
Keysha mengajak masuk Ruslan dan Icha. Gadis itu masih mencubiti pipi Varo yang chuby, Keysha memang sangat menyukai anak kecil. Tak heran jika ia bersikap demikian dengan Varo.
Varo pun mudah akrab dengan Keysha, entah mengapa hal ini membuat Icha semakin tak tega jika harus mengatakan hal yang sebenarnya pada Keysha.
"Kalian sudah berkenalan?" tanya Ruslan.
"Sudah Pa." timpal Keysha.
"Kau tahu mereka berdua siapa?"
Keysha menggelengkan kepalanya.
"Ah iya terlalu cepat untukmu mengetahuinya, lebih baik nanti saja tunggu kedatangan Kevin." jelas Ruslan.
Keysha masih tak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh mertuanya itu. Ia masih ingin berpikir positif namun benaknya mengatakan sebaliknya.
"Atau jangan-jangan dia adalah mama mudanya Kevin." ujar Keysha dalam hati. Mungkin karena kepolosan yang dimiliki oleh gadis itu sehingga ia tak menyangka bahwa wanita yang ada dihadapannya ini adalah madunya.
Keysha bermain dengan Varo. Sesekali Varo menghampiri ibunya. Namun tak lama kemudian sebuah mobil terparkir di depan. Saat melihat siapa yang turun dari mobil membuat Keysha tersenyum bahagia.
Keysha berjalan keluar untuk menyambut kedatangan suaminya. Varo yang baru saja melihat Kevin turun dari mobil dengan cepat berlari ke arah Kevin. Bahkan ia mendahului Keysha.
"Papa..." seru bocah kecil itu.
Mendengar hal tersebut membuat langkah Keysha terhenti. Entah telinganya yang salah dengar atau memang Varo memanggil suaminya dengan sebutan itu.
Kevin melihat Varo berlari ke arahnya dan kemudian menghambur ke pelukan pria itu. Ia sangat terkejut dengan keberadaan Varo di rumahnya. Ekor mata pria itu menatap Keysha yang kini terdiam.
"Papa dari mana saja?" tanya Varo yang berada di gendongan Kevin.
Keysha membeku, telinganya tidak salah dengar. Raut wajah yang tadinya bahagia untuk menyambut suaminya, kini runtuh seketika.
"Papa.." gumam Keysha memastikan kembali ucapan Varo yang dilontarkan pada Kevin.
"Iya Tante, dia papaku."
__ADS_1
Tubuh Keysha bergetar, gadis itu terduduk. Lututnya melemas tak dapat menampung berat badannya. Sementara matanya berkaca-kaca.
"Bagaimana mungkin.." gadis itu tak dapat melanjutkan kalimatnya. Dadanya terasa sesak untuk berucap.
Kevin langsung berlari menghampiri Keysha. Ia membantu istrinya itu namun dengan cepat Keysha menepisnya.
"Jelaskan padaku siapa mereka? siapa Varo dan kak Icha?" tanya Keysha.
Belum sempat Kevin menjawab, Ruslan keluar bersamaan dengan Icha. Kevin melirik ke arah Icha. Pria itu menggelengkan kepalanya agar Icha tak mengatakan apapun.
"Dia istri Kevin dan anak yang kau ajak main tadi adalah anak dari suamimu sendiri" Namun sayangnya Ruslan lah yang membuka suara.
"Pa!!"
DEGGG..
Seketika waktu seakan berhenti, pandangan Keysha mengabur karena air matanya yang hendak tumpah. Rasa sakit menjalar di sekujur tubuhnya. Kevin tak hanya menyakiti hati gadis itu, ia juga menyakiti raga Keysha.
"Kevin katakan padaku bahwa semua itu bohong Kevin. Tolong katakan bahwa ini tidak nyata. Aku sedang bermimpi." pinta Keysha, wajahnya mendongak menatap Kevin.
"Bagaimana mungkin.." ucap gadis itu sembari memukul-mukul dada bidang Kevin.
"Bahkan pernikahan kita baru menginjak dua tahun lamanya, bagaimana kau bisa memiliki anak yang lebih tua dari umur pernikahan kita." racau Keysha.
"Mengapa kau jahat sekali padaku, Kevin. Mengapa kau tega melakukan hal itu." Keysha sesegukan.
Kevin memeluk istrinya meskipun memberontak, Keysha akhirnya membenamkan wajahnya pada dada Kevin. Gadis itu menangis tersedu, hatinya bak dihujam belati saat mendapati kenyataan bahwa Kevin memiliki wanita lain.
....
Kini Kevin dan Keysha berada di dalam kamar. Akan tetapi Keysha tidak ingin jika Kevin menjelaskan hal tersebut tanpa adanya Icha. Ia pun meminta Icha juga masuk ke dalam kamar mereka agar Kevin dapat menjelaskan semua itu dihadapan Keysha maupun Icha.
"Kami telah menikah lima tahun yang lalu, dan Varo dia adalah anakku." Keysha memejamkan matanya mendengar ucapan Kevin. Gadis itu berusaha tegar sampai Kevin menjelaskan semuanya hingga tuntas.
"Selama ini kami sepakat untuk menyembunyikannya. Icha juga tahu saat aku hendak menikah denganmu." lanjut Kevin.
__ADS_1
Sakit! jangan ditanya lagi. Kevin lebih bersikap terbuka dengan Icha dibandingkan dengan dirinya yang saat itu berada di sisi Kevin. Keysha ingin marah namun ia tak bisa mencap Icha sebagai perebut kebahagiannya karena yang perebut sesungguhnya adalah dirinya sendiri.
Keysha sudah tidak tahan lagi dengan semua ini. Padahal kepulangan Kevin adalah hari yang dinantikan oleh gadis itu, dimana ia akan memberitahukan kehamilannya dan berharap hubungannya akan semakin erat dengan suaminya itu. Akan tetapi hari dimana sepatutnya menjadi berita bahagia justru sebaliknya Kevin menghancurkan hatinya. Harapan satu-satunya Keysha kini telah sirna.
Keysha mengambil koper dan memasukkan sembarang beberapa pakaiannya ke dalam koper tersebut.
"Key tolong jangan seperti ini" ucap Kevin mencoba menahan Keysha. Akan tetapi gadis itu menulikan telinganya. Hatinya terlanjur sakit.
"Key tolong maafkan aku." ujar Kevin lagi.
Keysha menghentikan kegiatan dan sesaat kemudian...
PLAKKK ...
Gadis itu menampar pipi kiri suaminya. Keysha menatap Kevin dengan nyalang.
"Kata maaf saja tak cukup, Kevin!" ujar Keysha.
Keysha kembali memasukkan pakaiannya. Setelah semua dirasa cukup ia pun segera menyeret kopernya keluar. Kevin masih menahan Keysha, bahkan pria itu bersujud sembari memegangi kaki istrinya itu.
Keysha merasa tak tega melihat Kevin yang seperti ini.Akan tetapi ia juga terlanjur sakit. Hatinya benar-benar hancur menjadi serpihan. Keysha menyingkirkan Kevin yang masih memegangi kakinya.
Setelah terlepas, dengan cepat Keysha keluar dari kamar tersebut. Ruslan menyaksikan keributan itu, namun mertuanya tak perduli seakan membenarkan perlakuan putranya yang berharga.
"Keysha ku mohon kau tetaplah disini." seru Kevin mengejar Keysha hingga ke depan.
"Kau tahu, disini hanya kau yang ku miliki. Kau satu-satunya yang ku miliki Kevin. Akan tetapi kau menghancurkan semuanya, aku menggantungkan hidupku padamu namun pada akhirnya kau juga yang menusukku secara perlahan." ujar Keysha sembari berurai air mata.
"Aku bahkan menaruh harapan lebih padamu. Meskipun kau tidak mencintaiku, bagiku tidak masalah selagi kau masih bersamaku cinta itu bisa tumbuh kapan saja. Tapi setelah mengetahui kenyataannya, aku sungguh tak ada artinya dimatamu. Alasan kau tidak bisa mencintaiku karena ada hati yang kau jaga. Sementara aku, aku hanyalah gadis bodoh yang dibuang oleh kedua orangtuaku lalu bertemu denganmu." papar Keysha.
Keysha mendongakkan wajahnya, ia menghapus air mata yang membasahi pipinya.
"Kali ini jangan hentikan aku." ujar Keysha.
Baru saja ia hendak membuka gerbang, tiba-tiba seorang pria mengejutkan gadis itu sembari menodongkan pistol tepat di kepala Keysha.
__ADS_1
"Ardi.." gumam Kevin terkejut.