
"Sebenarnya kedatanganku kemari ingin mengakhiri hubungan kita," ujar David tanpa berbasa-basi.
"Hah?!!"
"Aku ingin kita putus."
Mendengar ucapan dari David, membuat Indah terkejut, tercengang, dan hampir terjengkang (yang terakhir do'a para readers ya😌)
Gadis yang mengimpikan akan dilamar oleh David malah justru sebaliknya. David datang menemuinya kemari untuk mengakhiri semuanya.
"A-apa maksudmu? K-kau jangan bercanda," ujar gadis itu seakan tak percaya dengan ucapan David tadi.
"Aku serius," timpal David.
Mata Indah berkaca-kaca, gadis itu menatap pria yang ada dihadapannya dengan rasa tak percaya.
"Apa alasanmu sampai memilih untuk mengakhirinya?" tanya Indah. David bungkam tak bersuara, pria itu hanya menundukkan kepala karena merasa bersalah.
"Jawab aku David!!" seru gadis itu.
"Karena aku tidak mencintaimu,"
Jawaban David terasa begitu menohok bagi Indah. Gadis itu sesekali melayangkan pukulan kecil di dada bidang David.
"Kenapa kamu melakukan ini padaku, David." Indah menangis tersedu. Air matanya sudah tak dapat terbendung lagi.
"Maaf," lirih David. Hanya kata itu lah yang dapat ia ucapkan. Bukan tak ingin mencintai, namun sudah berapa lama ia berusaha, tetap saja satu nama yang menguasai hatinya hingga kini.
"Kamu tahu, aku mengira bahwa hari ini kau datang untuk melamarku, David. Jantungku berdebar tak karuan menantikan hal itu," ucap Indah.
"Menikah denganmu, it's my dream David. Jadi ku mohon jangan lakukan itu, tak peduli dengan perasaanmu padaku karena aku bisa memberikan cintaku padamu tak terhingga. Bisakah kau tetap tinggal bersamaku?"lanjut Indah.
David menunduk, pria itu tak berani menatap wajah Indah yang sudah berurai air mata. Rasa bersalah menyelimuti dirinya saat ini karena telah menorehkan luka di salah satu hati seorang gadis.
"Tolong, tatap aku David! Katakan bahwa ucapanmu tadi hanya bercanda,"bujuk Indah sembari memegang tangan David.
Ia tak ingin kehilangan David, gadis itu rela cintanya tak terbalas asal David selalu bersamanya. Baginya David tak perlu mencintainya karena gadis itu bisa memberikan cinta yang jauh lebih besar pada pria yang ada dihadapannya.
David memberanikan diri untuk menatap Indah. Pria itu pun menggelengkan kepalanya sembari berkata "Jangan sia-siakan cintamu hanya untuk mencintai pria yang tak mencintaimu. Maaf, tapi aku tetap pada keputusanku."
__ADS_1
Genggaman tangan Indah terlepas seketika. Gadis itu merasa benar-benar hancur untuk kesekian kalinya. Semua rasa yang ia bangun selama kurang lebih satu tahun, kini semuanya hancur bak serpihan.
"Kau jahat David! Aku membencimu!" cecar gadis itu melayangkan tatapan tajamnya pada David. Ia pun memukul lengan David dan kemudian pergi dari hadapan pria tersebut.
Sementara David hanya menatap kepergian Indah dengan rasa bersalah. Pria itu tak mengejarnya tak pula menahannya hingga akhirnya Indah pun hilang dari pandangannya.
...****************...
Keesokan harinya, Danu melihat Keysha yang tengah duduk di teras dengan memakai pakaian santainya.
"Apakah kau tidak ke resto, Nak?" tanya Danu.
"Tidak, Pa. David sedang berada di luar kota," jelas Keysha.
"Jika kau ingin ke sana, papa akan mengantarmu," tawar Danu.
"Tidak usah Pa, sungguh. Lagi pula David menyuruhku untuk beristirahat dulu sementara dia berada di luar kota," papar Keysha.
Danu menganggukkan kepalanya.
"Papa tidak bekerja?" tanya Keysha.
Keysha pun terkekeh. Danu mengusap puncak kepala putrinya dengan rasa sayang. Sebuah kasih sayang yang belum pernah diberikan oleh putri semata wayangnya dulu, kini Danu berangsur untuk memberikan kasih sayang tersebut.
"Pa, aku setuju untuk melakukan operasi," ucap Keysha tiba-tiba.
Mata Danu pun berkaca-kaca, ia sangat bahagia karena anak semata wayangnya itu setuju untuk melakukan operasi.
"Syukurlah kalau begitu, Nak. Papa ikut senang," tandas Danu menitikkan air mata bahagianya. Cukup lama ia membujuk Keysha untuk melakukan operasi, tetapi gadis itu selalu saja menolaknya.
Danu juga ingin berterima kasih pada David. Ia bisa menebak bahwa semua ini karena pria itu. Bodohnya Danu pernah menyia-nyiakan sosok lelaki yang seperti David.
Siang ini, David segera berkemas untuk kembali ke Jakarta. Setelah kejadian tadi malam, tak ada lagi alasan baginya untuk tetap berada di sini. Ditambah dengan rasa rindunya pada Keysha yang sudah menggunung.
David sadar bahwa ia tak ingin jauh dari Keysha. Pria itu tak sanggup jika harus kehilangan Keysha untuk yang kedua kalinya. Maka dari itu ia berjuang keras untuk merebut hati Keysha kembali. Tak perduli dengan status Keysha yang merupakan seorang janda sementara dirinya masih perjaka. Ia mengingat betul ucapan Reyhan kemarin, bahwa Keysha janda bukanlah sembarang janda.
Setelah selesai bersiap, pria itu segera meninggalkan kamarnya. Ia menarik kopernya berjalan keluar memandang langit Pontianak yang saat ini sangat cerah, secerah hatinya.
Kini ia merasa beban yang ada di pundaknya sudah terangkat. Tinggallah ia menarik Keysha untuk tetap berada di sisinya.
__ADS_1
Ponsel David berdering, ia melihat panggilan tersebut tak lain adalah dari Pak Danu.
"Halo...."
"David, aku sangat berterima kasih karena kau telah membuat Keysha ingin melakukan operasi itu," ujar suara dari seberang telepon.
"Bukan aku yang melakukannya, Pak. Tapi semua ini atas kemauan Keysha sendiri untuk bangkit dari masa lalunya," timpal David.
"Emmm begini, apakah kau masih mencintai putriku?" tanya Danu tiba-tiba.
"Sewaktu kau mengatakan bahwa menginginkan putriku, membuatku sedikit bertanya-tanya. Apakah ini hanya karena kau iba melihat Keysha atau karena kau masih...."
"Aku masih mencintainya," ujar David yang menyela ucapan Danu.
"Sebenarnya aku ingin mengatakannya langsung pada Pak Danu untuk tidak menghalangiku kali ini," ucap David.
"Mulai saat ini, aku mendukungmu!"
Kalimat yang dilontarkan oleh Danu membuat David menyunggingkan senyumnya. Tak lama kemudian sambungan telepon terputus karena David harus segera menuju ke bandara.
Di saat yang bersamaan, sebuah senyum terpatri di wajah yang mulai sedikit keriput. Ia lega karena David masih mencintai anaknya. Bagi Danu, David adalah pria yang terbaik untuk Keysha saat ini. Hanya saja ia menyesal karena pernah berbuat sedikit kejam pada pria tersebut.
Ia memandang Keysha yang saat ini tengah bercengkrama dengan Bik Asih. Sementara Kirana hari ini terpaksa harus pergi ke butik karena stok barang baru masuk siang ini.
"Ternyata aku salah, berpikir bahwa sumber kebahagiaanku berasal dari sebuah harta atau pun jabatan. Kini aku sadar, keharmonisan dalam sebuah keluarga merupakan sumber bahagia yang amat luar biasa," gumam Danu.
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya, tak kenal maka tak sayang. Jadi tinggalkan jejak kalian di kolom komentar❤️❤️❤️
__ADS_1
Yang belum favorit, hayuk favorit dulu biar dapet notifikasi update terbarunya~