
David saat ini tengah mengantarkan Reyhan ke rumah sakit yang dikelolanya. Temannya itu terpaksa meminta bantuan David karena tiba-tiba saja mobil yang ia bawa tadi mogok di jalan.
Setelah memakan waktu yang cukup lama, mobil yang dikendarai oleh David tiba di rumah sakit. Reyhan langsung melepaskan sabuk pengamannya dan segera turun.
"Thanks ya, maaf karena merepotkanmu." ujar Reyhan.
"Jangan terlalu sungkan, ini hanya sebagian kecil yang aku lakukan. Kau juga pernah menolongku lebih dari ini." timpal David.
"Kalau begitu berhati-hatilah." ucap Reyhan.
David pun menimpalinya dengan sebuah anggukan, lalu melajukan mobilnya membelah jalanan. Tak lama kemudian ponselnya berdering, David menanggalkan earphone ke salah satu telinganya untuk mengangkat panggilan tersebut.
"Pak tadi ada yang ingin mengisi posisi sebagai penyanyi resto, apakah bapak ingin menerimanya?"
"Tentu saja, bukankah kita sudah memasang pengumuman di depan. Terima saja, aku juga merasa bosan jika tak ada hiburan di resto." timpal David pada si penelepon.
"Baiklah Pak kalau begitu."
Sambungan telepon terputus, David melakukan mobilnya menuju ke resto.
...
Seorang pelayan datang sembari membawakan makanan yang Keysha pesan tadi. Ia pun mengatakan bahwa pilik resto menerima Keysha untuk mengisi posisi menjadi penyanyi di tempat tersebut.
Keysha merasa senang bukan kepalang. Kini ia bisa melakukan hal yang lain dibandingkan harus terus berdiam diri di dalam rumahnya.
Melihat Keysha yang sangat senang, Bik Asih pun juga ikut senang.
"Syukurlah kalau begitu Non, tapi makanlah dulu." ucap Bik Asih menyerahkan sendok ke tangan Keysha.
Gadis itu mengangguk sembari menikmati makanannya seraya mengulas senyum.
"Bik Asih juga harus makan." ucap Keysha.
...
David tiba di resto, pria itu melirik pengunjung yang ramai sejenak dan kemudian langsung melenggang masuk ke dapur untuk memeriksa kinerja koki yang berada di dapur.
Lima orang koki tengah bergelut dengan wajan dan api. David memperhatikan satu persatu dari ke lima orang tersebut.
"Apakah bahan makanan kita masih cukup?" tanya David pada salah satu koki tersebut.
__ADS_1
"Masih cukup Pak." timpalnya.
David mengangguk, dan kemudian melangkah pergi dari tempat itu. Ia berjalan menuju ke ruangannya, memilih duduk sembari bersantai di ruangan tersebut.
...
Keysha dan Bik Asih baru saja menghabiskan makanannya. Ponsel Bik Asih berdering, ia pun mengangkat panggilan yang tak lain dari Kirana.
Bik Asih tak mendengar dengan jelas suara Nyonya-nya itu.
"Non Keysha tunggu disini sebentar ya, bibi angkat telepon dari Nyonya dulu." ucap Bik Asih.
Keysha mengangguk patuh, Bik Asih pun berjalan keluar untuk berbicara leluasa karena pendengarannya sudah sedikit berkurang, ia menekan loud speaker agar dapat mendengar dengan jelas.
Keysha duduk sembari menunggu Bik Asih. Salah seorang tamu tak sengaja menendang tongkat pemandu jalannya. Tamu tersebut mengambil tongkat tadi, namun meletakkan tongkat tersebut di posisi yang berbeda.
"Maaf.." ucapnya.
"Tidak apa-apa." timpal Keysha.
Gadis itu meraba tongkat yang ada di tempatnya tadi, namun ia tidak menemukan benda tersebut.
"Pria itu meletakkannya tak sesuai dengan tempat semula." gumam Keysha.
Baju Keysha basah terkena tumpahan jus serta saus.
"Maafkan saya." ucap gadis itu.
Pelayan juga meminta maaf sembari berlutut.
"Tolong maafkan saya Nona." ujar pelayan tersebut ketakutan. Ini adalah pertama kali ia bekerja namun sudah membuat kesalahan yang cukup fatal.
"Tidak apa-apa lagi pula aku yang salah." ucap Keysha.
Beberapa pasang mata pun menatap ke arah gadis itu. Pelayan tersebut berlutut sembari mengambil pecahan piring dan gelas yang ia jatuhkan tadi.
Kegaduhan terdengar sampai di telinga David. Salah seorang pelayan lainnya mengadukan kejadian tersebut. David pun segera mengambil tindakan. Pria itu berencana turun dan meminta maaf atas kecerobohan salah satu pelayannya itu.
Ia melihat kerumunan banyak orang. David pun langsung menerobos kerumunan tersebut dan kemudian menundukkan kepalanya untuk meminta maaf pada tamu yang di rugikan.
"Saya meminta maaf atas kecerobohan dari salah satu pelayan kami dan memastikan bahwa kejadian ini tidak akan terulang lagi." ucap pria itu.
__ADS_1
Namun saat ia menatap ke arah tamu yang dimintanya maaf, David terkejut menyadari bahwa siapa yang saat ini tengah berada dihadapannya. Dia adalah gadis di masa lalu, yang dulu pernah memporak-porandakan hatinya.
Seketika waktu terhenti, pandangan David hanya tertuju pada gadis yang saat ini menatap dirinya. Rasa rindu serta benci berbaur menjadi satu. David merindukan gadis itu, namun ia membenci tatapan yang seakan tak melihat keberadaan dirinya saat ini.
"Tidak apa-apa, lagi pula aku yang salah bukan pelayan itu." ucap Keysha.
David menatapnya dengan heran. Pandangan gadis itu tak beralih sedikit pun, lurus ke depan dengan tatapan yang kosong.
Namun saat ia melihat Keysha berbalik dengan tongkat yang menjadi pemandu jalannya, David pun akhirnya mengetahui bahwa mantan kekasihnya itu sudah tak bisa melihat lagi.
Matanya menatap gadis itu sembari berkaca-kaca. Dalam benaknya bertanya-tanya. Apa yang terjadi? Mengapa gadis itu harus muncul di hadapannya dengan kondisi seperti itu?
Bik Asih yang baru saja masuk langsung terkejut saat mendapati Keysha dengan pakaian yang basah dan kotor terkena noda.
"Astaga Non, apa yang terjadi?" tanya Bik Asih.
Keysha tak menjawabnya, ia meminta Bik Asih untuk mengambilkan tasnya. Setelah tas tersebut berada di tangannya, ia langsung mengeluarkan dompetnya dan memberikannya pada Bik Asih.
"Tolong bayarkan makanan tadi, gunakan uang tunai yang ada di dalam dompetku."ucap Keysha.
Bik Asih berjalan menuju ke kasir, namun dengan cepat David mencegahnya.
"Tidak usah,Bu. Anggap saja itu sebagai permintaan maaf dari kami." ujar David.
Bik Asih langsung mengucapkan terima kasih dan membawa Keysha untuk pergi dari resto tersebut.
David tak ingin terlalu lama menatap Keysha, ia takut jika dirinya terus menerus menyimpan perasaan pada gadis itu. Meskipun ingin ia harus menahannya. Gadis itu sudah memiliki suami, begitu pun dengan dirinya yang telah memiliki seorang kekasih.
David kembali ke ruangannya dengan perasaan hancur. Ia tak menampik jika melihat kondisi Keysha yang saat ini membuatnya sedih.
"Mengapa.. mengapa kau muncul dengan kondisi seperti itu? Ada apa dengan diriku? harusnya aku membencinya karena telah mematahkan hatiku!" gumam David sembari mengepalkan tangannya.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejaknya berupa like, komen, serta votenya ♥️
__ADS_1
Klik favorit untuk mendapatkan notifikasi update terbarunya~