Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Gagal


__ADS_3

Kevin tengah menunggu di luar bersama dengan Ruslan serta Icha. Setelah mendapatkan kabar tentang kecelakaan yang menimpa Keysha, mereka segera bergegas menuju ke rumah sakit.


Ruslan menatap ke sebuah ruangan dimana telah terbujur tubuh anak tirinya yang sudah kaku. Entah mengapa ada rasa kehilangan dalam dirinya saat mengetahui bahwa Ardi telah tiada.


Setetes bening mengalir di pipi keriputnya. Dengan cepat Ruslan menghapus air mata tersebut hingga tak berjejak. Ia tak membunuh Ardi secara langsung akan tetapi tangannya merasa kotor karena telah menghancurkan mental pria itu.


Disaat Kevin tak menuruti ucapannya, Ardi lah yang berada disampingnya dan memberi dukungan padanya. Akan tetapi semuanya hancur seketika saat amarah tengah menyelimuti dirinya. Pria itu tak mampu menjaga lisannya.


Meskipun Kevin terlihat lemah, akan tetapi dari segi mental anak kandungnya itu sudah kebal mendengar ucapan kasar dari Ruslan. Beda halnya dengan Ardi.


....


Sementara Kevin, pria itu masih berada di depan ruang UGD menunggu dokter yang tengah menangani Keysha. Icha dan Varo kini tengah bersamanya.


"Ma.. Tante kenapa di dalam sana?" tanya Varo dengan polosnya.


"Tante sedang sakit, Nak." timpal Icha.


"Papa kenapa nangis?" tanyanya lagi sembari menatap ke arah Kevin.


Mendengar hal tersebut, Kevin langsung mengarahkan pandangannya pada anaknya. Pria itu menghampiri Varo dan lekas memeluknya.


"Papa sedih ya Tante Keysha sakit?" ucap bocah kecil tersebut.


Kevin menimpalinya dengan sebuah anggukan kecil. Varo menghapus air mata ayahnya itu. Sementara Icha hanya menyaksikan adegan keduanya. Sejak tadi wanita itu tak mengatakan hal apapun pada Kevin.


Icha sadar, akar permasalahan dari semua ini adalah dirinya. Andaikan saja saat itu ia menolak kesepakatan dengan ayah mertuanya itu dan membicarakan keluh kesahnya secara baik-baik pada Kevin, mungkin keadaanya tidak akan terlalu buruk.


Tak lama kemudian pintu ruang UGD terbuka, dengan cepat Kevin menghampiri dokter untuk menanyakan kabar istrinya itu.


"Dok.. bagaimana keadaan istri saya?" tanya Kevin panik.


Dari raut wajah sang dokter, sudah terlihat sangat jelas bahwa kondisi Keysha saat ini sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, Pak. Pasien saat ini masih dalam kondisi kritis, sementara bayinya tidak berhasil kami selamatkan." tutur dokter tersebut.


Kevin luruh ke lantai. Belum sempat ia menyapa darah daging yang ada di rahim istrinya, namun kini ia mendapatkan kenyataan pahit bahwa ia harus merelakan anaknya.


Icha menutup mulutnya, pandangannya mengabur dan tubuhnya bergetar. Ia tidak tahu jika Keysha saat ini tengah mengandung. Kini rasa bersalah yang menyelimuti dirinya semakin besar.


"Maafkan aku, ini semua salahku." ujar Icha berjongkok tepat dihadapan suaminya.


"Aku terlalu egois tanpa sadar aku telah menghilangkan nyawa seseorang." berucap sembari tersedu.


Kevin menatap wajah Icha dan membingkainya. Pria itu hanya menggelengkan kepalanya tanpa berucap. Lidahnya sudah terasa kelu. Ini semua bukanlah salah siapa pun melainkan murni kesalahan dari Kevin. Pria inilah yang telah mematahkan hati dua wanita sekaligus. Kevin sempat berpikir bagaimana menyampaikan semuanya dengan Keysha secara baik-baik, namun semakin dijalani membuat ia semakin lupa diri dan selalu menunda untuk berkata jujur.


Kevin berusaha berdiri. Pria itu memasuki ruangan dimana Keysha tengah dirawat. Keysha tengah terbaring lemah dengan beberapa alat medis yang menopang hidupnya.


Kevin meraih tangan Keysha, beberapa kali ia mengecup punggung tangan gadis itu sembari berucap kata maaf. Meskipun beribu kali ia mengucapkannya namun tak bisa mengembalikan keadaan seperti semula lagi.


Setelah cukup lama berada di sisi istrinya, kini Kevin berjalan untuk menengok saudara tirinya. Ruslan masih berada disana sembari menatap Ardi. Mata papanya itu merah akibat menangisi kepergian saudara tirinya itu.


"Apakah papa sudah memberitahukan ini padanya?" tanya Kevin yang membahas tentang ibu tirinya.


"Kau juga harus memberitahukan tentang istrimu pada mertuamu." ujar Ruslan.


Kevin menganggukkan kepalanya. Ia berjalan keluar dan kemudian mencari kontak Danu. Entah bagaimana nantinya Kevin akan menjelaskan semua ini pada mertuanya nanti.


....


Kirana terkejut saat mendapati kabar bahwa saat ini anak semata wayangnya mengalami kecelakaan. Ponsel yang ada di genggamannya langsung terlepas begitu saja. Air matanya mengalir deras.


Tak lama kemudian, Danu pulang dengan keadaan yang berantakan. Sejak bisnisnya hancur, pria itu sangat stress. Ia pun sering pulang dalam keadaan mabuk. Dan malam ini, Kirana kembali mendapati keadaan suaminya dalam kondisi yang serupa.


Melihat hal tersebut membuat Kirana jengah. Wanita itu langsung melemparkan benda yang ada di sekitarnya ke arah suaminya bertubi-tubi hingga membuat Danu beberapa kali mengumpat.


"Kau memang pria tak berguna! Kau hanya sibuk dengan duniamu saja!" teriak Kirana disela tangisnya.

__ADS_1


Mendengar kegaduhan tersebut, membuat Bik Asih terkejut. Ia berusaha menghampiri Nyonya-nya itu agar tak tersulut emosi karena saat ini Tuannya dalam keadaan mabuk.


"Lepaskan Bik! Aku ingin memecahkan kepalanya agar segera sadar dari kegilaannya." tukas Kirana.


Danu tertawa keras sembari meracau tak jelas.


Kirana langsung mendekati suaminya dan kemudian memberikan tamparan keras pada Danu.


"Setelah pernikahan Keysha, kau bahkan tidak menanyakan kabarnya sedikitpun." ketus Kirana.


"Untuk apa? Dia sudah bahagia menjadi istri dari seorang pengusaha kaya raya. Dia pasti baik-baik saja." timpal Danu yang sedikit oleng.


"Kau sosok ayah yang jahat! Kau tidak tahu sekarang Keysha berada di rumah sakit sedang kritis, sedangkan Kau masih sempat bersenang-senang." ujar Kirana memukul dada Danu bertubi-tubi.


Bik Asih langsung terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Nyonya-nya. Sementara Danu masih sempat cengengesan mendengar ucapan istrinya itu, antara percaya dan tidak. Melihat hal tersebut membuat Kirana naik pitam. Untuk menyadarkan suaminya, ia mengambil akuarium kecil yang ada di meja dan kemudian menyiramkan airnya pada Danu.


"Kau pikir ini lucu? Hah?! Aku bahkan menuruti semua ucapanmu dengan tidak memberikan perhatian yang terlalu berlebihan pada putriku sendiri. Aku menahan perih di hatiku saat kau selalu memarahinya, kau bertingkah seolah semua ini demi Keysha, tanpa kau sadari sejauh ini kau hanya memperalatnya demi kepentinganmu sendiri!! Dia putrimu! saat ini tengah bertahan antara hidup dan mati!." seru Kirana panjang lebar.


Danu tertunduk, mungkin karena ia sudah mulai sadar dari mabuknya.


"Kau.." tunjuk Karina, kalimatnya sempat terhenti karena sesegukan.


"Kau bukan hanya gagal menjadi seorang ayah, akan tetapi kau juga gagal menjadi seorang suami yang baik."


Setelah melontarkan kalimat tersebut, Kirana langsung berlalu dari hadapan suaminya. Danu menatap punggung istrinya yang semakin menjauh. Pria itu mendongakkan wajahnya agar menahan air matanya untuk tidak tumpah.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejaknya ❤️


Klik favorit supaya dapat notifikasi update nya


__ADS_2