Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Rahasia Danu


__ADS_3

Kirana tengah berada di ruangan Keysha. Wanita itu sedang memegang mangkuk dan sendok mencoba untuk membujuk Keysha agar makan karena dari kemarin Keysha tak makan sedikit pun.


"Nak, ayolah makan sedikit saja. hmmm.." bujuk Kirana.


Keysha hanya diam tak menimpali ucapan ibunya itu. Pikirannya berkecamuk, hatinya masih terasa sakit tak bisa menerima bahwa ia sudah kehilangan separuh hidupnya, yaitu anak yang ia kandung.


"Kau pasti akan sembuh, Nak. Kita hanya menunggu kabar dari pendonor supaya kau bisa melihat lagi." jelas Kirana.


"Aku tidak butuh pendonor atau apapun itu." timpal Keysha.


"Jika suatu saat nanti akan ada yang mendonorkan matanya untukku, aku akan menolaknya." tukas gadis tersebut.


Mendengar ucapan anak gadisnya membuat Danu naik pitam. Ia sangat marah karena Keysha tak ingin menerima donor mata.


"Kau.." ucap Danu sembari menunjuk anak gadisnya.


"Kami disini berusaha agar kau lekas sembuh, Keysha. Kenapa kau malah berkata seperti itu?" ujar Danu.


"Untuk apa aku melihat duniaku lagi, Pa? Meskipun aku memiliki mata yang sehat, dunia tetap terasa gelap bagiku. Aku menemukan kebahagiaan saat aku tahu bahwa ada detak jantungnya dalam tubuhku. Hatiku menghangat saat aku menyapanya di pagi dan malam hari." papar Keysha, air mata jatuh di pelupuk matanya.


"Jika bisa memilih, aku ingin dia tetap ada bersamaku Pa. Meskipun itu mustahil, aku masih berharap bahwa dia masih ada didalam rahimku."


Danu tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia benar-benar menyesal telah memaksakan keinginannya dengan menyuruh Keysha menikahi Kevin. Ia menatap Kirana, bahu istrinya naik turun saat melihat Keysha hancur seperti ini.


Kejadian ini mengingatkannya pada saat itu, mereka juga pernah kehilangan seorang anak yang membuat Kirana saat itu sempat depresi.


Dahulu Danu dan Kirana merupakan keluarga kecil yang sangat sederhana. Keduanya jauh dari kata berkecukupan. Saat itu Kirana tengah mengandung anak pertama mereka, tentu kabar tersebut merupakan kabar baik bagi keduanya.


Saat itu Danu masih bekerja serabutan. Ia terkadang bekerja sebagai pemborong bangunan. Kerja kasar namun tetap pada jalur halal.


Saat itu petaka tengah menimpa keluarga kecil mereka, dimana Kirana tanpa sengaja terpeleset dari kamar mandi. Danu segera membawa istrinya ke klinik terdekat karena pada saat itu karena Kirana mengalami pendarahan.


Sesampainya di klinik, Kirana tidak langsung di tangani oleh dokter karena Danu tidak melunasi administrasinya secara langsung. Danu sempat berdebat saat itu, bahkan ia berlutut memohon agar istrinya segera dapat penanganan.

__ADS_1


"Saya akan segera melunasi sisanya, saya janji tidak akan lama. Tolong selamatkan istri dan anakku." pinta Danu.


Cukup lama Danu memohon, akhirnya Kirana pun langsung dapat penanganan. Sementara Danu berlari keluar untuk mencari bala bantuan berupa pinjaman.


Saat itu tak ada kata teman dalam hidupnya. Semuanya seakan menutup mata saat Danu hendak meminjam uang. Akhirnya, Danu pun memutuskan untuk meminjam uang pada seorang rentenir.


Rentenir tersebut merupakan pria yang hidup sebatang kara. Ia memiliki harta yang lumayan banyak karena kesuksesannya dalam berbisnis meskipun itu merupakan bisnis hitam, yang tak lain adalah perdagangan gelap minyak mentah.


Rentenir tersebut akan meminjamkan uang pada Danu dengan syarat pria itu harus membalasnya dengan jasa. Tanpa pikir panjang, Danu pun menyetujuinya. Pria itu membawa uang tersebut kembali menuju ke rumah sakit.


Saat telah melunasi semua biaya, ia pun mendapatkan kabar buruk bahwa anaknya tidak dapat terselamatkan. Kirana dalam kondisi lemah hanya menangis tersedu sembari menyalahkan Danu karena tak berada disisinya saat ia diperiksa oleh dokter. Padahal saat itu dia tengah berkeliling mencari pinjaman hanya untuk mendapatkan perawatan istrinya.


Danu kesal karena hidupnya yang tak berkecukupan harus dipandang sebelah mata oleh orang lain. Jika saja saat itu dokter dengan cepat menangani suaminya, tentu saja mereka tak akan kehilangan calon anaknya.


Danu merasa benar-benar terpuruk. Istrinya mengalami depresi berat karena kejadian tersebut. Danu pun bertekad bahwa suatu saat nanti dirinya akan sukses, ia tak perduli meskipun kesuksesannya berada di jalur yang salah.


Danu menepati janjinya untuk menjalankan misi yang dikatakan oleh rentenir untuk melunasi hutang-hutangnya. Hingga pada akhirnya, Danu pun di utus menjadi tangan kanan sang rentenir.


Waktu pun berjalan cukup lama, dan pada akhirnya rentenir itu terserang penyakit yang mematikan. Ia pun memberikan semua aset yang dimiliki pada Danu karena pria itu lah yang selalu mendampinginya semasa hidupnya.


Ia mencuci semua uang yang ada di rekening agar bisnis ilegalnya menjadi sebuah aset keuntungan yang sah.


Setelah mendapat banyak keuntungan, keduanya pun pindah ke kota. Danu memulai sebuah bisnisnya dari nol lagi. Karena sudah terbiasa dan bahkan menjadi penjilat sekalipun tak masalah baginya asal pria itu mendapatkan keuntungan dari hasil kerja kerasnya.


Dari sanalah ia bisa membangun sebuah yayasan. Membuat butik untuk sang istri hingga memiliki beberapa cabang. Setelah meraih kesuksesannya, keduanya pun kembali dikaruniai seorang anak. Kehadiran Keysha saat itu memang disambut hangat oleh keduanya. Akan tetapi Danu mendoktrin istrinya supaya tak memberikan kasih sayang yang berlebihan. Karena pria itu takut jika sesuatu yang buruk terjadi, Kirana kembali mengalami depresi.


Mulai saat itulah Kirana memberikan kasih sayang untuk putrinya secara diam-diam. Sedangkan Danu menjadi gelap mata karena kesuksesannya. Dan Keysha tak pernah mengetahui cerita tentang masa lalu kedua orang tuanya.


****


Danu dan Kirana meninggalkan Keysha sendirian di dalam. Keysha benar-benar tak menuruti ucapan siapapun. Dipikirannya saat ini hanya ada sosok anak yang diimpikannya namun kini telah tiada.


Dari kejauhan, Kevin kembali datang sembari membawa makanan kesukaan Keysha. Ia sempat mendengar pelayan saat itu Keysha minta dibuatkan ketoprak, Kevin pun membawa makanan tersebut.

__ADS_1


Dari kaca Kevin melihat Keysha dengan tatapan kosongnya. Membuat pria itu menghembuskan napasnya meratapi nasib buruk yang menimpa istrinya itu.


"Tolong bujuk Keysha makan, dia sedari kemarin belum makan." ujar Kirana pada menantunya. Wanita itu masih memperlihatkan sikap baik pada Kevin. Sementara Danu membuang muka saat melihat kehadiran menantunya itu.


"Aku akan mencoba untuk membujuknya, Ma." timpal Kevin.


Pria itu pun memasuki ruangan tersebut. Ia menghampiri Keysha yang tengah duduk sembari memeluk lututnya.


"Key, aku disini." ucap Kevin.


"Aku membawakan makanan kesukaanmu yaitu ketoprak. Aku dengar dari beberapa pelayan dapur, kau pernah minta dibuatkan makanan ini." imbuh Kevin.


"Berhenti membujukku, kalian tidak tahu apa yang kurasakan saat ini. Bagaimana bisa aku menelan semua makanan itu?" timpal Keysha.


"Bukan hanya kau saja, Key. Aku juga hancur saat mengetahui bahwa kau tengah mengandung. Aku juga kesal mengapa aku tak mendapatkan kabar tentang kehamilanmu saat itu."jelas Kevin.


"Memberi kabar? Kau bahkan mengabaikan ku. Aku berniat untuk memberitahukan padamu tentang kehamilanku, akan tetapi belum sempat aku menyampaikannya kau telah memberiku kabar buruk terlebih dahulu." tukas Keysha.


"Maafkan aku, bagaimana caranya agar kau bisa memaafkan ku?" pinta Kevin.


"Ceraikan aku!"


"Key, aku tidak akan menceraikanmu. Aku menci.."


"Jangan mengatakan apapun, Kevin! Ucapanmu takkan mengubahnya. Keputusanku sudah bulat! sejak kehilangannya sudah tak ada lagi yang tersisa diantara kita." cecar Keysha.


Kevin tertunduk lesu sembari menatap rantang yang ada di tangannya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung ..


__ADS_2