
Dokter memeriksa Keysha. Sesekali ia bertanya tentang keluhan yang Keysha alami. Gadis itu pun menyebutkan hal tersebut satu persatu.
Dokter tersebut tersenyum saat Keysha memaparkan keluhannya.
"Selamat Nona, anda saat ini tengah mengandung." cukup lama Keysha tertegun. Ucapan dokter tersebut seakan menggema di telinganya.
Ia mengusap perutnya yang masih rata, buah hatinya dan Kevin tengah bersemayam di dalam rahimnya. Rasa bahagia menyelimuti dirinya. Karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu. Dengan hadirnya si buah hati dapat dipastikan Kevin juga akan merasakan hal yang sama.
Keysha keluar dari rumah sakit sembari tersenyum. Dilihatnya Riko yang saat ini tengah menunggu diparkiran. Keysha pun dengan cepat menghampiri pria itu.
"Apakah anda baik-baik saja, Nona?" tanya Riko yang merasa heran dengan ekspresi Nyonya-nya itu. Orang yang sakit seusai memeriksakan dirinya akan terlihat lemas namun gadis itu malah terlihat lebih bersemangat.
"Apa kau tahu kapan Kevin akan pulang?" tanya Keysha yang tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.
"Saya kurang tahu tentang hal itu Nyonya." timpal Riko.
"Apakah anda baik-baik saja, Nona?" Riko mengulangi pertanyaannya.
"Aku baik-baik saja, bahkan saat ini aku sangat bahagia. Sebentar lagi ia akan hadir ditengah-tengah keluarga kecil kami." ucap Keysha sembari mengelus perutnya.
Riko terkejut mendapati hal tersebut. Keysha saat ini sedang hamil! Entah dirinya harus ikut berbahagia atau merasa kasihan pada gadis yang saat ini masih menyunggingkan senyumnya. Karena kepulangan Kevin nanti bukanlah menjadi hal yang terlalu baik.
"Ada apa? mengapa ekspresi wajahmu seperti itu?" selidik Keysha.
"Tidak apa-apa, Nyonya. Saya ikut bahagia mendengar kabar tersebut."
"Bisakah kau merahasiakannya terlebih dahulu dengan Kevin? Aku ingin memberikan sebuah kejutan kecil padanya." ujar Keysha.
Dengan berat hati Riko pun menganggukkan kepalanya. Semoga saja kedepannya akan menjadi hal yang baik baik Kevin maupun Keysha. Ia ikut mendoakan kebahagiaan keduanya.
....
Selama perjalanan kembali menuju ke rumah, Keysha banyak bercerita tentang dirinya yang saat itu berada di bangku sekolah. Tentu saja ia masih menyaring apa yang harus diceritakannya pada Riko karena bagi Keysha, Riko adalah orang luar yang tak harus tahu semua tentangnya.
Tak terasa keduanya pun telah tiba di depan rumah. Keysha segera turun dari mobil.
"Terima kasih karena sudah mengantarku." ucap Keysha.
"Dan awas! jangan sampai kau membocorkannya pada Kevin. Jika saja Kevin lebih dulu mengetahuinya, aku akan sangat marah padamu." kecam Keysha yang di akhiri dengan tawa renyah.
__ADS_1
"Saya akan pastikan untuk menutup mulut saya, Nyonya." ujar Riko.
Setelah mengucapkan hal tersebut, Riko pun kembali melajukan mobil yang dikendarainya menuju ke kantor.
...****************...
Berita tentang ditahannya Ardi oleh bodyguardnya sendiri sudah sampai di telinga Riko. Pria itu sempat terkejut, bagaimana mungkin seorang anak buah menahan bosnya sendiri. Riko pun mencoba menyelidiki siapa orang yang juga berada dibalik penangkapan Ardi tersebut.
Riko menghubungi Tuannya untuk memberitahukan kabar terbaru mengenai Ardi.
"Tuan, saya mendapat kabar bahwa Ardi saat ini sedang di tahan oleh bodyguardnya sendiri." ujar Riko.
Saat mendengar hal tersebut Kevin langsung beranjak dari duduknya.
"Apa? bagaimana bisa."
"Saya tidak tahu akan hal itu, Tuan. Tapi saya akan mencoba mencari informasi siapa dalang dari rencana tersebut." ujar Riko.
"Bagaimana keadaan anak dan istriku?" tanya Kevin dari seberang telepon.
"Keduanya masih berada disana, Tuan. Mereka dalam keadaan baik-baik saja." papar Riko.
"Tidak semudah itu, Tuan. Saat ini penjagaan diperketat. Jika kita bergerak tergesa-gesa, maka mata-mata yang ada disana akan ketahuan."jelas Riko.
"Kalau begitu lakukan yang mana bagusnya. Pastikan keduanya tetap aman." ujar Kevin yang kemudian memutuskan sambungan teleponnya.
Kevin berpikir keras tentang seseorang yang ada dibalik rencana tersebut. Pria itu tiba-tiba saja mengingat percakapannya dengan sang papa kemarin.
"Apakah ini semua ulah papa." gumam Kevin sembari menatap lurus ke depan.
***
David tengah mengembangkan senyumnya saat namanya dengan lantang di panggil ke depan. Dengan bangga David maju ke depan. Hari ini adalah hari besarnya, dimana telah menyelesaikan kuliahnya dengan baik dan lulus dengan banyak pujian (summa cumlaude).
David melangkah ke depan saat rektor menyebutkan namanya bahwa pria ia mendapatkan IPK tertinggi. Setelah pemindahan tali toga dari kiri ke kanan, David pun menyampaikan sepatah dua patah pidatonya.
Teman-temannya yang melihat David ikut merasa bangga. Terutama Reyhan, pria ini adalah kunci utama sebagai pendukung David. Dimana saat David mengalami kesulitan, tangan Reyhan lah selalu setia mengulurkan.
Riuh tepuk tangan pun tampak terdengar ramai seusai David berpidato. Tampak kedua orang tuanya yang menyaksikan secara langsung menitikkan air mata bahagia. Putranya mampu menyelesaikan pendidikannya dengan baik meskipun saat itu kondisi perekonomian mereka sedang sangat sulit. Bahkan David rela menjual motor kesayangannya hanya untuk mengembalikan beasiswa yang pernah ditolaknya.
__ADS_1
Setelah acara wisuda selesai, mahasiswa/i yang sudah menyelesaikan kuliahnya pun sibuk masing-masing. Kebanyakan dari mereka mengambil foto bersama keluarga.
...
"1,2,3.." ucap salah satu mahasiswa lantang.
Mereka pun melemparkan toganya masing-masing ke atas dengan gembira. Merayakan kemenangan yang telah mereka gapai. Dari sulitnya menyusun skripsi hingga membuat revisi berkali-kali setelah melakukan sidang.
David, Reyhan, Dito, serta Vanesha saling berpelukan dengan gembiranya. Keluarga mereka menatap anak-anaknya sembari tersenyum.
Setelah saling mengucapkan selamat satu sama lain, mereka pun berpisah menghampiri keluarganya masing-masing. Pandangan David tertuju satu arah, dimana seorang gadis tengah mengembangkan senyumnya sembari memeluk sebuket bunga.
Perlahan tapi pasti, David melangkah menuju ke arah gadis tersebut. Pria itu membalas senyuman sang gadis yang sedari kejauhan menatapnya dengan penuh arti. Langkahnya pun terhenti tepat di depan gadis tersebut.
Ekor mata gadis itu menangkap pergelangan tangan David. Matanya berkaca-kaca sembari tersenyum. Jam tangan yang diberikan padanya sewaktu itu. Butuh waktu yang panjang menantikan hal itu, kini ia merasa lega karena semuanya terbalas sudah.
"Kau memakainya?" ucap gadis itu. Bibirnya bergetar tak mampu menahan rasa gejolak didalam dadanya yang kian membuncah.
"Iya."timpal David singkat.
"Sudah waktunya untukku melepaskan semuanya. Aku tidak ingin memikirkan hal yang membuat waktu ku terbuang dengan percuma." tegas pria itu.
Kedua mata mereka saling bertatapan, sebuah senyuman pun terukir di bibir kedua manusia yang saat ini baru saja keluar dari lingkaran masa lalu yang membelenggunya.
"Nak Indah..." seru ibu David.
Gadis itu pun mengarahkan pandangannya karena merasa namanya terpanggil. Ia menyunggingkan senyum pada wanita paruh baya yang menyerukan namanya.
.
.
.
Bersambung...
kalau tembus 10 komentar, bakalan di up lagi nanti malam😁
Jangan lupa untuk selalu memberikan berupa like, komen, serta votenya ♥️
__ADS_1