
Hari ini merupakan hari yang sangat dinanti-nantikan semua orang. David mendorong kursi roda yang dinaiki oleh Keysha. Gadis itu sudah mengenakan baju pasien dan tak lama lagi ia akan menjalani operasi pengangkatan kornea mata.
"Aku gugup sekali," ujar Keysha, ujung jarinya terasa sangat dingin, tetapi di hatinya amat sangat senang karena tak lama lagi gadis itu dapat melihat.
"Tenanglah, fokus bahwa sebentar lagi Kau akan melihat dunia yang indah. Kau tidak perlu takut, karena aku dan kedua orang tuamu akan berdo'a untukmu, jadi ku mohon berjuanglah!" ujar David menyemangati.
Keysha mengangguk patuh membuat David mengusap puncak kepala kekasihnya itu dengan sayang.
"Gadis pintar," gumam pria itu.
Tak lama kemudian, dokter dan beberapa anggota medis lainnya sudah datang hendak memasuki ruangan tersebut.
"Berjuanglah Nak, kau pasti bisa!"
"Putri cantiknya papa harus semangat untuk sembuh."
Kedua orang tua Keysha ikut menyemangati. David segera membawa Keysha untuk masuk ke dalam ruang operasi. Tercium bau obat-obatan serta beberapa alat medis yang ada di dalam sana.
David mengangkat kekasihnya untuk membaringkannya di ranjang rumah sakit.
"Semangat sayang, kau harus sembuh," ucap David seraya mengusap wajah Keysha. Dan sesaat kemudian pria itu pun pergi meninggalkan ruangan operasi.
Keysha mencoba untuk menenangkan dirinya. Dokter pun memeriksa tensi darah Keysha sebelum melakukan operasi. Setelah menunjukkan bahwa darah Keysha normal, dokter pun segera mempersiapkan semua peralatan untuk mengoperasi Keysha.
Dokter yang memimpin jalannya operasi memberikan suntikan anestesi pada Keysha.
"Tenang dan beristirahatlah, yakin pada kami bahwa Anda akan segera sembuh," ucap Dokter tersebut.
Di waktu yang bersamaan, ketiga orang tak henti-hentinya merapalkan do'a untuk keberhasilan dalam operasi Keysha.
David sedari tadi mondar-mandir, rasa panik pun menghampiri dirinya karena sang kekasih yang saat ini tengah berjuang demi kesembuhannya.
Sudah satu jam Keysha berada di dalam ruang operasi, dokter serta tim medis yang menangani operasi tersebut belum juga keluar.
"Nak David sabarlah. Coba duduk dulu di sini," ujar Kirana sembari menepuk kursi kosong yang ada di sampingnya. Wanita itu sedari tadi melihat David yang melihat-melihat pintu ruang operasi.
David menuruti ucapan Kirana. Pria itu pun duduk di salah satu kursi kosong, tepat di sebelah Kirana.
"Nak, kami benar-benar berterima kasih padamu. Kau bisa membukakan pintu hati Keysha untuk kesembuhannya. Sungguh, kami sempat putus asa karena Keysha menolak untuk menerima pendonor selama ini," papar Kirana.
__ADS_1
"Mungkin jika tidak ada arahan darimu, kami tidak tahu bagaimana nasib anak kami kelak. Terima kasih Vid, telah memberikan dorongan yang begitu besar untuk Keysha agar mau melakukan operasi," ujar Danu sembari menepuk pundak David.
"Tidak Bu, Pak, peran saya hanya sedikit. Keysha lah yang menginginkan kesembuhan untuk dirinya sendiri," timpal David.
Tak lama kemudian, terdengar suara langkah yang tergesa-gesa menghampiri mereka. David melihat ke arah suara tersebut. Reyhan bersama dengan Irene berjalan menghampiri David.
"Apakah operasinya sudah selesai?" tanya Irene.
"Ck, apakah matamu tidak melihat saat ini mereka masih berada di kursi tunggu. Berarti operasi belum selesai," timpal Reyhan saat mendengar pertanyaan Irene yang sangat konyol baginya.
"Rey...." David beranjak dari tempat duduknya dan kemudian memeluk sahabatnya itu.
"Terima kasih banyak atas bantuanmu," ujar David.
"Santai Dude, jangan sungkan-sungkan untuk meminta pertolongan. Aku akan membantunya semampuku," timpal Reyhan.
"Dan terima kasih juga karena telah memecat gadis ini," sambung Reyhan melirik ke arah Irene. Gadis tersebut langsung melayangkan tatapan tajam pada Reyhan. David yang sedari tadi dirundung rasa panik, tiba-tiba terkekeh mendengar ucapan Reyhan barusan.
Pasangan yang satu ini memang benar-benar pasangan ter-aneh menurut David. Sahabatnya itu terkadang memberikan sedikit perhatian kecil untuk Irene, tetapi dengan cara yang memang terbilang aneh.
Sudah hampir dua jam lamanya, mereka menunggu operasi tersebut selesai. Tak lama kemudian, dokter yang menangani pun keluar dari ruangan tersebut.
"Bagaimana Dok dengan operasinya?" tanya Danu.
Dokter tersebut membuka masker yang dikenakannya.
"Untuk operasi, berjalan dengan lancar. Namun kita masih harus pantau perkembangannya setelah operasi," jelas dokter tersebut.
Tak lama kemudian, beberapa tim medis mendorong ranjang, membawa Keysha untuk berada di ruang inap. Semua yang ada di sana pun segera mengikuti dari belakang. David dan Reyhan ikut berinisiatif mendorong ranjang tersebut. Salah satu perawat menyadari pemilik rumah sakit membantunya, langsung menundukkan kepalanya memberi hormat. Reyhan pun membalas dengan hal yang serupa.
Kini Keysha sudah di letakkan di ruang inap. Reyhan pun memilih berpamitan karena ia tak bisa menunggu hingga Keysha sadar.
"Terima kasih Nak Reyhan atas pertolongannya," ujar Kirana.
"Sama-sama, Bu," timpal Reyhan.
"Kalau begitu saya pamit Bu, Pak." Reyhan pun melangkahkan kakinya pergi dari ruangan tersebut sementara Irene mengekor pria itu dari belakang.
David menatap Keysha dengan seksama. Gadis itu masih belum sadar juga. Matanya terbungkus dengan kain kasa. David berharap kelak Keysha dapat melihat lagi, setelahnya ia berjanji akan membahagiakan gadis itu seumur hidupnya untuk tetap berada di sisinya.
__ADS_1
Ponselnya berdering, pria itu menatap ke layar pipih tersebut. Dilihatnya saat ini Indah tengah melakukan panggilan video padanya.
David pun langsung menerima panggilan tersebut. Dan layar itu langsung menampakkan sosok Indah yang saat ini berada di restonya.
"Mana Keysha? Apakah operasinya berhasil?" tanya Indah.
"Operasinya berhasil, tapi kata dokter masih harus dipantau perkembangan setelah operasi," jelas Reyhan.
"Oh ...." Indah mengangguk paham.
"Dimana Keysha?" tanya Indah lagi.
David pun langsung mengalihkan panggilan video tersebut menggunakan kamera belakang, ia pun menyorot Keysha yang saat ini masih terbaring belum sadarkan diri.
Mata Indah berkaca-kaca, hatinya merasa sangat sedih melihat Keysha yang belum sadar, tetapi gadis itu juga bahagia karena sebentar lagi Keysha akan kembali melihat hamparan dunia yang ada di hadapannya.
"Dia masih belum sadar, kabari aku jika dia sudah siuman," ucap Indah.
"Siap," timpal Reyhan.
Tak lama kemudian, panggilan telepon pun langsung terputus. Reyhan kembali mendekati ranjang dan duduk di samping ranjang tersebut. Tangannya menggenggam jemari Keysha.
"Terima kasih karena telah berjuang sejauh ini, Sayang. Aku sangat bangga padamu," ucap pria itu dalam hati.
"Sekarang saatnya untuk kau bangun, perjuanganmu untuk sembuh sudah berhasil. Saat ini kami hanya perlu menunggumu untuk membuka mata," batin David yang tak mengalihkan pandangannya sedetik pun pada Keysha.
Sementara Kirana, menggenggam tangan Keysha yang satunya lagi. Berharap agar putrinya sadar secepatnya.
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, dan votenya♥️ karena like dan komen itu gratis, kecuali vote yang hanya bisa seminggu sekali.
Yang masih belum klik favorit, yuk di klik biar dapet notifikasi update terbarunya~
__ADS_1