
Malam ini David terlihat gelisah. Matanya sedari tadi enggan terpejam. Entah mengapa ucapan Vanesha masih berputar-putar diingatannya.
David bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju ke dapur. Pria itu membuka kulkas dan mengambil sebotol air minum untuk membasahi kerongkongannya.
David melirik ponselnya, dilihatnya saat itu pukul dua belas malam. Pria itu awalnya sedikit ragu, namun tak lama kemudian ia pun memutuskan untuk mencoba menghubungi kekasihnya.
"Halo" ucap suara serak dari seberang telepon.
"Kau sudah tidur?" tanya David.
"Baru saja tertidur. Ada apa?"
"Aku berencana untuk menemuimu bulan depan." tutur pria itu.
Tampak hening sejenak, entah mungkin Indah masih bingung mengapa David ingin menemuinya tiba-tiba. Pria itu bersikap tidak seperti biasanya.
"Aku akan menunggu kedatanganmu." ujar Indah.
"Baiklah, kalau begitu tidurlah lagi." ucap David.
"Hmmm.." timpal gadis itu yang sudah sangat mengantuk.
David segera memutuskan sambungan teleponnya. Pria itu menghembuskan napasnya dengan kasar.
"Kau sudah mengambil jalan yang benar, David." gumam pria itu bermonolog.
Setelah cukup lama memikirkan hal tersebut, ia pun lekas kembali ke kamarnya. Melanjutkan tidur yang sempat tertunda.
***
Keesokan harinya, Keysha melakukan rutinitas paginya yaitu sarapan bersama kedua orang tuanya.
"Ma, apakah mama bisa meluangkan waktu mama untukku hari ini?" tanya Keysha.
"Bisa, kenapa Nak?" Kirana balik bertanya.
"Aku merasa suntuk di rumah. Bisakah mama mengajakku keluar hari ini." ucap Keysha.
"Tentu saja, sayang. Mama akan suruh " ucap Kirana sembari meraih tangan anak gadisnya dan menggenggamnya dengan erat. Mendapat perlakuan seperti itu, membuat Keysha mengembangkan senyumnya.
....
Kirana dan Keysha tengah berada di sebuah taman. Kirana mengajak anak gadisnya untuk berjalan-jalan di sekitar taman tersebut.
"Apakah kau merasa senang berjalan-jalan keluar?" tanya Kirana.
"Sangat sangat senang, Ma." timpal Keysha.
"Ma, kelak aku akan mencoba untuk mempelajari huruf braille. Setidaknya tulisan itu yang bisa aku pahami disaat situasi yang seperti ini." sambung gadis itu.
Mendengar penuturan anaknya, membuat Kirana menghentikan langkahnya sejenak. Saat menyadari bahwa langkah ibunya yang sudah tak terdengar, Keysha pun membalikan badannya.
__ADS_1
"Ada apa, Ma?" tanya Keysha kebingungan saat Kirana tiba-tiba saja menghentikan langkahnya.
"Key, mama akan mendukung apapun keputusanmu Nak. Tapi kami juga lebih mengutamakan kesembuhanmu. Bagaimana kau seakan merasa sangat nyaman dengan..." Kirana sudah tak bisa melanjutkan ucapannya. Sangat berat baginya melihat Keysha seperti ini.
"Apakah kau tidak berniat untuk menerima pendonor, Key? apakah kau tidak ingin dapat melihat kembali dunia yang ada dihadapanmu, Nak?" mata Kirana mulai berkaca-kaca, entah dengan cara apa lagi ia harus membujuk Keysha untuk berpikir positif supaya dirinya dapat melihat seperti sedia kala. Keysha seakan nyaman dengan keterbatasannya saat ini.
"Ma, aku butuh waktu untuk menatap dunia. Aku masih merasa malu dengan hidupku yang terlalu menyedihkan. Dengan keterbatasanku, aku tidak akan tahu siapa saja yang menggunjingku dibelakang. Dengan keterbatasan ini, aku seakan menghindari tatapan orang-orang yang mengasihani hidupku, Ma." tutur Keysha.
"Tolong, beri aku waktu untuk siap kembali menata hidupku, menatap luas dunia yang ada di depanku dan menatap orang-orang yang ada di sekelilingku." sambung Keysha.
Kirana berjalan menghampiri anak gadisnya, sesaat kemudian ia pun memeluk Keysha.
"Maafkan mama, Nak. Mama hanya ingin yang terbaik untukmu." ucapnya sembari menghapus jejak air mata yang ada di pipinya.
....
David yang saat ini berada di resto tengah melihat-lihat pengunjung serta pegawai yang saat ini sedang bekerja. Matanya menangkap salah satu pelayan resto yang baru masuk sekitar dua minggu yang lalu.
Namanya Irene, gadis yang cukup periang di mata David. Dan ia tak menyangka jika pegawainya yang satu ini mengenal Reyhan. Saat kemarin Reyhan melihat Irene, pria itu sempat berbincang dengan gadis tersebut dan keduanya pun seperti sudah terlihat akrab.
Kini matanya beralih ke arah pria yang tengah menyanyikan sebuah lagu untuk menghibur pelanggan yang tengah menikmati hidangannya. David duduk bersedekap sembari menatap pria tersebut.
Tak lama kemudian ponselnya berdering. David langsung meraih ponsel yang ada di atas meja tersebut dan menerima panggilan dari kakaknya.
"Halo..."
"Vid, bisa minta tolong sebentar?" ucap suara dari seberang telepon.
"Tolong kamu pulang sebentar, ada berkas yang tertinggal di atas meja. Bisa kan kamu antar berkas tersebut ke tempat kerja kakak?" tanya Kinan.
"Baiklah." ucap David langsung mematikan sambungan teleponnya.
...
Keysha dan Kirana kini tengah berada di dalam mobil. Keduanya hendak mencari tempat makan yang lokasinya tak jauh dari taman tersebut.
"Katanya ada restoran baru di dekat sini." ujar Kirana sembari mengemudikan mobilnya.
"Ya sudah, kita makan di sana saja Ma." ucap Keysha.
Kirana pun melajukan mobilnya untuk mencari tempat yang dimaksud. Ia memperlambat laju mobilnya saat di rasa sudah mendekati lokasi tempat makan tersebut.
"Nah, itu dia.." ujar Kirana saat menemukan resto yang sedari tadi mereka cari.
"DK Resto." ucap Kirana lagi membaca nama yang tertera di depan resto tersebut.
"Nama yang unik." ujar Keysha sembari tersenyum.
"Ternyata cukup ramai, Nak."
"Berarti makanan yang ada di sana pasti enak. Biasanya jika resto ramai pengunjung itu, masakannya cukup lezat." ucap Keysha.
__ADS_1
Kirana sempat kesusahan untuk mencari lokasi memarkirkan mobilnya karena tempat parkiran pun cukup padat. Hingga akhirnya ia menemukan tempat parkiran yang letaknya paling ujung.
Kirana pun langsung membawa kendaraan roda empat tersebut menuju tempat yang kosong tadi.
"Akhirnya kita sampai." ucap Kirana mematikan mobilnya lalu kemudian melepas sabuk pengaman.
Namun belum lama kemudian, seorang pria mengetuk jendela kaca mobilnya. Kirana pun membuka jendela mobil tersebut.
"Maaf, Bu. Saya tukang parkir disini. Bisakah Ibu menggeser sedikit mobilnya sebentar, mobil di depan baru saja mau keluar." ucap tukang parkir yang menjaga area parkiran di depan restoran tersebut.
"Oh, ya baiklah." timpal Kirana yang kembali menghidupkan mesin mobilnya.
"Luar biasa, ternyata makan disini butuh waktu cukup lama untuk mencari tempat parkir saja." gumam Kirana.
Mendengar celotehan dari ibunya, membuat Keysha terkekeh geli.
"Baiklah, lain kali kita naik taksi saja ma jika ingin kembali berkunjung kesini. Setidaknya cukup menghemat waktu dan tidak terlalu susah mencari tempat parkir." ujar Keysha.
"Ide yang cukup bagus." timpal Kirana sembari tertawa.
Saat mobil yang dikendarai Kirana sudah mundur, tukang parkir tersebut langsung memberi instruksi pada mobil yang hendak keluar tadi.
Mobil tersebut membuka jendela kacanya, dan berucap terima kasih pada tukang parkir tersebut serta memberikan tip untuknya.
Kirana melihat sekilas sosok yang ada di dalam mobil tersebut.
"Ternyata seorang pria, cukup tampan dan mungkin seumuran denganmu Nak." ujar Kirana.
Keysha tertawa kecil saat mendengar ibunya memuji seseorang yang baru saja ia temui.
Setelah mobil tadi berhasil keluar, tukang parkir tersebut menginstruksikan pada Kirana untuk berjalan maju.
"Baiklah, sekarang waktunya kita turun." ujar Kirana mengajak anak gadisnya sembari membantu Keysha membuka sabuk pengaman yang masih melekat ditubuhnya.
....
Ponsel David kembali berdering, pria itu pun langsung menjawab panggilan tersebut.
"Kau sudah sampai di rumah?" tanya Kinan.
"Aku baru saja keluar dari tempat parkir." timpal David.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ♥️.
__ADS_1
Klik favorit untuk mendapatkan notifikasi update terbarunya~