Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Bab 13 Yang Sebenarnya Terjadi


__ADS_3

Wajah Sean tampak merah padam, sebentar lagi akan mengeluarkan emosinya yang masih tertahan. Alexa masih bergidik, jantungnya berdetak cepat, entah kata-kata apa yang akan keluar dari mulut pria itu.


"Wanita menjijikkan kamu Lexa! Aku tidak pernah menyangka Jika kamu bisa melakukan perbuatan itu! Kali ini aku sudah sangat benar dalam mengambil keputusanku untuk menikahi Dania, dia lebih pantas untukku dari pada kamu! Wanita murahan!" umpatnya tanpa ekspresi yang baik.


Alexa diam terpaku, ia tidak bersuara sedikitpun. Pasti ada sesuatu yang membuat Sean murka, dalam benaknya, ia memikirkan video durasi panjang yang pernah ditunjukkan oleh pria bertopeng itu. 'Apa pria bertopeng itu pelakunya? Atau dia sudah mengirimkan video pada seseorang yang menginginkan kegagalan pernikahanku dengan Sean?'


"Apa yang kau ucapkan, Sean? Tidak melihat kah Lexa sedang sakit? Kau malah menghujatnya dengan kata-kata yang kasar!" Aston yang sedari tadi diam tidak terima dengan ucapan Sean.


Pria yang lebih tampan dari Aston itu, memutar ponselnya, agar pria yang menjadi kekasih dan Lexa melihatnya. "Bukankah permainan gila ini bersama mu? Hah?"


'Sialan si Dania, pasti dia yang forward video-video itu. Tidak sesuai kesepakatan yang kita buat!' batin Aston.


Aston mengelak, tidak membenarkan ucapannya . "Tidak! Kamu salah, pria itu tidak jelas wajahnya karena ia memakai penutup kepalanya. Kamu jangan memfitnahku seperti itu. Dan tentang video itu, kau jangan mudah percaya begitu saja."


Sebentar saja, Sean menunjukkan video itu, lalu ia menutup ponselnya dengan cepat, itu semua tidaklah penting lagi baginya. Meski seribu alasan yang di berikan Lexa untuk membela diri, maka tidak akan ada pintu maaf untuknya. Hubungan kita selesai sampai disini! Wanita murahan!"


Bug!


Sebuah pukulan keras mendarat pada wajah Aston, kali ini ia tidak membalasnya. Ia menerima pukulan Sean. Entah ia sendiri mungkin akan melakukan hal yang sama pada Alexa, yang sudah menghancurkan masa depan mereka sendiri.

__ADS_1


'Maafkan kesalahanku Alexa, aku harus berbuat ini, agar kau menjadi milikku selamanya. Ketahuilah aku sudah memiliki perasaan terhadap mu, sebelum kamu kenal dengan Sean,' ucap Aston tanpa suara.


"Sean, kamu mau kemana?" tanya Alexa dengan berteriak. Namun pria itu tidak sekalipun menoleh padanya. Ia beranjak dengan langkah kaki cepat namun tampak sedikit gontai.


Pahit rasanya hati Lexa, harus benar-benar kehilangan pria itu. Dengan lirih ia berkata, 'Aku sudah tidak ada kesempatan lagi untuk kembali padanya, Oh Tuhan, ampunilah hamba-Mu ini.' kedua netra nya memandang langkah kaki Sean hingga bayangan pria itu lenyap dari pandangan nya.


Aston mendekati Lexa, dan menenangkannya. Wanita itu tampak putus asa. Wajahnya seketika berubah saat Sean meninggalkannya. Air mata sudah bercucuran tanpa permisi. Bergulir dari deraian pelan hingga cepat, tangisnya terdengar sampai satu sudut ruang kamarnya. Terdengar pilu oleh pria yang masih menatapnya lekat.


Sungguh di dalam ruang kamar itu terdengar sunyi, hanya isak tangis Alexa yang terdengar oleh keduanya. Meski beberapa kali Aston mencoba untuk menenangkan Lexa, tidak ada hasilnya untuk saat ini. Dia benar-benar sangat kehilangan Sean.


'Duri yang sengaja aku tancapkan, sudah menembus pilar-pilar kekuatan cinta mereka, meski sudah seperti ini, namun ego ku yang tinggi tidak mampu meluluhkan khayalanku untuk mendapatkan hati wanita yang sudah dicintai sejak lama.' Aston hanya bisa meratapi tanpa melakukan apapun.


"Gak tahu!" jawabnya asal, menghentikan isaknya lalu kembali menangis lagi. Dirasa air mata itu belum terkuras habis masih ada sisa dan ia harus menuntaskannya.


"Udah 120 menit!" kata Aston menunjukkan jam di tangannya, wajahnya menunjukkan lagi bad moodnya nunggu Lexa berhenti.


Mata Lexa sinis memandang Aston, "Yang nangis aku, kenapa kamu yang repot? Biar saja aku nangis seharian! lagian aku juga air mata ku gak bayar, jadi sah sah aja kan."


"Wanita selalu benar. Terserah kalo gitu, aku tunggu di kursi sofa, ntar kalau udahan, bilang aja. Aku mau nunggu kamu dengan tidur disana!" tunjuknya pada sebuah benda yang tidak terlalu panjang untuk ia merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


Lexa mengerucutkan bibirnya. "Aku gak peduli Aston! Mengertilah aku sedang tidak ingin bercanda. Aku baru di tinggal Sean, dan itu tidaklah mudah untuk kau menerimanya."


Pria yang mengajak Lexa bercanda itu, menyeret kursi bangku dan mendekatkan di ranjang Lexa. Ia ingin menanyakan sesuatu padanya. "Lexa, sebelumnya, aku ingin bertanya siapakah pria yang mengotorimu dalam video itu? Itukah alasanmu untuk meninggalkan Sean? Apakah kau benar-benar melakukan hal itu?"


Dia mendengarkan pertanyaan yang baru ditanyakan Aston. Jika ia membela dirinya apa pria itu masih percaya padanya? Dia merasa tidak akan mungkin. Karena sudah jelas mereka bisa melihat bahwa wanita itu adalah dirinya.


Lexa berhenti sesenggukan. Bibirnya bergetar, ia ingin jujur, ia ingin menunjukkan kejadian itu pada Aston, seperti nya ia adalah pria yang baik. "Aston, aku ingin minta tolong padamu."


Pria yang masih sabar menunggunya bicara segera bertanya, "Ya, mau minta tolong apa? Sebisanya akan ku bantu."


Lexa bangun dari pembaringannya. Aston membantunya duduk dan menyandarkan tubuh nya di dinding ranjang. "Aston, kamu ingat tidak saat aku berlari pada sebuah hotel, dan bertemu denganmu?"


"Ya aku ingat, emang ada apa?" tanya Aston serius.


"Saat itu, aku baru saja melarikan diri dari seorang penjahat, dia menodai ku. Sebelumnya, ia mengatakan bahwa ia orang suruhan seseorang. Tapi siapa yang menyuruh pelaku itu agar aku tidak menikah dengan Sean. Ia berencana akan mengancam menyebarkan video itu pada keluarga Sean. Tapi dia sudah berjanji tidak melakukannya, karena aku sudah melakukan apa yang diminta. Yaitu membatalkan rencana pernikahan. Aku ingin minta bantuanmu, temukan siapa orang yang menyuruh pria itu juga seperti ini padaku."


Aston manggut-manggut. ',haish, sebenarnya aku takut juga jika suruhan ataupun orang yang menyuruhnya berada disini.'


Aston menyipitkan kedua netra nya saat Lexa bertanya demikian. Apa yang mau dikatakan, malah sebenarnya dia sendiri yang membuat drama rumah tangga ini. Dia yang menjadi orang suruhan Dania. Namun sebenarnya, Aston tidak melakukan hal apapun terhadapnya. Dia hanya membuat video editan, dengan samar-samar menunjukkan wajah Lexa.

__ADS_1


Pria itu membuat seolah-olah Lexa sudah ternodai, dengan memberikan cairan merah di sprei nya. Dan menyuruh seorang wanita karyawan hotel untuk memberikan goresan kecil luka pada daerah sensitifnya. Hingga terciptalah seolah Lexa telah dilecehkan. Emang sebenernya tidak terjadi apapun pada wanita itu.


__ADS_2