
Bik Asih menuntun Keysha untuk keluar dari resto. Bik Asih membuka tasnya lalu mengambil sapu tangan yang ada di dalam tas tersebut.
"Kenapa Non Keysha jadi kotor begini, maafin bibi ya Non karena sudah lalai menjaga Non Keysha." ujar Bik Asih dengan suara bergetar.
Dengan hati-hati ia menyeka noda pada baju Keysha dengan sapu tangannya. Air mata Bik Asih tumpah seketika melihat Keysha dengan kondisi seperti ini.
Keysha memegang tangan Bik Asih. Tangan dengan kulit yang sudah mulai keriput. Gadis itu menggenggam erat tangan tersebut sembari menggelengkan kepalanya.
"Ini bukan salah bibi, bukan pula salah pelayan tadi. Ini salah ku, seharusnya dalam ruangan yang ramai aku tidak boleh bergerak sesuka hatiku. " ujar Keysha.
Gadis itu kembali mengingat kejadian di dalam tadi. Dimana suara seorang pria yang amat dikenalnya. Entah hanya kebetulan atau memang dialah orang itu, tapi tetap saja hati Keysha merasa sakit.
Pria itu melihatnya dalam kondisi yang seperti ini. Dengan kekurangan yang kini dimilikinya, serta pakaian kotor karena insiden barusan.
Tak terasa Keysha menitikkan air matanya. Bik Asih panik karena Keysha tiba-tiba saja menangis.
"Mengapa ia harus melihatku dengan kondisi seperti ini? harusnya aku tidak muncul dihadapanya." batin Keysha dengan berurai air mata.
"Ada apa Non? Apakah Non Keysha terluka karena kejadian tadi?" Bik Asih memeriksa tubuh Keysha.
Gadis itu menggeleng pelan, air matanya tak berhenti menetes.
"Bik, ayo kita pulang." ujar Keysha.
Bik Asih pun menuju ke jalan, menghadang taksi yang lewat. Keduanya pun langsung memasuki taksi tersebut.
David melihat Keysha dari kejauhan. Ia pun segera memasuki mobilnya untuk mengikuti taksi yang ditumpangi oleh gadis itu.
Saat berada di ruangannya tadi, David bersikeras untuk tidak menatap gadis itu lagi. Ia tidak ingin menciptakan luka baru karena luka yang kemarin belum juga sembuh.
Namun hati dan pikirannya tak sejalan. Pria itu bergegas turun untuk melihat Keysha. Persetan dengan status gadis itu yang saat ini telah menjadi milik pria lain.
Ia menemukan Keysha tengah menangis di depan restonya. Entah apa yang membuat gadis itu tersedu. Apakah karena malu atas kejadian tadi? Atau mungkin ia menyadari bahwa yang ada dihadapannya tadi adalah mantan kekasihnya?
Akan tetapi pilihan yang kedua adalah hal yang mustahil. Ia menatap Keysha dengan begitu lekat, ingin rasanya pria itu berlari menujunya dan langsung menarik gadis itu ke dalam dekapannya
Terkadang David tersenyum dan sesaat kemudian matanya kembali berkaca-kaca.
__ADS_1
*Apa yang kau lakukan?
Apakah kau ingin menambah luka yang baru lagi*?
Berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya. Namun tetap saja ia memilih untuk mengikuti arah yang Keysha tuju. Setelah sekian tahun lamanya ia membentengi dirinya untuk tidak berharap pada gadis itu lagi. Namun sepersekian detik kemudian tembok kokoh yang ia bangun hancur seketika hanya dengan satu kali pertemuan.
Mobil yang Keysha tumpangi tiba di rumahnya. David pun memberhentikan mobilnya cukup jauh dari taksi tersebut. Agar tak ada yang menyadari bahwa kini ia sedang membuntuti mantan kekasihnya itu.
David melihat Keysha turun dari taksi dan kemudian berjalan menuju ke rumahnya. Pandangan pria itu tak sekalipun melewatkan gerak-gerik mantan kekasihnya.
Setelah melihat Keysha yang sudah menghilang di balik pintu, David kembali mengendarai mobilnya untuk kembali ke resto.
....
Sesampainya di resto, David langsung masuk dan menemui pelayan yang menabrak Keysha tadi.
"Kamu, ikut ke ruangan saya!" perintah David.
Sangat jelas dari air muka pelayan tersebut bahwa gadis itu tampak ketakutan. Baru saja ia dipekerjakan di tempat ini, namun sudah membuat kesalahan yang sangat fatal.
"Sa-saya minta maaf Pak karena atas kejadian barusan. To-tolong jangan pecat saya." ujar gadis dengan rasa yang bercampur aduk, antara gugup dan ketakutan.
"Aku tidak akan memecatmu, tapi aku minta untuk lebih berhati-hati lagi dalam bekerja. Akan ku maafkan untuk kejadian hari ini namun dengan catatan, aku tidak ingin kejadian tadi terulang kembali." tegur David pada pegawainya itu.
"Terima kasih banyak karena bapak sudah memaafkan saya, saya berjanji tidak akan bekerja baik dan tidak mengulangi kejadian tadi." ujar gadis itu.
"Baiklah kalau begitu, silahkan lanjutkan pekerjaanmu." ucap David mempersilahkan pelayan tersebut untuk keluar.
Gadis itu beranjak dari tempat duduknya, ia menghela napasnya dengan lega saat pemilik resto memaafkan kejadian yang diperbuatnya tadi. Baru saja gadis itu mencapai ambang pintu, David kembali memanggilnya.
"Oh iya, tadi kau bilang ada yang ingin mengisi posisi untuk penyanyi resto, di mana orang itu?" tanya David.
"Dia adalah gadis yang tak sengaja saya tabrak tadi, Pak." timpal pelayan tersebut.
David mengangguk paham. "Apakah dia meninggalkan kontaknya?" tanya David lagi.
"Maaf Pak, saya lupa memintanya tadi." ucap gadis itu.
__ADS_1
"Ya sudah, kalau begitu kembalilah bekerja."
Pelayan tersebut menundukkan kepalanya sejenak dan kemudian pergi dari ruangan David.
Ini adalah kesempatan emas baginya, ia akan menemui Keysha secara terang-terangan. Keysha tak dapat melihatnya, ia memanfaatkan cara ini untuk berpura-pura menjadi orang lain.
Dengan beralasan selain rasa tanggung jawab akibat kejadian di resto tadi, David akan meminta gadis itu untuk bernyanyi di restonya. Mungkin ide ini terdengar sedikit gila. Terobsesi akan cinta lama yang belum tuntas. Rasa yang masih tersimpan di hatinya.
Meskipun ia tahu bahwa gadis itu memiliki suami, namun tetap saja hal ini tak akan membuat David gencar.
....
Malam ini, Keysha tengah duduk di teras sendirian. Tak lama kemudian, Kirana pun menghampiri anak gadisnya.
"Sedang apa, Nak?" tanya Kirana.
"Bersantai sembari menikmati angin malam." ucap Keysha.
"Apakah siang tadi cukup menyenangkan?" tanya Kirana.
Keysha menganggukkan kepalanya sembari mengulas senyum simpul. Gadis itu memang tak memberitahukan kejadian yang menimpanya saat di resto. Ia juga sudah meminta untuk Bik Asih tak menceritakan tentang apa yang dialaminya hari ini.
Jika ibunya mengetahui hal tersebut, tentu saja ia sangat sedih dan tak akan mengijinkan Keysha untuk keluar lagi selain dengan ibunya. Kirana memiliki banyak pekerjaan yang tidak harus selalu merawatnya dan menemaninya saat gadis itu ingin pergi kemana pun.
"Ya sudah, kalau begitu lain kali jika ingin keluar atau bepergian, mama akan meminta Bik Asih untuk menjagamu. Jika Mama sedang tidak benar-benar sibuk, mama yang akan pergi bersamamu." ucap Kirana sembari mengusap surai panjang milik anak gadisnya.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ♥️
Yuk klik favorit agar dapat notifikasi update terbarunya~
__ADS_1