Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Jalan-jalan


__ADS_3

Pagi hari pun menyapa kedua manusia yang masih memejamkan matanya. Perlahan Keysha membuka mata saat sinar mentari menerpa wajahnya masuk melalui celah jendela.


Hal pertama kali yang Keysha lihat saat membuka matanya yaitu wajah tampan suaminya yang masih terlelap dalam tidurnya. Keysha menatap wajah David cukup lama, ia pun mendaratkan sebuah kecupan singkat di wajah sang suami.


Keysha bangkit dari pembaringannya. Gadis itu merenggangkan tubuhnya sembari menguap. Ia beranjak dari tempat tidur dan kemudian menatap ke arah jendela kaca.


"Bukan hanya malam saja, suasana pagi hari pun sangat indah," gumam Keysha. Gadis itu membuka jendela kaca dan kemudian menghirup rakus oksigen di pagi hari.


Keysha mengambil ponselnya di atas nakas. Gadis itu mengambil potret penampakan di luar hotel tersebut. Ia juga berselfie dengan berbagai gaya. Dan mengirimkan beberapa hasil potretnya itu ke Indah.


Di lain tempat, Indah yang baru saja melihat-lihat pengunjung di restonya. Tiba-tiba notifikasi pesan di ponselnya berbunyi. Indah pun mengeluarkan benda tersebut dari saku celananya.


Dilihatnya gambar tersebut yang dibubuhkan dengan tulisan teks 'Langit Zurich, Swiss di pagi hari'


"Waw!!" mata Indah membelalak seketika. Ia mengamati beberapa gambar yang dikirim oleh Keysha.


Gadis itu langsung menghubungi kontak Keysha.


"Wih gila! Kalian lagi honeymoon?" tanya Indah dengan antusias saat panggilannya tersambung.


"Iya," timpal Keysha singkat.


"Keren! Aku jadi iri," ujar Indah.


"Kalau begitu, lekaslah menikah!" tukas Keysha.


"Hentikan desakan konyolmu itu, Keysha!" geram Indah.


"Kau terlihat cocok saat bersama dengan Dimas." Keysha terkekeh setelah berucap demikian.


"Terserah kau saja!" ketus Indah.


David bergeser dari tempat tidurnya. Ia meraba di samping yang sudah tak menemukan keberadaan istrinya.


Tak lama kemudian, pria tersebut mendengar suara gelak tawa dari arah jendela. Dilihatnya Keysha yang tengah berdiri di jendela kaca sembari berjemur dengan menghadap ke sinar matahari langsung.


David menatap istrinya yang bak siluet karena pantulan sinar mentari. Pria itu memasang senyumnya saat Keysha menatap ke arahnya.


"Sampai di sini dulu ya, Kak." Keysha langsung meletakkan ponselnya dan kemudian berjalan menghampiri David.


"Selamat pagi, Istriku." David langsung menarik tangan Keysha hingga pria tersebut jatuh tepat di dada bidang miliknya.


"Pagi juga, Suamiku." Keysha membalasnya seraya menarik segaris senyuman di bibirnya.


"Apa kau sudah membuat pilihan tentang tempat yang akan kita kunjungi hari ini?" tanya David.

__ADS_1


"Aku tidak bisa memilih salah satu diantaranya. Semua tempat ingin aku kunjungi," ujar Keysha sembari mengerucutkan bibirnya.


David menjadi gemas dengan tingkah manja Keysha. Pria itu pun langsung mengecup bibir sang istri sekilas.


"Kau nakal!" ucap Keysha sembari memberikan pukulan di dada bidang David.


"Aku tidak tahan melihatmu yang semakin menggemaskan," ujar David sembari mengelus puncak hidung suaminya.


"Aku akan mandi dulu," ucap Keysha beranjak pergi. Namun, tak lama kemudian David pun menyusul istrinya untuk masuk ke dalam kamar mandi.


"Kenapa kau ada di sini!" pekik Keysha.


"Akan lebih baik jika kita mandi bersama. Selain menghemat waktu, kita juga bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan," goda David.


"Dasar mesum!"


"Tapi kau menyukainya,"


Kali ini Keysha pun kalah telak. Ia membiarkan sang suami untuk melakukan apapun sesuka hatinya.


....


Setelah melakukan ritual panjang di dalam kamar mandi, keduanya kini sudah rapi hendak naik ke lantai 5 untuk menikmati sarapan. Hotel tersebut memiliki fasilitas yang lengkap. Selain resto, di gedung tersebut juga terdapat bar yang letaknya juga di lantai 5.


"Sudah siap?" tanya David.


Keysha mengangguk.


Keduanya pun langsung keluar dari kamar untuk menuju ke lantai 5, menikmati sarapan sebelum melakukan aktivitas di luar.


Lift mengantar keduanya ke lantai 5. Di tempat tersebut cukup ramai. Resto yang lokasinya bersebelahan dengan bar. David berjalan menggandeng tangan sang istri saat melihat Keysha yang sudah tertinggal langkah cukup jauh. Keduanya pun memilih salah satu tempat duduk yang ada di resto tersebut.


Tak lama kemudian, datang seorang pelayan membawa buku menu.


"Sayang, kau ingin makan apa?" tanya David.


"Apa saja."


David pun menyebutkan menu yang ia pilih pada pelayan tersebut.


Selang beberapa lama menunggu, pelayan tersebut pun datang dengan membawa hidangan yang David pesan tadi. Pelayan tersebut tersenyum ramah sembari meletakkan hidangan tersebut di atas meja.


Setelah pelayan itu berlalu, Keysha pun menatap makanan yang ada di hadapannya dengan seksama.


"Apa nama makanan ini?" tanya Keysha.

__ADS_1


David tersenyum. "Namanya zurcher geschnetzeltes, ini adalah salah satu makanan khas Swiss. Bahan utamanya adalah daging sapi yang dipotong tipis-tipis yang dimasak dalam saus krim dan dicampur dengan jamur " jelas David.


"Nama makanannya sedikit rumit," ujar Keysha terkekeh.


"Kau tahu cara membuatnya?" tanya Keysha lagi.


David mengangguk. "Aku belajar dari salah satu koki yang bekerja di restoku. Dia cukup memahami berbagai masakan."


Keduanya pun menyudahi pembicaraan mereka dan segera menyantap hidangan yang ada di hadapan masing-masing.


....


Setelah menyelesaikan sarapan, David mengajak Keysha keluar dari hotel tersebut untuk mengunjungi beberapa tempat yang lokasinya tak jauh dari penginapan mereka.


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit menggunakan taksi, kini mereka berada di Zoo Zurich yang tak lain adalah kebun bintang yang terletak Zurich yang di anggap kebun bintang terbaik dan kebun bintang ini merupakan kebun binatang tertua ketiga di Swiss.


Keysha tampak asyik memberi makan jerapah dari luar pagar pembatas. Sesekali gadis tersebut melemparkan senyum seraya mengusap kepala jerapah yang tengah menunduk ke arahnya untuk mengambil makanan yang Keysha berikan.


"Sayang, ayo kita ambil beberapa gambar untuk kenang-kenangan," ujar Keysha dengan antusias.


David pun mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponselnya.


"Ayo, kau juga ikut berfoto denganku." Keysha menarik tangan David. Gadis itu meminta pada salah satu orang yang ada di sana untuk mengambil gambar mereka berdua. Keysha dan David pun langsung memasang senyum terbaiknya.


Setelah cukup lama berada di kebun binatang, kini keduanya mengunjungi salah satu gedung opera terletak di Kota Tua tepatnya di tepi danau Zurich. Keysha dan David juga mengabadikan beberapa momen tepat di depan bangunan yang indah itu.


Pria itu mengajak sang istri untuk masuk ke dalam karena kebetulan pada saat itu David sudah memesan tiket untuk menyaksikan langsung pertunjukan Opera dengan balet tersebut.


Setelah cukup lama berkeliling, hari pun sudah mulai malam. Keduanya memutuskan untuk kembali ke hotel dan melanjutkan perjalanannya esok hari.


.


.


.


Bersambung....




Jangan lupa untuk memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ♥️♥️♥️


Yang belum favorit, yuk di favoritkan supaya dapat notifikasi update terbarunya~

__ADS_1


__ADS_2