
Baru saja ia hendak kembali menuju ke mobilnya, namun tiba-tiba saja ia di kejutkan dengan keberadaan seseorang yang sudah berdiri memperhatikannya sedari tadi.
"Sedang apa kau disini?"
Danu tengah berdiri di dekat mobil milik David. Tak lama kemudian, Kirana pun keluar dari mobilnya saat melihat suaminya tengah berbincang dengan seorang pemuda.
"Ada apa ini?" tanya Kirana.
Kirana melirik pria berambut gondrong tersebut. Saat melihat wajahnya, Kirana merasa pernah melihat pria itu akan tetapi wanita itu lupa dimana ia pernah melihatnya.
"Masuklah ke dalam!" ujar Danu pada Kirana.
Melihat raut wajah suaminya yang serius, Kirana pun menurutinya. Ia langsung kembali memasuki mobilnya dan memarkirkan mobil tersebut tepat di depan rumahnya.
"Aku ingin bicara denganmu, sebaiknya jangan disini," ucap Danu pada David.
Keduanya segera memasuki mobil David dan memilih tempat untuk membicarakan sesuatu yang dimaksudkan oleh Danu.
.....
David membawa Danu ke resto miliknya. David memanggil salah satu pelayan, memesan minuman serta makanan untuk Danu.
"Kau tidak perlu repot-repot, aku tidak akan lama," ujar Danu.
"Sebaiknya berbicara sembari memakan sesuatu, kebetulan aku juga merasa lapar," pungkas David.
Keduanya cukup lama terdiam. Masing-masing dari mereka tak ada satu pun yang membuka pembicaraan. Saat Danu hendak berbicara, David langsung mencegahnya karena lebih baik makan dulu setelah itu baru menyampaikan apa yang ingin disampaikan oleh pria tua tersebut.
Tak lama kemudian, hidangan pun tiba. David segera menyantap makanannya. Danu sesekali melihat pria yang ada di hadapannya itu dan ikut menyantap hidangan yang ada di depannya.
Setelah menghabiskan makanannya, David mempersilahkan untuk Danu berbicara.
"Apa tujuanmu mendekati anakku lagi?" tanya Danu.
"Apakah aku harus mempunyai tujuan?" David balik bertanya.
"Aku tidak suka berbasa-basi!" ujar Danu.
__ADS_1
"Jika kau mendekatinya hanya untuk mempermainkan anakku, maka sebaiknya tidak usah memberikan harapan padanya sama sekali." sambung pria itu.
David menaikkan alisnya sebelah, entah mengapa ia menemukan sedikit kejanggalan pada kalimat yang baru saja di lontarkan oleh lawan bicaranya.
"Mendekatinya? Harapan? Apa maksudnya? Bukankah seharusnya Pak Danu menyuruhku menjauhi putrimu karena dia sudah memiliki suami," telisik David.
Pak Danu menghela napasnya berat. Mungkin pria yang ada dihadapannya ini benar-benar tak mengetahui apapun tentang Keysha.
"Keysha sudah lama bercerai," ujar Danu.
David terkejut akan berita yang baru saja di dengarnya. Ia pun kembali mengingat kejadian siang tadi, di mana ia tak menemukan satu pun foto pernikahan Keysha terpajang di dalam rumah tersebut.
"Kau tahu, Keysha kehilangan penglihatannya karena kecelakaan setelah mendengar bahwa suaminya memiliki wanita lain. Tak hanya sampai disitu saja, bahkan anakku kehilangan janin yang ada di dalam rahimnya karena kejadian tersebut."
DEGGG...
Setelah mendengar penjelasan dari Danu, David merasa lemas. Ia senang mendengar bahwa Keysha saat ini bukan milik siapa pun, akan tetapi saat mengetahui bahwa Keysha pernah mengandung seorang anak, membuat David merasa sakit.
Perasaannya saat ini tak bisa di jabarkan. Ia merasa bersyukur sekaligus sakit hati. Akan tetapi saat mendengar semua yang telah di lalui Keysha, kehidupan gadis itu benar-benar berat.
"Putriku, ia setuju menikah dengan pria yang ku pilihkan untuknya. Semua itu demi dirimu, demi cita-cita yang ingin kau gapai," sambungnya lagi.
Mendengar penjelasan tersebut membuat jantung David berdetak lebih kencang, matanya memerah di penuhi oleh amarah, namun pria itu mencoba menahannya dengan mengepalkan tangannya.
"Apakah Pak Danu akan merestuiku jika aku memintanya mulai saat ini?" ucapan itu terlontar begitu saja dari mulut David. Sungguh pria yang ada dihadapannya saat ini menganggap bahwa David tak memiliki harga diri pada saat itu.
David mengingat jelas saat ia baru saja mengetahui bahwa Danu adalah ayah Keysha pada saat itu. Pria itu mengembalikan uang yang telah dikeluarkan oleh yayasan Danu atas semua biaya kuliahnya.
David sempat membenci Keysha mati-matian kala itu. Pria itu bahkan memaki-maki gadis tersebut karena merasa di permainkan, Keysha memilih bersama dengan seorang pria kaya serta menyembunyikan identitasnya bahwa ia adalah putri dari Pak Danu.
"Mengapa diam saja? Aku tidak seperti dulu yang kau kenal miskin dan menjijikan. Aku sudah memiliki usaha, dan ini.... restoran ini, aku mendirikannya dari nol. Hasil jerih payahku sendiri!" David menggebrak meja, emosinya berada di puncaknya dan ia tak dapat menahannya lagi. Tak ada orang lain yang melihat atau pun mendengar keributan tersebut karena mereka berada di dalam ruangan tertutup.
"Apakah kau akan merestuiku sekarang?"tanya David dengan suara bergetar.
"Aku akan merestuimu jika kau benar-benar menyayangi Keysha dengan tulus. Bukan karena apa yang telah kau capai," tutur Danu.
"Aku menyadari kebodohan ku dulu, maafkan aku,"lirihnya pelan.
__ADS_1
David membuang muka, luka sewaktu sangat membekas dihatinya. Di tambah lagi dengan pernyataan Danu yang baru saja ia dengar.
"Jika sudah selesai, aku akan mengantarkan pulang."
David segera keluar dari tempat tersebut. Derap langkah kakinya begitu cepat, sungguh ini sangat menyesalkan baginya. Rahangnya mengeras tangannya masih dalam keadaan terkepal.
Danu menyusul langkah David, ia memasuki mobil yang dikendarai David. Di perjalanan David tak berucap apapun. Ia terlalu kesal mendapati kenyataan yang di dengarnya tadi.
Keduanya pun sampai di kediaman Danu. Dari dalam mobil, ia dapat melihat Keysha yang saat ini tengah duduk sendirian sembari menatap langit malam.
"Apakah matanya bisa disembuhkan?" tanya David tiba-tiba.
"Bisa, akan tetapi dengan cara menerima pendonor mata. Saat itu sudah ada pendonor, namun Keysha menolaknya. Dengan alasan bahwa ia tak pantas menerimanya, ia terlalu malu untuk menatap dunia lagi," pandangan David tak teralihkan dari gadis tersebut.
"Terima kasih karena sudah mengantarku pulang, untuk kejadian yang lalu, aku harap kau dapat memaafkan ku. Jangan membalaskan semua itu dengan menyakiti hati putriku, karena dia adalah gadis yang malang," tutur Danu yang kemudian turun dari mobil David.
"Maafkan aku karena telah salah menilaimu, Keysha." lirih David.
.
.
.
Bersambung...
🙋♀️: Thor up lagi dong, kasih visualnya soalnya kangen liat visual mereka.
✍️: Boleh, cuss di intip ♥️♥️♥️
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejaknya berupa like, komen, serta votenya♥️♥️♥️♥️
Yang belum tekan favorit, yuk di klik biar pas update langsung dapet notifnya~
__ADS_1