
Berita tentang kehamilan Keysha telah terdengar oleh orang tua dari kedua belah pihak. Hal tersebut tentu saja membuat para orang tua sangat senang dan lebih mengawasi pola makan Keysha.
Setiap hari Keysha selalu menerima telepon dari Kirana dan Santi secara bergantian. Memberi nasihat untuk putrinya agar tak usah terlalu beraktivitas berat karena saat ini kandungannya masih di usia muda.
David, pria itu juga membatasi pergerakan Keysha. Bahkan ia juga melarang untuk berkendaraan, bolak-balik mengantar jemput Dini. Suaminya lah yang saat ini menggantikan tugas Keysha.
Sungguh, Keysha merasa sedikit bosan. Namun, ini semua adalah bentuk kasih sayang dari mereka untuk dirinya. Semua orang takut jika terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan.
Keysha beranjak dari kasurnya untuk menuju ke kamar mandi. Gadis itu menyalakan pemanas air karena beberapa hari ini ia merasa tubuhnya sangat dingin terkena air.
Setelah beberapa menit membersihkan tubuhnya. Keysha keluar dari kamar mandi dan kemudian memilih pakaian yang hendak ia kenakan.
Ukuran pakaian yang ia kenakan saat ini berbeda dari ukuran biasanya. Hal itu karena napsu makan Keysha yang semakin meningkat pesat.
Setelah mengenakan pakaiannya, Keysha duduk di depan cermin. Ia melihat wajahnya seksama. Raut wajahnya masih sedikit pucat, mungkin saja karena efek kehamilannya.
Keysha pun menorehkan lipstik pada bibirnya supaya terlihat lebih segar dan merona. Gadis itu segera menuju ke kamar Dini untuk melihat anak gadisnya.
Dini sudah siap dengan seragam sekolahnya yang sudah tampak rapi. Saat melihat Keysha memasuki kamar, Bik Ratna yang baru saja membantu persiapan Dini segera keluar dari ruangan tersebut.
"Mama ...." manik mata Dini berbinar saat melihat ibunya datang untuk menemuinya.
"Anak mama sudah cantik nih. Siap berangkat ke sekolah," ujar Keysha.
Dini memeluk tubuh Keysha. Gadis kecil itu mengelus perut ibunya. "Halo, Adik. Kakak berangkat ke sekolah dulu. Jangan nakal ya di perut mama," ucap Dini.
Keysha mengulas senyumnya. Hal ini sering dilakukan oleh David, hingga Dini yang melihat ayahnya berbicara sembari mengusap perutnya pun ditiru oleh Dini.
"Anak mama juga belajarnya harus rajin ya, Sayang. Jangan nakal di sekolah," tutur Keysha sembari mengusap puncak kepala anaknya.
"Baik, Ma." Dini mendongak ke arah Keysha.
"Ya sudah, kalau begitu ayo turun. Papa sepertinya sedang menunggu di bawah," ajak Keysha sembari menggenggam tangan anaknya untuk berjalan beriringan.
Keduanya pun keluar dari kamar, mereka menuruni anak tangga. Dilihatnya David yang sedikit menggulung kemejanya meletakkan sarapan ke atas meja.
"Ayo kita sarapan!" ajak David saat melihat anak dan istrinya baru saja turun.
Keysha bergegas menghampiri David. Ia membantu untuk menyiapkan sarapan.
"Duduk saja, Sayang. Aku tidak ingin kau kelelahan." David segera mengambil alih beberapa piring yang di bawa oleh Keysha.
__ADS_1
"Tapi ini seharusnya menjadi tugasku, Sayang."
"Tidak! Untuk saat ini kau sedang hamil. Aku tidak ingin jika nantinya membahayakanmu dan bayi kita," jelas David.
Keysha menggelengkan kepalanya pelan. Terkadang ia merasa jika sikap David terlalu lebay, bahkan tiga piring pun Keysha tak boleh membawanya.
"Papamu benar-benar menyayangimu Nak," gumam Keysha seraya mengusap perutnya.
Keysha pun menarik salah satu kursi. Ia menjatuhkan bokongnya dan menikmati sarapan pagi bersama anak dan suaminya.
Setelah menyelesaikan sarapan, David dan Dini pun berpamitan untuk berangkat.
"Jangan melakukan aktivitas yang berat ya, Sayang. Susunya nanti diminum!" ucap David sembari mengecup puncak kepala istrinya.
Keysha menimpali ucapan suaminya dengan sebuah anggukan. Dini pun menghampiri ibunya dengan mengecup punggung tangan Keysha.
"Kakak berangkat dulu ya, Ma."
"Iya, Nak. Hati-hati di jalan ya," timpal Keysha.
Keduanya pun segera menaiki mobil. Dini sempat melambaikan tangannya di balik kaca mobil saat David melakukan kendaraan roda empat tersebut.
"Aku merasa sedikit bosan karena aku tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya," keluh Keysha yang berjalan masuk ke dalam rumah.
Keysha beralih ke ruang tengah. Gadis itu menyalakan televisi dan mencoba untuk menghilangkan rasa suntuknya dengan menonton siaran televisi. Namun, tetap saja rasa bosannya tak hilang.
"Mengapa tak ada siaran yang bagus untuk ditonton? Siaran pagi hanya berisi tentang berita dan seputar gosip selebriti," gumam Keysha.
Ia beberapa kali mengubah chanel televisi dan setelah dirasa tidak ada yang cocok untuk ia tonton, gadis itu pun mematikan televisi tersebut.
Keysha naik ke atas untuk kembali ke kamarnya. Ia melihat-lihat keluar dari jendela kamar. Tiba-tiba ia melayangkan pandangannya pada laptop yang tergeletak di atas meja.
Gadis tersebut membuka laptopnya. Ia sempat terpikir untuk mencoba menuliskan isi pikirannya melalui laptop. Dan saat ia melakukan hal itu, ternyata ia merasa menulis adalah hal yang menyenangkan.
"Ternyata ucapan David benar adanya. Jika memang ingin menulis perbesar rasa inginmu dari pada rasa takutmu," gumam Keysha.
Keysha menuliskan tentang dirinya di lembar kerja word. Rasa bosan yang tadinya sempat menghantui gadis itu, kini hilang seketika.
Tak lama kemudian, ponselnya berdering. Keysha segera menggeser layar untuk mengangkat panggilan tersebut. Ia memilih untuk mengaktifkan pengeras suara karena tangannya masih menari di atas keyboard.
"Kau sedang apa, Sayang?"
__ADS_1
"Aku menemukan hal baru yang menurutku menyenangkan," timpal Keysha.
"Hal baru? Apa itu?" tanya David dari seberang telepon.
"Entah mengapa tiba-tiba aku ingin menuangkan isi pikiranku dalam bentuk novel. Kau tenang saja, yang bergerak hanya jemariku dan ini bukanlah aktivitas yang berat," timpal Keysha.
"Baiklah. Untuk yang satu ini, aku mengizinkanmu. Tapi, jangan sampai kelelahan."
"Siap, aku ingin kau membacanya nanti. Setelah aku menyelesaikan semua ceritanya. Bukankah kau sangat senang membaca cerita yang berbau romansa?" tutur Keysha.
"Iya iya, aku akan senang hati membaca novel karya istri tercinta. Kau sudah minum susunya?"
"Belum, aku masih kenyang. Nanti saja saat siang hari," timpal Keysha.
"Sebaiknya lanjutkan saja pekerjaanmu, aku saat ini sedang menulis. Nanti pikiranku menjadi buyar seketika," gerutu Keysha.
Terdengar suara tawa David dari seberang telepon saat mendengar ucapan istrinya yang sangat ingin fokus.
"Baiklah, ingat pesanku tadi. Aku tutup teleponnya ya."
"Hmmm ...."
Tak lama kemudian, panggilan pun terputus. Keysha kembali mengetikkan apa yang ada di dalam pikirannya. Gadis itu terhenti dari aktivitasnya karena merasa kepalanya pusing.
"Apa karena aku terlalu lama menatap monitor?" gumam Keysha.
Ia pun menyimpan hasil ketikannya. Dan kemudian memilih untuk membaringkan tubuhnya ke tempat tidur.
"Lanjutkan besok saja, terlalu lama menatap layar tak baik juga untuk kesehatan mata," ucap Keysha.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️❤️❤️
Yang belum favorit, yuk di favoritkan supaya dapat notifikasi update terbarunya~
__ADS_1