
David mengajak Keysha naik ke lantai atas untuk menikmati makan malam. Keduanya pun masuk ke dalam resto tersebut. Keysha mengernyitkan keningnya saat mendapati resto tersebut tampak sepi. Sangat berbeda dengan pagi tadi saat mereka menyantap sarapan di tempat ini.
"Kenapa sepi sekali," gumam Keysha sembari melirik ke sekitar.
David menarik salah satu bangku dan mempersilahkan istrinya untuk duduk.
"Mungkin di sini akan ramai pada saat tertentu saja," timpal David.
"Mungkin ...." Keysha mengangguk pelan sembari mengerucutkan bibirnya.
"Apa kau melupakan sesuatu?" tanya David tiba-tiba.
Keysha menautkan alisnya dan kemudian menggelengkan kepalanya. "Sesuatu apa?" ucap gadis itu heran.
"Ah, tidak apa-apa. Lupakanlah!"
Tak lama kemudian salah satu pelayan menghampiri mereka sembari menyodorkan buku menu. David melihat buku menu dengan seksama.
"Sayang, kau ingin makan apa?" tanya David.
"Pilihkan saja untukku karena aku pemakan segala," timpal Keysha.
David terkekeh seraya melayangkan pandangannya pada sang istri. "Baiklah," ucap David lalu menyebutkan pesanan yang sama.
David menyerahkan buku menu pada pelayan tersebut. Pria itu mengedipkan sebelah matanya pada pelayan wanita itu.
Keysha menangkap perbuatan David, seketika moodnya menjadi buruk. "Dasar buaya rawa-rawa, saat pacaran kau tak banyak tingkah, kenapa sekarang malah genit dengan wanita lain," batin Keysha menatap sang suami dengan tatapan yang membunuh.
Pelayan tersebut mengangguk setelah David mengedipkan matanya dan hal tersebut membuat Keysha semakin naik pitam.
"Sepertinya aku sudah tidak lapar," ujar Keysha merajuk saat pelayan tadi telah berlalu.
David menatap istrinya dengan heran. "Ada apa? Bukankah tadi kau bilang lapar?" tanya David.
"Tidak! Aku tiba-tiba merasa kenyang!" ketus Keysha.
David menjadi sedikit kelabakan. Jika istrinya memilih pergi, maka semua usahanya akan sia-sia.
"Sayang, tolong tunggu sebentar saja. Kita nikmati dulu makan malam setelah itu baru kembali," bujuk David.
"Kenapa? Apa kau masih betah di tempat ini karena ingin memandangi pelayan tadi lebih lama lagi?" cerca gadis tersebut.
__ADS_1
David baru sadar bahwa Keysha melihat caranya memberi kode pada pelayan tersebut memang sedikit berlebihan. Dan ini adalah pertama kali David melihat Keysha cemburu.
David tertawa melihat Keysha yang saat ini tengah terbakar api cemburu.
"Apa? Menurutmu lucu?"
"Sayang, kau salah paham tentang hal itu. Sungguh aku melakukannya bukan bermaksud untuk menggoda pelayan wanita tadi. Percayalah hmmm ...." David masih mencoba untuk membujuk istrinya, tetapi entah kenapa malam ini Keysha sangat sulit untuk memaafkan David.
"Lakukanlah sesuka hatimu saja! Aku akan kembali ke kamar!" gadis itu beranjak dari kursinya. Saat ia baru saja beberapa langkah meninggalkan tempat duduknya, tiba-tiba beberapa pelayan datang menghampiri.
Ada yang membawa buket bunga, memetik gitar dengan menyanyikan lagu Happy Birthday, serta beberapa pelayan lainnya mendorong gueridon.
Keysha terperangah, gadis itu berbalik menatap suaminya. David mengembangkan senyumnya lalu kemudian berdiri dan merentangkan tangannya.
Keysha pun langsung menghampiri suaminya. Gadis itu langsung menghambur ke dalam pelukan David. Ia tak tahu, jika semua ini adalah bagian dari rencana David untuk memberikannya sebuah kejutan. Keysha pun merasa diselimuti dengan perasaan bersalah karena sudah menuduh suaminya yang tidak-tidak.
"Selamat ulang tahun, Istriku." David mendekap tubuh istrinya sembari mengecup puncak kepala Keysha.
Air mata Keysha pun menetes, "Maafkan aku karena sudah salah paham," ucap gadis itu yang masih menyembunyikan wajahnya di dada bidang David.
"Tidak apa-apa," timpal David membelai surai hitam milik Keysha.
Pelayan tersebut membuka penutup makanan tersebut, memperlihatkan kue ulang tahun yang ada di dalamnya. Ia meletakkan lilin dengan angka 2 dan 8 di atas kue tersebut, kemudian mengambil pemantik untuk menghidupkan masing-masing lilin.
Keysha melepaskan pelukannya dari sang suami. Gadis itu dengan mata yang sedikit berkaca-kaca sembari mengembangkan senyumnya yang kemudian meniup lilin yang ada di atas kue tersebut.
Keysha mengucapkan terima kasih pada pelayan yang ikut serta terlibat dalam kejutan yang direncanakan oleh sang suami. Salah satu pelayan lagi berjalan maju menyerahkan buket bunga pada David.
David pun berjongkok menyerahkan buket tersebut pada istrinya. "Selamat ulang tahun, Bidadariku. Menualah bersamaku, mari kita membayar semua rasa sakit yang terlewati dengan cinta." David menyodorkan buket bunga yang ada di tangannya.
Keysha menerima buket tersebut sembari mengembangkan senyumnya. Sungguh, pria yang ada di hadapannya ini adalah pria yang sangat luar biasa.
Keysha tersenyum sembari menitikkan air mata. "Terima kasih," ucap gadis itu.
David mengangguk dengan senyum yang terpatri di wajahnya. Pria itu pun berterima kasih dengan para pelayan yang sudah bersedia membantu mewujudkan kejutan kecil yang dibuat khusus untuk istrinya.
David menghamburkan semua uangnya, hanya untuk kebahagiaan Keysha. Restoran ini, pria itu sudah memesannya untuk acara khusus dan tentunya David mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Kini keduanya tengah menikmati makan malam mereka. "Aku benar-benar minta maaf, aku kira kau akan mengkhianatiku," ucap Keysha.
"Tidak akan pernah. Sekalipun tak terpikir bagiku untuk mencari gadis yang lain," timpal David.
__ADS_1
"Terima kasih atas semua pengorbanan yang kau lakukan untukku. Bahkan aku tidak bisa membalas semua itu," tutur Keysha.
David menadahkan tangannya. Keysha pun mengerti langsung meletakkan tangannya di atas tangan sang suami. Pria itu menggenggam tangan Keysha dengan erat.
"Semua yang aku lakukan itu termasuk demi diriku sendiri. Kau tak perlu membalasnya, karena saat melihatmu tersenyum bahagia itu sudah cukup menjadi bayarannya untukku," ungkap David dengan tulus.
Keysha tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. Mereka pun kembali melanjutkan makan malamnya.
....
Setelah selesai makan malam, kini keduanya tengah berada di dalam kamar sembari memandang langit malam melalui jendela kaca. Hembusan angin menyibak rambut panjang gadis itu.
David melingkarkan tangannya di pinggang sang istri. Meletakkan dagunya tepat di lekukan leher Keysha.
"Biasanya orang yang sedang berulang tahun, mereka memiliki sebuah keinginan dan berharap suatu saat nanti keinginannya akan tercapai," tutur David.
"Jika aku boleh tahu, apa keinginanmu?" tanya David.
"Aku memiliki keinginan yang sangat besar, dan aku sangat berharap suatu saat nanti keinginanku akan menjadi kenyataan," ungkap Keysha.
"Apa?"
Gadis itu memegang tangan David dan kemudian mengarahkan tangan suaminya itu tepat di perutnya yang rata.
"Aku ingin kelak rahimku kembali menghangat dengan adanya sosok mungil di dalamnya. Aku ingin merasakan perutku yang semakin membuncit dan perjuanganku menjadi seorang ibu. Aku ingin menjadi istri sekaligus ibu yang baik," jelas Keysha.
"Baiklah, kalau begitu mari kita berusaha lebih keras lagi," ujar David penuh arti.
Keysha membalikkan badannya, gadis itu mengalungkan tangannya tepat di leher David. Tanpa aba-aba, gadis itu sedikit berjinjit dan kemudian mengecup bibir suaminya itu.
Keduanya semakin lama semakin diburu oleh nafsu, tangan David mulai nakal, menyusup ke dalam baju sang istri. Tak lama kemudian, pria itu mengangkat tubuh Keysha. Dan meletakkan tubuh mungil istrinya itu di atas kasur. Dan malam itu pun mereka kembali melakukan aktivitas panasnya di bawah langit Zurich yang menjadi saksi bisu.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️❤️❤️
__ADS_1
Yang belum favorit, yuk difavoritkan supaya mendapatkan notifikasi update terbarunya~