
Kevin tengah berada di ruang kerja ayahnya. Mata Ruslan menatap tajam ke arah putranya.
"Apa yang ingin kau katakan, jika kau hanya membahas tentang hal bodoh sebaiknya kau enyah dari sini!" hardik Ruslan.
"Aku akan mundur dari perusahaan, Pa." ujar Kevin.
Ruslan mengambil asbak kayu yang ada di meja kerjanya. Dan sesaat kemudian ia pun melemparkan asbak tersebut hingga mengenai kepala Kevin.
Kevin hanya mengernyitkan keningnya sembari menahan sakit lemparan tersebut. Akibat dari lemparan tadi membuat kening pria itu mengeluarkan darah.
"Sekarang apa lagi alasanmu, hahh!!" bentak Ruslan. Emosinya sudah sampai ke ubun-ubun.
"Aku merasa kesulitan mengendalikan perusahaan tersebut Pa, biarkan Ardi yang mengurusnya." timpal Kevin.
Ruslan memijat keningnya namun sesaat kemudian pria itu tertawa. Ia kembali menatap tajam ke arah Kevin yang saat ini tengah berlutut di depannya.
"Pa, tolong biarkan Ardi memegang kendali perusahaan."
"Dasar bodoh! Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan di belakangku!" ketus Ruslan.
Kevin tertegun sejenak hanya untuk menelaah ucapan dari papanya itu.
"Kau memiliki seorang putra dari gadis sialan itu, bukan?" kali ini Ruslan memelankan nada bicaranya.
Mendengar apa yang diucapkan oleh Ruslan, sontak membuat Kevin terkejut.
"Bagaimana Papa bisa mengetahuinya?" tanya Kevin tak percaya.
PLAKKK...
Satu tamparan mendarat di pipi kiri Kevin. Sama seperti tadi, Kevin hanya terdiam atas apa yang dilakukan oleh papanya itu.
"Kau menikahi anak Danu karena dia juga tahu tentang hal itu bukan? Kau menikahi anaknya karena permintaan dari Danu supaya pria bajingan itu mengambil keuntungan dari kita! Dan Kau, menuruti semuanya karena kebodohanmu!" cerca Ruslan.
Mendengar hal tersebut, Kevin hanya terdiam sembari mengepalkan tangannya. Ternyata selama ini ia terlalu lalai sampai seluruh rahasianya diketahui oleh sang papa.
"Ceraikan putri Danu dan menikahlah dengan gadis yang telah melahirkan anakmu!" ujar Ruslan.
"Pa ..." Kevin menatap wajah papanya tak percaya.
"Bukankah kau terpaksa menikahi gadis itu."
__ADS_1
"Aku mencintainya, Pa." ujar Kevin.
"Mencintainya? mencintai dua wanita secara bersamaan?" Ruslan tertawa keras mendengar ucapan dari Kevin.
"Bukankah Papa yang mengatur perjodohan ini?"
"Apa kau lupa? kau lah yang meminta untuk dinikahkan dengan gadis itu." timpal Ruslan.
Kali ini Kevin terdiam. Ia benar-benar tak bisa menjawab lagi ucapan dari ayahnya. Semua rahasia Kevin sudah berada di genggaman papanya. Sudah pasti kehancuran akan menghampiri hidupnya.
"Aku tidak akan menceraikannya, Pa"
"Baiklah, kalau begitu biarkan saja adik tirimu itu menahan anak dan istrimu." kecam Ruslan.
Kevin membelalakkan matanya. Ia tak menyangka jika Ruslan akan berbuat sekejam itu pada dirinya. Pria itu pun beranjak dari posisinya. Ia melangkah pergi dari ruangan tersebut dan menutup keras pintu ruang kerja ayahnya.
Ruslan mengambil ponsel yang ada di atas meja.
"Tangkap segera, dan tahan pria itu di gudang." perintah Ruslan yang kemudian memutuskan sambungan teleponnya.
Di lain tempat, bodyguard yang baru saja mendapat perintah dari Ruslan langsung melancarkan aksinya.
"Tuan Besar memerintahkan untuk menahan Tuan Muda Ardi di dalam gudang." ujar pimpinan bodyguard melalui walkie talkie.
Ardi yang tengah tertidur sempat terkejut mendapat sergapan dari beberapa bodyguardnya. Salah satu dari bodyguard tersebut membekap mulut Ardi yang sudah dibubuhi oleh obat tidur membuat pria itu langsung jatuh pingsan. Para bodyguard tersebut membawa Ardi ke gudang belakang dengan mengikat kedua tangan dan kaki pria itu.
Ruslan menatap layar ponselnya yang berdering. Ia pun segera mengangkat panggilan tersebut.
"Perintah sudah dilaksanakan Tuan." ucap suara dari seberang telepon.
Mendengar hal tersebut membuat Ruslan langsung menyunggingkan senyum liciknya. Ia semua bodyguard yang ada disana dalam kendali Ruslan. Hanya saja anak tirinya itu yang terlalu bodoh menyewa salah satu penjaga kepercayaan Ruslan.
Ruslan juga mengetahui salah satu bodyguard yang ada disana dalam kendali Riko hanya untuk memata-matai istri dan anak dari putra semata wayangnya. Namun Ruslan membiarkan hal itu, baginya target sesungguhnya adalah Ardi.
Ruslan memang sudah cukup lama menahannya. Dari cara Ardi memperlakukan anaknya, serta bagaimana cara ia membuat Kevin seakan menjadi pria paling menyedihkan di muka bumi ini.
Dan untuk Danu, tentu saja ia juga sudah membereskannya. Saat ini Danu tengah ketar-ketir karena bisnisnya diambang kebangkrutan akibat ulah dari Ruslan.
...****************...
Keysha tampak lesu hari ini karena harus keluar masuk ke kamar mandi. Gadis itu tiba-tiba merasa mual yang luar biasa di pagi hari ini. Padahal sebelumnya nafsu makannya meningkat, dan pagi ini Keysha benar-benar mengeluarkan semua isi perutnya.
__ADS_1
Keysha berjalan gontai dan duduk di sisi tempat tidurnya. Gadis itu melirik kalender yang ada di atas nakas. Ia mengernyitkan dahinya saat mengetahui bahwa jadwal datang bulannya sudah lewat dua minggu.
Biasanya gadis itu hanya berselang dua atau tiga hari dari tanggal awal namun kali ini jarak tersebut sudah cukup jauh. Akan tetapi sampai saat ini ia masih belum juga datang bulan.
Keysha ingat beberapa hari terakhir gadis itu juga selalu menginginkan sesuatu. Dan nafsu makannya juga meningkat.
"Tidak mungkin aku hamil, bukankah aku melakukannya dengan Kevin hanya satu kali." sanggah Keysha dengan pikirannya yang tidak-tidak.
"Tapi.. saat itu adalah masa suburku." gumam Keysha.
"Ah, sebaiknya aku memeriksakan diri ke dokter." imbuh Keysha.
Meskipun tubuh terasa lemas, Keysha masih memaksakan dirinya untuk menyetir mobil sendirian menuju ke rumah sakit.
Dari kejauhan Riko melihat Keysha yang tampak pucat berjalan memasuki mobil. Dengan cepat pria itu menghampiri Nyonya-nya. Riko mengetuk kaca mobil, tak lama kemudian Keysha menurunkan kaca mobil tersebut.
"Anda mau kemana Nyonya? biar saya saja yang antar." tawar Riko.
"Tidak usah, kau harus ke kantor bukan?" tolak Keysha.
"Ini juga tugas saya, Anda dalam kondisi tidak baik-baik saja. Jika Tuan Kevin mengetahui kelalaian saya dalam menjaga Nyonya, maka beliau akan memecat saya." jelas Riko.
Mendengar hal tersebut membuat Keysha tak bisa menolak tawaran dari Riko. Gadis itu pun langsung berpindah posisi duduk di sebelah supir.
"Tempat mana yang akan anda tuju, Nyonya?" tanya Riko sembari memasang safety belt.
"Saya ingin ke rumah sakit." timpal Keysha.
"Mengapa tidak menghubungi dokter keluarga saja."
"Aku ingin dokter lain yang memeriksakan kondisiku. Karena ada satu hal yang ingin aku pastikan." ucap Keysha.
"Baiklah Nyonya, saya akan mengantarkan anda ke rumah sakit." ujar Riko yang kemudian melajukan mobilnya ke jalanan.
.
.
.
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejaknya berupa komen, like, serta votenya♥️
Jadwal up agak ngaret karena aku lagi ngikutin misi kepenulisan. Dan insyaallah nanti akan segera up di platform ini. Wkwkwk nggak jadi pindah rumah😂