Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Sepucuk Surat


__ADS_3

Flashback On:


David baru saja hendak menaiki bus, akan tetapi ia mendengar seorang gadis meneriaki namanya membuat pria itu mengarahkan pandangan ke belakang. Dengan setengah berlarian gadis itu menghampiri David.


"Ini.." ujarnya sembari memberikan sebuah kotak.


David pun menerima kotak tersebut. Karena merasa penasaran, ia mencoba membukanya.


"Nanti saja!" sergah Indah.


"Bukalah saat kau sampai nanti." sambung gadis itu masih dengan napas yang tersengal.


"Baiklah, kalau begitu terima kasih Kak." ujar David mengembangkan senyumnya.


"Segeralah naik, supir tengah menunggumu." tukas Indah.


David pun kembali melambaikan tangannya pada Indah serta keluarga yang mengantarkan kepergiannya. Pria itu segera menempati bangku yang tertera di tiket. Mobil yang dinaiki oleh David pun melaju ke jalanan.


David memandang ke luar jendela sembari menikmati musik dengan earphone yang ia tanggalkan di telinganya. Pria itu teringat akan kotak yang diberikan oleh Indah tadi. Karena merasa sangat penasaran, ia pun mengambil kotak tersebut di saku jaketnya.


Dilihatnya isi dari kotak tersebut yang tak lain adalah sebuah jam tangan yang cukup mahal. Dari tampilannya pun terlihat sangat berkelas. David mengeluarkan jam tersebut dari kotaknya. Namun di bawah bantalan jam terdapat sebuah surat yang dilipat sangat kecil.


David mengambil surat tersebut. Ia meletakkan jam tangannya lagi pada kotaknya. Perlahan pria itu membuka surat itu.


David, tak ada hal yang istimewa dapat ku berikan padamu selain hadiah kecil ini. Ku harap kau akan menyukainya.


Lewat surat ini, ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan. Namun aku tak bisa mengucapkannya secara langsung. Akhir-akhir ini aku merasa sedikit gila, saat menatapmu jantungku tiba-tiba berdetak begitu cepat. Sebenarnya aku tidak seharusnya bersikap seperti ini karena kau adalah pria yang dicintai oleh sahabatku, akan tetapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku jatuh cinta padamu.


Aku tahu melupakannya butuh waktu yang amat panjang. Maka dari itu aku akan menunggu. Mari bertemu setelah cukup lama. Saat kau hendak keluar dari lingkaran masa lalumu bersamaku, pakailah jam ini.


Aku akan selalu menantikan saat itu.


Indah


"Kak Indah.." gumam pria itu.


David menatap surat tersebut dengan rasa tak percaya. Bagaimana bisa Kak Indah jatuh cinta padanya disaat hati pria itu telah dikuasai oleh Keysha.


Flashback Off:


"Nak Indah.." seru ibu David.


Indah pun mengarahkan pandangannya ke arah pasangan paruh baya yang ada di belakangnya. Ia pun menghampiri keduanya sembari mengembangkan senyum.

__ADS_1


"Om, Tante ..." ujar Indah yang kemudian meraih punggung tangan kedua orang tua David.


"Kamu tambah cantik saja."puji ibu David.


Indah menanggapi pujian tersebut dengan tersenyum.


"Apakah Kinan tidak hadir?" tanya Indah.


"Kak Kinan sudah mendapat pekerjaan jadi dia tidak bisa hadir." jelas David.


Indah pun mengangguk paham.


"Karena Indah baru datang, ayo berdiri sebentar di samping David. Om akan memotret kalian." ujar ayah David.


David pun lebih mendekatkan tubuhnya dengan Indah. Sementara gadis yang ada di sebelahnya merasa sedikit canggung dengan jarak yang sedekat ini.


"Tersenyumlah." bisik David.


Indah pun menuruti ucapan pria itu, keduanya tampak tersenyum sembari memandang ke arah kamera.


...


Icha menatap segerombolan bodyguard dengan bingung. Namun wanita itu juga takut jika ia dan anaknya akan disakiti. Saat mengetahui berita tentang penangkapan Ardi secara diam-diam, Icha mengurung diri di kamarnya. Wanita itu memeluk erat anaknya sembari menatap ke arah pintu.


"Tenang Nak, tidak akan terjadi apa-apa. Papa akan menyelamatkan kita." ujar Icha namun tak bisa dipungkiri saat ini wanita itu sama ketakutannya.


"Mama kenapa kita selalu bersembunyi. Varo juga ingin bermain dengan leluasa."ucapan dari Varo membuat Icha membeku.


Seketika rasa sesak memenuhi rongga dadanya. Varo sudah mulai mendewasa dengan berucap demikian. Akan tetapi nasib mereka belum juga berubah.


"Setelah ini aku akan menuntut kebebasan dari papamu, Nak. Ibu juga lelah hidup seperti ini." ujar Icha dalam hati.


...****************...


Keysha tengah asyik menonton televisi sembari menikmati camilan yang ada di tangannya. Meja yang ada di hadapannya sudah dipenuhi oleh sampah-sampah bekas camilan yang ia makan sedari tadi.


Riko baru saja hendak menuju ke dapur. Pria itu melihat sampah yang berserakan di hadapan Nyonya-nya itu. Ia pun mengurungkan niatnya dan kemudian menghampiri Keysha. Pria itu mengambil sampah-sampah yang ada di atas meja.


Keysha yang tengah berbaring di sofa. Saat mengetahui bahwa Riko berjalan ke arahnya, gadis itu dengan cepat mengubah posisinya menjadi duduk.


"Biar aku saja." ucap Keysha.


"Tidak apa-apa Nyonya, Anda tidak akan merasa nyaman jika berbaring dengan tumpukan sampah seperti ini." ujar Riko yang terasa sedikit menyindir.

__ADS_1


Semenjak kehamilannya, Keysha menjadi sangat malas. Yang ia tahu hanyalah tidur dan makan saja. Jika biasanya ia sering pergi ke ruang buku, atau bermain musik. Namun akhir-akhir ini ia lebih memilih rebahan ketimbang melakukan aktivitas biasanya.


"Nyonya maaf jika perkataan saya agak kurang mengenakkan." ujar Riko yang melihat Keysha terdiam.


"Tidak apa-apa." timpal Keysha singkat.


"Tapi bolehkah sekali lagi saya memberi masukan untuk Nyonya? jika Anda keberatan saya tidak akan mengatakannya." ujar Riko.


"Apa?"


"Disini hanya saya yang tahu tentang kehamilan Nyonya, alangkah lebih baik jika Nyonya lebih banyak bergerak. Maksud saya seperti melakukan aktivitas seperti biasanya, namun bukan aktivitas yang cepat membuat Anda lelah. Supaya bayi Anda dan Anda sendiri sehat. Maaf Nyonya jika ucapan saya terlalu kasar." ujar jelas Riko.


"Baiklah, mulai besok aku akan menerapkan pola hidup sehat seperti yang kau maksud. Tapi untuk hari ini, biarkan aku seperti ini." ucap Keysha sembari terkekeh.


"Oh ya, kapan Kevin akan pulang? aku mencoba meneleponnya namun panggilanku tak pernah di respon. Sepertinya dia benar-benar sibuk." ujar Keysha.


"Setahu saya Tuan masih sibuk dengan urusan bisnis Nyonya." penjelasan dari Riko hanya ditanggapi oleh Keysha dengan sebuah anggukan kecil.


Riko pun menundukkan kepalanya dan kemudian berlalu dari hadapan Keysha. Sementara gadis itu melanjutkan menikmati camilannya sembari menonton drama yang ada di televisi.


...


Riko berjalan ke belakang sembari membuang sampah yang ada di tangannya. Ia menghembuskan napasnya dengan kasar. Entah bagaimana lagi ia harus menjelaskan semuanya. Apalagi saat ini Keysha dalam kondisi hamil muda.


Perhatian Riko teralihkan oleh ponsel yang ada disakunya. Benda pipih itu bergetar, dengan cepat ia pun menjawab panggilan tersebut.


"Bos, saya ingin menyampaikan informasi penting." ujar suara dari seberang telepon. Tentunya itu adalah mata-mata untuk mengawasi Icha.


"Katakanlah" ujar Riko.


DOR...


Sebuah tembakan pun tampak terdengar jelas dari seberang telepon. Riko membelalakan matanya saat mendengar hal tersebut.


Ia panik sembari memanggil penelepon tadi, namun tak mendapatkan respon sama sekali. Setelah tembakan tersebut suara menjadi hening seketika. Seorang pria melangkahi pria yang baru saja terkena tembakan oleh anak buahnya tadi.


Pandangannya tertuju pada ponsel yang masih terhubung. Ia pun menempelkan benda pipih tersebut di telinganya.


"Dia baru saja kehilangan nyawanya." ucap suara berat pria itu.


Riko pun terkejut saat mengenali suara yang tak asing lagi baginya.


"Tuan Besar..." gumam Riko.

__ADS_1


__ADS_2