Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Harga Yang Mahal


__ADS_3

Saat ini Kevin berada di kantor. Pria itu menatap ke arah luar jendela dengan sendu. Ucapan Keysha kemarin terus saja berputar di ingatannya.


TOKKK ... TOKKK ....


Terdengar suara ketukan pintu.


"Masuk." ucap Kevin.


Tak lama kemudian, Riko pun muncul dari balik pintu tersebut.


"Ada apa Tuan memanggil saya?" tanya Riko.


"Tolong hubungi pengacara." ucap Kevin.


"Pengacara? kalau saya boleh tahu, untuk apa Tuan?" tanya Riko.


Kevin menghembuskan napasnya dengan kasar. Pria itu sungguh berat melakukannya, namun harus bagaimana lagi. Keputusan istrinya sudah bulat dan tak dapat diganggu gugat.


"Untuk mengurus perceraianku dengan Keysha." lirih Kevin.


Pria itu kembali membelakangi Riko. Ia berusaha sekuat mungkin untuk menyembunyikan kesedihannya. Bahkan Keysha tak mendengarkan sedikit pun penjelasannya.


Bukan hanya itu saja, Kevin hendak memberitahukan pada Keysha bahwa ia sudah jatuh hati pada istrinya. Namun percuma, karena Keysha sudah tak menginginkan Kevin berada disisinya.


Kevin sadar jika ia telah menyia-nyiakan waktunya yang berharga. Keysha sudah cukup lama untuk menunggu, namun dirinya tak kunjung berucap bahwa sesungguhnya Kevin mencintai Keysha.


Kini semua sudah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur, yang ada hanyalah sebuah penyesalan terdalam untuk gadis yang sudah bersamanya hampir dua tahun lamanya.


"Aku mencintaimu Key, tapi aku juga harus melepaskan mu." gumam pria itu dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


***


Di rumah sakit, kedua orang tua Keysha tampak menunggu Keysha yang ingin mengatakan sesuatu.


"Aku ingin bercerai dengan Kevin." ungkap gadis itu.


Kedua orang tua Keysha spontan terkejut. Kirana sempat menasihati Keysha untuk memikirkan kembali apa yang di ucapkan oleh anak gadisnya itu.


"Nak, jangan mengambil keputusan terlalu cepat. Pikirkanlah matang-matang, saat ini mungkin kalian sedang tidak baik-baik saja. Tapi mama takut setelahnya kau akan menyesal dengan keputusanmu." ujar Kirana.

__ADS_1


"Aku sudah memikirkannya dengan baik. Aku ingin berpisah dari Kevin. Tak ada lagi yang harus ku pertahankan darinya. Rasaku sudah tak tersisa untuknya. Aku bertahan demi anakku, namun saat ini ia telah tiada. Bagiku semuanya sudah cukup." papar Keysha.


"Tapi Nak.."


"Ma, ku mohon sekali ini saja untuk tidak mengatur hidupku. Lihat apa yang terjadi sekarang? apakah semua ini tidak cukup untuk jadi pembelajaran? Aku ingin hidupku atas dasar keinginanku. Bahkan saat ini untuk bernapas saja rasanya aku tak sanggup ma." Keysha menutup wajahnya, air matanya kembali mengalir.


"Mulai sekarang apapun keputusan yang kau ambil, kami akan menyetujuinya. Papa sadar selama ini terlalu banyak mengekangmu dan pada akhirnya membuatmu sengsara. Aku mendidikmu terlalu keras." tutur Danu yang kemudian keluar dari ruangan Keysha.


Danu melangkahkan kakinya menuju ke halaman belakang rumah sakit. Pria itu menghantamkan tinjunya ke dinding tersebut. Tak lama kemudian ia tersandar lemah. Pria itu melepas kaca mata yang bertengger di atas batang hidungnya.


Danu mengusap air matanya yang baru saja tertumpah. Semua harapannya hancur karena keserakahan yang telah ia lakukan. Anak gadis semata wayangnya harus hidup seperti ini akibat dari ulahnya.


Setelah kehilangan anaknya, ia harus kehilangan penglihatannya. Dan sekarang pernikahan Keysha juga sedang diambang kehancuran.


"Mengapa harus anakku? Akulah yang pantas dihukum! aku lah yang membawa kesengsaraan bagi keluargaku!" tukas Danu sembari menutup wajahnya


Terdengar langkah kaki yang mendekat ke arahnya. Danu pun mendongakkan wajahnya menatap siapa yang menghampirinya.


Dilihatnya Kirana yang tengah menatap dirinya dengan mata yang berkaca-kaca. Istrinya itu menangis dihadapannya.


"Mari belajar dari sebuah kesalahan, setelah ini kita harus hidup lebih baik lagi dengan memberikan kasih sayang yang dulu belum sempat kita berikan." ujar Kirana sembari menyodorkan tangannya untuk membantu suaminya bangkit.


"Maafkan aku, ini semua karena kecerobohanku. Maafkan aku." ucap pria itu.


Kirana mengusap punggung suaminya, mencoba untuk menenangkan.


"Ini bukan salahmu, ini semua adalah takdir." jelas Kirana.


****


Hari sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Namun sedari mata Keysha enggan terpejam. Ia masih menatap sekelilingnya yang mulai mengabur. Semakin lama penglihatannya semakin memburuk.


Keysha tak pernah menyangka bahwa ia akan berada di posisi titik terlemah seperti ini. Hidupnya yang terasa mulai normal namun mendadak hancur seketika.


Keysha membayangkan momen indah bersama anaknya. Anak yang dinantikan lahir ke dunia. Yang ia rawat dengan sepenuh hati. Dan memberikan warna di dalam hidupnya.


Tak ayal gadis ini selalu memimpikan kejadian itu. Kejadian manis menatap sang buah hatinya. Namun saat ia terbangun dari tidur panjangnya, ia dihadapkan dengan kenyataan pahit. Bahwa ia telah kehilangan semuanya.


Air mata yang menetes di pelupuk matanya seakan sudah kering. Hatinya hancur menjadi serpihan yang tak berbentuk. Dalam hatinya selalu berucap,

__ADS_1


Mengapa aku harus hidup?


Mengapa aku tidak pergi bersama anakku saja?


Mengapa ia yang harus menjadi korban?


Pertanyaan itu selalu saja muncul dalam benaknya. Ia seakan menyesali bahwa Tuhan masih memberikannya kehidupan karena gadis itu merasa bahwa kini ia seperti sebatang pohon yang rapuh, sudah lelah untuk tetap berdiri tegak namun belum bisa tumbang.


Beberapa kali kedua orang tua Keysha membujuknya untuk melakukan operasi mata jika suatu hari nanti ada seorang pendonor, namun gadis itu tetap menolaknya.


Bagi Keysha ia tak pantas menatap dunia luas dengan mata barunya. Ia terlalu malu untuk menatap dunia karena dirinya yang terlalu menyedihkan. Biarkan ia menatap sekelilingnya dengan tatapan kosong, meskipun penglihatannya yang semakin lama semakin menggelap nantinya, gadis itu tidak takut!


"Kau belum tidur, Nak?" terdengar suara ibunya.


Keysha menggelengkan kepalanya. Kini ia harus berusaha menajamkan telinganya agar mengetahui kondisi sekeliling.


Kirana mendekati ranjang Keysha. Wanita itu mengusap surai hitam anak gadisnya dengan lembut. Sejak kejadian yang menimpanya Keysha mendapatkan perlakuan istimewa dari kedua orang tuanya. Yang semula mereka mengacuhkan keberadaan Keysha, kini perlahan Keysha benar-benar diperlakukan selayaknya seorang anak pada umumnya.


"Tidurlah, Mama akan menjagamu." ucap Kirana mencoba membaringkan Keysha.


Awalnya Keysha menurut tanpa melakukan perlawanan. Ia menikmati setiap belaian kasih dari seorang ibu yang selama ini tak pernah ia dapatkan.


Namun saat ia kembali teringat tentang anaknya, Keysha langsung menepiskan tangan ibunya.


"Tidurlah, tidak usah memperdulikan ku!" ucap gadis itu .


Ia masih merasa sakit jika mengingat kejadian yang telah dialaminya. Demi kasih sayang dari kedua orang tuanya, ia harus membayar semuanya dengan harga yang mahal. Bahkan kedua orang tuanya baru akan memperdulikannya disaat Keysha telah kehilangan segalanya.


.


.


.


Bersambung ...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ♥️.


Jangan lupa klik favorit untuk mendapatkan notifikasi update terbaru

__ADS_1


__ADS_2