
Keesokan harinya, David sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Keysha. Ia tak henti-hentinya mengembangkan senyuman karena rasa rindunya pada gadis itu sudah menumpuk bak setinggi Gunung Everest.
Ia melirik ke arah kardus yang ada di kursi belakang. Kardus tersebut berisi banyak camilan oleh-oleh khas dari kota Pontianak yang ia beli kemarin. Mengingat dulunya Keysha sangat menyukai camilan.
Tak lama kemudian, David tiba di depan rumah Keysha. Ia turun dari mobilnya, kemudian mengeluarkan oleh-oleh yang ada di kursi belakang tadi.
Bik Asih dari kejauhan melihat David langsung segera menghampiri pria itu.
"Keyshanya ada, Buk?" tanya David.
"Ada Den, silakan masuk." Bik Asih segera masuk untuk memanggil Keysha yang ada di dalam.
Kirana dan Danu baru saja hendak berangkat bekerja, ia melihat pria yang sering menjemput Keysha tengah duduk di teras.
"Eh ada Nak... Kemarin siapa namanya?" tanya Kirana yang memang kemarin belum mendapatkan jawaban atas pertanyaannya.
"David, Buk," timpal David yang lebih percaya diri karena tidak ada yang harus ditutupi lagi tentang identitasnya.
"Tunggu sebentar ya, Keyshanya masih di dalam,"ujar Kirana.
"Saya membawa sedikit oleh-oleh, Bu. Ini mau di taruh di mana?" tanya David yang kembali mengangkat kardus tersebut.
"Duh jadi merepotkan, tidak apa-apa ya Ibu minta tolong menaruhnya di meja dapur," ujar Kirana.
David pun mengangguk, Kirana mengikuti David membawa kardus tersebut ke dapur.
"Terima kasih, Nak David," ucap Kirana.
"Sama-sama, Bu," timpal David.
"Kira-kira kapan kamu akan melamar Keysha? Ibu mengharapkan kabar baik darimu," goda Kirana.
David hanya mengulas senyum sembari mengusap tengkuknya.
"Ma, jangan berkata seperti itu," Keysha tiba-tiba saja muncul di ambang pintu.
Kirana berdeham, sementara David mengarahkan pandangannya pada gadis yang sejak kemarin selalu berputar di otaknya.
Kirana pun kembali melangkahkan kakinya ke luar karena harus segera berangkat ke butik. David dan Keysha mengekor langkah wanita tersebut. Danu yang berada di luar sedari tadi melirik jam tangannya.
"Saya titipkan anak saya padamu, David. Tolong jaga dia," ucap Danu.
__ADS_1
"Baik Pak," timpal David.
"Kalau begitu, mama dan papa pergi dulu ya sayang," ujar Kirana mengusap puncak kepala anak gadisnya sebelum meninggalkan keduanya.
Keysha menangkap suara mesin mobil yang akan dikendarai oleh papanya. Gadis itu pun melambaikan tangannya ke arah suara yang semakin lama semakin mengecil.
"Bukannya baru kemarin kau berangkat keluar kota? Kenapa cepat sekali pulang?" tanya Keysha.
"Apa kau tidak menyukai kepulanganku?" tanya David.
"Bukan seperti itu." Keysha memberengut, membuat David mencubit puncak hidung gadis itu dengan gemas.
"Ayo kita ke resto," ucap David menuntun Keysha untuk memasuki mobilnya.
Pria itu menunjukkan seluruh perhatiannya pada gadis itu. Dari membukakan pintu, memasang sabuk pengaman, dan masih banyak lagi. Bagi David, Keysha adalah segalanya. Tak perduli bagaimana pun kondisi gadis itu, kesetiaan David tak akan pernah goyah.
"Key, bisakah kita memulai semuanya dari awal?" tanya David.
Keysha membeku mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh David.
"Kau tahu kondisiku yang seperti ini akan mempersulitmu kelak? Bukan hanya itu saja, saat ini statusku sudah janda, bukan seorang gadis lagi Vid. Sementara dirimu belum menikah sama sekali," papar Keysha.
"Aku tidak akan menikah jika itu tidak denganmu," timpal David yang masih mengemudikan mobilnya.
David menepikan mobilnya sejenak, karena sepertinya pembicaraan ini akan cukup panjang dan sedikit mengganggu konsentrasinya dalam mengemudi.
Pria itu meraih tangan Keysha dan kemudian menggenggamnya dengan erat. "Aku juga bukan pria yang sempurna untuk mengharapkan wanita yang sempurna," ucap David lembut.
"Key, kau memiliki arti penting dalam hidupku. Tolong jangan mempersulit semua ini. Kau juga menginginkanku, bukankah kemarin kau berkata seperti itu?"
"Tapi apa kata orang nantinya," suara Keysha mulai bergetar.
"Semua ada di kita Key, kita yang menjalaninya bukan orang lain. Kau hanya perlu mempercayakan semuanya padaku, hmmm...."
David terus meyakinkan Keysha untuk yang kesekian kalinya. Perlahan Keysha pun menganggukkan kepalanya membuat David sangat merasa senang dan kemudian mengecup punggung tangan gadis yang sekarang kembali berstatus menjadi kekasihnya.
"Mulai sekarang, kita kembali menjadi sepasang kekasih lagi," ujar David.
Keysha tersenyum mencubit lengan David.
"Atau kau tidak menginginkan lebih dari itu, jika kau bersedia besok aku akan menemui kedua orang tuamu untuk melamar," ucap David.
__ADS_1
"Kau jangan mengada-ada!"
"Aku serius, Key."
"Tidak Vid, aku belum siap untuk sekarang ini. Aku ingin mendapatkan pendonor mata dulu karena aku tidak ingin terlalu menyusahkan mu nantinya. Tidak apa-apa kan menunggu sebentar lagi?" tanya Keysha.
"Sampai kapan pun aku akan menunggumu," timpal David mencubit puncak hidung gadis itu. Hal yang pernah menjadi kegemarannya dulu.
Tak lama kemudian, David pun kembali melajukan kendaraan roda empat tersebut menuju ke resto.
Setibanya di sana, David segera menuntun Keysha memasuki resto tersebut. Keduanya berjalan menuju ke atas panggung. Senyum tak henti menghiasi wajah keduanya, benih-benih cinta yang lama tak di siram kini tumbuh lagi.
Perhatian-perhatian kecil yang di berikan oleh David tak luput dari pandangan beberapa pegawainya. Bahkan mereka lebih mendukung jika atasannya itu bersama dengan Keysha dibandingkan dengan kekasih lamanya dulu.
"Aduh Pak Bos sikap romantisnya sangat membuatku iri," ujar salah satu pegawai.
"Iya, tapi apakah mereka berdua sudah resmi berpacaran?"
"Entahlah, tapi aku sangat mendukung jika mereka berdua benar-benar berpacaran. Pak David kelihatan sangat mencintai gadis itu. Dibandingkan dengan kekasih lamanya dulu, Pak David lebih banyak tersenyum saat bersama Keysha,"
Bermacam-macam obrolan antar para pegawai pun terjadi di saat mereka sedang senggang. Duduk berbincang sembari melihat tontonan keromantisan antara dua sejoli yang kini tengah dimabuk asmara.
....
Di lain tempat, Indah tengah mengemasi beberapa pakaiannya ke dalam koper. Setelah memikirkan semuanya, Indah benar-benar tidak bisa merelakan David.
"Aku tak perduli kau akan menolak ku ribuan kali, aku tetap akan berlari ke arahmu David. Jika pun ada gadis yang mengambil hatinya, aku tidak akan tinggal diam!" ketus Indah yang sudah sangat bertekad.
Gadis itu mengecek ponselnya lagi. Sudah beberapa kali ia mencoba menghubungi David namun tak sekali pun pria itu meresponnya.
"Huhh!!" Indah melemparkan ponselnya ke sembarang tempat. Matanya berkaca-kaca karena kecewa tak mendapatkan respon dari pria yang baru saja putus dengannya.
"Aku akan menyusulmu David! akan ku tunjukkan padaku bahwa aku tidak main-main dengan ucapanku," gumam Indah.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ♥️.
Yang belum favorit, yuk di favoritkan supaya mendapat notifikasi update terbarunya~