Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Aku Tak Akan Meninggalkanmu


__ADS_3

Keysha disibukkan dengan memilah beberapa pakaian yang hendak ia bawa untuk pergi ke Swiss. Beberapa kali gadis itu tampak menolak tawaran dari David yang hendak mengajaknya untuk berbulan madu, tetapi keputusan pria tersebut tak dapat diganggu gugat. Hingga akhirnya, Keysha pun mengalah dengan pilihannya.


"Sayang, aku memilihkan beberapa pakaianmu. Apakah kau merasa cocok dengan pilihanku?" tanya Keysha.


"Tentu saja pilihanmu selalu yang terbaik menurutku, Sayang. " David menghampiri sang istri dan kemudian memberikan ciuman tepat di puncak kepala Keysha.


Keysha mengelus keningnya yang sedikit merasakan geli akibat kumis serta janggut sang suami yang mulai tumbuh.


"Kau tidak mencukur kumismu?" tanya Keysha.


"Hmmm ...," timpal David seraya menganggukkan kepalanya dan tangannya pun menyentuh area bawah hidungnya.


"Apakah kau tidak menyukainya?" tanya David.


Keysha bersedekap, kemudian menganggukkan kepalanya. "Menurutku kau lebih tampan jika mencukurnya," ujar Keysha.


David menaikkan sebelah alisnya,"Bukankah wanita lebih menyukai pria dengan sedikit kumis tipis, ternyata istriku sangat berbeda sekali." David tersenyum seraya menatap istrinya.


"Kenapa tersenyum?" tanya Keysha heran.


"Sini, aku akan membantumu." gadis tersebut menarik tangan David menuju ke kamar mandi. Keysha meletakkan handuk kecil ke leher suaminya. Perlahan ia pun mengoleskan krim pencukur kumis secara merata ke area dagu dan bawah hidung suaminya.


Sementara David, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memandangi wajah istrinya. Pria itu tak merasa bosan meskipun telah melihat Keysha setiap detik. Baginya, Keysha adalah vitamin. Jika Keysha tak terlihat olehnya, maka hidupnya tak akan bersemangat.


Keysha terkekeh saat melihat wajah David yang sudah merata di olesi krim pencukur tersebut. "Bayangkan saja jika krim pencukur ini adalah jenggotmu," ucap gadis itu tergelak tawa.


David menarik hidung Keysha karena sudah nakal menertawakannya. Tak lama kemudian, Keysha pun mengambil pisau untuk mencukur kumis.


"Sebentar! Apakah kau yakin bisa menggunakannya?" tanya David memastikan. Ia sangat takut jika istrinya akan melukai bibir seksinya dengan pisau pencukur tersebut.


"Apakah kau sedang meragukanku?" kini Keysha lah yang berbalik bertanya. Seketika David pun bungkam. Ia pasrah apapun yang akan dilakukan sang istri kepadanya.


Keysha perlahan mendaratkan pisau cukur tersebut tepat di area bawah hidung. Setelah dirasa cukup bersih, Keysha pun beralih ke area dagu.


Keysha sangat lihai menggunakan pisau cukur tersebut tanpa melukai area bibir David. Bahkan sempat terbesit di benak pria itu, ia tak akan mencukur kumisnya. Biar istrinya saja yang melakukan hal tersebut untuknya. Selain kumis bersih, ia pun puas memandangi wajah sang istri.


"Selesai ...," ucap Keysha yang langsung meletakkan pisau cukurnya. Gadis itu pun membersihkan area dagu sang suami dengan handuk kecil yang ia tanggalkan di leher David.


David tersadar dari lamunannya saat Keysha mengatakan satu kata tersebut. Keysha pun membingkai wajah suaminya yang sudah bersih dari bulu-bulu di sekitar bibir dan dagunya.


"Begini lebih baik," ujar Keysha menatap takjub.


"Apakah benar-benar sudah bersih?" tanya David sembari meraba dagunya.


Keysha mencondongkan tubuhnya, dan sesaat kemudian ...

__ADS_1


Cup!


Ia mengecup singkat bibir suaminya.


"Sudah bersih," gumam gadis itu.


"Apa itu tadi." David terkejut saat mendapatkan perlakuan yang cukup mengejutkan baginya.


"Yang tadi? Anggap saja sebagai bahan tes apakah hasilnya benar-benar bersih atau tidak." Keysha mengulum senyumnya dan sesaat kemudian tawanya pun pecah.


"Tolong, lakukan lagi. Aku menyukainya." David bersemangat dengan wajah yang berseri-seri.


Cup!


Keysha kembali melayangkan ciuman singkat di bibir David.


"Bisakah kau melakukannya dengan durasi sedikit lama?" tawar pria tersebut.


"Kau ... pria mesum!" cerca Keysha sembari mencubit kedua pipi suaminya.


"Ayolah! lakukan lagi ...."


"Tidak David!"


Keysha yang menyadari akan adanya tempur susulan pun bergegas meninggalkan suaminya, sementara David masih mengekor pada sang istri.


....


Keesokan harinya, Keysha dan David sudah berada di bandara. Mereka pun mengikuti peraturan sebelum keberangkatan. Seperti melakukan check-in di loket bandara, lalu kemudian menuju ke loket penyerahan bagasi untuk melakukan check-in koper di tempat tersebut. Dan kemudian melakukan serangkaian peraturan lainnya seperti pemeriksaan keamanan dan pemeriksaan imigrasi.


Setelah cukup lama menunggu, pengumuman keberangkatan pesawat pun terdengar. David dan Keysha pun langsung bersiap untuk segera menaiki pesawat.


Keysha perlahan memberhentikan langkahnya. Gadis itu sedikit mengucek matanya.


"Sayang, ada apa?" tanya David saat menyadari istrinya menghentikan langkahnya.


"Tidak apa-apa, sepertinya ada kotoran yang masuk di mataku," ujar Keysha.


David mengusap mata sang istri. "Sudah tidak apa-apa, cepatlah!" ujar Keysha langsung menarik lengan David untuk mengikutinya.


....


Di dalam pesawat, David membaca buku yang ada di tangannya. Sementara Keysha memilih untuk menanggalkan earphone ke telinganya dan kemudian memejamkan matanya.


Perlahan gadis itu pun seakan berada di sebuah tempat yang indah. Entahlah, Keysha belum pernah menemukan tempat seindah itu.

__ADS_1


Sebuah taman yang di penuhi oleh bunga-bunga. Kupu-kupu yang berterbangan, serta anak-anak kecil yang tengah berlarian ke sana dan kemari.


Saking banyaknya bunga di tempat tersebut, Keysha bahkan dapat mencium aroma wewangian mawar yang ada di sana. Gadis itu lalu mengembangkan senyumnya.


Dua anak kecil yang tadinya tengah berlarian, tak sengaja menabraknya. "Maafkan kami," ucap dua bocah tersebut sembari tertunduk.


"Tidak apa-apa," timpal Keysha mengulas senyum. Baru saja ia hendak mengelus kepala kedua anak tersebut, tetapi mereka sudah pergi terlebih dahulu meninggalkan Keysha. Gadis itu hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


"Tunggu sebentar, di mana David?" gumam gadis itu saat menyadari suaminya tak berada di sisinya.


"David!" seru Keysha, akan tetapi tak ada sahutan sama sekali.


Tak lama kemudian, Keysha pun langsung membuka matanya. Ia terlalu larut dalam tidurnya sampai bermimpi di siang hari.


David yang menyadari Keysha sedikit tersentak, langsung bertanya.


"Ada apa?" tanya David.


"Tidak apa-apa, aku hanya bermimpi," timpal Keysha.


"Aku tidak menemukanmu di sisiku, ku kira kau meninggalkanku," gumam gadis itu sembari tertunduk lesu.


David mengulas senyumnya, ia pun langsung mengusap puncak kepala sang istri dan kemudian mengecupnya.


"Aku di sini, selamanya tak akan pernah meninggalkanmu, Sayang. Aku tak akan mampu untuk melakukan hal itu," ujar David.


Keysha hanya menimpalinya dengan sebuah anggukan.


"Sudah, jangan dipikirkan lagi. Kau hanya kelelahan hingga mendapatkan bunga tidur di siang hari," tutur David.


"Tidurlah, kau bisa menggenggam tanganku," tawar pria itu.


Keysha pun menggenggam tangan David dengan erat, lalu kemudian gadis itu melanjutkan tidurnya lagi.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya.


Yang belum favorit, yuk di favoritkan supaya dapat notifikasi update terbarunya~

__ADS_1


__ADS_2