Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Bercerai?


__ADS_3

Keysha bangun dari tidurnya. Ia meraba ponselnya dan bertanya melalui Go*gle asisten yang ada di ponsel pintarnya.


"Oke Go*gle jam berapa sekarang?" ujar Keysha pada ponsel pintarnya.


Sekarang pukul sembilan belas tiga puluh


Terdengar sahutan dari pertanyaan yang Keysha lontarkan tadi.


"Astaga ternyata sudah malam." gumam Keysha.


Gadis itu meletakkan ponselnya kembali. Ia beranjak dari tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah cukup lama berada di kamar mandi, Keysha pun keluar dengan kondisi yang lebih fresh dari sebelumnya. Ia mengambil salah satu piyama yang digantung di dalam lemari. Pakaian Delia tersusun rapi dan sudah di bedakan mana pakaian bepergian, pakaian santai untuk di rumah, hingga piyama. Hal ini memudahkan Keysha yang memang tidak bisa melihat apapun yang ada di depan matanya.


Semuanya telah selesai, Keysha pun melangkah keluar dari kamarnya. Perlahan gadis itu berjalan menuju ke ruang tengah saat mendengar suara orang tuanya yang saat itu tampak sedang berbincang.


Perlahan Keysha berjalan dengan tongkatnya untuk menghampiri orang tuanya itu.


"Apakah dia sudah tidak waras?! Anak itu menghubungiku dan menanyakan Keysha disaat dia sendiri hendak meresmikan pernikahannya bersama wanita lain."


DEGGG ...


Saat mendengar suara sang papa yang setengah berteriak, Keysha menghentikan langkahnya.


"Tidak ada salahnya Pa, mungkin dia hanya ingin mengetahui bagaimana kondisi Keysha." Kini Kirana lah yang membuka suara.


"Tidak!! aku tidak mau jika Keysha kembali mengingat masa lalunya. Aku tidak mau melihat putriku bersedih lagi. Kevin hanya akan membawa kesedihan untuk Keysha dan aku tidak ingin putri kita kembali terpuruk." tukas Danu merasa kesal.


Keysha masih mematung hanya untuk mendengarkan percakapan kedua orang tuanya. Ekor mata Danu menangkap putrinya yang saat ini yang juga berada di ruang tengah, membuat Danu menghentikan percakapannya dan langsung menghampiri Keysha.


"Keysha.." panggil Danu.


Keysha mengulas senyumnya, ternyata kedua orang tuanya itu sudah menyadari keberadaannya saat ini.


"Apakah mama dan papa sudah makan? Kalau belum makan, mari kita makan malam bersama." ujar Keysha yang kemudian melangkah pergi ke dapur lebih dulu.


Danu mengikuti langkah anak gadisnya dan Kirana beranjak dari tempat duduknya mengekor kedua orang yang sudah lebih dulu menuju ke dapur.


Ketiga orang tersebut sudah menduduki tempat masing-masing. Lauk pauk serta nasi yang disiapkan oleh Bik Asih telah siap di atas meja. Seperti biasa, Keysha mendengar instruksi dari mamanya sebelum melakukan sesuatu.


Ia pun mulai menikmati makan malamnya. Air matanya tiba-tiba menetes di pipi kiri, dengan cepat Keysha menghapusnya.

__ADS_1


Kirana yang menyaksikan hal tersebut langsung menyenggol lengan Danu karena telah berkata terlalu lantang hingga Keysha dapat mendengar semuanya.


"Nak, yakinlah suatu hari nanti kamu akan mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari Kevin. Cobalah untuk melupakannya dan belajar membuka hatimu pada pria lain." ujar Danu menyemangati anaknya.


Keysha mengucilkan alat makan yang ada ditangannya. Ia pun menatap lurus ke depan.


"Aku belum memikirkannya, Pa. Aku masih menikmati kesendirianku."lirih gadis itu.


Meskipun telah lama berpisah, Keysha masih merasakan sesak di dalam rongga dadanya. Pria yang pernah menjadi teman hidupnya walaupun hanya sementara kini sudah meresmikan pernikahannya. Keysha ikut senang mendengar hal tersebut namun tetap saja, ia tak bisa menampik jika dirinya masih merasakan sedikit rasa sakit dengan kabar tersebut.


...****************...


Pagi ini David dikejutkan dengan keberadaan Reyhan yang tiba-tiba berada di restonya.


"Tidak biasanya kau datang kemari sepagi ini?" tanya David menghampiri Reyhan yang baru saja masuk ke restonya.


"Dimana Irene?" Reyhan justru melontarkan pertanyaan yang lainnya.


"Ada apa?"


Namun pria itu tak menjawab pertanyaan David. Saat matanya menemukan sosok yang ia cari, pria itu bergegas berjalan ke arah salah satu pegawai David yang sedari tadi ia cari keberadaannya.


"Ayo ikut aku!" ujar Reyhan menarik paksa Irene.


"Jangan terlalu kasar pada wanita." ucap David.


"Sssttt.. dia calon istriku, kawan. Kami harus merundingkan masalah pernikahan yang akan kami gelar bulan depan." tukas Reyhan.


Pria itu menarik paksa Irene untuk mengikuti langkahnya. David yang menyaksikan hal tersebut sempat tertegun sejenak.


"Menikah? bukankah beberapa hari yang lalu ia berkata bahwa dirinya seorang pria lajang." gumam David sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tak lama kemudian, notifikasi pesan dari ponselnya berbunyi. David pun segera mengecek pesan tersebut.


Selamat pagi, sayang. Aku merindukanmu


Pesan singkat yang diterima oleh David tak lain adalah dari Indah.


Pagi juga, selamat beraktifitas.


David mengirimkan balasan tersebut pada kekasihnya. Di lain tempat, Indah berdecak kesal karena David yang membalas pesan tersebut tidak sesuai dengan harapannya.

__ADS_1


"Ckckck.. lihatlah! dia sangat formal sekali." ujar Indah berdecak kesal.


"Aku mengirimkan pesan tentang kerinduan dia membalasnya seperti itu, serasa aku sedang bertukar pesan dengan salah satu operator seluler." sambung Indah.


Gadis itu tak lagi membalas pesan dari David. Moodnya mendadak buruk saat membaca isi dari pesan tersebut.


Kini gadis itu beralih membuka aplikasi sosial medianya. Menggeser ke bawah tentang berita seputar kecantikan atau pun hal yang lainnya.


Namun saat tengah asyik menggeser kebawah layar tersebut, tiba-tiba ia menemukan salah satu judul artikel yang menarik perhatiannya. Indah pun mencoba mengklik judul artikel tersebut.


Seusai Bercerai Dari Istrinya, Putra Dari Pemilik Andara Group Segera Melangsungkan Pernikahannya.


Seketika tangan Indah gemetar saat membaca artikel tersebut. Ia tahu bahwa pria yang dimaksudkan dalam artikel itu adalah suami dari sahabatnya. Indah sempat mencari tahu tentang kehidupan Keysha setelah ia menikah dengan pria lain.


Gadis itu mengunci rapat sebuah rahasia Keysha yang rela menikah dengan pria lain demi cita-cita David. Ia berpikir jika akan lebih David tidak mengetahui kebenaran tersebut dan membenci Keysha karena Indah juga menaruh hati pada David.


"Bercerai? ti-tidak mungkin." gumam Indah.


Ia hendak meraih minumannya yang ada di atas meja, namun sesaat kemudian gelas tersebut terlepas dari genggamannya.


Pegawai resto yang menyaksikan hal tersebut segera menghampiri Indah dan memunguti pecahan gelas tadi.


"Ibu tidak apa-apa?" tanya pelayan tersebut.


"Tolong bereskan semuanya." ucap gadis itu dengan nada yang bergetar. Ia pun langsung beranjak dari kursinya dan bergegas masuk ke dalam ruangan miliknya.


"Jika ia bercerai, maka Keysha akan pulang ke Indonesia? tidak, ini tidak boleh terjadi. Jangan sampai David menemukannya." gumam Indah panik.


"Tidak, aku yakin mereka tidak akan bertemu. Bukankah David tidak berada di kota ini lagi? Ya, aku yakin mereka tidak akan mungkin bertemu." ujar Indah.


"Aku harus pergi ke rumah Keysha untuk memastikannya."


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ♥️

__ADS_1


yuk klik favorit untuk mendapatkan notifikasi update terbarunya~


__ADS_2