Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 17 pindah kamar


__ADS_3

setelah menyelesaikan kekacauan sekretaris Ken melakukan meeting menertibkan karyawan agar ke depan tidak ada yang berbuat kesalahan walau itu diragukan karena kerakusan manusia yang serba kekurangan.


"semua sudah sesuai keinginan anda Tuan muda"


"hmm" tuan Liam sedang memikirkan sesuatu yang penting sekretaris Ken mulai khawatir akan ada peraturan baru lagi yang lebih merepotkan.


"Ken"


benarkah perintah akan dimulai


"tuan muda"


"Dia selalu terlambat bangun"


sekretaris Ken berpikir sejenak mencerna siapa objek yang masuk dalam pembahasan ini. seketika dia menggaruk hidungnya ini pertama pikirnya.


"maksud anda nona Nadila tuan?" tebak ken


"aku sedang berpikir akan lebih baik dia tidur di kamarku saja berlari dari lantai bawah ke kamarku sudah memakan waktu yang lama, dia sangat lambat kakinya sangat pendek walau dia banyak makan" jelas tuan Liam mengutarakan keinginannya.


"apa anda yakin"


"sepertinya itu tidak masalah."


"saya akan meminta persetujuan nona Nadila tuan"


"hei Ken, saya tidak butuh persetujuannya"


"mari kita bahas nanti saja tuan"


sekretaris Ken merasa ini tidak mudah sekretaris Ken memberikan beberapa dokumen yang harus ditandatangani segera, itu cukup membantu untuk menghilangkan pikiran tuan Liam yang sudah kemana mana.


"tuan muda apa anda benar benar ingin mengikat nona Nadila tuan? huh tinggal satu kamar dengan anda itu mustahil tuan tapi, jika anda menginginkannya akan saya wujudkan bagaimanapun caranya"


sekretaris Ken melihat raut wajah bahagia tuan mudanya saat sedang berada di sekitar Nadila, bahkan sekretaris Ken memergoki tuan Liam yang mencuri bekal makan siang Nadila saat memeriksa rekaman CCTV demi menertibkan karyawan.


flashback


sekretaris Ken memasuki ruang kontrol keamanan Memeriksa kinerja karyawan setiap divisi. sekretaris Ken menghabiskan beberapa jam meneliti setiap pekerjaan agar dia bisa tahu menanggapi masalah ke depan. Tapi sepertinya sesuatu menarik perhatiannya setiap berkeliling melepas penat tuan Liam selalu berlama lama di ruang divisi pemasaran bahkan sering berada di sana.


"apa ini!" kening sekretaris Ken mengerut tuan Liam memakan bekal makan siang seseorang. sekretaris Ken penasaran dari mana bekal itu berasal pantas saja tuan Liam kadang melewatkan makan siangnya isu program diet, memutar rekaman asal usul bekal itu dan ketahuan sudah.


"tuan muda ini sangat memalukan kalau di lihat orang lain, baik lah tapi tuan muda sangat imut dengan mulut belepotan ini hahahaha..."


sekretaris Ken mengopi rekaman CCTV itu sebagai koleksi akan berguna suatu hari nanti pikirnya.


"akan sangat memalukan jika ada orang yang melihat ini tuan muda." masih tertawa, kemudian menghapus semua rekaman yang memperlihatkan tuan mudanya.


*flash off*


sekretaris Ken memperhatikan tuan sebentar


"sepertinya tidak ada pilihan lain"


sekretaris Ken melakukan sesuatu dengan hp nya lalu menyimpannya kembali.


"Ken suruh dia membuat kopi"


"akan saya buatkan tuan muda"


"itu bukan pekerjaanmu lagi Ken suruh dia saja"


"nona Nadila tuan muda, namanya Nadila Keith untuk kedepannya anda harus mengingat namanya" Ken ingin mencoba praduganya.


"ya Nadila, hhmm namanya jelek sekali"


Tidak berselang lama Nadila datang dengan dua gelas kopi hitam versi nadila.

__ADS_1


"kopi apa ini? kenapa hitam sekali"


"kalau tidak suka tidak usah di pesan tuan"


"kau !"


Nadila tidak peduli dia beralih mengantar kopi ke meja sekretaris Ken.


"apa yang kamu lakukan" kata tuan Liam


"memberi kopi yang sama untuk sekretaris anda tuan Presdir yang terhormat"


"siapa yang menyuruhmu !" tuan Liam tiba tiba menjadi cerewet, Nadila tidak peduli dia memilih keluar dengan cepat dan sepertinya Nadila kurang enak badan sore itu.


kopi di hadapan mereka terlihat nikmat sayang jika tidak dicicipi


"tidak terlalu buruk" kata tuan Liam


"benar tuan muda, ini lebih nikmat dari kopi shop di pinggir kota yang biasa kita nikmati" sambung sekretaris Ken membenarkan rasa kopi itu.


"berhentilah memuji Ken untuk kedepannya kau dilarang melakukannya"


sekretaris Ken menaikan sebelah alisnya seakan mengatakan "apa anda cemburu tuan?"


begitulah gambaran muka sekretaris Ken sekarang.


"ayo pulang Ken kita lanjutkan besok saja."


sepanjang perjalanan Nadila diam sepertinya dia benar benar sakit.


"ehemm." tuan Liam mencoba memecahkan keheningan suasana dalam mobil terasa canggung. Nadila hanya menoleh lalu Diam kembali.


" kenapa diam saja?" tanya tuan Liam


"apa peduli anda?" Nadila tiba tiba acuh


"terserah anda"


Nadila tidak peduli kepalanya terasa berat lalu tertidur begitu saja, tuan Liam merasa ada yang tidak beres melihat dari wajah Nadila yang memucat


"apa dia sakit" tuan Liam memeriksa, sekretaris Ken melirik dari kaca spion ada gurat khawatir tuan mudanya.


"panas panas, Ken dia demam" tuan Liam panik


"saya akan memutar arah tuan muda"


"tidak itu terlalu jauh sebentar lagi kita sampai rumah." tuan Liam tanpa sadar membawa Nadila ke pelukannya.


sekretaris Ken menambah kecepatan mobil dengan cepat mobil terparkir di depan rumah elit itu, sekretaris Ken turun membuka pintu penumpang. Tuan Liam menggendong Nadila kedalam rumah sepertinya Nadila sudah tidak sadarkan diri. Nadila langsung di bawa ke kamar utama.


"Ken" sembari meletakan Nadila di tempat tidur.


"telpon dokter" perintah yang mulia.


"baik" sekretaris Ken mengambil hp nya.


"tunggu, telpon dokter wanita yang terbaik saja."


sekretaris Ken mengerti.


pak man datang membawa air kompres


"apa itu pak?"


"air kompres tuan muda, ini akan membantu nona menurunkan panas"


"berikan" kepanikan tuan Liam membuat semua orang terheran ini pertama kali terjadi,

__ADS_1


tuan Liam mengompres kening Nadila sesuai instruksi dari pak man.


"kenapa dia sakit, Ken apa karena jajan tadi pagi? periksa jajanan itu, ah tidak berhentikan produksi jajanan itu."


"tuan muda, itu..."


"apa lagi Ken jajanan itu ternyata tidak sehat ini buktinya! " kesal dan marah marah.


Dokter wanita datang dengan tergesa gesa, ini tuan Liam Presdir Dewantara group jangan sampai ada kesalahan sepanjang perjalanan dokter itu membaca mantra.


"saya datang tuan" kata dokter wanita itu


"kenapa lama sekali, apa kau digaji untuk hal itu."


"silakan di periksa ibu dokter." sekretaris Ken menengahi hal konyol apa ini pikirnya.


dokter itu sempat gemetar kemudian tenang kembali, melakukan pemeriksaan dengan teliti tidak berani bertanya siapa gadis yang menjadi pasiennya cukup jalani saja tugasmu begitulah dia menyimpulkan situasi.


"nona ini sepertinya terlalu kelelahan dan kurang istrahat..." jelas dokter


"dia demam!" sambar tuan Liam memotong perkataan dokter


"iya tuan, nona ini demam karena kelelahan dan kurang istrahat tentunya sepertinya dia banyak pikiran sehingga menyebabkan stres saya akan memberi resep obat dan vitamin."


jelas dokter wanita itu.


resep obat di serahkan pada sekretaris Ken


"lalu bagaimana menurunkan demamnya dia mulai kedinginan." tuan Liam masih panik


"boleh saya tahu status nona ini apa tuan?"


"apa maksudmu!" tatapannya mulai tajam


"apa nona ini sudah menikah atau..."


"kau ingin mati!"


"maafkan saya tuan, tapi demam bisa dinetralkan dengan metode skin and skin, jadi saya tidak menyarankan jika..."


"keluarlah antar dia Ken" tuan Liam mulai mencerna penjelasan dokter wanita itu.


tuan liam mulai berfikir mondar mandir, sekarang mata sekretaris Ken sakit melihatnya.


"saya rasa tidak masalah jika anda mencobanya tuan muda"


perkataan sekretaris Ken membuat tuan Liam berhenti melangkah.


"benar juga baiklah Ken kau sudah bisa pulang" kata tuan Liam menemukan titik terang.


"selamat istirahat tuan muda" Ken membalikan badannya.


"Ken, bagaimana caranya?" tuan Liam kebingungan


"saya harus mengatakan anda memeluk nona Nadila sepanjang malam tuan muda. yah, begitu saja." jawab Ken dalam hati.


"dia akan mengira kalau saya mencuri kesempatan" harga diri diatas awan.


"bukankah anda rajanya."


"ya sudah pergilah.


"selamat menikmati malam pertama tuan muda" sekretaris Ken merasa geli dengan pikirannya, kemudian menutup pintu kamar dengan rapat tanpa menimbulkan suara. sekretaris Ken meninggalkan rumah yang penuh drama itu.


sekarang tinggal tuan Liam dan Nadila yang tertidur pulas.


"baiklah ini sangat mudah"

__ADS_1


tuan Liam menghabiskan malam dengan Nadila.


__ADS_2