Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Partner Kerja


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, mobil yang dikendarai oleh David tiba di resto. Ia memarkirkan mobil tersebut tepat di depan. David melepas sabuk pengamannya, pria itu melirik Keysha yang tampaknya sedikit kesusahan untuk melepas sabuk pengaman tersebut.


Dengan sigap David mencoba untuk membantu melepasnya. Keysha yang sadar akan hal tersebut langsung terhenyak. Sepersekian detik ia menahan napasnya karena jarak pria itu sangat dekat dengannya.


David melepasnya secara perlahan. Ia menatap wajah cantik milik kekasihnya itu. Ia pun tenggelam dalam telaga bening nan jernih milik Keysha. Mata itu menatap lurus ke depan, namun tatapan itu terlihat sedikit sayu. Tak seperti dulu yang selalu menyimpan keceriaan di dalamnya.


Apa yang sebenarnya terjadi?


Mengapa aku membenci tatapanmu yang sekarang?


Apa yang sudah kau lalui?


Pikiran David berkecamuk, hatinya sedih menatap Keysha dengan kondisi seperti ini. Tanpa sadar pria itu meneteskan air matanya.


"Maaf, tapi apakah kau sudah selesai melepasnya?" tanya Keysha yang mendadak tidak nyaman karena posisi keduanya terbilang intim.


"Ah iya," ujar David baru saja sadar dari lamunannya. Pria itu pun langsung menarik tubuhnya kembali menjauh.


David mengusap air matanya yang menetes. Ia turun dari mobil tersebut dan membukakan pintu untuk Keysha.


"Terima kasih," ucap Keysha yang kemudian berjalan terlebih dahulu dengan tongkat pemandunya. Namun tak lama kemudian, langkahnya terhenti. Ia menoleh ke belakang.


"Maaf jika aku sedikit lancang, tapi bisakah kamu membantuku? Aku sedikit bingung jika sedang berada di luar," sambung Keysha.


David setengah berlari menghampiri gadis itu. Tanpa permisi lagi, ia meraih tangan Keysha dan kemudian menautkannya pada lengan kekarnya. Perlahan pria itu pun melangkah bersamaan dengan langkah Keysha.


Kebersamaan ini, dengan kondisi seperti ini, David kembali mengingat semua yang telah lalu. Pria itu tak ingin hanya sekedar bisa melihat gadis yang ada di sampingnya saat ini. Ia ingin lebih dari sekedar melihat saja! Pria itu ingin memilikinya lagi!


Keysha yang saat ini melingkarkan tangannya ke lengan David, jantungnya kembali berdegup kencang setelah sekian lamanya. Namun Keysha menikmatinya, ia juga sedikit egois, mencengkram sedikit lengan kekar itu.


Bukan karena takut akan keramaian, akan tetapi lebih tepatnya jika ia takut ini semua terjadi hanya sementara saja.


Apakah aku masih tetap tinggal di dalam hatinya?


Ataukah posisiku sudah tergantikan oleh wanita lain?


Keysha ingin mempertanyakan semua yang terlintas dipikirannya. Akan tetapi ia tak bisa melakukannya. Gadis itu takut, jika David menyadari bahwa ia telah mengetahui pria itu sedari awal, David akan menjauhinya dan Keysha tak sanggup akan hal itu.


"Maaf karena aku serakah." batin Keysha.


Keduanya pun telah memasuki resto. David mengantarkan gadis itu sampai di atas panggung. Namun saat mereka melangkah menyusuri jalan menuju ke tempat tersebut, beberapa pasang mata menyaksikan keduanya. Tak hanya tamu yang ada disana, bahkan beberapa pegawai David pun terperangah.


Keduanya berjalan seakan hendak menuju ke altar pernikahan yang di saksikan oleh banyak orang.


"Kita sudah sampai."ujar David.

__ADS_1


Seketika lamunan Keysha buyar. David meletakkan salah satu mikrofon di tangan Keysha dan mempersilahkan gadis itu duduk di kursi yang telah ia sediakan. Tak lama kemudian pria itu pun meninggalkan Keysha di atas panggung. Ia memilih untuk duduk di sudut paling belakang memperhatikan mantan kekasihnya itu dari kejauhan.


Sebuah senyuman terpatri di wajah tampannya. Pria itu tak menyangka jika ia bisa melihat Keysha bernyanyi lagi secara langsung. Sudah dua tahun lamanya ia tak mendengar kabar gadis itu, namun secara tiba-tiba mantan kekasihnya muncul dihadapannya.


David terlalu asyik memperhatikan Keysha bernyanyi. Sampai ia tak sadar, tiga kali ponselnya berdering dan panggilan tersebut tak lain dari kekasihnya saat ini, yaitu Indah.


....


Di lain tempat, Indah merasa sedikit kesal karena David tak kunjung mengangkat teleponnya. Ia takut jika David akan meninggalkan gadis itu. Ketakutan Indah bahkan terbawa hingga ke mimpi. Gadis itu takut jika suatu saat nanti David akan berpaling darinya lagi.


"Angkatlah panggilanku, ku mohon!" gumam Indah sembari mengigit ujung jarinya karena merasa khawatir.


Gadis itu pun melemparkan ponselnya ke sembarang tempat.


"Aku tidak boleh seperti ini, mungkin David sedang sibuk. Iya, dia sedang sangat sibuk." Indah mencoba untuk mensugesti dirinya sendiri agar merasa lebih tenang.


"Baiklah, aku akan mencoba menghubunginya nanti." gumam gadis itu yang kemudian beranjak dari tempat duduknya.


.....


Keysha merasa senang karena ia mendengar suara tepukan tangan untuk dirinya lagi. Ia merasa menjadi seperti dirinya yang dulu. Kehidupan lama yang dulunya hilang kini sudah kembali .


Keysha hendak turun dari panggung setelah mengakhiri nyanyiannya. Pegawai yang David mintai untuk menjaga Keysha, dengan sigap membantunya karena David tak bisa menjaganya dengan waktu penuh. Ia juga harus mengurus sesuatu.


"Nona diminta untuk menunggu disini sebentar, karena Pak Da.." pelayan itu hampir keceplosan langsung membekap mulutnya. Salah satu pesan David adalah jangan menyebut namanya di depan wanita tersebut.


"Ah, maksud saya Pak Bos ada urusan sebentar. Jadi Nona diminta untuk menunggu sejenak," ucap pelayan tersebut memperbaiki kalimatnya.


"Baiklah," timpal Keysha.


Takut jika ia salah dalam berucap, pelayan tersebut langsung memilih untuk berada di luar ruangan tersebut sembari menunggu kepulangan David. Ia takut jika nanti Keysha akan mengajak berbicara dan lagi-lagi ia keceplosan.


Sepeninggal pelayan tersebut, Keysha terkekeh geli.


"Bahkan untuk memperkuat aktingmu, kau menyuruh pegawaimu juga ikut peran dalam sandiwara yang kau buat," gumam Keysha.


Keysha cukup lama menunggu, hingga membuat ia sedikit mengantuk. Gadis itu pun memejamkan matanya dalam posisi duduk sembari menunggu David kembali.


Selang beberapa saat kemudian, David tiba di ruangannya. Ia merasa bersalah karena telah membuat Keysha cukup lama menunggu kedatangannya.


Saat melihat gadis itu tengah tertidur, David memanfaatkan waktu tersebut untuk menatap wajah Keysha lebih lama. Tangannya hendak bergerak mengusap surai hitam milik Keysha, namun ia tak berani jika harus benar-benar menyentuhnya.


"Sepertinya kau sangat lelah hari ini, maafkan aku karena membuatmu menunggu," gumam David merasa bersalah.


David melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, sudah waktunya untuk David membawa Keysha pulang. Karena ia ingat pesan Bik Asih tadi untuk tidak pulang terlalu sore.

__ADS_1


David mencoba membangunkan Keyshauntuk mengajaknya pulang.


"Ehemm... Nona Keysha." ujar David dengan gaya coolnya.


Beberapa kali David memanggil namanya, akhirnya Keysha pun membuka mata.


"Maaf aku ketiduran," ujar Keysha.


"Tidak apa-apa, santai saja. Mari saya antar pulang." David pun langsung menuntun gadis itu keluar dari ruangannya.


Di perjalanan, Keysha dan David lebih banyak diam. David masih bingung hendak mengajak Keysha berbicara mulai dari mana.


"Besok saya akan menjemput Nona lagi," ujar David mencoba membuka suara.


"Tidak usah, sebaiknya aku di temani oleh Bik Asih saja," timpal Keysha.


"Tidak Nona, bagaimana pun juga Nona adalah tanggung jawab saya," ucap David.


Mendengar hal tersebut, entah mengapa Keysha merasa tersipu.


"Karena kita adalah partner kerja," sambung David.


Perasaan yang tadinya melayang hingga ke atas awan, kini langsung dijatuhkan seketika saat mendengar lanjutan dari ucapan David.


"Ah iya," ujar Keysha membenarkan.


"Apa yang kau harapkan, Keysha?" batin gadis itu merutuki kebodohannya.


Mobil yang dikendarai oleh David tiba di rumahnya. David pun segera mengantarkan Keysha masuk dan langsung berpamitan pulang.


Baru saja ia hendak kembali menuju ke mobilnya, namun tiba-tiba saja ia di kejutkan dengan keberadaan seseorang yang sudah berdiri memperhatikannya sedari tadi.


"Sedang apa kau disini?"


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ♥️.


Klik favorit untuk mendapatkan notifikasi update terbarunya~

__ADS_1


__ADS_2