Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Dunia Milik Berdua


__ADS_3

"Sayang, buka dulu mulutmu," ucap David lembut sembari menyuapi bayi besarnya. Keysha dengan cepat membuka mulutnya.


Cup...


David mendaratkan kecupan singkat pada kening Keysha.


"Apa itu?" tanya Keysha tercengang.


"Hadiah kecil dariku," timpal David terkekeh geli.


David dan Keysha saat ini berada di ruangan milik David. Ruangan bagian atas restonya yang di lengkapi dengan kamar serta ruang tengah dalam ukuran kecil. Biasanya ruangan tersebut David pergunakan untuk beristirahat atau pun bersantai.


Saat ini keduanya tengah menikmati makan siang. Namun, hanya Keysha yang menikmati makan siangnya sementara David, ia sibuk menyuapi gadis itu.


Keysha merasa sedikit tidak adil. Ia pun meminta David untuk memberikan alat makan pada gadis itu. Keysha menyendokkan nasi serta lauk pauk tetapi masih di tuntun oleh David karena gadis itu tak dapat melihatnya.


"Kau juga harus membuka mulutmu," ujar Keysha.


"Tidak perlu, Sayang. Lebih baik kau saja yang makan, aku bisa nanti," ucap David.


"Hmmm..." keluh Keysha sembari menggeleng pelan.


"Tidak adil jika kau saja yang menyuapiku, ayo buka mulutmu," titah Keysha.


Mau tak mau David harus menuruti keinginan kekasihnya ini sebelum gadis yang di hadapannya ini merajuk.


"Aaaa..." David membuka mulutnya.


Keysha memberikan suapan pada David. Ia memegang sendoknya dan suapan itu berjalan memasuki mulut David. Namun pada saat itu David tak menuntun tangan Keysha, hingga suapan tersebut tak kunjung masuk ke dalam mulutnya.


"Sebentar, di mana letak mulutmu?" tanya Keysha.


Mendengar ucapan tersebut spontan membuat David tertawa terbahak-bahak. Keysha yang merasa tingkahnya juga konyol, ikut tertawa keras.


"Bukankah sudah ku katakan, biarkan aku makan sendiri. Kau tak perlu menyuapiku, Sayang. Aku takut nantinya kau memasukkan nasi itu ke dalam hidungku," ujar David.


Keysha terkekeh geli mendengar hal tersebut.


"Tuntun aku sekali saja, aku juga ingin memberikan satu suapan padamu," ucap gadis itu.


David menuntun tangan Keysha, dan makanan yang ada di sendok pun mendarat sempurna di mulut David. Setelahnya David mengusap surai hitam milik Keysha dengan penuh sayang.

__ADS_1


Hubungan keduanya semakin hari semakin terlihat erat. Bahkan David tak pernah bosan memberikan perhatian pada kekasihnya.


Di lain tempat, Indah yang saat ini keluar dari penginapan setelah kemarin ia tiba di Jakarta. Indah menghadang taksi untuk bergegas menuju ke resto milik David. Ia ingin berbicara dengan pria itu untuk tetap berada di sisinya, karena gadis itu tak bisa jika hidup tanpanya.


Di dalam perjalanan, ia sudah menyiapkan strategi. Gadis itu akan berlutut memohon pada David untuk tak meninggalkannya. Namun, jika pria itu sudah memiliki seorang kekasih, Indah akan menemui kekasihnya itu, meminta gadis tersebut untuk melepaskannya. Atau mungkin dengan menyiramkan jus di wajah gadis tersebut supaya ia berhenti mengejar-ngejar David yang seharusnya menjadi miliknya.


Bayangan-bayangan tersebut muncul begitu saja di kepala cantiknya. Hanya agar David tetap berada di sisinya.


Setelah menempuh perjalan yang cukup lama, taksi yang di naiki oleh Indah tiba di resto. Beberapa pelayan yang melihat kedatangannya terperangah. Pasalnya mereka tidak tahu jika saat ini Indah sudah putus dari atasannya. Dan bosnya saat ini tengah berada di ruangannya bersama dengan gadis lain.


"Davidnya ada?" tanya Indah pada salah satu pelayan yang berpapasan dengannya.


Pelayan tersebut bungkam sembari mengedarkan pandangan. Ia bingung bagaimana hendak menjawab pertanyaan tersebut.


Indah menaikkan sebelah alisnya menatap pelayan dengan curiga. Gadis itu pun segera naik ke atas menuju ke ruangan David. Dari ekspresi yang ditangkap di wajah pelayan tersebut, membuat Indah menaruh curiga.


Kini langkah kakinya terhenti tepat di depan pintu ruangan David. Tangannya hendak membuka kenop pintu, tetapi pintu tersebut terbuka lebih dulu.


David keluar sembari tersenyum dengan menuntun kekasihnya. Namun, saat ia menemukan Indah ada di depan ruangannya, pria itu membelalakkan matanya.


BRAKKK ...


Namun ketika Indah melayangkan pandangannya pada gadis yang ada bersama David, Indah pun sangat terkejut menyadari siapa yang ada bersama pria itu.


"Kau...." David menatap gadis tersebut.


"Ada apa? Memangnya siapa yang datang?" tanya Keysha dengan sangat polos.


Indah tertegun sejenak, bagaimana bisa gadis itu bertanya ulang pada David sementara Indah saat ini berdiri tepat di hadapannya.


Pandangan Keysha tak berubah. Gadis itu tetap menatap lurus ke depan tanpa berkedip.


"Bagaimana bisa dia tak mengenaliku? atau mungkin aku sosok yang tak terlihat baginya?" berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya.


Indah pun melambaikan tangannya tepat di depan mata Keysha. Gadis itu sedikit pun tak berkedip. Sesaat kemudian ia mengarahkan pandangannya pada David. Pria itu menggeleng pelan.


Menyadari bahwa Keysha tak dapat melihat lagi, Indah menutup mulutnya dengan rasa tak percaya. Entah mengapa air matanya mengalir saat itu juga.


Keysha adalah wanita yang ia takuti kepulangannya. Namun, saat melihat kondisi gadis itu yang seperti ini membuat Indah berderai air mata. Bukan karena menyadari David kembali bersama gadis itu, tapi karena ia mengetahui kondisi kondisi Keysha yang sekarang.


Indah sedikit menyingkir, gadis itu mematung menatap Keysha yang jalannya di tuntun oleh pria yang saat ini hendak ia pertahankan.

__ADS_1


"Tadi siapa?" tanya Keysha.


"Bukan apa-apa, ayo kita turun," ucap David sembari melirik ke arah Indah.


Keduanya pun menuruni anak tangga. Indah mengekor di belakang mereka dengan sedikit mengendap-endap. Saat David mendudukan Keysha di salah satu kursi, Indah juga mengambil posisi duduk berhadapan dengan Keysha.


Cukup lama Indah memandang sendu gadis yang ada di hadapannya. Semua strategi yang ia atur sedari kemarin seolah menguap begitu saja.


"Bagaimana mungkin bisa ini semua terjadi padamu?"


Batin gadis itu berbicara. Hatinya lebih merasakan sakit melihat keadaan Keysha saat ini.


Tak lama kemudian ponselnya bergetar. Ia melihat notifikasi pesan singkat yang di kirimkan oleh David.


Indah menatap David sejenak, kemudian pria itu menganggukkan kepalanya. Gadis itu pun langsung membuka pesan yang dikirimkan oleh David.


Aku tahu, mungkin ini terlalu cepat. Tapi aku tak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku masih menginginkannya. Maafkan aku Indah


Indah bergetar memegang ponselnya. Gadis itu pun meminta David untuk mengikutinya sebentar.


"Tunggulah di sini sejenak, aku akan kembali," ucap David.


Keysha menganggukkan kepalanya sembari mengulas senyum. Pria itu pun berjalan mengikuti arah langkah kaki Indah. Gadis itu memilih di parkiran karena tempat tersebut sepi.


"Ada apa?" tanya David setelah keduanya saling berhadapan.


Indah luruh sembari memegang kaki David.


"Maaf...." Gadis itu tersedu.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️


Yang belum favorit, yuk difavoritkan supaya mendapatkan notifikasi update terbarunya~

__ADS_1


__ADS_2