Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Pindah Rumah


__ADS_3

Kevin tengah berdiri menatap jendela kaca di ruang kerjanya. Pria tersebut meletakkan kedua tangannya di saku celana.


TOK.... TOK...


Terdengar suara pintu di ketuk, tak lama kemudian Riko muncul dari balik pintu. "Tuan ... saya sudah mendapatkan kabar terbaru tentang Nyonya Keysha, beliau baru saja melangsungkan pernikahannya dengan seorang pria yang diketahui tak lain adalah mantan kekasihnya dulu," ujar Riko.


Kevin semakin mengepalkan tangannya di dalam saku celananya. Hatinya sakit mendengar kabar pernikahan mantan istrinya itu. Namun, ia juga tak bisa berbuat apapun karena Keysha bukanlah miliknya lagi.


Ia mengembangkan senyum getir, hatinya masih seperti dulu yang tak bisa melupakan gadis itu meskipun saat ini pria tersebut sudah hidup bersama dengan Icha.


"Kau boleh pergi," titah Kevin.


Riko menundukkan kepalanya sejenak, kemudian pergi dari tempat tersebut.


"Mengapa takdir begitu mempermainkanku. Dulu saat kau ada di hadapanku, aku menyia-nyiakanmu, sekarang saat kau sudah memiliki hidup baru, aku justru mengharapkanmu." Kevin bermonolog, pandangannya lurus ke depan.


"Aku turut mendoakan kebahagiaanmu, Key. Kau ... adalah hal terindah yang saat ini sudah menjadi bagian dari masa laluku," gumamnya.


Sesaat kemudian, Varo masuk ke dalam ruang kerja Kevin. "Papa ...," seru bocah tersebut langsung berhambur ke pelukan sang ayah.


Kevin langsung menggendong putranya, menghadiahi kecupan di pipi kiri dan kanan. "Kau sudah pulang, Nak. Bagaimana sekolahmu hari ini?" tanya Kevin.


Tak lama kemudian, Icha ikut masuk ke dalam ruang kerja suaminya.


"Kami menggambar di sekolah tadi, aku sangat senang menggambar," ujar Varo.


"Benarkah? Bolehkah papa melihat hasil gambar yang kau buat?" tanya Kevin.


Varo turun dari gendongan Kevin. Ia langsung menghampiri ibunya mengambil tas yang ada di tangan Icha. Pria kecil itu mengeluarkan buku dari dalam tas tersebut.


"Pa, lihatlah!" ucap Varo seraya menunjukkan hasil gambarnya di sekolah.


Terlihat sebuah gambar yang di buat oleh Varo. Dua orang dewasa dan satu orang anak-anak yang berada di antara keduanya. Mereka saling bergandengan tangan satu sama lain.


"Ini papa, ini mama, dan ini Varo," ucap bocah tersebut sembari menunjuk satu persatu gambar yang ada di kertas.


Kevin tersenyum getir, ia menatap ke arah Icha sekilas dan kemudian beralih melayangkan pandangannya ke putranya.


Kevin merangkul Varo, Icha pun ikut bergabung dalam pelukan keduanya. Kevin mengecup satu persatu kening anak dan istrinya.


"Maafkan Papa ...."


Mata Icha berkaca-kaca, ia menghapus air matanya yang jatuh dengan segera. Wanita tersebut tahu, jika sang suami hingga saat ini masih menaruh hati pada mantan istrinya, tetapi Icha lebih memilih untuk berpura-pura tak tahu. Anggap saja ini adalah karma baginya.

__ADS_1


Ia sudah memenangkan Kevin, menjadi istri sahnya dan berhasil menyingkirkan Keysha dari kehidupan mereka. Namun, satu hal tak bisa Icha kendalikan, yaitu hati suaminya yang sudah terlanjur ia berikan pada mantan istrinya dulu.


...----------------...


David dan Keysha baru saja tiba di rumah yang diceritakan oleh David kemarin. Keysha turun dari mobilnya, menatap bangunan yang ada di depan matanya dengan takjub.


"Wah ...." gadis itu terperangah sembari melihat ke sekitarnya.


Halaman yang luas, terdapat kolam ikan di depan rumah tersebut. Bangunan dua tingkat yang cukup besar terpampang nyata di depan mata. Suasana yang asri, benar-benar membuat Keysha yang baru menginjak halaman saja sudah serasa nyaman.


"Kau ... benar-benar kaya sekarang," ucap Keysha sembari membulatkan matanya.


"Aku tidak kaya, hanya saja aku lebih sering menyisihkan uangku," timpal David mengeluarkan koper yang ada di dalam bagasi mobil.


"Ayo masuk," ajak pria tersebut sembari menggeret koper yang ada di tangannya.


Keysha mengikuti langkah suaminya, ia masih tampak asyik mengedarkan pandangannya pada bangunan yang sebentar lagi akan menjadi huniannya.


Sebenarnya bukan karena norak, gadis itu bahkan dulunya bak tinggal di sebuah istana saat bersama dengan Kevin dulu.


Hanya saja, Keysha kagum dengan kerja keras David yang sudah mencapai kesuksesan sejauh ini. Bahkan pesta pernikahan yang di gelar kemarin tak kalah mewah dengan pesta pernikahan pertamanya dengan Kevin yang notabenenya adalah seorang pengusaha yang kaya raya.


Seorang pria berlari menghampiri David. "Berikan pada saya, Tuan. Saya akan membantu membawanya," ujar pria paruh baya tersebut.


"Oh iya ... Perkenalkan ini istri saya namanya Keysha," sambung David memperkenalkan Keysha.


"Selamat datang, Nyonya Keysha," ujar Pak Sardi.


"Terima kasih Pak," ucap Keysha sembari mengulas senyum.


Tak lama kemudian, datang lagi dua orang pelayan wanita. Untuk yang ini umurnya berkisar sekitar 35 atau 40 tahunan.


"Perkenalkan juga, yang ini adalah Bik Ratna dan yang ini Bik Wati." David menunjuk satu persatu pelayan tersebut sembari menyebutkan namanya masing-masing.


"Selamat datang Nyonya," ujar kedua pelayan tersebut.


Keysha menunduk sembari mengembangkan senyumnya.


"Ya sudah, kalau begitu kalian boleh lanjut kerja lagi," titah David.


Ketiga orang tersebut pun menunduk dan kemudian berlalu dari hadapan David.


"Banyak sekali pelayan yang bekerja di rumah ini," gumam Keysha.

__ADS_1


"Selama aku tidak pulang, mereka lah yang merawat rumah ini. Jika tidak, bisa jadi rumah ini sudah sangat kotor dan berdebu," timpal David.


David membawa Keysha menuju ke kamar mereka yang berada di lantai atas. Keysha masih sama, melayangkan pandangannya mengitari setiap sudut.


Saat David membuka kamar, Keysha pun turut masuk. David membuka jendela kaca kamar tersebut. Sementara Keysha masih memeriksa ruangan dan melihat-melihat kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut.


"Tempat ini nyaman sekali," gumam Keysha. Baru saja ia menutup pintu kamar mandi, tiba-tiba tangan David melingkar sempurna di pinggangnya.


"Syukurlah jika kau menyukainya, aku takut kau tak akan suka tinggal di tempatku," ucap David.


Keysha membalikkan badannya, gadis itu mengalungkan kedua tangannya pada leher sang suami.


"Selagi itu bersamamu, aku akan merasa nyaman."


Keduanya tersenyum, David menyentuh puncak hidung Keysha dengan gemas.


"Kau tahu, aku sangat senang karena Tuhan akhirnya menjodohkanku denganmu. Aku selalu berdoa agar kau kembali ke sisiku lagi," ujar David sembari merapikan rambut sang istri dan menyelipkannya di belakang telinga.


"Aku juga tak pernah menyangka jika kita akan bersatu kembali. Ini serasa mimpi bagiku, jika memang benar ini adalah mimpi maka aku memilih untuk tetap tidur dan memimpikanmu," ucap Keysha.


David memajukan wajahnya dan mengecup bibir ranum milik sang istri. "Apakah ini hanya mimpi bagimu?" ujar David tersenyum nakal.


"Tidak, yang ini sangatlah nyata," timpal Keysha.


Keduanya pun terkekeh, David kembali mengecup bibir istrinya berkali-kali hingga membuat Keysha memukul dada bidang suaminya.


"Hentikan David!"


Melihat David yang tak berhenti saat itu juga, Keysha segera menggelitik suaminya itu. David yang merasa geli langsung menghentikan perbuatan nakalnya. Keysha pun terlepas dari pelukannya.


"Awas saja, aku akan membalasmu tanpa ampun," ujar David.


Keysha menjulurkan lidahnya untuk mengolok David. Pria itu pun langsung mengejar istrinya. Terdengar suara teriakan serta tawa yang memenuhi ruangan tersebut.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️❤️❤️

__ADS_1


Yang belum favorit, cuss favoritkan supaya dapat notifikasi update terbarunya~


__ADS_2