
Mentari menyapa pagi, sementara Keysha masih terlelap di balik selimutnya. Ia berbalik menghadap ke arah tempat tidur sang suami. Perlahan gadis tersebut meraba kasur yang sudah kosong. Keysha pun memicingkan matanya, ia bangun dari tidurnya saat menyadari David sudah tak berada di sampingnya.
"Apakah dia sudah bangun," gumam wanita tersebut.
Wangi masakan tercium sampai ke kamarnya. Cacing di perut Keysha pun langsung berdemo untuk minta di isi. Ia beranjak dari kasurnya, menuju ke bawah untuk mencari suaminya.
Terdengar suara bising dari dapur serta aroma makanan yang mampu membuat cacing di perut Keysha demo seketika.
Di lihatnya David yang tengah memegang spatula sembari membalik telur mata sapinya.Keysha tersenyum melihat pemandangan indah tersebut. Seketika David terlihat sangat keren di matanya. Bahunya yang lebar, serta kelihaiannya dalam memasak membuat Keysha jatuh cinta berkali-kali.
David mengangkat telurnya setelah di rasa matang dan meletakkannya tepat di atas nasi goreng yang masih hangat.
Keysha langsung berjalan menghampiri David dan kemudian memeluk pria tersebut dari belakang.
"Selamat pagi, Suamiku."
David sempat terkejut saat tangan Keysha melingkar dengan sempurna di pinggangnya.
"Pagi juga, Istriku." David langsung membalikkan tubuhnya. Menatap wajah sang istri yang masih sedikit bengkak karena baru bangun tidur.
"Masakanmu membuatku jadi lapar, aromanya sampai ke kamar," ujar Keysha dengan manja sembari mengerucutkan bibirnya.
"Benarkah? Kalau begitu, ayo kita sarapan bersama!" ajak David.
Keysha menggelengkan kepalanya perlahan,"Aku mandi dulu baru sarapan bersama," ujar Keysha.
"Ya sudah, kalau begitu mandilah!"
"Tapi aku malas sekali," ucap Keysha. Entahlah ia menjadi sangat manja saat bersama David.
"Apakah perlu aku yang mandikan?" tanya David. Keysha tak memberikan respon apapun.
"Mungkin durasi di kamar mandi akan sedikit lama jika aku yang ikut andil di dalam sana," sambung pria tersebut sembari menaikkan alisnya sebelah.
Keysha tersadar, ia pun segera menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu!" ucap gadis tersebut.
"Badanku masih terasa remuk karena perlakuanmu semalam, jadi tidak untuk pagi ini!" cegah Keysha.
"Tapi, bukankah kau ikut menikmatinya?" goda David.
__ADS_1
"Hentikan!" cegah Keysha. Seketika pipinya bersemu merah karena menahan rasa malu. Gadis tersebut langsung memegangi pipinya dan langsung berlalu dari hadapan David.
David menatap punggung sang istri yang semakin lama semakin hilang dari pandangannya. Pria tersebut langsung terkekeh saat Keysha langsung menghilang dengan cepat dari pandangannya.
....
Setelah menuntaskan mandinya, Keysha langsung turun untuk sarapan bersama dengan suaminya. Sesekali David menyuapi istrinya itu, sama seperti yang pernah ia lakukan saat Keysha masih belum bisa melihat.
Keysha pun membalas perlakuan suaminya. Wanita tersebut menyendokkan nasi gorengnya dan satu suapan besar mendarat mulus ke dalam mulut David.
"Mengapa rasanya sedikit berbeda," ujar David.
Keysha mengernyitkan keningnya. " Benarkah? Bukankah kau memasaknya dalam satu wadah yang sama," tukas Keysha. Gadis itu langsung mencicipi nasi goreng yang ada di piring David dan di piringnya.
"Rasanya tetap sama, tidak ada bedanya."
David terkekeh, rupanya sang istri tak peka dengan maksud ucapannya tersebut.
"Rasanya sangat berbeda, suapan langsung dari sang istri rasanya seribu kali lebih lezat," ucap David sembari mengembangkan senyumnya.
Keysha pun langsung tergelak tawa. "Baiklah, aku akan menyuapi bayi besar ku," ujar Keysha yang lagi-lagi memberikan satu suapan besar pada David.
Dengan semangat David membuka mulutnya lebar, pria tersebut memejamkan matanya karena nasi goreng dari suapan istrinya itu benar-benar sangat lezat.
"Ah iya, aku ingat." Keysha pun juga ikut tertawa.
David menyendokkan nasi goreng miliknya. " Kau juga harus makan," ujar David sembari menyuapi Keysha.
Dan pada akhirnya, mereka pun menghabiskan nasi gorengnya dengan saling menyuapi.
Setelah menyelesaikan sarapannya, David dan Keysha memilih untuk duduk di bawah pohon yang ada di halaman belakang rumahnya. Keduanya tampak asyik bersantai di tempat tersebut.
David yang saat itu tengah membaca buku yang ada di tangannya. Keysha juga melakukan hal yang sama. Namun, sesekali gadis tersebut ikut membaca buku yang ada di tangan David sembari menyenderkan kepalanya di pundak suaminya, tempat ternyaman bagi wanita tersebut.
David membuka halaman satu persatu. Pria itu tampak sangat fokus membaca novel terjemahan yang ada di tangannya.
"Apakah kau sangat menyukai novel?" tanya Keysha.
"Hmmm ...." timpal pria tersebut sembari menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Mungkin terdengar sedikit aneh, seorang pria lebih menyukai novel yang bergenre romantis dibandingkan genre fantasi, tapi aku lebih menyukai bacaan yang benar-benar ada di kehidupan nyata," sambung David.
"Aku juga menyukai novel, ada keinginan dari dalam diriku untuk membuat novel sendiri, tapi aku belum terlalu percaya diri untuk menuangkan isi pikiranku yang akan di baca oleh orang lain," papar Keysha.
David menutup buku yang ada di tangannya. "Kau tahu, semua penulis juga merasakan hal yang sama. Mereka merasa bahwa karyanya belum sempurna dan tidak akan dibaca oleh banyak orang." ujar David.
"Namun, mereka berhasil menepis semua itu dengan rasa keinginan yang lebih besar. Mereka berhasil meyakinkan diri mereka, tidak apa-apa tulisanku belum sempurna, tidak masalah jika mereka tidak akan menyukainya, tapi aku harus tetap menyelesaikan tulisanku. Ini karyaku dan apapun hasilnya, aku akan tetap merasa bangga," jelas pria itu.
"Intinya, jika kau ingin melakukan sesuatu maka perbesarlah rasa inginmu dari pada rasa takutmu," sambung David lagi.
Setelah mendapat petuah tersebut, Keysha langsung menatap wajah suaminya dengan mengulas senyum.
"Kau tahu, setiap kata-kata yang keluar dari mulutmu tampak bijak dan membuatku semakin menyukaimu," ujar gadis itu dengan mata berbinar.
"Melihatmu senyummu setiap hari membuat gula darahku menjadi naik," tukas David.
Keysha pun langsung menghadiahi suaminya itu dengan cubitan pelan. "Kemampuan merayumu semakin bertambah," ujar Keysha yang kembali menjatuhkan kepalanya pada pundak sang suami.
"Jika kau menyukainya, kenapa tidak?" ujar David.
"Iya, aku menyukainya karena hal tersebut mampu membuatku semakin jatuh cinta padamu," timpal Keysha sembari tersenyum. David pun melakukan hal yang serupa.
"Mari lanjutkan membaca novel yang tadi, aku penasaran dengan cerita selanjutnya," ucap Keysha sembari menunjuk buku yang ada di genggaman David.
Sesuai permintaan sang istri, David pun kembali membuka batas halaman yang mereka baca tadi.
Bersambung....
Sebenarnya yang dibilang si babang mpid itu pernah terjadi ke aku ya. Awalnya aku juga nggak pede sama tulisanku sendiri.
Ya ... kalian tahu lah, tulisanku masih jauh banget dari kata sempurna. Tapi, aku tetap menuangkan hasil pikiranku dan tetap bangga dengan apa yang telah ku capai. Menurutku bangga sama diri sendiri ya sah-sah aja sih wkwkwk, setidaknya hal tersebut jadi vitamin untuk kita di saat sedang jatuh dan ada rasa mau menyerah.
Beberapa minggu lalu aku juga sempet down, tapi alhamdulilah dipertemukan dengan orang-orang yang baik untuk selalu mendukungku yaitu teman-teman sesama author dan juga dari kalian para pembaca. Intinya aku banyak berterima kasih sama kalian yang sangat luar biasa, peluk dari jauh🤗❤️❤️
Oh ya, dukungannya jangan lupa ya🤭
__ADS_1
Nggak punya gift, cukup like sama komen aja.
Yang belum favorit, cuss difavoritkan biar dpt notif updatenya❤️❤️