Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Pengisi Daya


__ADS_3

Malam ini rumah David tampak ramai. Kali ini pria tersebut mengundang teman-temannya untuk datang dan merayakan pesta kecil-kecilan usai pernikahan mereka.


Mereka mengadakan pesta barbeque tepatnya di halaman belakang rumah.


David, Reyhan, Dito, dan Dimas tengah sibuk bergantian untuk memanggang daging. Sementara Keysha, Irene, Vanesha, dan Indah sedang asyik selfie-selfie cantik menggunakan kamera ponsel mereka.


"Lihatlah para wanita-wanita itu, aku merasa bahwa kita para lelaki sedang berganti tugas. Bukankah seharusnya wanita yang menyiapkan makanan," gerutu Dito sembari membawa piring daging dan meletakkannya ke atas meja.


"Biarkan saja, lagi pula mereka juga butuh waktu bersantai," timpal David yang tengah mengipasi panggangannya.


"Lagi pula, bukankah kau sudah terbiasa melakukan pekerjaan seperti itu? lagi pula aku sangat paham, sepupuku yang satu itu tidak bisa memasak," celetuk Reyhan yang juga membawa daging panggangan tersebut ke atas meja.


Dito mendelik, ia langsung melemparkan paprika yang tak jauh darinya ke arah Reyhan. Dengan sigap, Reyhan menangkap paprika tersebut. Sementara Dimas dan David yang masih sibuk memanggang, hanya menggelengkan kepalanya.


....


"Cheers ...." semua orang mengangkat gelasnya dan saling mempertemukan hingga menghasilkan sebuah bunyi.


Semua orang yang ada di sana menenggak minumannya, kecuali Dito. "Kenapa harus bersulang?" gumam pria tersebut. Semua mata pun memandang ke arah Dito.


"Akan lebih elegan jika bersulang saat meminum wine, yang kita minum saat ini hanyalah minuman bersoda," lanjut Dito sembari menatap ke arah David.


David mengendurkan bahunya. "Aku memiliki wine tapi ...."


"Jangan keluarkan minuman itu, cukup David!" Vanesha langsung menyela ucapan David.


"Hmmm ... Rumit ya, Kamu." keluh Dito pada istrinya.


"Dia, jika mabuk akan membuatku pusing. Tidak seperti yang lain hanya meracau dan setelahnya tidur. Asal kalian tahu, Dia ...." tunjuk Vanesha mengarah ke suaminya.


"Melipir ke setiap sudut ruangan sembari menekuk lutut dan menangis histeris," ujar Vanesha.


Semua orang tertawa saat mendengar cerita Vanesha sementara Dito, hanya tertunduk malu sembari mengusap tengkuknya.


Indah memperhatikan orang-orang yang ada di sana. Semua orang sudah resmi menikah sementara hanya dirinya dan Dimas yang masih berstatus lajang.


Sesekali mata mereka bertemu. Indah hanya mengembangkan senyumnya sembari menunduk sedangkan Dimas juga melakukan hal yang sama.


Pesta pun telah usai, mereka memilih untuk bubar dan pulang ke rumah masing-masing. Dito dan Reyhan pulang bersama istri mereka. Sedangkan Indah di antar oleh Dimas.


Setelah ketiga mobil tersebut melaju, David dan Keysha pun langsung masuk ke dalam. Keysha naik ke punggung suaminya untuk minta gendong.


"Akhir-akhir ini makanku lumayan banyak, apakah aku sangat berat?" tanya Keysha.


"Kau sangat ringan, seringan kapas," timpal David keduanya pun tertawa.

__ADS_1


Keduanya saat ini tengah menaiki anak tangga.


"Adakah tempat yang kau ingin kunjungi untuk honeymoon kita?" tanya David.


Keysha tampak berpikir, "Entahlah, aku juga tidak tahu hendak kemana."


"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat," ujar David sembari mendorong pintu kamar mereka.


"Dimana?" tanya Keysha yang masih berada dalam gendongan suaminya.


"Swiss," timpal pria tersebut yang kemudian menurunkan sang istri di tempat tidur.


"Tapi biayanya mahal, Suamiku."


"Sssttt ...." David langsung meletakkan telunjuknya tepat di bibir sang istri..


"Jangan pikirkan tentang harganya, Sayang. Aku ingin melakukan yang terbaik untukmu. Aku tahu, mungkin yang ku lakukan untukmu tidak seberapa dibandingkan dengan mantan suamimu dulu. Namun, aku akan berusaha untuk memberikan yang terbaik," papar David sembari berjongkok di hadapan istrinya.


"Sayang, yang kau lakukan ini sangatlah berlebihan. Dirimu dan dirinya itu berbeda, kau tidak perlu mela-"


"Sssttt ... Ku mohon untuk tidak menolaknya Key. Impianku adalah membahagiakanmu, meskipun kau berkata dengan cara yang sederhana sudah membuatmu bahagia, tapi bagiku itu semua tidak cukup,"jelas David.


Pria tersebut meraih tangan sang istri dan kemudian mengecupnya. "Aku akan memberikan segalanya dan merelakan semuanya hanya untukmu. Aku ingin kau melihat hamparan dunia yang luas dan indah dengan kedua matamu. Kau tahu, aku sangat bersyukur atas kesembuhanmu. Aku tidak ingin melewatkan satu detik pun kesempatan ku untuk membahagiakanmu, istriku."


Seketika air mata yang sedari tadi menggenang di telaga bening milik Keysha, kini jatuh menetes. Tuhan benar-benar merencanakan hal yang indah untuknya.


Di segala kesakitan yang telah ia lalui. Tuhan menghadiahkan pria yang luar biasa hadir kembali dalam hidupnya. Pria yang mampu membuatnya jatuh cinta berkali-kali.


Tangan David terulur untuk menghapus air mata istrinya. Keysha menatapnya dengan sebuah senyum, tetapi air mata wanita tersebut semakin tumpah.


"Jangan menangis," gumam David sembari menghapus air mata istrinya.


"Kenapa sikapmu sangat lembut dan manis seperti dessert yang sering kau buat untukku," ujar Keysha disertai dengan kalimat guyonan.


"Apakah kau ingin memakannya sebelum tidur? Aku akan membuatnya untukmu." David langsung


beranjak.


Keysha segera menarik tangan suaminya, menepuk ruang yang ada di sebelahnya untuk sang suami duduk.


David pun meletakkan bokongnya telat di sebelah istrinya.


"Hari sudah malam, lagi pula aku tidak makan yang manis-manis saat hendak tidur, biasanya keesokan harinya gigiku akan sakit," tutur Keysha.


"Baiklah, kalau begitu besok saja," ucap David.

__ADS_1


David membingkai wajah istrinya, pipi Keysha menjadi semakin membulat karena David sedikit menekan di area wajahnya.


"Mengapa semakin tua kau semakin terlihat imut," puji David.


Pria tersebut menggigit pipi Keysha secara bergantian. Keysha pun langsung membalas David dengan mencubit hidung suaminya itu.


"Kau semakin tua kenapa semakin terlihat ...."


"Tampan maksudmu?" ujar David menyela ucapan Keysha. Ia pun merasa percaya diri dengan menyentuh dagunya berulang kali.


"Bukan itu."


"Lantas apa?"


"Kau semakin tua semakin terlihat keriput," ucapnya mengolok sang suami.


David yang merasa tak terima langsung membingkai kembali wajah sang istri dan kini menggigit puncak hidung wanita tersebut dengan gemas.


"Lihatlah hidung dan pipimu sudah merah. Kau terlihat seperti badut," balas David.


"Sepertinya malam ini aku butuh diisi daya," ujar David.


"Maksudmu?"


"Kau adalah pengisi dayaku," ujar David sembari menarik turunkan alisnya dengan nakal.


Keysha yang baru saja paham dengan ucapan suaminya itu mencoba untuk kabur. Namun, dengan cepat David meraih tangan Keysha dan kemudian membaringkan gadis itu ke kasur.


Keysha berteriak, David tertawa. Pria tersebut langsung menindih Keysha dan kemudian menarik selimut untuk menutupi semuanya.


"David hentikan, aku lelah!" seru Keysha yang terdengar menggema si ruangan tersebut.


.


.


.


Bersambung....


Hmmm ... entahlah, berasa dunia memang milik mereka berdua. Besok aku ngontrak ke mars aja, biar nggak terlalu nyesek melihat ke-uwwuan mereka.


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya (kalau ada).


Yang belum favorit, yuk favoritkan biar dapet notifikasi update terbarunya~

__ADS_1


__ADS_2