
sungguh aneh tuan muda Presdir Dewantara group menghilang tanpa jejak bagai ditelan bumi. sekretaris Ken benar benar frustasi tuan Liam menghilang dimalam hari dan baru mereka sadari saat pagi itu sungguh sangat terlambat.
sekretaris Ken mengunjungi tempat biasa dikunjungi tuan mudanya, semua tempat tanpa terlewatkan tapi dia heran tuan Liam tidak di sana. sekretaris Ken menghalalkan berbagai cara untuk mencari bahkan memeriksa setiap CCTV di berbagai tempat. Biasanya anak buah kepercayaannya yang melakukan tapi kali ini dia seakan tidak percaya dengan kinerja orang lain. sekretaris Ken pergi melakukannya sendiri dia ingin melihat dengan matanya sendiri.
"apa yang kau dapatkan Jason?" tanya Matteo
"ketua tidak ada yang mencurigakan" jawaban orang kepercayaan Matteo meyakinkan.
"Jason, Liam sudah seperti hidupku Aku harap kamu mengerti, walau aku ragu kalau dia dalam bahaya Tapi tetaplah waspada, musuh bisa saja memanfaatkan situasi ini."
"saya mengerti ketua."
Jason undur diri untuk melaksanakan keinginan Matteo.
Matteo melajukan mobilnya di tempat biasa mereka bertemu dia ingin mengetahui situasi yang sebenarnya, agar dia bisa menyimpulkan segala yang terjadi.
"bagaimana kejadiannya Ken?" tanya Matteo masih tidak percaya.
"pertanyaan mu sungguh tidak mendukung Matteo aku rasa ada yang janggal dengan menghilangnya Liam " sambung Aditia.
saat ini sekretaris Ken kehilangan ide bagaimana tidak ini sudah hampir 24 jam dia sangat khawatir belum ada kabar tuan mudanya.
"kau sudah teliti kan?" Matteo yakin ada yang tidak beres tapi insting mafianya cukup tenang, dia sangat pandai memperhitungkan tindakan lawan.
"rekaman terakhir tuan muda berjalan di daerah yang diluar jangkauan CCTV, anehnya CCTV jalan sangat bersahabat sedang tidak berfungsi saat itu." kata Ken dalam ke keputusasaannya.
Matteo dan Aditia saling pandang
"pulanglah Ken dia pasti baik baik saja" kata Matteo menjamin.
"bagaimana aku bisa tenang, aku gagal melindunginya musuh sedang mengincarnya akhir akhir ini" kemarahan sekretaris Ken meledak mencekam maju Matteo.
"aku akan mengerahkan anak buahku, kita tunggu kabarnya aku yakin dia tidak ditangan musuh " Matteo tidak pernah salah dalam memprediksi keadaan karena jika musuh mendekati sahabatnya dia pasti mendapatkan signal lebih dulu.
pencarian terus berlanjut bahkan anak buah mereka sudah menyusuri seluruh kota bahkan di tempat kemungkinan berbahaya. menurut laporan anak buah Matteo, tuan Liam tidak terdeteksi di lingkungan musuh.
"ini sudah malam dan pria gila itu belum ditemukan Matteo ini seperti perang dingin" kata Aditia yang sudah siap siaga jika sahabatnya kembali dengan beberapa goresan.
"hhmm, kau benar Aditia" Matteo tidak memikirkan Liam tapi memikirkan Ken.
"Ken kau baik baik saja?"
"apa maksudmu!!!" sekretaris Ken sudah kesal pada dirinya sendiri
"kau sudah makan? mau ku pesan makanan seperti biasa?" lanjut Matteo menghiraukan kekesalan Ken
"akkhhh... bisa kah kau diam!" sekretaris Ken marah menumpahkan semua ini meja.
__ADS_1
Aditia merasa situasi sangat runyam
"tidak mungkin dia keluar negri tanpa Ken "
suara Aditia sedikit membuat telinga Matteo gatal
"jangan bilang kau sudah menelusuri sejauh itu Aditia " Matteo dengan senyum sejuta arti
"apa maksudmu kawan?"
"memangnya apa yang dia lakukan di luar sana hah"
Aditia sedikit berpikir dan sepertinya dia dan Matteo memiliki penemuan baru.
"kuharap kau masih waras Aditia, hahaha"
"hahaha... kau benar Matteo"
"itu tidak akan terjadi aku mengenalnya dengan baik" suara Ken yang mengerti jalan pikiran kedua buaya di depannya itu.
Matteo dan Aditia menghela nafas panjang
"tenanglah Ken" kata Matteo
"Matteo, apa perlu ku ceritakan ke khawatiran ku ini lima tahun lalu ini pernah terjadi, tapi aku dulu yakin dia selamat karena karena.... dia membawa senjata dan perlengkapannya. tapi kali ini, Liam pergi tanpa apapun Bahkan dompetnya tertinggal di mobil. Bagaimana dia tidak mempersiapkan diri kali ini."
sekretaris Ken kembali terbayang saat penyerangan itu terjadi tuan Liam masih bisa membela diri karena kesiap siaganya tapi kali ini sangat mustahil bagi sekretaris Ken untuk bernafas.
"maafkan kami tuan "
sekretaris Ken menendang perut pria didepannya sampai terjungkal kebelakang.
"tidak berguna!!!"
Ken benar benar marah.
"Aditia ini sudah lewat 24 jam, si gila itu tidak bisa di temukan besok hari Minggu jika Liam belum kembali kita harus membantu Ken"
Aditia mengangkat sebelah alisnya.
" tutup semua koneksi tentang Liam jangan biarkan ini sampai ditelinga pemegang saham atau orang orang tertentu. kita harus bersikap biasa saja jangan ada yang membicarakan menghilangnya Liam."
kata Matteo sambil melirik Ken yang frustasi.
"menarik" Aditia sepertinya sangat bersemangat dia juga memiliki filing yang sama dengan Matteo.
"dengarkan aku Ken jangan terlalu khawatir, mari kita sudahi ini dulu pergilah istirahat besok kita lanjutkan."
__ADS_1
ken pasrah hanya mengangguk, dia mendapat tepukan bahu dari teman temannya itu sudah lebih dari pujian atas kerja kerasnya.
sekretaris Ken memutuskan pergi menginap dirumah tuan mudanya berharap tuan mudanya kembali dan dia orang pertama yang melihatnya.
pagi hari mereka berkumpul di rumah tuan Liam. Matteo tidak bisa tidur tadi malam karena harga dirinya terinjak dia tidak bisa mendeteksi keberadaan sahabatnya.
mereka lama terdiam di ruang tamu rumah elit itu saling pandang seakan bertele Pati.
"hahahaha"
dan seketika tawa mereka pecah.
"kau kemana semalam Ken?" pertanyaan diselingi tawa dari Matteo
"sialan kau" Ken kesal dan melempar bantal sofa kearah Matteo.
"aku benar benar tidak percaya kau pergi meminta petunjuk di kuburan paman dan bibi, hahaha" lanjut Matteo
"aku menyuruh mu mencari anak itu tapi kau malah menguntit ku" marah pada Matteo demi menutupi rasa malu karena Matteo menciduk dirinya.
"aku hanya khawatir kau bunuh diri hahahah" kata kata ejekan tidak berhenti dari mulut Matteo
"sialan kau!!!"
benar saja begitu tertutupnya hati sekretaris Ken hingga datang ke kuburan orang tua tuan Liam. Awalnya dia berharap tuan mudanya ada disana, tapi ketika sampai disana dia merasa sangat bersalah pada tuan Dewantara. dia benar benar kehilangan akal saat itu baginya kejadian itu sangat cepat.
mereka terus melakukan penyelidikan secara diam diam dan bermalam di kediaman Dewantara malam itu.
Matteo menjadi koki malam itu
"waktunya makan malam anak anak" panggil Matteo
"mengapa rasanya aneh" kata Ken
" mulut mu saja yang aneh Ken, Oh ini sangat lezat" sanggah Aditia
"cihhh"
kegiatan makan bersama seperti itu jarang terjadi mungkin sekretaris Ken merindukan hal ini, selesai makan mereka kembali terlarut dalam pikiran masing masing.
" apa kita harus menghubungi kakek?" solusi terakhir yang dimiliki Aditia
"mengapa kau sangat konyol " Matteo tidak setuju.
"aku merasa tidak berguna kalau itu sampai terjadi" suara lirih Ken
"benar Ken, Liam pasti kembali" kata Matteo berpegang pada keyakinannya.
__ADS_1
"hhmmm" Ken memejamkan matanya di sofa.
"aku akan menghajarnya kalau dia kembali."