
Kevin menginjak gas mobilnya saat mobil yang dikendarai oleh Ardi semakin menjauh. Keduanya pun terlibat kejar-kejaran. Semakin gila saudara tirinya itu melajukan mobilnya, Kevin pun sama menggilanya.
Kini ia sadar bahwa Keysha sudah menempati hatinya. Meskipun awalnya ia ragu karena keberadaan Icha yang lebih dulu menduduki posisi itu, akan tetapi setelah cukup lama mereka menjalani hari-hari bersama, Kevin sadar jika ia juga takut kehilangan Keysha.
Gadis itu yang selama ini menjadi penghibur hatinya, meskipun Icha lebih lama menemani dirinya, namun Keysha tak kalah penting bagi Kevin.
Perlahan mobil yang dikendarai oleh Ardi melambat, Kevin pun segera menginjak pedal gas mobilnya. Namun tiba-tiba mobil Ardi melaju ke arah truk yang berlawanan, seketika Kevin pun membanting setir untuk menepikan kendaraannya.
Mobil Ardi menghantam keras truk hingga terlempar jauh. Kecelakaan tersebut tepat berada di depan mata Kevin. Pria itu gemetar, dunianya seakan berputar. Ia melihat mobil yang dikejarnya tadi sudah terlihat remuk di beberapa sisi.
Dengan kaki yang gemetar, Kevin keluar dari mobilnya. Napasnya terasa sesak menyaksikan kecelakaan tersebut dengan jelas. Langkah kakinya gontai menghampiri ke arah mobil yang sudah dipenuhi oleh asap.
Dilihatnya Ardi dengan luka yang cukup parah, sementara Keysha masih meracau dengan mata yang terpejam.
"Tolong.. tolong selamatkan anakku." ucapnya.
Kevin seketika membulatkan matanya. Pria itu dengan cepat mengeluarkan Keysha dari mobil. Polisi mulai berdatangan sementara Kevin masih bersusah payah mengeluarkan Keysha di dalam sana.
"Maaf Pak, anda tidak boleh mendekat ke TKP." ucap salah satu polisi yang menghentikan Kevin.
Kevin mengabaikannya, hingga beberapa polisi memegang Kevin untuk menjauh. Pria itu memberontak.
"Keysha.." seru Kevin sembari berurai air mata. Hatinya hancur melihat wanitanya kini tengah terluka parah. Ditambah dengan ucapan Keysha tadi membuat Kevin semakin tak kuat menahan tangisnya.
Beberapa polisi segera mengamankan sekitar. Setelah melakukan pengecekan di TKP, mereka pun langsung mengevakuasi dua orang yang ada di dalam mobil tersebut.
Ardi dinyatakan meninggal di tempat, sementara Keysha segera dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Kevin tak henti-hentinya merapalkan do'a sembari berucap kata maaf pada istrinya itu. Pria itu memegang tangan Keysha dengan erat.
"Aku suami yang bodoh." rutuk Kevin.
Ambulans pun tiba di rumah sakit. Dengan cepat para medis bergerak membawa Keysha ke ruangan UGD. Kevin sangat mencemaskan istrinya di dalam. Pria itu berharap bahwa anak dan istrinya dapat terselamatkan.
***
"Selamatkan aku.."
Terdengar suara yang menggema. David berada di ruangan tertutup. Sedari tadi suara itu terus menerus memekakan indera pendengarannya. David menutup telinga, namun semakin lama suara itu semakin nyaring terdengar.
"Hentikan!"
Seketika David langsung terbangun dari tidurnya. Napasnya tersengal akibat mimpi buruk yang ia alami barusan. Ia meraih ponsel yang ada di atas nakas.
"Baru pukul 11 malam." gumamnya.
David merebahkan tubuhnya kembali. Mencoba memejamkan mata, namun matanya tak mau terpejam. Ia pun memilih untuk bangun dari tempat tidurnya dan kemudian menuju ke dapur.
__ADS_1
David membuka botol air minum kemasan yang ada di dalam kulkas. Pria itu pun meneguk air tersebut untuk membasahi kerongkongannya yang terasa kering. Dilihatnya ke arah luar jendela, bulan tampak terang malam ini.
David melangkahkan kakinya keluar untuk berjalan-jalan agar ia kelelahan dan bisa kembali tertidur.
Setelah lulus kuliah, David membuka sebuah usaha kecil-kecilan. Ia membuka kedai kopi hanya untuk menambah kegiatan. Siapa tahu suatu saat gerainya itu bisa berkembang menjadi sebuah usaha yang besar.
David melangkahkan kakinya sembari berjalan dibawah sinar rembulan yang tampak cantik. Serta kemerlap lampu di jantung kota yang menghiasi malam.
Ia tidak sendirian, pria itu membawa kucing jantan ras Angora untuk menemaninya menyusuri jalanan malam itu. Kebetulan saat ia hendak keluar, kucing tersebut mengikutinya dari belakang.
David menuju ke toserba, membeli camilan untuknya dan seekor kucing yang ada bersamanya. Saat David hendak melakukan transaksi pembayaran, kasir toserba tersebut melihat kucing yang ada di gendongan David dengan seksama.
"Kucingnya lucu.." ucap kasir tersebut.
David menimpalinya dengan senyuman.
"Siapa namanya?"
"Reymon." timpal David sembari mengembangkan senyumnya.
"Bolehkah aku menyentuhnya?" tanya kasir wanita tersebut.
"Silahkan.." ucap David.
Ia pun menyerahkan kucing tersebut pada si kasir. Gadis itu mengelus bulu kucing dengan gemas, kebetulan disana keadaan toko sedang sepi. Dan hanya David yang menjadi pelanggan disana.
"Ini kucingnya." ucap kasir tersebut sembari menyerahkan kucing pada David.
"Tunggu sebentar.." sambung gadis itu. Ia pun berjalan menuju ke rak dimana terdapat makanan kucing yang tersusun rapi disana.
Gadis itu kembali ke meja kasirnya dan kemudian menscan bungkusan tersebut. Kasir tersebut membayar makanan itu menggunakan uang pribadinya.
"Tidak usah." cegah David.
"Ambilah, aku sangat menyukai kucing. Lain kali berkunjunglah kemari lagi bersama Reymon" ujar kasir tersebut.
David menerima kantong plastik yang disodorkan oleh kasir. Pria itu pun mengucapkan terima kasih dan kemudian melangkah keluar dari tempat tersebut.
Saat tengah berjalan-jalan, tiba-tiba ponsel David bergetar. Ia pun melihat pesan singkat dari Indah.
"Ternyata dia belum tidur." gumam David.
Pria itu memilih untuk duduk di sebuah lapangan yang cukup luas. Ia menempelkan ponselnya di daun telinga.
"Halo.." ucap suara dari seberang telepon.
"Mengapa belum tidur? hmmm.." tanya David.
__ADS_1
"Insomniaku kambuh lagi. Dan obat tidur yang ku miliki juga sudah habis." gerutu Indah.
"Jangan berlebihan mengkonsumsi obat tidur, lebih baik minum teh chamomile saja. Teh itu bagus untuk membantu tidur." saran David.
"Baiklah, aku akan mencobanya mulai besok. Kau juga kenapa belum tidur?"
"Aku sedang berada diluar, tadinya aku sudah tidur namun tiba-tiba terbangun lagi." timpal David.
"Bagaimana dengan geraimu? apakah cukup banyak yang datang hari ini?" tanya Indah.
"Ya seperti biasa, tapi hari ini sedikit lebih ramai dari sebelumnya." sahut David.
"Tidurlah, hari sudah malam. Besok kakak juga harus pergi ke resto ." sambung pria itu lagi.
"Baiklah, aku sedang berada jauh. Awas saja jika kau melirik wanita lain." ancam Indah.
"Dan satu lagi, berhenti memanggilku dengan sebutan Kakak. Umur kita hanya berbeda dua tahun saja. Dan sekarang kau adalah kekasihku." ucap gadis itu merajuk.
David terkekeh geli. Tak lama kemudian sambungan teleponnya terputus. David melirik ke arah samping tak mendapati Reymon di sampingnya.
Pria itu pun mencari keberadaan kucingnya itu.
"Reymon." seru David.
Tak lama kemudian, Reymon berlari ke arahnya. Kucing tersebut tampak membawa sesuatu di mulutnya dan kemudian melepaskan benda tersebut tepat dihadapan tuannya.
David mengambil benda tersebut. Dan sesaat kemudian pria itu tertegun. Benda yang dibawa oleh Reymon tak lain adalah sebuah gelang. David melihat benda tersebut dengan seksama, ia langsung terkejut.
"Ini.." gumam pria itu tak melanjutkan kalimatnya.
Awalnya David berpikir jika gelang itu hanya mirip dengan miliknya. Namun saat melihat ukiran nama yang ada di gelang itu, membuat David yakin bahwa gelang tersebut adalah gelang yang pernah dibuangnya beberapa tahun yang silam.
"Bagaimana mungkin.." ujar pria itu tak percaya.
Seketika ia pun mengarahkan pandangannya ke sekitar. Dan benar saja, tempat ini adalah tempat yang pernah ia kunjungi saat mendapat kabar bahwa mantan kekasihnya dulu mengkhianatinya. David kembali memandang gelang yang ada di tangannya itu. Benda yang menjadi serpihan masa lalunya.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ♥️
Yang belum favorit, jangan lupa tekan favorit ya🥰
__ADS_1