Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Wanita Paling Bahagia


__ADS_3

Mentari pagi pun mulai menyapa. Perlahan Keysha membuka matanya. Hal yang pertama kali ia lihat pagi ini adalah sang suami yang menatapnya dengan lekat.


"Kau sudah bangun?" tanya Keysha.


"Hmmm...," timpal David yang tak mengalihkan pandangannya pada wajah cantik istrinya.


"Mengapa kau menatapku seperti itu?" tanya Keysha menautkan alisnya.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin menatapmu saja," sahut David.


David menepikan anak rambut yang menutup wajah sang istri. Keysha melemparkan senyumnya melihat David yang tak henti menatapnya.


"Bagaimana jika nanti malam kita mengadakan semacam perkemahan di halaman belakang," ujar Keysha.


"Perkemahan?"


"Iya, aku ingin duduk menatap langit sembari duduk di depan api unggun," tutur Keysha.


"Tapi udara di luar dingin, Sayang."


"Kan pakai api unggun," timpal Keysha sembari menaik turunkan alisnya.


"Ku mohon, untuk sekali ini saja," ucap Keysha dengan wajah yang memelas.


"Baiklah, nanti aku akan menyuruh Pak Sardi untuk mempersiapkannya," ujar David.


"Suamiku memang lelaki terbaik," puji Keysha seraya mengacungkan kedua ibu jarinya.


David mengusap puncak kepala Keysha. "Aku akan menyiapkan air hangat dulu untukmu mandi," ujar David langsung beranjak dari tempat tidurnya.


Keysha menatap punggung David yang semakin menjauh darinya. Ia tersenyum getir lalu mengarahkan pandangannya pada kedua kaki yang sudah tak mampu lagi untuk berdiri.


Tak lama kemudian, David pun kembali dari kamar mandi. Ia langsung membopong tubuh Keysha untuk membantu sang istri membersihkan tubuhnya.


Setelah lima belas menit, keduanya pun keluar dari kamar mandi. David menyiapkan pakaian untuk istrinya. Kini Keysha bak seorang bayi besar. Namun, ia sangat beruntung memiliki suami seperti David. Pria yang selalu ada untuknya dalam susah maupun senang.


.....


Hari pun beranjak malam. David yang sudah menyiapkan tenda serta api unggun sesuai dengan permintaan Keysha. Pak Sardi turut serta membantu David.


"Terima kasih banyak ,Pak Sardi." David melayangkan pandangannya pada tenda yang sudah berdiri tegak.


"Sama-sama, Tuan. Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Pak Sardi.

__ADS_1


David menimpalinya dengan sebuah anggukan. Setelah Pak Sardi meninggalkannya, ia pun segera menjemput Keysha yang saat ini masih berada di dalam kamarnya.


"Sayang, tendanya sudah siap," ujar David berjalan menghampiri istrinya yang saat ini tengah duduk di atas tempat tidur.


Keysha pun merentangkan tangannya untuk minta di gendong oleh David. Tangan kekar itu mengangkat tubuh Keysha yang seakan gadis itu sangat ringan bak bak seringan kapas.


"Ku rasa, aku tidak berat seperti sebelumnya," ujar Keysha.


"Kau harus banyak-banyak makan. Aku lebih suka menggendongmu jika berat badanmu bertambah," sahut David. Mendengar jawaban dari suaminya itu, membuat Keysha terkekeh.


Setibanya mereka di halaman belakang, David mendudukan Keysha di tenda. Gadis itu menatap takjub dengan suasana di belakang rumahnya.


"Meskipun hanya di belakang rumah, tapi aku merasakan bahwa kita sedang berkemah sungguhan," celetuk Keysha.


"Sayang, Dini kemana? Sejak sore tadi aku tak melihatnya," tanya Keysha.


"Dia ingin menginap di tempat neneknya. Maka dari itu aku mengantarnya ke rumahmu," timpal David.


Keysha mengangguk paham. Tak lama kemudian, David membawakan beberapa makanan yang sudah ia siapkan.


David menghidangkan steak salmon lengkap dengan sayuran serta beberapa buah-buahan. Pria itu menyuapkan makanan tersebut pada sang istri.


"Kau tidak makan?" tanya Keysha melihat David yang sibuk menyuapinya.


David menggeleng perlahan. "Aku tidak lapar."


Keysha menyuapkan makanan tersebut pada David. Sesekali keduanya melemparkan senyuman.


Setelah menyelesaikan acara makan, Keduanya duduk berdampingan seraya mendongak ke atas menatap bintang bertaburan memenuhi langit malam.


"Cantik sekali," gumam Keysha dengan mata yang berbinar.


David menatap wajah cantik istrinya di bawah sinar rembulan. "Kau yang lebih cantik," ujar David. Keysha terkekeh mendengar ucapan suaminya yang sangat pandai merayu.


Tak lama kemudian, keheningan pun tercipta. Keduanya memandang langit dalam keheningan malam. Keysha menghirup napasnya dengan dalam dan kemudian mengeluarkannya perlahan.


"Malam ini, aku sangat bahagia." gadis itu berucap seraya menatap suaminya.


"Aku harap kau akan bahagia selalu," timpal David.


"Aku juga berharap agar kau bahagia," celetuk Keysha.


"Sayang ...." Keysha mengambil sesuatu di dalam jaket yang dikenakannya. Ia pun memberikan sebuah flashdisk pada suaminya.

__ADS_1


"Di dalamnya ada file novel yang aku tulis," ujar Keysha.


"Apakah sudah selesai?" tanya David. Keysha mengangguk seraya mengulas senyumnya.


"Bisakah kau membantuku untuk menerbitkan novel itu?Aku ingin semua orang memeluk tulisanku secara fisik. Merengkuh kisahku dengan penuh cinta, menggantikan diriku dengan sebuah coretan kertas " tutur Keysha.


DEGGG...


Seketika jantung David berdegup kencang. Ia mendongakkan kepalanya agar air matanya tak tertumpah saat itu juga.


"Banyak kisah kita yang ku tulis di dalamnya. Cukup untuk membaca tulisanku jika kau ingin kembali mengenang ku disaat aku tak bisa lagi kau lihat," papar Keysha.


David tak bisa lagi berkata apa-apa. Sesekali ia mengarahkan pandangannya ke arah lain hanya untuk menyeka air matanya yang sempat menetes.


Sesaat kemudian, Keysha menyandarkan kepalanya tepat di bahu David. "Tempat ternyamanku," gumam gadis itu.


"Sayang... jika suatu saat nanti kau kembali jatuh cinta pada gadis lain, percayalah aku akan merestuimu," ucap Keysha.


"Sampai kapan pun aku tidak akan mencintai gadis yang lain. Aku tetap akan selamanya memilih untuk mencintaimu," timpal David.


"Suamiku memang benar-benar keras kepala," ujar Keysha. Gadis itu memejamkan matanya dengan senyum terukir di wajah cantiknya.


"Suamiku, aku sangat lelah. Bolehkah aku beristirahat di bahumu?" tanya Keysha.


David menggigit bibir bawahnya. Berusaha untuk menahan air matanya. "Jika kau merasa sudah lelah, beristirahatlah."


Keysha kembali memejamkan matanya. Gadis itu terus mengembangkan senyumnya seakan menunjukkan pada dunia bahwa dirinya adalah wanita yang paling bahagia di dunia.


Cukup lama mereka berada pada posisi tersebut. David meraih tangan sang istri. David tak merasakan denyut nadi Keysha. Lalu kemudian ia pun meletakkan telunjuknya di depan hidung Keysha. Dan benar saja, Keysha sudah benar-benar beristirahat.


Seketika air mata David yang sedari ia tahan tertumpah seketika. Tubuh yang bersandar padanya sudah tak lagi bernyawa. Ia menggenggam tangan istrinya dengan begitu kuat. Tangan yang sebentar lagi tak akan bisa ia genggam.


"Beristirahatlah, Sayang. Beristirahatlah dengan tenang. Aku berjanji akan mencintaimu hingga akhir hayat sama seperti yang kau lakukan padaku," David menyeka air matanya.


Perlahan David membawa tubuh mungil sang istri. Dilihatnya Keysha menutup matanya seraya tersenyum. Seakan beban yang ada di pundaknya sudah terangkat.


"Aku, David Anggara. Di depan tubuh istriku yang sudah tak bernyawa bersumpah untuk sehidup semati mempertahankan cintaku." batin David seraya berjalan membopong tubuh sang istri masuk ke dalam rumah.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ♥️♥️♥️


__ADS_2