
Malam itu, David sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Ia menanggalkan earphone di telinganya untuk menghubungi Keysha.
"Kau belum tidur?" tanya David.
"Belum," timpal gadis itu berbohong, padahal ia sudah berada di alam mimpinya. Namun saat ponselnya berdering, ia terbangun dan kemudian menerima panggilan tersebut.
David terkekeh saat mendengar jawaban Keysha. Dari suara saja, pria itu sudah bisa menebak bahwa gadis itu terpaksa bangun untuk mengangkat telepon darinya.
"Kau di mana? Mengapa berisik sekali?" tanya Delia.
"Aku sedang dalam perjalanan menuju ke rumah," timpal pria itu.
"Oh ya, maaf mengganggu waktu tidurmu. Aku ingin memberitahukan padamu bahwa besok aku tidak akan menjemputmu ke resto karena besok aku harus berangkat ke luar kota. Ada sesuatu yang harus ku urus,"sambung pria itu.
"Baiklah."
"Beberapa hari ini, kau di rumah saja. Tidak perlu datang ke resto selama bukan aku yang menjemputmu. Untuk gaji, tenang saja. Aku akan membayarmu dengan gaji satu bulan penuh,"papar David sembari terkekeh.
"Ya ya ya, aku akan menantikan bayaranku," sahut Keysha.
"Kalau begitu, tidurlah! sebentar lagi aku akan tiba di rumah. Jangan lupa untuk memimpikanku malam ini," gurau pria itu.
"Kau juga harus membayar ku atas hal itu."
"Tenang saja, sudah ku persiapkan banyak uang untuk membayarmu," timpal David.
"Besok berhati-hati lah di jalan."
Tak lama kemudian panggilan sambungan telepon pun terputus. David melepas earphone yang ada di telinganya.
Pria itu memberhentikan mobilnya saat tiba di pekarangan rumahnya. Ia pun bergegas masuk untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.
...****************...
Siang ini, David baru saja tiba di salah satu bandara yang ada di Pontianak setelah memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit berada di dalam pesawat.
Pria itu datang kemari hanya untuk menemui Indah, namun David belum memberitahukan kedatangannya pada gadis itu.
Pria tersebut keluar dari bandara, ia pun menghadang salah satu taksi untuk mencari penginapan yang tak jauh dari resto milik kekasihnya itu.
Setelah mendapat nasihat dari Reyhan malam itu, David langsung mengambil keputusan. Sudah jelas siapa yang diinginkan hatinya. Pria itu tak harus mengukur waktu yang lama dan pada akhirnya akan menimbulkan menorehkan luka yang semakin menganga.
Pria itu pun tiba di salah satu penginapan. Ia langsung menuju meja resepsionis untuk memesan kamar. Setelah mendapatkan cardlock, ia langsung menuju ke kamar sesuai dengan nomor yang ditunjukkan oleh resepsionis tadi.
__ADS_1
Setibanya di kamar, ia pun langsung menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. David mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya dan mengetikkan sebuah pesan.
Indah yang saat itu tengah bersantai di ruangannya. Saat mendapati pesan dari David, ia pun merasakan senang yang luar biasa. Karena jarang sekali pria itu mengirimkan pesan terlebih dahulu untuknya. Jika pun hal itu penting, David lebih memilih untuk meneleponnya.
Mari bertemu malam ini
Indah mengernyitkan keningnya, saat mendapati satu kalimat yang dikirimkan oleh David.
"Bertemu? atau jangan-jangan...." Indah tersenyum bahagia karena David rela terbang kemari hanya untuk menemuinya. Ia pun dengan segera mengetikkan balasan untuk kekasihnya.
Baiklah, aku akan menunggumu di resto
Setelah mengirimkan balasan tersebut, Indah berjingkrak-jingkrak senang. Pria itu tak pernah bertingkah senekat ini. Biasanya, Indah lah yang akan menemuinya di Jakarta. Kedatangan kekasihnya itu kemari merupakan hal yang langka.
Setelah menerima balasan atas pesannya, David langsung melemparkan ponselnya ke kasur. Pria itu sedikit membenarkan rambut yang menganggu dahinya.
"Maafkan aku...." David menatap lurus ke arah langit-langit.
Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu, sore pun telah berganti malam hari. Namun tidak bagi Indah, karena gadis itu sedari tadi menatap jam yang ada di ponselnya hanya untuk menantikan kedatangan kekasihnya.
Sesuai dengan janjinya, David tiba di resto milik Indah. Pria itu melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam. Setelah mendengar suara pintu yang di dorong, Indah segera mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Dan benar saja, dengan menggunakan kemeja berwarna navy serta memakai jeans . Rambut yang di ikat separuh, membuat pesona David menjadi berlipat ganda.
Dengan cepat Indah pun bergegas menghampiri kekasihnya itu, kemudian menghambur ke pelukan pria pemilik hatinya.
"Kau sudah datang, aku sedari tadi menunggumu," ucap Indah masih memeluk erat tubuh David. Sementara pria itu hanya menepuk pelan pundak gadis tersebut.
"Terserah, mengapa harus memperdulikan mereka."
"Kau tidak boleh egois," tukas David.
Indah pun langsung melepaskan pelukannya.
"Apakah kau ingin mengajakku berkencan malam ini?" tanya Indah lagi.
"Bisakah kau meluangkan waktumu?"
"Tentu saja," timpal gadis itu bersemangat.
Indah dengan cepat menarik tangan David untuk mengajak pria itu menuju ke parkiran.
"Kau akan mengajakku kemana?" tanya Indah.
"Terserah kau saja," timpal David.
__ADS_1
Indah berdecak kesal, dan kemudian memaksa David untuk masuk ke dalam mobilnya. Gadis itu pun segera melajukan kendaraan roda empat tersebut menuju ke jalanan.
"Sebenarnya, ada yang ingin aku bicarakan padamu," ucap David.
DEGGG... DEGGG..
Jantung Indah berdetak sangat kencang. Ia mengigit bibirnya karena gugup dengan apa yang hendak dibicarakan oleh David.
"Apakah ia ingin melamarku? Oh Tuhan sungguh aku gugup sekali membayangkan hal itu," ujar Indah dalam hati.
"Sebenarnya aku...."
"Stop!! jangan mengatakannya sekarang, David. Aku belum siap," cegah Indah sembari mengulum senyumnya.
"Apakah dia sudah mengetahui rencana ku? tapi mengapa dia tersenyum malu seperti itu?" ujar David dalam hati.
Indah memberhentikan mobilnya di salah satu taman kota yang menampakkan keindahan kota tersebut di malam hari. Ia menduduki salah satu kursi yang ada di taman tersebut, begitu pula dengan David. Pria itu mendudukan bokongnya di sebelah Indah.
Pikiran Indah berkecamuk akan ucapan romantis apa yang keluar dari mulut David saat hendak melamarnya nanti. Yang gadis itu ketahui, David bukanlah pria yang romantis.
"Aku tidak tahu apa yang akan kau katakan nantinya, tapi melihatmu berbuat nekat seperti ini. Aku sudah bisa menebaknya," ucap Indah.
David menaikkan sebelah alisnya saat mendengar perkataan dari Indah.
"Detak jantungku menjadi tak beraturan serta gejolak dalam diriku seakan meledak-ledak, namun biarkan aku menarik napasku dulu sejenak sebelum mendengarkan apa yang ingin kau ucapkan," ujar Indah.
Dan benar saja, gadis itu menarik napasnya dan kemudian menghembuskannya perlahan. David sempat terperangah dengan apa yang dilakukan dengan gadis yang ada dihadapannya.
"Katakanlah, aku sudah siap," ucap Indah sembari tersenyum malu.
"Sebenarnya kedatanganku kemari ingin mengakhiri hubungan kita," ujar David tanpa berbasa-basi.
"Hah?!!"
"Aku ingin kita putus."
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️
Yang belum favorit jangan lupa untuk di favoritkan supaya dapat notifikasi update terbarunya~