
Riko tiba di sebuah rumah yang cukup besar. Tempat dimana Ardi membawa Icha dan Varo. Setelah menerima alamat dari Kevin, pria itu bergegas menuju kesini untuk membawa anak serta istri Kevin keluar dari sini.
Terlihat penjagaan yang begitu ketat. Beberapa bodyguard tampak tengah berjaga di depan pintu. Riko menghampiri bodyguard tersebut. Beberapa dari mereka segera menghadang Riko. Namun saat mendapat informasi melalui earphone yang mereka kenakan, bodyguard tersebut membiarkan Riko untuk masuk. Tak menunggu waktu lama, Riko pun bergegas memasuki tempat itu.
Dilihatnya Ruslan sedang bersantai di ruang tengah bersama dengan Icha. Pria itu menyunggingkan senyumnya saat melihat gerakan cepat dari Riko.
"Selamat datang, aku tidak menyangka kau akan bergerak cepat." tukas Ruslan.
"Tuan Besar, bisakah anda melepaskan Nyonya Icha?" pinta Riko.
Ruslan terkekeh geli mendengar ucapan dari Riko yang baru saja didengarnya.
"Aku tidak melakukan apapun padanya. Secara tak langsung, kalian lah yang membelenggu mereka. Aku disini justru ingin melepaskan keduanya dari kurungan kalian agar mereka dapat hidup bebas seperti yang lain." tukas Ruslan.
Riko hanya diam, ia tak berani menimpali ucapan Ruslan. Pria itu tak akan menang jika berhadapan langsung dengan Tuan Besarnya itu.
"Bagaimana? apakah kau sepakat dengan ucapanku tadi?" tanya Ruslan.
Mendengar hal tersebut membuat Riko mengernyitkan keningnya. Entah kesepakatan apa yang dibuat oleh Tuan Besar pada Nyonya-nya itu. Icha masih ragu untuk menimpali, ia melirik Riko sekilas.
"Ah, kau ingin aku memberitahukan padanya tentang kesepakatan tadi? baiklah." ujar Ruslan.
"Aku membuat kesepakatan dengannya untuk mempublikasikan serta meresmikan pernikahan antara Kevin dan Icha. Melihat cucuku yang sudah tumbuh besar, membuatku cukup senang menerima keberadaannya di keluarga Andara." ucap Ruslan.
"Akan tetapi itu semua tidak gratis. Ada hal yang harus dibayar oleh menantuku ini. Kau harus membujuk Kevin untuk menceraikan Keysha. Anakku terlalu bodoh bisa diperdaya oleh Danu. Aku tidak sudi lagi menganggap gadis itu sebagai menantuku." jelas Ruslan.
Riko terkejut mendengar penuturan dari Ruslan. Pria itu membelalakkan matanya sembari menggeleng pelan. Keysha saat ini tengah mengandung, Riko sebisa mungkin harus mencegahnya, dan memberitahukan berita ini secepat mungkin pada Kevin.
"Tapi Tuan.." tiba-tiba ucapan Riko terpotong.
"Aku akan melakukannya." timpal Icha.
Riko menatap Nyonya-nya itu tak percaya. Yang ia ketahui Icha adalah gadis yang cukup baik, bagaimana bisa ia melakukan semua ini dengan sesama wanita.
"Kau mengambil pilihan yang tepat, Menantuku. Akan ku carikan tanggal yang tepat untuk mengatur resepsi pernikahan kalian." ujar Ruslan.
"Jangan lakukan itu!" cegah Riko.
__ADS_1
"Kenapa?." tanya Ruslan.
"Nyonya Keysha saat ini sedang..."
"Kau tidak memikirkan kami? Aku selama ini jauh lebih menderita dari pada gadis itu! Anakku semakin lama akan semakin dewasa, sampai kapan kalian akan memperlakukan kami berdua seperti ini!." Icha menatap nanar ke arah Riko.
Icha bahkan tak memberikan celah sedikit pun untuk Riko menjelaskan situasinya. Matanya berkaca-kaca, ingatan tentang ucapan Varo kemarin masih terngiang-ngiang di telinganya. Ia memilih untuk bersikap egois demi anaknya. Karena Icha tak mau jika Varo harus tumbuh di bawah kekangan terus menerus.
"Keputusanku sudah bulat Pa. Aku akan meminta Kevin untuk menceraikannya." ujar Icha.
"Baiklah kalau begitu, bersiaplah sekarang. Aku akan membawamu ke tempat seharusnya dimana kau berada." tegas Ruslan.
Icha beranjak dari tempat duduknya menuju ke kamar untuk membawa Varo bersamanya. Ruslan melirik salah satu bodyguard melemparkan isyarat apa yang harus mereka lakukan saat ini.
Dengan cepat bodyguard tersebut mengepung Riko. Awalnya pria itu melawan bodyguard tersebut satu persatu. Namun karena jumlahnya terlalu banyak, Riko pun kewalahan. Sebuah pukulan dari belakang membuat pria itu berhasil ditumbangkan. Wajahnya sudah bersimbah darah, Icha memalingkan muka saat mendapati Riko yang sudah pasrah dibawa oleh beberapa bodyguard tersebut. Varo yang ingin melihat, langsung dihalangi oleh Icha.
"Ayo cepat!" seru Ruslan.
Icha pun melanjutkan langkahnya menuruni tangga. Wanita itu mengikuti Ruslan dari belakang.
...****************...
Keysha bersenandung kecil sembari menyirami tanaman tersebut. Gadis itu tak hentinya tersenyum saat mendapat kabar dari Kevin bahwa pria itu akan tiba sebentar lagi.
"Kita lihat reaksi papamu nanti ya, Nak. Dia pasti sangat senang mengetahui kau sudah tumbuh dalam rahim mama." gumam Keysha.
Keysha menatap ke arah halaman rumah. Gadis itu baru menyadari bahwa Riko masih tidak terlihat hingga pagi ini.
Kepala pelayan datang membantu Keysha untuk menyirami tanaman tersebut.
"Apakah Riko belum juga pulang?" tanya Keysha.
"Belum Nyonya." timpal kepala pelayan.
"Bukankah seharusnya ia datang ke kantor hari ini." gumam Keysha.
Keysha meletakkan gembor yang ada ditangannya. Gadis itu meraih ponsel disaku, lalu mencari kontak Riko. Beberapa kali Keysha menghubungi pria itu namun tak mendapat respon.
__ADS_1
"Aneh sekali.." ucap Keysha dalam hati. Namun gadis itu tak begitu memperdulikannya. Ia pun lanjut menyirami tanaman lagi.
...
Sebuah mobil berwarna hitam memasuki pekarangan rumah. Dengan cepat Keysha pun menyambutnya, karena ia pikir bahwa didalam mobil tersebut adalah suaminya.
Saat melihat siapa yang turun dari mobil tersebut ternyata dugaan Keysha salah. Mertuanya dan serta wanita yang tengah memapah anak yang berusia sekitar 4 tahun.
Keysha segera menghampiri mertuanya itu. Ia hendak menyambut tangan Ruslan untuk menyalaminya, namun Ruslan melangkah melewati Keysha begitu saja. Keysha merasa sedikit sakit karena mendapatkan perlakuan demikian, akan tetapi ia ingat kesalahan gadis itu saat merusak pesta patner bisnis sewaktu itu. Mungkin karena hal itu mertuanya tidak senang padanya.
Pandangan Keysha tertuju pada wanita yang seumuran dengan Kevin. Keysha menyunggingkan senyum ke arah wanita tersebut dan ia pun membalasnya dengan ramah.
"Hai adik kecil, siapa namamu?" tanya Keysha menghampiri Varo.
"Varo.." timpalnya dengan malu-malu.
"Apakah suamimu belum tiba disini?" tanya Ruslan.
"Belum" tanpa sadar Keysha dan Icha menjawab serentak.
Hal itu mengundang tanya dibenak Keysha. Ia pun melemparkan tatapan yang tak terbaca pada Icha.
"Eh maksudku, anakku belum terlalu pandai berinteraksi dengan orang asing." jelas Icha terbata-bata.
Icha tak ingin Keysha langsung menyadarinya. Apalagi melihat Keysha yang begitu polos dan baik membuat Icha sedikit ragu untuk menyakiti hati gadis ini nantinya.
"Aku Keysha.." ucap Keysha memperkenalkan dirinya pada Icha. Gadis itu mengulurkan tangannya.
"Icha.." timpal Icha yang sedikit ragu menjabat tangan Keysha.
.
.
.
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya .
Yang belum klik favorit, cuss di klik ya supaya dapet notif setiap updatenya ❤️