Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Pasca Operasi


__ADS_3

Selang beberapa lama kemudian, perlahan Keysha menggerakkan jemarinya tanda bahwa gadis itu sudah sadar. Kirana yang melihat hal tersebut, langsung memanggil Keysha.


"Nak, kau sudah bangun?" tanya Kirana.


Semua orang yang tadinya tertidur mendadak bangun karena suara Kirana yang sedikit keras. David menepati janjinya, bahkan pria itu masih setia menemani kekasihnya di rumah sakit.


"Apakah operasinya sudah selesai?"


Kalimat itulah yang keluar dari mulut Keysha saat ia baru sadar dari pengaruh obatnya.


"Sudah Nak, perbanmu akan benar-benar di lepas setelah tujuh hari ke depan," timpal Kirana.


"Syukurlah kalau sudah, semoga nanti aku bisa melihat lagi dengan jelas," ucap Keysha.


"Tentu saja, Nak," timpal Kirana


"David mana?" tanya Keysha.


David pun segera mendekat ke sisi ranjang kekasihnya itu.


"Aku di sini," ujar David.


Gadis itu menarik segaris senyum di sudut bibirnya. Ia kira kekasihnya itu sudah pulang sedari tadi.


"Jika kau ingin pulang, pulanglah. Siapa yang akan menjaga restomu," ucap Keysha.


"Kau tidak usah memikirkan hal itu, aku sudah meminta mama untuk menjaga resto selama aku di sini," pungkas David.


"Aku benar-benar merepotkan," gumam Keysha.


Tak lama kemudian salah satu dokter datang memasuki ruangan tersebut. Dokter memeriksakan kondisi Keysha.


"Apakah anak kami sudah bisa di bawa pulang, Dok?" tanya Danu.


"Sudah bisa, Pak. Akan tetapi kami menyarankan agar pasien di rawat inap saja selama tujuh hari ke depan, supaya kami bisa memberikan perawatan secara langsung. Pasien tidak di anjurkan untuk terlalu lelah atau pun beraktivitas berat. Kami juga perlu mengganti perban pasien secara rutin sebelum perban benar-benar di buka" timpal dokter tersebut.


Danu pun mengangguk paham. Setelah memeriksakan kondisi Keysha, dokter tersebut langsung meninggalkan ruangan.


....


Hari demi hari silih berganti. Keysha melakukan pemeriksaan rutin seperti mengganti perban dan pemeriksaan yang lainnya. David tak pernah absen untuk menemani Keysha hingga pulih.

__ADS_1


Hanya saja, sesekali David pulang untuk bergantian menjaga Keysha dengan kedua orang tua gadis itu. Resto, sementara waktu di kelola oleh kedua orang tua David karena mengerti kondisi pria itu yang sepertinya tak bisa jauh sedikit pun dari Keysha.


David bahkan sudah membicarakan kepada orang tuanya tentang Keysha, bahwa ia akan memperistri gadis itu. Awalnya ibu David tak setuju karena anaknya memilih menikahi gadis yang sudah pernah gagal menikah, karena sang ibu mengira bahwa Keysha adalah wanita yang hanya menyia-nyiakan laki-laki sehingga pernikahan mereka kandas begitu saja.


Setelah mendengar semua penjelasan dari David, ibunya pun memberikan restu pada anaknya. Kini tinggallah David untuk mengambil langkah selanjutnya untuk hubungannya dengan Keysha.


Hari ke tujuh pun sudah tiba. Di mana hari tersebut merupakan hari yang paling di tunggu-tunggu oleh semua orang, terutama Keysha yang sudah tak sabar menatap hamparan dunia yang luas setelah hampir satu tahun gadis itu kehilangan segalanya. Penglihatan, anak yang ada di rahimnya, serta pernikahannya yang kandas.


Sedikit demi sedikit dokter membuka perban yang membalut mata Keysha. Gadis itu merasa sedikit gugup. Perban yang terbalut pun semakin menipis dan tak lama kemudian terlepas sempurna. Dokter mengambil kedua kapas yang menutupi mata Keysha.


Perlahan gadis itu membuka matanya, terlihat sangat jelas cahaya lampu yang terang serta orang-orang yang tengah menantikan reaksi dari dirinya.


"Nak, apakah kau sudah melihat kami dengan jelas?" tanya Kirana.


Keysha menatap ibunya dengan seksama. Wajah eanita yang ada di hadapannya ini sudah mulai terlihat keriput.


Keysha meraih wajah ibunya, meraba pelan wajah wanita yang sudah melahirkannya.


"Ma, wajah Mama sudah memiliki keriput di beberapa sisi," ucap gadis itu.


Seketika air mata Kirana tumpah. Ia memeluk anak gadisnya yang kini sudah bisa melihatnya lagi.


Kirana tersedu penuh haru. Penglihatan Keysha sudah kembali. Kini anaknya sudah bisa melihat indahnya dunia lagi.


"Terima kasih, Dok," ucap Danu. Pria ini juga menitikkan air mata. Ia pun ikut merangkul anak dan istrinya bersamaan.


"Sama-sama, Pak. Untuk sementara waktu, pasien dianjurkan untuk memakai kacamata untuk melindungi matanya dari debu. Setelah mata pasien benar-benar dinyatakan pulih, kacamatanya boleh di lepas kembali," papar dokter.


"Baik Dok," timpal Danu yang tak melepaskan rangkulannya dari anak dan istrinya.


Tak lama kemudian, dokter pun meninggalkan ruangan tersebut.


David yang menyaksikan momen manis yang ada di depan matanya juga ikut bahagia, mata pria itu memerah menahan tangis bahagianya.


Setelah menatap ibunya, kini Keysha beralih menatap sang ayah. Gadis itu mengulas senyumnya saat melihat ayahnya yang sudah semakin menua, beberapa rambutnya sudah terlihat memutih.


"Papa, ..." ucapnya.


Danu langsung mengelus puncak kepala anak gadisnya.


"Iya Nak, ini papa," ujar Danu.

__ADS_1


Tak lama kemudian, ekor matanya menangkap sosok pria yang saat ini tengah menatap mereka, sesekali pria itu memalingkan wajahnya untuk menyeka air matanya yang jatuh.


Keysha menatap pria itu sembari tersenyum. Saat David sadar bahwa saat ini Keysha menatapnya dengan mengulas senyuman, pria itu pun membalas dengan hal yang sama.


"David mendekatlah," ucap gadis itu.


Kedua orang tuanya sedikit menjauh untuk memberikan ruang pada anaknya untuk melihat jelas sang pujaan hati.


Perlahan David pun mendekat, Keysha memperhatikan setiap inchi wajah pria itu. Sudah lama sekali rasanya ia tak melihat wajah ini. Rambut sebahu yang diikat, rahang yang semakin tegas serta kumis tipisnya membuat Keysha semakin jatuh hati pada pria ini.


"Ternyata seperti ini wajahmu," gumam gadis itu.


"Aku akui kau semakin tua semakin tampan," sambungnya membuat David terkekeh.


Keysha merentangkan tangannya, meminta pelukan selamat atas kembalinya penglihatannya. Awalnya David merasa sedikit malu, bagaimana pun juga saat ini mereka berada di tengah-tengah kedua orang tua Keysha.


David melirik ke arah kedua orang tua Keysha, seolah meminta izin apakah anak gadis mereka boleh dipeluk?


Kirana tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya, ia pun membawa sang suami untuk keluar sejenak agar anaknya leluasa berbincang.


Setelah mendapat izin dari orang tua Keysha, David langsung memeluk gadis yang menjadi prioritas utamanya. Pria itu mendekap Keysha dengan erat seraya mengusap rambut kekasihnya.


"Terima kasih karena telah berjuang sejauh ini, Sayang."


"Terima kasih juga karena sudah mendukungku sampai sejauh ini, aku mencintaimu David," ucap Keysha.


"Aku juga mencintaimu, Key," timpal David.


David melepaskan pelukannya, tangannya beralih membingkai wajah sang kekasih. Keduanya pun saling melemparkan senyum.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya❤️❤️❤️


Yang belum favorit, yuk favoritkan supaya dapat notifikasi update terbarunya~

__ADS_1


__ADS_2