
Siang ini David dan Keysha mengantar Indah menuju ke bandara. Setelah menghabiskan waktu kemarin, Indah memutuskan untuk pulang lebih cepat dari pada jadwal kepulangan yang direncanakannya. Gadis itu masih perlu menata hatinya lagi, memang ia sudah mengikhlaskan tapi tetap saja masih ada rasa perih saat melihat kemesraan dari sahabat dan mantan kekasihnya itu.
Keysha tak seperti kemarin, gadis itu lebih banyak diam hari ini. Kenyataan bahwa David pernah menjalin hubungan dengan Indah membuat gadis itu diselimuti rasa bersalah.
"Key, kau baik-baik saja?" tanya Indah saat melihat Keysha tak banyak bicara.
Keysha menganggukkan kepalanya.
"Kau tidak usah sedih, lain kali aku akan berkunjung lagi kemari," sambung Indah memberikan pelukan pada sahabatnya itu.
Keysha membalas pelukan Indah dengan erat. "Maafkan aku kak, seharusnya aku tidak hadir diantara kalian," ucap gadis itu.
Indah tertegun saat mendengar ucapan Keysha, gadis itu pun melepaskan pelukannya.
"Aku sudah mengetahuinya, sungguh aku sangat menyesalinya," ucapnya lagi.
Dengan cepat Indah kembali memeluk Keysha. "Tidak ada yang salah dari dirimu, Key. Ini semua adalah takdir. Lagi pula David tak mencintaiku, maka dari itu aku memutuskan untuk tidak mempertahankannya lagi," papar Indah.
"Tetap saja kak, aku merasa bersalah."
"Jika kau merasa demikian, tebus kesalahanmu dengan hidup berbahagia bersama David," ucap Indah tulus.
"Sudah, jangan diperpanjang masalah ini. Kalau begitu aku pamit untuk pulang, ingat jangan merasa bersalah lagi," ujar Indah.
Keysha menimpalinya dengan sebuah anggukan kecil.
"Vid, aku pulang. Tolong jaga Keysha dengan baik," ucap Indah.
"Hati-hati," timpal David.
Indah pun melangkah pergi sembari menggeret koper yang ada di tangannya. Setelah kepergian Indah, David membawa Keysha untuk kembali ke mobil.
"Pulang atau ke resto?" tanya David pada kekasihnya.
"Ke resto," timpal Keysha.
David pun melajukan mobilnya menuju ke resto. Selang beberapa lama kemudian, keduanya telah tiba di tempat yang di tuju. David menuntun Keysha untuk turun dari mobil.
KRUKKK ...
Perut Keysha berbunyi cukup keras, seketika yang awalnya gadis itu terdiam, kini wajahnya memerah karena menahan malu. "Dasar cacing-cacing sialan!" umpatnya di dalam hati.
David terkekeh, Keysha yang sedari tadi irit bicara kini hanya tersenyum sembari menahan malu.
"Maaf karena sedikit tak sopan," ucap Keysha.
"Kenapa harus malu? Katakan saja kau ingin makan apa, biar aku membuatkan sesuatu untukmu," ujar David.
__ADS_1
Keduanya melangkah masuk menuju ke resto, David mendudukan Keysha di salah satu kursi yang ada di sana. Baru saja ia hendak beranjak, tiba-tiba seorang gadis datang menghampirinya.
"Pak David saya salah apa, kenapa malam-malam Bapak mengirimkan pesan pemecatan saya," ujar gadis itu.
David melirik ke arah Keysha, "Dia Irene, kekasih sahabatku yang bekerja di sini," jelas David saat melihat raut wajah Keysha yang penuh tanda tanya.
"Begini, memang tidak ada yang salah dengan kinerjamu, tapi ini semua permintaan dari calon suamimu sendiri. Ia menghubungiku malam-malam untuk memberhentikanmu," jelas David.
Irene memberengut kesal "Dasar Reyhan jelek sialan!! Aku akan membalas perbuatanmu," ketus Irene yang kemudian melangkah pergi ke luar resto.
David hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Sifat mantan pegawainya yang satu itu memang tidak jauh berbeda dari sahabatnya.
"Sepertinya mereka pasangan yang lucu," ujar Keysha sembari terkekeh.
"Dan sedikit gila," sambung David yang membuat Keysha sukses tertawa.
"Tunggulah sebentar disini, aku akan membuatkan makanan untukmu," ujar David yang sesaat kemudian melangkah pergi. Sementara Keysha, gadis itu menunggu kekasihnya.
David bingung hendak memasak makanan apa untuk Keysha. Pria itu mengambil bahan makanan dan langsung mengolahnya.
Beberapa koki resto menatap David," Biar kami saja yang melakukannya, Pak," tanya salah satu koki.
"Tidak usah, lanjutkan saja pekerjaan kalian," tolak David.
Butuh waktu sekitar 25 menit untuk memasak makanan tersebut. Bukan hanya itu saja, pria itu juga menyiapkan makanan penutup untuk kekasihnya itu.
David pun tiba dengan nampan yang ada di tangannya. Pria itu tersenyum saat melihat kekasihnya masih setia menunggu di tempat tadi.
"Apa ini? tercium dari aromanya sangat lezat," ujar Keysha .
"Chicken cordon bleu dan makanan penutupnya adalah caramel custard," jelas David.
David meraih piring milik Keysha, pria itu memotong daging yang ada di piring tersebut dan menyuapkannya pada Keysha.
"Buka mulutmu," titah David.
Dengan penuh semangat, Keysha membuka mulutnya lebar-lebar. Rasa daging ayam serta smoke beef dan lelehan saus keju mendarat di mulutnya.
"Ini benar-benar enak, Kekasihku memang hebat," puji Keysha.
"Tentu saja," timpal David.
"Oh iya, aku ingin menanyakan satu hal," ucap Keysha.
"Apa?"
"Apa alasanmu menamai resto ini dengan DK Resto?" tanya Keysha.
__ADS_1
David tersenyum simpul sebelum menjawab pertanyaan dari Keysha.
"Dulu aku memiliki sebuah kedai yang kecil, belum menjadi resto sebesar ini. Awalnya aku kesulitan mencari namanya, tetapi suatu hari aku kembali menemukan gelang pemberianmu yang pernah ku buang, aku melihat inisial di gelang tersebut, entah mengapa aku menjadikan nama itu dengan inisial tersebut," ujar David.
"Saat itu aku masih mengharapkanmu walaupun hal tersebut mustahil. Namun, aku pernah ingat dengan ucapanku, suatu hari aku akan membuka sebuah usaha, dan kau dapat menemukanku melalui usahaku. Dan ternyata di tempat ini, kita kembali di pertemukan," papar David.
Keysha tersentuh, jika ditanya wanita mana yang paling beruntung di dunia ini? jawabnya adalah Keysha. Ia tak dapat mendeskripsikan perasaannya saat ini, ada haru, sedih, dan bahagia yang berbaur menjadi satu.
Gadis itu juga pernah berpikir, saat pertama kali ibunya menyebutkan nama resto ini, yang terlintas dipikirannya adalah satu. Nama yang unik, karena nama resto tersebut sama dengan nama yang terukir di gelangnya.
"Apakah ada yang salah dengan ucapanku?" tanya David saat melihat Keysha tiba-tiba diam dengan penjelasannya tadi.
"Tidak apa-apa, aku hanya tersentuh dengan ucapanmu. Maaf karena sudah membuatmu berbuat sejauh ini, sedangkan diriku sampai sekarang hanya bisa menyusahkan mu," pungkas Keysha.
David meraih tangan Keysha, "Aku melakukan semua ini karena diriku juga. Ini adalah keinginanku, jadi kau tidak perlu memikirkan itu," ucap David dengan tulus.
"Aku mencintaimu, David."
David tercengang seketika, antara ada rasa percaya dan tidak percaya saat ia mendengar Keysha mengatakan hal tersebut. Sudah sekian tahun lamanya, kini kalimat itu kembali terucap di bibirnya.
"Aku lebih dari itu, Key," balas David dengan mengembangkan senyum bahagianya.
Tak lama kemudian, ponselnya berdering. David melihat benda pipih tersebut. Ia sedikit kesal karena Reyhan lagi-lagi mengganggu momen manisnya saat ini.
David meraih benda pipih tersebut dan menempelkannya di telinga.
"Apakah kau baru saja dimarahi oleh Irene?" tebak David.
"Urusan yang itu nanti, sekarang ada yang lebih penting lagi."
"Apa?"
"Kami sudah menemukan pendonor, segera bawa kekasihmu kesini untuk penjadwalan operasi,"
Setelah mendengar kabar tersebut, mata David memerah. Kekasihnya itu sebentar lagi dapat melihat. Beberapa kali suara Reyhan terdengar memanggilnya dari seberang telepon, tetapi David mengabaikan panggilan tersebut karena terlalu senang.
"Ada apa?" tanya Keysha.
"Sayang, kita sudah mendapatkan pendonor,"
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️
Yang belum favorit, yuk di favoritkan supaya mendapatkan notifikasi update terbarunya~