
Setelah menempuh perjalan kurang lebih 18 jam, David dan Keysha kini tiba di Zurich Airport. David melirik sang istri yang sudah kelelahan karena terlalu lama di perjalanan. Pria itu pun mengusap puncak kepala Keysha dan kemudian merangkul pundak istrinya.
"Apakah tempat penginapan yang kau pesan cukup jauh?" tanya Keysha.
David menggeleng," Tahan dulu ya, sebentar lagi kita akan segera sampai," ujar David.
Keduanya pun langsung keluar dari bandara dan kemudian berjalan kaki menuju ke salah satu hotel yang letaknya tak jauh dari bandara tersebut.
....
Setibanya di Radisson Blu Hotel Zurich Airport , David menghadap ke resepsionis untuk memperlihatkan kamar yang sudah ia pesan sebelumnya. Resepsionis tersebut mengangguk dan kemudian menyerahkan cardlock pada David dan menunjukkan kamar yang akan di tempati oleh pria tersebut.
Saat tiba di kamar, Keysha langsung menghempaskan tubuhnya tepat di atas kasur. "Rasanya tubuhku remuk karena perjalanan panjang ini," gumam Keysha sembari menatap ke arah langit-langit kamar.
David juga merasa lelah. Namun, pria itu lebih memilih untuk melihat-lihat kamar kamar tersebut terlebih dahulu. Pria itu bahkan mengecek kamar mandi dan menyalakan kran untuk memastikan bahwa hotel tersebut akan nyaman ditempati beberapa hari ke depan.
"Sayang, kau tidak mandi dulu?" tanya David pada istrinya.
"Entahlah, aku malas sekali untuk bangun." Keysha menimpali ucapan suaminya dengan mata yang terpejam.
David menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan sang istri. "Ayo, bangunlah sebentar. Akan lebih nyaman untuk tidur setelah kau membersihkan tubuhmu." David sedikit mengangkat tubuh Keysha dan memposisikan gadis tersebut dalam keadaan duduk.
"Bisakah aku melewatkan mandi untuk malam ini? Aku benar-benar mengantuk," gumam Keysha malas.
"Hmmm ... Tidak boleh! Ayo bangun, jangan malas!" titah David.
"Kenapa harus mandi? Bukankah seharusnya aku patut dihargai, karena dengan aku tidak mandi maka secara tak langsung aku sudah memiliki tugas mulia yaitu menghemat air," celoteh Keysha.
Mendengar penuturan dari istrinya, membuat David tergelak tawa seketika. Entah mengapa tugas mulia yang dilakukan oleh sang istri tersebut sangat bertolak belakang dengan David yang selalu ingin tampil rapi dan bersih.
__ADS_1
"Untuk tugas mulia yang satu ini, kau bisa menggantikannya dengan tugas mulia yang lain. Ayolah sayang, atau kau ingin aku membantumu untuk mandi?" tawar David menaik turunkan kedua alisnya.
Keysha mendelik menatap suaminya. "Tidak perlu!" seru gadis itu yang langsung beranjak dari tempat tidurnya. Keysha pun langsung berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sementara sang istri tengah membersihkan dirinya. David memilih duduk di dekat jendela yang menampakkan views dari luar hotel. Pria itu menikmati udara yang ada di negara tersebut. Kemerlap lampu sangat terlihat dari tempatnya yang saat ini berada di lantai 4.
Ia membuka internet, mencari tempat yang bagus untuk ia kunjungi nantinya. David sibuk menggeser ke bawah layar ponselnya, tak lama kemudian terdengar suara pintu kamar mandi dibuka. Keysha pun keluar dari tempat tersebut. Gadis itu terlihat lebih fresh dari sebelumnya.
"Aku sudah selesai, giliranmu untuk mandi!" titah Keysha sembari mengeringkan rambutnya dengan menggunakan handuk kecil.
David seakan tak menghiraukan ucapan dari Keysha. Pria itu masih tampak sibuk memandangi layar ponselnya.
"Suamiku ...."
"Hmmm ...."
Melihat David yang tampak mengacuhkannya membuat Keysha segera menghampiri suaminya itu.
"Aku mencari tempat bagus sekitaran sini," timpal David singkat.
"Ooo ...." Keysha menganggukkan kepalanya, ia sudah merasa sangat berdosa karena sempat mencurigai suaminya itu.
"Kau sudah selesai?" tanya pria itu pada istrinya.
"Kalau begitu aku mandi dulu," ucapnya yang kemudian beranjak dari tempat duduknya.
David menyerahkan ponselnya pada Keysha. "Ambil ini, siapa tahu ada tempat yang ingin kau kunjungi nantinya," ujar pria tersebut memberikan benda pipih tersebut pada istrinya.
"Jika kau sudah menetapkan pilihan, segera beritahu aku." David kemudian berlalu dari hadapan istrinya menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
Kini Keysha lah yang sibuk menggeser layar ponsel yang ada di tangannya.
"Aku tidak bisa memilih karena aku ingin mengunjungi semua tempat ini," gumam gadis itu melihat ke layar tersebut dengan seksama.
Keysha meletakkan ponsel suaminya ke atas nakas. Ia kembali mengeringkan rambutnya dan kemudian melayangkan pandangannya ke luar jendela.
"Cantik sekali," ucap gadis tersebut takjub melihat ke arah luar.
....
David baru saja keluar dari kamar mandi. Ia mendapati sang istri sudah terlelap di atas kasur. Pria itu menghampiri istrinya, menarik selimut untuk menutupi tubuh sang istri.
"Maaf, aku selalu saja membuatmu kelelahan," gumam pria itu sembari mengulas senyumnya. Dan kemudian mencium kening istrinya cukup lama.
Setelah mengeringkan rambutnya, David pun ikut berbaring di samping istrinya. Ia memeluk tubuh Keysha dari belakang dan menciumi punggung istrinya berkali-kali.
Keysha berbalik menghadap ke arah David. Gadis itu pun memeluk suaminya dengan menyembunyikan wajahnya tepat di dada bidang milik David.
Perlahan David mulai menutup matanya. Sebenarnya bukan hanya Keysha yang kelelahan, ia juga sama lelahnya. Namun, David menyembunyikan semua itu. Tak apa dirinya merasa lelah, karena semua yang ia lakukan untuk membahagiakan istrinya.
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ♥️♥️♥️
__ADS_1
Yang belum favorit, yuk di favoritkan supaya dapat notifikasi update terbarunya~