
Keduanya tiba di resto lebih awal dikarenakan David menjemputnya di pagi hari. David mengajak Keysha keluar dari mobil. Tak ada rasa canggung lagi seperti pertama kali mereka bersentuhan kulit.
David membawa Keysha ke salah satu meja yang berada di bagian belakang paling sudut..
"Apakah tidak sebaiknya aku langsung naik ke panggung saja?" tanya Keysha.
"Belum saatnya, lagi pula saya tidak ingin Nona Keysha terlalu lelah," ucap David.
Keysha tersenyum, David tertegun melihat senyuman manis dari mantan kekasihnya itu. Kemarin Keysha tak memperlihatkan sedikit pun senyum itu, tetapi David merasa lega. Setidaknya gadis itu kembali seperti dulu walaupun dengan cara bertahap.
Tak lama kemudian, David melihat kucing kesayangannya tengah berlari menghampirinya. Dari belakang sosok wanita yang usianya terpaut dua tahun sedang mengejar kucing tersebut.
"Reymon,..." David memanggil nama kucing kesayangannya. Dan beberapa beberapa saat kemudian , kucing itu pun berada di bawah kakinya.
Dengan cepat David menggendong kucing tersebut dan mengelus bulunya dengan sayang.
"Ternyata dia benar-benar mengetahui pemilik yang sesungguhnya," gumam gadis itu.
"Kak Kinan, hari ini tidak masuk kerja?" tanya David yang merasa heran karena kakak perempuannya itu datang ke restoran.
"Kau lupa? ini kan hari Minggu," ketus Kinan.
"Oh iya," ucap David saat menyadari bahwa hari tersebut merupakan hari libur kakaknya.
Kinan menatap ke arah gadis yang saat itu bersama dengan adiknya. "Siapa dia?" tanya Kinan.
"Namanya Keysha, dia penyanyi di sini," jelas David.
Keysha yang mendengar pembicaraan tersebut langsung berdiri. Gadis itu pun mengulurkan tangannya.
"Keysha...," ucap gadis tersebut memperkenalkan dirinya.
"Kinan...." gadis itu juga memperkenalkan dirinya dan kemudian menjabat tangan Keysha.
Kinan melihat Keysha dengan seksama, lalu kemudian ia menyenggol lengan adiknya. Ia bertanya dengan David, apakah gadis yang ada di hadapannya ini tidak bisa melihat? namun dengan menggunakan bahasa tubuh. David yang mengerti akan isyarat dari kakaknya itu pun langsung menimpalinya dengan sebuah anggukan.
"Berikan kucing itu padaku! aku akan membawanya jalan-jalan," ujar Kinan yang hendak mengambil Reymon dari pangkuan David.
David mengelus bulu Reymon sejenak dan kemudian memberikan kucing tersebut pada kakak perempuannya.
"Kalau kau ingin membawanya keluar, jangan lupa pakaikan harness untuknya, supaya ia tetap aman dan kau tidak kesusahan," ucap David.
"Iya...." Kinan pun pergi sembari membawa kucing ya h ada di gendongannya.
"Kau menyukai kucing?" tanya Keysha.
"Selain menyukai wanita, aku juga menyukai kucing," sahut David yang disertai dengan sedikit gombalan.
__ADS_1
Keysha pun tertawa mendengar jawaban dari David.
Cukup lama keduanya berbincang, para pengunjung pun semakin lama semakin ramai berdatangan. Mendengar situasi yang mulai berisik, gadis itu sudah bisa menebak bahwa di sekelilingnya sudah banyak pengunjung yang berdatangan.
"Kurasa, sudah waktunya untuk memulai pekerjaanku," ujar Keysha.
"Baiklah." David beranjak dari tempat duduknya. Ia menuntun gadis itu menuju ke atas panggung.
Beberapa pelayan tampak berbisik satu sama lain melihat kedekatan kedua orang tersebut.
"Lihatlah! mereka benar-benar pasangan yang sangat serasi," ucap salah satu pelayan.
"Husstt... Jangan berbicara seperti itu! Pak David sudah memiliki kekasih," ujar pelayan yang satunya lagi.
"Tapi tetap saja tak bisa di pungkiri, Pak David lebih banyak menaruh perhatian pada gadis ini ketimbang gadis yang berstatus sebagai kekasihnya. Jika dilihat dengan seksama, Pak David dan kekasihnya itu tidak ada romantis-romantisnya sama sekali," celetuk pelayan lainnya.
"Jangan sibuk bergosip, ayo bekerja! tamu sudah semakin banyak tuh," ujar pelayan lainnya lagi sembari membawa nampan berisi pesanan salah satu tamu yang ada di sana. Yang lainnya pun segera bubar dan melanjutkan pekerjaan mereka dengan semestinya.
David tak mengalihkan pandangannya pada sosok gadis cantik yang saat ini tengah mempertunjukan suaranya pada seluruh manusia yang ada di ruangan itu.
Kali ini ia tak akan meninggalkan Keysha sedikit pun. Pria itu memperhatikan dengan seksama dan sesekali tersenyum saat lirik yang dinyanyikan oleh Keysha seakan menjadi ungkapan cinta gadis itu.
Setelah membawakan beberapa lagu, dan David merasa jika itu sudah cukup, pria itu segera membawa Keysha untuk turun dari atas panggung.
"Nona Keysha mau makan apa? katakan saja, jangan malu-malu," ujar David.
"Atau mau saya suapi? Ini tawaran yang cukup mahal," goda David.
Keysha terkekeh geli, kemampuan menggombal David memiliki kemajuan. David memanggil salah satu pelayan, ia menunjuk beberapa makanan yang ada di buku menu.
Tak lama kemudian, pesanan David tiba. Pria itu benar-benar menepati ucapannya untuk menyuapi Keysha. Awalnya Keysha mengira bahwa itu semua hanya gurauan pria itu saja.
"Nona, silahkan buka mulutnya," ujar David.
"Tidak usah, biar aku saja," tolak Keysha.
"Saya tidak menerima penolakan, Nona," sanggah David.
"Tapi aku malu, pasti semua orang akan melihatnya." ucap Keysha lagi.
"Bukankah Nona tidak melihat mereka? untuk apa merasa malu. Lagi pula sudah saya katakan bahwa ini adalah sebuah tawaran yang mahal."
"Tapi ...."
Happp...
Satu suapan pun berhasil masuk ke dalam mulut gadis itu. Keysha hanya terdiam sembari mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.
__ADS_1
"Kunyah dan telan, tanpa harus melakukan penolakan," titah David yang sedikit memaksa.
Keysha pun menuruti ucapan pria itu. Bak seorang bayi besar, Ia kembali membuka mulutnya saat makanan tersebut sudah masuk ke dalam perutnya.
Dan benar saja apa yang dikatakan oleh Keysha. Banyak mata yang memandang ke arah kedua orang tersebut. Bahkan beberapa di antaranya berbisik dengan memuji chemistry keduanya.
"Minum," ucap Keysha.
David dengan segera mengambilkan minum untuk gadis itu. Setelah menyelesaikan makannya, David memilih mengajak Keysha jalan-jalan ke taman yang tak jauh dari restonya itu.
"Jam berapa sekarang?" tanya Keysha.
"Jam 2 siang," sahut David.
"Bukankah seharusnya aku masih bekerja?"
"Sebaiknya nikmatilah waktu saat ini, Nona. Karena kebaikanku ini hanya berlaku untuk sementara saja," timpal David yang masih menggunakan bahasa formal untuk berbicara dengan Keysha.
David menuntun Keysha untuk duduk di salah satu kursi yang ada di taman tersebut. Pria itu pun menjatuhkan bokongnya tepat di sebelah Keysha.
"Di tempat ini terlihat lebih indah lagi jika malam hari," ujar David sembari menatap ke arah sekelilingnya.
"Bolehkah aku mengajukan satu pertanyaan denganmu?" tanya Keysha.
"Silahkan Nona."
"Apa alasanmu berbuat hingga sejauh ini?" tanya Keysha.
"Bukankah sudah saya jelaskan sedari awal, bahwa ini merupakan pertanggung jawaban atas kejadian waktu itu," papar David.
"Mulai saat ini, kau tidak perlu menyembunyikan identitasmu. Sedari awal, aku sudah mengetahui dirimu, David," ucap Keysha.
David pun mematung seketika.
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️
__ADS_1
Yang belum favorit, yuk klik favorit biar dapet notifikasi update terbarunya~