Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
episode 7


__ADS_3

"Airin nanti kamu tidur nya di kamar tamu ya? Kamu gak apa-apa kan?" tanya Rani pada Airin


"Iya, gak apa-apa kok, lagi pula aku cuma tamu di sini." jawab Airin walaupun sebenarnya ia ingin sekali menolak karena ia ingin tidur sama Abian.


"Ya udah aku ke kamar dulu ya, kalian ngobrol aja di sini." ucap Rani dengan menahan tangis nya karena ia tak sanggup melihat sang suami terus menatap dan tersenyum ke arah Airin.


"Iya, Mbak." jawab Airin dengan tersenyum menatap Rani.


"Sayang, kamu gak apa-apa kan aku di sini dulu?" tanya Abian pada Rani


"Iya Mas, aku gak apa-apa kok." jawab Rani dan buru- buru pergi dari hadapan suami nya dan Airin.


Dengan cepat Rani menutup pintu kamar nya. Ia kemudian duduk di meja rias nya. Di tatap wajahnya di cermin.


"Kamu tau gak sih Mas, kalau sebenarnya hati aku ini sakit. Aku sakit melihat kamu tersenyum dengan Airin, aku sakit melihat kamu pegangan dengan Airin. Apa sih Mas salah aku, kenapa kamu sampai tega mengkhianati aku?" Rani berbicara sendiri di depan cermin, dengan air mata yang terus membasahi pipi nya.


                          ................


"Airin, maafin aku karena telah menyakiti hati kamu. Aku gak bermaksud buat kamu sakit hati atau merasa bersalah sama diri kamu sendiri. Aku tau tadi kamu sempat dengar kan saat aku bicara sama si kembar dan Rani. Kamu tidak perlu merasa bersalah atas pernikahan kita.  Aku menikahi kamu karena aku sayang sama kamu." jelas Abian


"Tapi Mas gimana sama anak-anak kamu? Kasian mereka, gara-gara kita menikah kamu jadi gak punya waktu buat mereka."


"Udah, soal anak-anak aku, kamu gak usah pikirin kamu pikirkan saja kehamilan kamu saat ini. Aku gak mau anak kita kenapa-napa gara-gara kamu stres."


"Iya Mas." jawab Airin nurut

__ADS_1


"Ya udah aku antar kamu ke kamar ya, kamu istirahat dulu. Untuk beberapa hari ini kamu tinggal aja dulu di sini. Aku khawatir jika tinggalin kamu sendiri di rumah." ucap Abian


"Iya Mas." jawab Airin


Setelah Abian mengantar Airin ke kamar tamu, ia kemudian masuk ke kamar nya menemui sang istri Rani.


"Sayang, kamu enggak apa-apa, kamu kenapa nangis?" tanya Abian karena melihat mata Rani yang merah.


"Kamu tau gak sih Mas kalau hati aku sakit saat melihat kamu lebih perhatian sama Airin." ucap Rani


"Aku tau, tapi aku juga harus perhatian sama Airin. Karena sekarang Airin lagi mengandung anak aku. Aku gak mau dia kenapa-napa. Apalagi ini adalah kehamilan pertama nya. Dan dia juga gak punya saudara sama sekali. Dia cuma punya aku, jadi aku harus jaga dia." jelas Abian


"Aku juga hamil anak kamu. Aku juga butuh perhatian dari kamu. Kamu kenapa sih Mas, berubah semenjak kamu nikah sama Airin? Kamu berubah Mas. Kamu bukan Abian yang dulu. Kalau kamu gak sanggup hidup dengan aku sebaiknya kita sudahi saja pernikahan ini." ucap Rani dengan tangis pecah


"Enggak! Kita akan tetap bersama." tegas Abian


"Aku menikahi Airin itu ada alasan nya. Ada janji yang harus aku tepati dan janjinya itu aku harus menikahi Airin." jelas Abian


"Janji apa sih Mas? Emang kamu ada buat salah apa sama seseorang, sampai kamu harus menikahi Airin?" tanya Rani


"Aku gak bisa jelas kan sama kamu sekarang. Yang jelas aku menikahi Airin bukan karena aku cinta sama dia tapi ada janji yang harus aku penuhi sama seseorang." jawab Abian


Rani berdiri dan berjalan keluar meninggalkan Abian. Ia sudah muak dengan sikap Abian yang telah menyakiti hati nya.


"Ya Allah apa aku salah menikahi Airin? Aku hanya memenuhi janji aku saja sama Ayah nya Airin. Aku gak bermaksud menyakiti Rani atau pun Airin. Maafkan hamba mu ini ya Allah."

__ADS_1


Abian tak bisa menahan air matanya. Ia kemudian menangis sejadi-jadinya. Keputusan nya untuk menikahi Airin ternyata salah, ia telah membuat orang yang di cintai nya sakit hati.


"Maaf kan aku Rani. Aku janji aku akan lebih perhatian sama kamu." ucap Abian dalam hati


                          ...............


"Yah, Airin kangen banget sama Ayah. Airin sekarang lagi hamil Yah. Sebentar lagi Airin akan jadi Ibu. Airin senang banget, coba aja ada Ayah di sini pasti Airin lebih bahagia." Airin menangis terisak saat menatap foto sang Ayah.


"Kamu sehat-sehat ya sayang di dalam. Ibu janji akan selalu jaga kamu. Cepat besar ya Ibu sudah tidak sabar ketemu sama kamu." ucap Airin sembari mengelus perut nya yang rata.


Airin keluar dari kamar nya ia pergi ke dapur untuk mengambil minum. Namun di saat ia sudah tiba di dapur ternyata ada Rani juga di sana.


"Mbak Rani lagi apa?" tanya Airin sembari mengambil minum di kulkas.


"Kamu lagi gak lihat aku lagi apa?" jawab Rani tanpa melihat ke arah Airin.


"Maaf Mbak kalau Airin ganggu. Seperti nya Mbak gak suka sama aku. Mbak gak suka ya aku tinggal di sini? Atau Mbak marah karena aku telah merebut Mas Abi dari Mbak?" tanya Airin


"Menurut kami gimana? Mana ada sih istri yang rela suami nya menikah lagi, apalagi suaminya lebih perhatian sama istri kedua nya di banding istri pertama nya. Kamu tau Airin, hati aku sakit saat melihat Mas Abi tersenyum dan perhatian sama kamu. Aku iri sama kamu yang lebih di perhatikan sama Mas Abi."


Airin mendekat ke arah Rani, ia memegang tangan Rani dan mengenggamnya. "Mbak aku gak bermaksud merebut kebahagiaan kamu. Aku sudah pernah jelaskan sama Mbak, kalau aku menikahi Mas Abi karena aku gak tau kalau Mas Abi sudah menikah. Kalau aku tau Mas Abi sudah menikah aku juga gak akan mau menikahi Mas Abi." jelas Airin


"Semua nya sudah terlambat, kamu sudah merebut kebahagiaan aku dan anak-anak." ucap Rani kemudian ia pergi meninggalkan Airin.


"Mbak Rani bukan hanya Mbak yang tersakiti, aku juga. Ayah aku pergi ninggalin aku dan sekarang aku harus berbagi suami. Dan Mbak pikir aku bahagia hidup seperti ini, hati aku juga sakit Mbak. Jujur sebenarnya aku udah gak sanggup untuk melanjutkan pernikahan ini tapi karena aku lagi hamil anak nya Mas Abi, aku tetap bertahan demi anak yang ada di perut aku ini. Karena aku gak mau jika dia lahir dia gak dapat kasih sayang dari Ayah nya." ucap Airin

__ADS_1


Rani yang sudah berdiri di anak tangga hanya terdiam mendengar apa yang di kata kan Airin. Ia juga bingung harus bagaimana.


bersambung


__ADS_2