Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Menyerah


__ADS_3

Malam ini Kevin pergi sendirian menuju alamat yang dikirimkan oleh Ardi sore tadi. Rasa khawatir serta rindu berpadu menjadi satu.


Kevin memberhentikan mobilnya tepat di depan sebuah rumah yang cukup besar. Pria itu mulai melangkah memasuki tempat tersebut. Terlihat beberapa penjaga yang berada di sekitar rumah. Tak lama kemudian Ardi pun muncul dari ambang pintu.


"Wah aku tidak menyangka jika kau bergerak dengan begitu cepat." ujar Ardi sembari mengembangkan senyum penuh kemenangan.


"Dimana mereka?" tanya Kevin yang tak ingin banyak berbasa-basi.


"Mereka? oh anak dan istrimu itu. Sepertinya mereka sedang tidak berada disini." tukas Ardi.


Kevin menatap saudara tirinya itu dengan tajam. Pria itu pun melangkah mendekati Ardi dan kemudian menarik kerah bajunya. Sontak beberapa penjaga langsung dengan sigap menghentikan aksi Kevin tersebut.


"Jangan mempermainkan ku, aku tidak akan segan-segan membunuhmu!" seru Kevin yang diselimuti emosi yang kian berkobar.


Ardi terkekeh melihat sikap yang ditunjukkan oleh Kevin barusan.


"Papa..."


Tiba-tiba suara Varo serasa menggema di telinga Kevin. Pria itu pun mengucilkan pegangannya pada kerah baju milik Ardi.


Mata Kevin berkaca-kaca melihat anak dan istrinya yang saat ini tengah melihat ke arahnya.


"Lepaskan dia!" perintah Ardi pada penjaga yang saat ini tengah mencekal lengan Kevin.


Varo berlari menghampiri Kevin dan kemudian berhambur ke pelukannya. Sementara Icha menatap suaminya dengan sendu. Gadis itu pun melangkahkan kakinya untuk menyusul anaknya yang kini tengah memeluk Kevin.


Hati Kevin hancur berkeping-keping. Kali ini ia akan benar-benar menyerah. Melihat anaknya sesegukkan memeluk dirinya. Matanya juga melirik sang istri yang kini ikut berjongkok sembari memeluk Kevin.


Tangis ketiga itu pecah. Ardi memalingkan wajahnya sejenak, ia tak ingin menatap ketiga orang tersebut yang pada akhirnya akan membuat pria itu menggagalkan rencananya.


"Papa kemana saja? Varo merindukan Papa." ucap anak kecil yang saat ini usianya hampir menginjak empat tahun.


"Maafkan Papa, Nak. Maafkan Papa." ujar Kevin sembari mengeratkan pelukannya.


Kevin bisa bernafas dengan lega setelah melihat kedua orang yang penting dalam hidupnya. Mereka adalah orang yang harus Kevin lindungi akan tetapi ia telah gagal melindungi anak istrinya.


"Segera urus semuanya jika kau ingin mereka kembali padamu." tukas Ardi yang pergi meninggalkan Kevin begitu saja.

__ADS_1


Kevin mengacuhkan perkataan Ardi. Ia lebih memilih untuk memusatkan pandangan serta pikirannya pada dua orang yang berharga bagi dirinya.


"Bertahanlah sejenak disini, setelah ini aku akan pulang ke rumah utama untuk menyelesaikan semuanya." ujar Kevin mengecup kening istri dan anaknya secara bergantian.


...****************...


Keesokan harinya, Keysha menyambut kepulangan Kevin dengan wajah yang sumringah. Gadis itu dengan cepat mengambil tas kerja suaminya. Kevin meletakkan bokongnya di sofa, sementara Keysha bergegas ke belakang untuk mengambilkan suaminya itu segelas air.


"Minumlah dulu." ujar Keysha sembari memberikan gelas tersebut.


"Terima kasih." ucap Kevin meraih gelas dari tangan istrinya.


"Lihatlah kantung matamu, kau sungguh bekerja keras akhir-akhir ini." tukas Keysha.


Kevin hanya terdiam, sebenarnya bukan hanya urusan kantor saja melainkan saat ini dirinya tengah mengurus beberapa hal untuk mengambil anak istrinya kembali ke sisinya.


"Aku akan pulang ke Indonesia untuk menemui papa selama beberapa hari. Setelah itu ada hal yang ingin aku bicarakan padamu." ujar Kevin.


"Apa? kenapa tidak sekarang saja?" tanya Keysha.


Tak lama kemudian, pria itu pun beranjak dari tempat duduknya.


"Aku mau istirahat, kau tidurlah." ujar Kevin melangkah pergi meninggalkan Keysha.


"Kenapa moodnya selalu berubah-ubah." gumam Keysha sembari menatap punggung Kevin.


Di dalam kamar, Kevin merebahkan dirinya di atas kasur. Pikirannya kalut teringat akan wajah dua orang yang sangat berharga baginya. Kevin mengambil ponselnya dan kemudian mengetikkan sebuah pesan singkat.


.....


Riko tengah berada di dapur membuat secangkir kopi untuk dirinya sendiri. Setelah selesai melakukan hal tersebut, ia pun membawa kopi itu ke kamarnya. Ia membutuhkan kopi untuk menghilangkan rasa kantuknya. Ada beberapa tugas kantor yang belum terselesaikan dan pria itu hendak menyelesaikannya malam ini juga.


Tak lama kemudian, ponselnya bergetar. Dilihatnya sebuah pesan singkat dari bosnya.


Atur keberangkatan ku ke Indonesia besok


Riko mengernyitkan dahinya saat membaca kalimat yang dikirimkan oleh Kevin.

__ADS_1


"Dia benar-benar akan menyerahkan semuanya." gumam Riko yang kembali meletakkan ponselnya.


....


Keesokan harinya, Kevin sudah bersiap dengan menarik koper yang ada di tangannya. Kevin berpamitan dengan Keysha dan menyuruh gadis itu untuk tetap di rumah selama ia masih berada di Indonesia. Keysha pun menuruti hal tersebut.


"Kalau begitu aku berangkat dulu, kau jangan tidur terlalu larut. Jika bosan, kau bisa bermain musik di ruangan baca. Lihat ruangan disebelah penyimpanan anggur yang kau temukan waktu itu. Aku sudah mengubah ruangan tersebut kedap suara. Jadi, jika kau berteriak menggunakan mikrofon, semua orang tidak akan mendengarnya." tutur Kevin.


"Baiklah, terima kasih karena sudah mengerti diriku." ujar Keysha terkekeh.


Kevin mengusap puncak kepala gadis itu, dan sesaat kemudian ia pun masuk ke dalam mobil yang pintunya telah dibuka oleh Riko. Setelah memastikan tuannya itu masuk, Riko segera menuju ke kursi kemudi. Pria itu melajukan mobil tersebut ke jalanan. Sementara Keysha melambaikan tangannya menatap mobil yang mulai menjauh.


Gadis itu segera bergegas mengecek ruangan yang dimaksudkan Kevin tadi. Ia menuju ke ruang baca, setelah itu ia melewati ruang tempat penyimpanan anggur. Dimana tempat inilah awal mula Keysha mengecap minuman beralkohol tersebut.


Ia melirik ke sebuah pintu yang ada di ruangan tersebut. Keysha pun mendorong pintu itu. Dilihatnya disana sudah ada gitar lengkap dengan mikrofon. Ruangan tersebut di setel bak panggung tempatnya bernyanyi di cafe dulu.


Keysha segera memasuki ruangan tersebut. Ia duduk sembari memegang gitar yang ada di tangannya. Gadis itu memetikkan senar gitar dan kemudian tersenyum.


"Terima kasih Kevin karena kau telah menyiapkan semuanya." gumam Keysha tersenyum bahagia.


....


Di bandara, Kevin menyampaikan beberapa pesan untuk Riko. Asistennya itu tidak akan ikut bersamanya. Karena pria itu memiliki tugas khusus yang mengharuskan dirinya untuk tetap berada di sini.


"Awasi pergerakan Ardi, dan sesekali kau cek bagaimana keadaan Icha dan Varo." titah Kevin.


"Baik, Tuan." sahut Riko dengan tegas.


"Aku juga menitipkan Keysha padamu. Tolong awasi dia untuk tetap berada di rumah. Jangan biarkan dia kemana pun. Aku takut jika nantinya Ardi juga akan mengusik Keysha." ujar Kevin.


"Siap Tuan." ujar Riko.


"Apakah Tuan benar-benar menyerahkan semuanya?" tanya Riko.


Kevin menghembuskan napasnya dengan kasar sebelum menjawab pertanyaan dari asistennya itu.


"Iya, aku menyerahkan semuanya karena aku sudah kalah." sahut Kevin.

__ADS_1


__ADS_2