Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
107 kamu punya hak memilih hidupmu Ken


__ADS_3

Tuan Liam sedang menginterogasi tersangka, siapa lagi kalau bukan Lois yang mempermainkannya perihal istrinya. Lois merasa ngeri dengan tatapan membunuh tuan Liam walau dia tahu tidak mungkin tuan Liam menjadi bodoh hingga mencabut nyawanya tapi tetap saja dia was-was.


"maafkan saya yang terlalu lama menghubungi anda tuan muda" kata maaf akan sangat menguntungkan baginya.


"mengapa memukul Ken?" tuan Liam fokus pada perihal Ken.


"Haha" bukannya menjawab Lois malah tertawa geli.


Tuan Liam dapat membaca tujuan dari Lois namun tetap saja masih ingin mendengar langsung dari Lois latar belakang Ken yang terpancing emosi. Lois mengaku telah bersikap seperti orang jahat di hadapan Ken, dan salah paham yang membawa mereka beradu kekuatan.


"aku mengerti, bagaimana pun terimakasih sudah datang tepat waktu" tuan Liam dengan tatapan yg ang sulit diartikan


"itu sudah kewajiban saya tuan muda, berbahagialah setelah ini. Saya dapat melihat ketulusan hati nona Nadila pada anda" kata Lois menunduk ingin undur diri, dia merasa tugas nya sampai disini saja untuk seterusnya akan di ambil alih oleh sekretaris Ken.


Belum berbalik suara tembakan terdengar dari arah taman, tuan Liam ingat kalau yang berada di taman adalah Ken. Dari jendela kaca dia tidak melihat apapun, mereka berlari menuju taman di malam gelap itu.


"nyalakan semua lampu" entah kepada siapa Lois berbicara tapi suara bisikan nya mendapat respon. Semua lampu di dalam vila tanpa terkecuali menyala dan lampu taman juga ikut menyala. Dari kejauhan tuan Liam melihat tubuh Ken yang sudah terbaring diatas rumput hijau, jarak vila dengan posisi sekretaris Ken berada cukup jauh sehingga membutuhkan tenaga untuk berlari.


Tuan Liam sangat tidak percaya akan kelakuan Ken, dia sangat marah ketika melihat pistol di genggaman Ken dan tangan Ken berlumuran darah. Seluruh pengawal bermunculan entah dari mana, sangat jelas lingkungan vila di jaga ketat menurut intrusi dari Lois.


"Ken bertahanlah" tuan Liam belum bisa berpikir jerni, dia juga menyesali pistol yang tergeletak di rumput taman itu.

__ADS_1


Sekretaris Ken terbaring diatas tempat tidur dengan berlumuran darah, tuan Liam tidak bisa menahan emosinya, dia marah karena tidak menemukan dokter di tempat seperti itu sedangkan dokter Aditia sangat jauh di kota membutuhkan waktu lima jam untuk sampai di tempat mereka berada.


"Ken Bika matamu bodoh!" tuan liam menggoncang tubuh Ken dengan kuat.


"nona tolong tenangkan tuan muda" permohonan Lois.


Nadila ditengah kebingungan memeluk suaminya agar merasa tenang ditengah kepanikan." tenanglah " katanya.


Lois terpaksa mengambil tindakan melakukan pertolongan pertama, dia memberi obat penenang dan menjahit luka Ken secara manual, ada luka robekan di pinggang Ken dan beberapa bekas peluruh yang belum mengering. Melihat hal itu Lois bernafas lega.


"tuan muda anda pasti tahu jika sekretaris Ken bukan orang bodoh" katanya


"dia tidak sebodoh itu, sialan!" tuan Liam mengklarifikasi kata-kata bodoh yang keluar dari mulutnya tadi.


Sekretaris Ken tidak melukai dirinya tapi menembak langit untuk menyapa ayahnya, darah itu adalah lukanya yang belum kering dan mendapat masalah saat berkelahi dengan Lois beberapa waktu lalu. Dia baru merasakannya saat semua pekerjaannya selesai dan sepertinya dia kehilangan banyak darah hingga tidak sadarkan diri.


Tuan Liam membawa istrinya ke kamar dan bermain dengan baby Rans yang sangat dirindukannya hingga bayi mungil dan imut itu tertidur pulas. Sekarang tinggallah mereka berdua yang bingung akan memulai dari mana.


"Bagaimana keadaanmu?" kata Nadila membuka suara dalam pelukan tuan Liam yang kekar.


"seharusnya aku yang menanyakan hal itu sayang, aku tidak bisa membayangkan betapa kalian merasa ketakutan saat itu bahkan aku merasa telah melakukan keputusan yang salah dengan mengirim kalian ke tangan musuh. Tapi hari ini aku lega bisa memelukmu lagi" kata penutup yang menghilangkan semua rasa haru yang ada.

__ADS_1


"kami beruntung memilikimu tuan Presdir" kata Nadila mencolek hidung mancung tuan Liam.


Tuan Liam merasa diberi kode yang tidak mungkin dilewatkan, dia menjalankan aksinya menyambar b**** Nadila dengan lembut mencoba menyalurkan cintanya yg ang sulit di jelaskan. Tidak akan selesai begitu saja, yg angan mulai mencari tempat ternyaman dan bergerak ke segala arah.


Pagi harinya tuan Liam bangun lebih awal dan hal pertama yang dilakukan adalah memberi kiss morning pada tuan putri yang masih tertidur pulas. Bahkan pergerakan yang di sebabkan oleh tuan Liam tidak dapat mengusiknya.


Sekretaris Ken sudah bangun sejak tadi bahkan terlihat gagah seakan tidak terjadi apa-apa, Tuan Liam memeluk tubuh Ken dengan erat, dia sudah lama menahan untuk melakukan hal itu pada Ken namun Baru terwujud sekarang "terimakasih Ken" katanya lirih


Sekretaris Ken sedikit terkejut hingga tidak merespon, dia ingat trauma terbesar tuan Liam adalah sebuah pelukan "mungkinkah trauma itu hilang dengan kehadiran nona, aku turut bahagia tuan muda anda berhasil menemukan wanita yang sama seperti almarhum nyonya" kata Ken dalam hati dan perlahan tangannya bergerak membalas pelukan tuan mudanya.


Tuan Liam mengonfirmasikan keadaan Ken yang dijawab langsung dengan badan tegap oleh Ken, dia berlagak sok kuat walau nyeri di seluruh badan. " beristirahat lah Ken, seharusnya kamu memberitahuku akan lukamu yang tidak untuk diremehkan" perkataan tuan Liam menyadarkan Ken bahwa tuan Liam sudah melihat lukanya saat dia pingsan di taman tadi malam. Tidak punya kuasa untuk membantah selain berjalan seperti robot dan kembali terbaring di tempat tidur.


"Rumah utama butuh perbaikan Ken, untuk itu aku memutuskan untuk tinggal dirumah kesukaan ibuku sepertinya Dila ku merasa nyaman di tempat ini" kata tuan Liam mengutarakan keinginannya.


"tuan muda kecil akan tumbuh dari tempat ini sama seperti anda tuan muda" sambung Ken, seakan mengulang masa kecil tuan Liam yang menyenangkan bermain tembakan air dengan Ken dan sahabat-sahabat nya. Tuan Liam hanya mengangguk merasa tidak keberatan apapun itu.


Hari hari berlalu sekretaris Ken masih dalam tahap pemulihan sesuai keinginan tuan Liam bahkan sekretaris Ken yang sibuk itu sudah mulai merasa badannya berisi dan kehilangan tubuh sixpack nya karena belum diperbolehkan bekerja dan berolahraga oleh tuan Liam, setiap Ken ingin beraktivitas tuan Liam selalu menggunakan senjata bahwa akan memecat semua dokter di dunia jika sampai jahitan luka Ken terbuka atau kesehatan Ken terganggu.


*


author up lumayan lama Ya sobat, maklum ya karena author mulai memiliki jadwal padat dan cukup mendadak.

__ADS_1


ayo semangati author dong, like dan komen seperti biasa ya cinta author ❤️❤️❤️


__ADS_2