengelus pipi Keysha dengan lembut.


"Terima kasih karena sudah hadir kembali di kehidupanku," sambung pria itu.


Air mata menggenang di telaga bening gadis tersebut. Ia sangat bersyukur mendapatkan pria yang luar biasa seperti David. Tak pernah terpikir oleh gadis itu sebelumnya jika ia akan kembali pada mantan kekasihnya itu. Bahkan dengan kondisi yang seperti ini, pria itu rela menemani Keysha menghadapi hari-harinya yang cukup berat.


"Aku lah yang seharusnya berterima kasih. Kau datang kembali dengan memberi warna di hidupku yang sempat terasa mati," ujar Keysha. Air mata pun jatuh membasahi wajah tirusnya.


Dengan cepat David mengusap air mata kekasihnya. Ia tak ingin jika wanita yang ada di hadapannya ini kembali meneteskan air mata untuk yang kesekian kalinya.

__ADS_1


"Jangan menangis Sayang, saat bersamaku kau harus banyak-banyak tersenyum," ucap pria itu dengan lembut. Keysha pun menimpali ucapan David dengan sebuah anggukan pelan.


Setelah cukup lama menaiki bianglala, mereka pun turun dari wahana tersebut. David kembali menggendong Keysha, meskipun gadis itu bersikeras untuk berjalan, akan tetapi lebih aman bagi gadis tersebut untuk tetap berada di punggung David. Karena suasana disini cukup ramai tak memungkinkan bagi gadis itu jika hendak berjalan.


Di waktu yang bersamaan, Indah pun turun bersama dengan pria yang baru saja di kenalnya tadi.


"Terima kasih karena mu aku bisa menghasilkan beberapa foto yang indah, sesuai dengan namamu Indah," ujar pria tersebut.


"Sama-sama," ucap Indah sembari mengulas senyumnya.


"Kalau begitu, aku pergi dulu karena mereka sudah menungguku," sambung gadis itu yang meninggalkan Dimas sendirian.


Dimas pun menatap kepergian Indah dengan menyunggingkan senyumnya. Saat melihat gadis itu berjalan semakin jauh, Dimas langsung mengambil beberapa gambar gadis itu dengan menggunakan kameranya.


"Semoga suatu saat nanti kita dipertemukan lagi," gumam pria itu menatap Indah yang semakin lama semakin menjauh dari pandangannya.


Indah berjalan menghampiri David dan Keysha. "Siapa dia?" tanya David.


"Namanya Dimas, tadi ia memintaku untuk ikut menaiki bianglala bersamanya karena dia tidak memiliki teman untuk di ajak," jelas Indah.


"Jangan-jangan jodoh nih," celetuk Keysha.


"Bukan Key, dia hanyalah seorang fotografer yang ingin mengambil gambar dari atas sana untuk menambah koleksinya," tandas Indah.


"Tetap saja Kak, siapa tahu dia memang jodohnya kakak." Keysha terkekeh geli.


"Iya bisa saja," celetuk David.


"Hmmm... kalian berdua benar-benar sekongkol untuk membuatku malu, sudah tidak usah bahas masalah itu lagi. Ayo kita kembali bersenang-senang hari ini," ajak Indah yang berjalan mendahului.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, dan vote❤️


Klik favorit ya untuk mendapatkan notifikasi update terbarunya~

__ADS_1


__ADS_2