Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Candu


__ADS_3

Sinar mentari menyeruak memasuki celah jendela. Kedua insan masih terlelap hanya dengan selimut yang menutupi bagian tubuhnya.


Tak lama kemudian, Keysha membuka matanya perlahan. Pertama kali dilihatnya adalah pria tampan yang berbaring di sebelahnya masih dengan mata yang terpejam. Keysha menyunggjngkan senyumnya. Tangannya pun menyentuh area wajah pria tersebut. Mulai dari kening, lalu turun ke mata dan sedikit menggelitik bulu mata yang lentik itu. Kemudian telunjuknya menyusuri hidung tinggi milik sang suami dan seterusnya mendarat ke bibir merah David.


Keysha membelai bibir tersebut cukup lama, tiba-tiba ia dikejutkan dengan tangan David yang langsung menangkap jemarinya.


"Kau sangat nakal," ujar David dengan suara serak yang khas.


Pria itu membuka mata dengan sempurna, lalu kemudian langsung mengubah posisinya menjadi berada di atas Keysha. Ia menyangga tubuhnya dengan kedua tangannya agar tak langsung menindih tubuh mungil milik istrinya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Keysha yang berpura-pura tak mengetahui keinginan suaminya.


"Aku menagih kegiatan kita semalam." tangan David merapikan anak rambut yang menutupi wajah sang istri.


Mendengar penuturan David, membuat pipi Keysha bersemu merah.Sangat menyenangkan bagi David jika sang istri bersikap malu-malu seperti ini.


"Tapi ini sudah pagi," cicit Keysha.


"Salahmu sudah membangunkan singa yang sedang tertidur, adik kecilku menginginkannya."


Tanpa berpikir panjang, David langsung meraup bibir sang istri dengan bibirnya. Keduanya dapat merasakan langsung sentuhan kulit mereka.


"Hentikan! sebentar lagi pasti Bik Asih datang untuk mengajak sarapan bersama," tukas Keysha.


"Benarkah? Sepasang suami istri yang baru menikah jika bangunnya sedikit telat itu adalah hal yang wajar, Istriku," tutur David.


Pria itu mencoba membaca ekspresi wajah istrinya. "Apakah kau merasa malu?" tanya David.


"Bu-bukan seperti itu." Keysha terlihat gugup.


"Kelak kau akan terbiasa." David tersenyum nakal dan melanjutkan lagi aktivitasnya yang sempat tertunda.


Tangan nakalnya mulai menjelajahi tubuh yang sudah halal untuk dijamah itu. Keysha menyerah, kali ini ia membiarkan David melakukan apapun sesukanya, karena tak dapat dipungkiri bahwa gadis itu juga menikmatinya.


Keduanya pun tenggelam dalam permainan masing-masing. Pagi ini, kembali terjadi aktivitas panas mereka. Penyatuan yang sempat terjadi semalam, belum puas bagi David. Lagi dan lagi ia menginginkannya, tubuh sang istri sudah menjadi candu baginya.


.....


Di waktu yang bersamaan, kedua orang tua Keysha dan orang tua David tengah menikmati sarapan bersama di kediaman Danu.


"Mereka belum bangun?" tanya Santi sembari membantu Kirana meletakkan sarapan di meja makan.


"Biasa, namanya juga pengantin baru," celetuk Kirana yang membuat kedua wanita paruh baya tersebut terkekeh geli.


Danu dan Bram baru saja datang, mereka pun langsung menempati tempat duduk masing-masing.

__ADS_1


"David mana? belum bangun?" tanya Bram sembari melirik ke kamar atas.


"Ck, tidak usah menghiraukan mereka. Lagi pula maklumi saja kalau pengantin baru bangunnya kesiangan. Iya kan jeng?" Santi melayangkan pandangannya ke arah Kirana.


"Iya, biarkan saja mereka," ujar Kirana seraya membubuhkan makanan ke dalam piring suaminya.


Bram hanya berdeham menutupi rasa malunya akibat jawaban dari kedua wanita tersebut.


....


Setelah melakukan pergumulan yang panas menyambut pagi hari, David dan Keysha kini tampak sudah lebih fresh dengan menggunakan pakaian santainya.


David menyisir rambutnya sembari bersiul. Ia suasana hati pria itu sangat senang karena sudah menuntaskan hasratnya yang sempat ia tahan.


Matanya beralih menatap Keysha yang tengah mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.


David berjalan menghampiri istrinya. Pria itu mengambil hair dryer dari tangan Keysha. "Sini biar ku bantu," ujar David.


Pria itu meraih sedikit demi sedikit rambut sang istri dan mengeringkannya menggunakan alat yang ada di tangannya.


Keysha tersenyum, menikah dengan David seakan menjadi mimpi bagi gadis itu. Ia tak pernah membayangkan sebelumnya jika David akan menerima kekurangannya setelah luka yang pernah Keysha ciptakan di hati pria tersebut.


"Ku rasa kau harus mengganti shampo, sepertinya shampo yang sering kau gunakan tidak cocok dengan rambutmu. Lihatlah, rambutmu rontok," ujar David memperlihatkan beberapa helai rambut Keysha.


David telah selesai mengeringkan rambut gadis tersebut. Ia pun langsung meraih sisir untuk membantu merapikan rambut istrinya.


"Jangan terlalu banyak berpikir, cukup pikirkan aku saja. Tentang aku, hanya diriku, dan aku lah yang satu-satunya." David mulai menyisir rambut sang istri.


Mendengar ucapan David seakan sedikit memaksa tentang hal memikirkannya, membuat Keysha terkekeh geli.


"Baiklah suamiku, mulai saat ini aku akan selalu memikirkan tentang dirimu," ujar Keysha sembari mengulas senyum manisnya.


"Setelah ini aku berencana untuk mengajakmu pindah ke rumahku," celetuk David.


" Rumahmu?" ucap Keysha sembari mengernyitkan keningnya.


"Iya."


"Kapan kau membelinya?" tanya Keysha lagi.


"Sudah cukup lama, hanya saja aku jarang pulang ke sana. Awalnya aku hanya membeli rumah tersebut dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Saat aku mempunyai sedikit uang lagi, aku merenovasi ulang rumah tersebut," papar David.


Keysha terperangah, banyak yang tak ia ketahui akhir-akhir ini tentang pria yang sudah sah menjadi suaminya tersebut. Akan tetapi wajar saja, karena Keysha baru beberapa minggu yang lalu menjalin hubungan kembali dengan David dan tak lama kemudian menikah.


"Sungguh, aku baru tahu jika suamiku sekarang adalah pria yang sangat kaya. Bahkan kau juga menyiapkan pesta yang megah untuk pernikahan kita," ucap Keysha takjub.

__ADS_1


"Iya tentu saja, karena banyak yang tak kau ketahui tentang diriku. Akan tetapi yang lebih penting adalah bahwa aku tulus mencintaimu," ujar David.


Keysha tersenyum. Tak lama kemudian ...


KRUKKK....


Perutnya berbunyi, dan hal tersebut sangat terdengar jelas di telinga David. Gadis itu tersenyum sembari menahan rasa malunya.


"Iya, aku sadar aktivitas panas tadi membuat kita melewatkan sarapan," tukas David lalu kemudian pria tersebut melirik jam yang ada di atas nakas.


"Sudah jam sebelas siang, ayo keluar untuk mengisi perut kita," sambung David.


Keysha pun mengangguk, keduanya beranjak dari tempat duduk mereka dan kemudian keluar dari kamar tersebut.


Saat menuruni anak tangga, Keysha melihat sekeliling rumah yang tampak sepi. Gadis tersebut melihat Bik Asih yang tengah mengelap sofa di ruang tengah.


"Bik, kemana yang lainnya?" tanya Keysha yang sudah tak mendapati kedua orang tuanya serta mertuanya.


"Nyonya Santi dan Nyonya Kirana pergi keluar, Non. Begitu pula dengan Tuan," sahut Bik Asih.


Keysha melirik suaminya, pria itu mengendikkan bahunya.


"Sudahlah, ayo kita makan." Keysha langsung menarik suaminya membawa pria tersebut ke meja makan.


Ia menyiapkan semua keperluan suaminya. Dari membawa semua makanan ke atas meja, membubuhkan nasi serta lauk-pauk untuk sang suami, mengambilkannya air minum.


Sementara David, pria itu menopang dagu sembari memperhatikan pergerakan sang istri.


"Terima kasih, Tuhan. Karena telah mengabulkan doa ku untuk memperistrinya," batin David sembari memandangi Keysha.


Keysha baru saja sadar jika David sedari tadi menatapnya. "Apa yang kau pikirkan, Suamiku?" tanya Keysha yang membuat David langsung tersadar dari lamunannya.


David tersenyum sembari menggeleng pelan. Keduanya pun menikmati sarapan sekaligus makan siang mereka.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa untuk memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ♥️♥️♥️♥️


Klik favorit supaya mendapatkan notifikasi update terbarunya~

__ADS_1


__ADS_2