Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Bab 31 Akhir Yang Bahagia


__ADS_3

Seseorang dengan pakaian warna hitam beserta penutup kepala, berhasil memasuki ruangan Andrea.


Melihat wanita itu masih memejamkan mata ia akan melakukan aksinya.


Ia dengan cepat berjalan mendekati Andrea, mengambil sebuah suntikan dan akan mencampurkannya lewat selang infus.


'Kamu akan tenang selamanya Andrea ...! Aku akan membantu mengatasi penderitaan kamu! Tunggu sedikit lagi saatnya, selamat tinggal,' ucapnya tanpa suara.


Saat jarum suntik itu akan disuntikkan. Terdengar suara seseorang dari pintu berteriak.


"Siapa kamu? Tolong! Tolong!"


Dokter yang menangani Andrea berlari mendatangi orang itu, dan menggagalkan aksinya.


Untung saja dokter itu bisa segera membuang suntikannya, terdapat sedikit perlawanan antara mereka.


"Siapa kamu?"


Dokter masih bertanya padanya, dari gelagatnya ia memiliki tujuan buruk pada pasiennya.


"Jawab!"


Dengan cepat ia melawannya, saat akan memukul dada, tanpa sengaja ia merasa ia memukul sesuatu.


"Kau seorang wanita?"


Dengan cepat, ia menarik penutup kepala, "Astaga! Kamu memang seorang wanita!"


"Lepaskan saya, dokter!"


Ia mencoba melarikan diri, tapi dokter tidak membiarkannya, tidak lama kemudian Sean dan Alexa datang.


"Dania? Kenapa kau diruang ini?"


Sean bertanya dengan bingung, dokter memegangi kedua tangan di belakang punggungnya.


"Ternyata Anda kenal, Bapak Sean?" tanya Dokter.


"Saya kenal, Dok. Memang apa yang dilakukan olehnya?" lagi, tanya Sean. Alexa hanya diam tidak percaya, memperhatikan baju hitam-hitam yang ia pakai sangat mencurigakan.


"Dia berusaha untuk mencelakai ibu, Anda," jawab dokter. "Apa?" Seketika tensi darah Sean naik seketika.


"Kurang ajar kamu Dania!" umpat Sean, segera ia mengambil benda pipih yang berada di saku celananya.


Sean menghubungi petugas berwajib untuk menahan wanita itu.


"Tolong! Jangan lakukan itu, Sean. Aku masih istrimu tolong ampuni aku!" Belanya.

__ADS_1


Suami Mana yang akan memaafkan istrinya. Jika ia sudah melakukan kesalahan fatal beberapa kali.


"Sudahlah, Aku bukan pria bodoh yang gampang memaafkan kesalahanmu. Apa yang kau lakukan tadi? Hah?" ‘Sean maju dan menjambak rambutnya’ "Ingin membunuh mama? Begitu? Aku baru tahu jika ada wanita pendosa sepertimu kesalahanmu sudah terlalu banyak dan bersiaplah kau akan merasakan hukuman itu di dalam jeruji besi!" jelas Sean dengan amarahnya.


Tak lama kemudian beberapa anggota polisi datang, Sean beserta dokter menjelaskan tentang kejadian yang akan dilakukan wanita itu.


"Bawa dia Pak! Wanita ini berniat mencelakai Mama saya!" lapor Sean.


"Ya, Pak. Saya memergokinya akan menyuntikkan sesuatu cairan ke selang infusnya," tambah dokter.


"Nanti saya akan mengecek jenis cairan yang digunakan untuk melancarkan aksinya ini," lanjut dokter.


"Baik! Terimakasih atas laporan kalian. Kami akan membawa wanita ini!" ujar salah satu dari pria-pria berseragam tersebut.


"Sean! Tolong lepaskan aku! Aku masih istrimu kan? Alexa? Kenapa kau diam saja? Aku sahabat baikmu, tolong bantu aku ... Lexa! Ku mohon, hanya kau satu-satunya orang yang bisa membantuku!" teriaknya, saat anggota polisi membawanya pergi.


Alexa hanya diam saja mencerna ucapan Dania. 'Apa? Sahabat baik? Anak itu mungkin sudah mengalami tekanan batin tinggi, hingga tidak berpikir akan kesalahannya.'


Sementara dokter meriksa keadaan Andrea. Sean menunggu hasilnya.


"Bagaimana keadaan Mama, Dokter?" tanya Sean cemas.


"Syukurlah, tidak terjadi apapun pada Nyonya Andrea. Untung saja kita datang tepat pada waktunya. Entah jika terlambat," jelas dokter.


Andre membuka matanya dan ia melihat ke arah Sean. Pria itu mengelus rambutnya. Dan mengatakan jika Andrea besok sudah bisa pulang.


"Mama, cepat sembuh ya," kata Alexa mengelus tangan Andrea.


Seseorang datang menemui Sean, menyerahkan dua satu map berwarna coklat. "Pak, ini surat dari pengadilan agama."


"Terimakasih, pergilah!" perintah Sean padanya.


Segera ia mengeluarkan beberapa lembar kertas itu dan memeriksanya, semuanya sudah selesai tanap persidangan.


Sean berani membayar pengacara handal demi mengurus semua itu. Alexa dan Aston resmi bercerai beserta Sean dan Dania juga sudah tidak memilik hubungan lagi.


"Aku sudah tidak punya hubungan lagi dengan Aston, Sean?" tanya Alexa tidak percaya.


Sean mengangguk dan mencium kening Lexa, sementara Andrea menitihkan air mata.


"Mama Andrea, Sean meminta izin untuk menikahi Alexa, apakah Mama Andrea menyetujui nya?" tanya Sean melihat Andrea yang mengulas senyum.


"Lihatlah Sayang, Mama tersenyum. Itu artinya Mama menyetujui kita bersatu," ucap Sean merasa senang.


*****


Keesokan harinya, Andrea diperbolehkan pulang dan rawat jalan, bersama perawat yang akan menemaninya.

__ADS_1


Alexa membantu merawat Andrea hingga keadaannya benar-benar membaik.


Ia sudah bisa menggerakkan tangan dan kepala, Namaun belum mampu bersuara.


Berita Aston yang melarikan diri dari pengejaran polisi' akhirnya tertangkap juga. Pria juga masuk kedalam jeruji besi. Atas semua laporan Alexa padanya.


Beberapa minggu kemudian, Sean mengadakan pesta pernikahan antara dia dan Alexa, yang diadakan sangat meriah, meski sedikit bersedih karena Andrea belum sepenuhnya sembuh.


Sean mengundang semua teman rekan bisnisnya, dan sekalian akan mengumumkan akan kembalinya dia ke perusahaannya.


Ia akan kembali memimpin perusahaan yang sudah lama ia tinggalkan tersebut. Banyak yang memberi selamat atas kisah cinta yang telah dilewati mereka.


Hingga pada jenjang ini. Mereka berhasil menyatukan kisah cinta mereka.


Ada satu sesi untuk menayangkan sebuah video film tentang kisah cinta mereka, hingga tak hanya satu dua orang saja yang ikut terharu atas perjuangan cinta mereka.


Mereka memberi tepuk tangan meriah saat video itu selesai diputar. Beberapa orang Samapi mengeluarkan air mata mereka.


*****


Malam pertama...


"Sayang ... Aku sudah menunggu dari pagi untuk malam ini. Jadi persiapan baik-baik ya, kamu harus kuat. Tidak boleh mundur. Boleh maju saja," kata Sean aneh.


"Maksud kamu apa sih?" tanya Alexa tidak paham.


"Jangan pura- pura gak ngerti deh! Kaya kamu ini bocil aja!" ledek Sean.


"Sayang ... Maaf aku lagi dapet! Jadi mungkin kita tunda selama beberapa hari. Paling lama seminggu," jelas Lexa menahan tawa.


"Yah .... Kok gitu? Lama sekali nunggu seminggu? Sudah keburu kisut!" kata Sean ngambek.


"Terus kita sekarang ngapain?" tanya Sean lemas.


"Kita tidur, karena badanku lelah. Acara tadi menguras banyak tenaga. Kamu sih, suka buat acara banyak," jawab Lexa cemberut.


"Ya .... Masa malam pertama kita tidur cepat? Gak asyik ah Ayang," Sean lebih seperti anak kecil saat ini.


Lexa tidak menanggapi ucapan Sean, ia menutup selimut hingga kepala, ia bersembunyi disana.


Sean melenguh, menghela nafas kasar. "Sayangku, jangan tidur dulu kenapa sih? Apa tidak ingin membuat malam ini menjadi malam yang istimewa?"


"Maaf Sayang, aku ngantuk!" jawabnya datar.


'Haha, maaf ya Sayangku, Sean ... Aku sebenarnya takut, tapi aku harus menyembunyikan semua ini, aku tidur dulu ya, bye bye,' Lexa hanya bergumam dalam hatinya. Sedangkan Sean cemberut keinginannya di unsur.


------ Tamat -----

__ADS_1


Terimakasih ya, yang sudah singgah ke karya remahan saya ini, semoga tidak mengecewakan, novel yang sengaja dibuat tidak terlalu panjang, agar terkesan tidak bertele-tele.... Happy reading di karya yang lain...🙏🏾🙏🏾


__ADS_2