
Bagi mereka yang gila pekerjaan tidak pernah bosan atau melewatkan waktu penting itu. Tuan Liam bersiap pagi subuh di bantu oleh sekretaris Ken, sempat masuk kedalam kamarnya dan melihat gadis yang baru di nikahinya masih dengan gaun pengantin tertidur di kasur oversize itu dengan sangat pulas.
di lantai bawah sekretaris Ken sudah bersiap dengan setelan jasnya dan beberapa berkas
"apa semua sudah disiapkan Ken?"
"sudah tuan muda "
tuan Liam berjalan keluar rumah menuju mobil disaksikan oleh pak man. mobil meninggalkan kawasan elit itu
"mengapa sangat mendadak Ken?"
"tuan muda, perjalanan keluar kota ini sudah berkali kali tertunda. para investor merasa khawatir karena anda mengabaikan."
"kau mempermainkan ku Ken!"
"para investor sudah beberapa kali kecewa tuan, mereka nekat menari saham karena adanya pemantik dalam pertemuan kemarin "
"siapa pelakunya"
"mungkin rival anda sekarang, Fahri"
"Fahri? siap itu, namanya sangat jelek"
"mantan pacar nona Nadila istri anda tuan, anda perna terlibat perkelahian dengan nya" jelas sekretaris Ken memutar kembali memori tuan Liam.
"aku tau dia istriku Ken!"
sekretaris Ken tersenyum dengan itu dia sangat senang menggoda tuan mudanya ke depan.
tuan Liam sampai di kota B langsung menuju ruang meeting yang sudah dihadiri oleh para petinggi perusahaan yang merupakan pemegang saham di beberapa bidang.
"selamat datang tuan Presdir Dewantara group, suatu kehormatan bagi kami anda bisa bergabung bersama kami, walau sudah melewatkan banyak pertemuan sebelumnya."
"yah, silahkan dilanjutkan tuan tuan"
"sejauh ini rencana memajukan universitas Gunadarma telah dilakukan beberapa renovasi dan mereka yang berprestasi akan di kirim melanjutkan s2 diluar negeri yang berdedikasi tinggi untuk perusahaan kedepan"
"saya dengar ada yang menarik saham di perusahaan!"
"tuan itu..." salah satu pengusaha mencoba menanggapi tapi di potong.
"jadi kau ingin menarik semua saham mu?"
"kami dengar anda mengabaikan pekerjaan dan juga tidak sportif, kami hanya ragu tuan karena anda yang tidak muncul di setiap meeting penting"
"benarkah begitu?"
banyak pemegang saham yang melakukan pertentangan dengan isu yang tidak masuk akal.
"apa anda mempercayai opini publik tuan tuan?" tanya sekretaris Ken
"tidak tuan sekretaris Ken, kami hanya ingin kejelasan" jawab salah satu dari mereka.
"apa kau di suap seseorang?" selidik sekretaris Ken
"maafkan kami tuan, kami tidak seburuk itu" jawab yang lain
"siapa dibalik ini semua"
"tuan Fahri tuan, dia mengatakan sekretaris Ken kurang kompeten dalam melakukan pekerjaan, seharusnya sekretaris Ken lebih bisa mengatur waktu tuan Presdir untuk pertemuan."
Harga diri sekretaris Ken di pertaruhkan.
"oh jadi ini salah mu Ken?" tanya tuan Liam
"apa kalian sadar dengan bualan kalian?" kata sekretaris Ken.
"maaf kan kami tuan, tapi itu ada benarnya karena andalah yang berperan di lapangan kami hanya khawatir "
tuan Liam penasaran siapa Fahri itu. Diapun menengahi semua kekacauan aneh yang tidak menentu tujuannya itu.
"Dengarkan saya, ini tidak akan saya ulangi lagi! saya memang mengabaikan pertemuan beberapa kali karena ada hal penting yang harus saya selesaikan, tapi bukankah itu tidak merugikan kalian. saya heran bagaimana kalian tenggelam dalam bualan. saya tunggu sampai besok pagi, jika ada yang ingin menarik sahamnya saya tidak keberatan. Kalau masih mau bertahan bertahanlah, Dewantara group tetap pada pendiriannya tidak perna mengecewakan."
malas tuan Liam lalu pergi meninggalkan ruang meeting itu sudah hampir malam hanya untuk membahas opini publik itu.
__ADS_1
Sekarang mereka menuju sebuah restoran LG group yang baru membuka cabang itu. sekretaris Ken duduk dengan tenang diruang privat itu bersama tuan Liam, bedanya tuan Liam merasa santai dia ingin tau apa yang akan dilakukan Ken.
"panggil orang yang bernama Fahri." perintahnya pada pelayan.
"saya penasaran Ken, bagaimana dia menyalahkan mu hahaha"
"makanlah sesuatu tuan muda, anda pasti kelelahan saat ini"
"kau benar Ken "
tuan Liam memesan beberapa makanan yang menggugah selera saat ini.
Tuan Fahri memasuki ruang privat itu
"duduklah tuan Fahri, saya yakin anda sangat sibuk akhir akhir ini " kata sekretaris Ken
"terimakasih tuan Ken dan tuan Presdir yang terhormat, sebuah kehormatan anda datang berkunjung "
tuan Liam bersantai menikmati makanan yang disajikan seakan menonton pertunjukan luar biasa.
"apa anda punya rencana lain setelah ini"
"hmm apa anda penasaran tuan Ken"
"tidak!" jawab sekretaris Ken dengan tajam memperlihatkan betapa menyeramkan ya dia.
tuan Fahri tertawa.
"Nadila itu kekasih saya tuan Ken, saya belum setuju putus dengannya. saya hanya kecewa pada anda yang menghalangi saya malam itu."
sekretaris Ken mulai berpikir
"jadi pria bodoh ini mengira itu adalah saya, tuan muda ini masalah anda" Ken dalam hati
tuan Liam merasa telinganya sedikit gatal dan mulai menyimak masalah pria asing itu.
"jika seandainya anda tidak datang, saya mungkin menghabiskan sisa malam dengannya. membayangkannya saja sudah membuat saya melayang tuan Ken" kata Fahri membayangkan tubuh Nadila.
tuan Liam merasa darahnya naik tapi di tahannya ini urusan sekretaris Ken
"apa dia pacar anda sekretaris Ken, saya tidak percaya dia berhasil menggoda anda"
"tidak" jawab Ken
"benarkah? kalau begitu mari akur kedepan, serahkan saja dia pada saya. saya janji hanya bersenang senang dengan nya sebentar."
"bersenang senang?" tanya tuan Liam.
"ah, ya tuan. semua wanita yang saya kencani sudah tidur dengan saya dan saya tidak akan melepas Nadila sebelum saya menikmati tubuhnya." lanjut Fahri yang memang sudah lama menginginkan hal itu.
"bukkk" pukulan melayang ke wajah Fahri
"tarik semua saham yang masuk ke perusahaan LG Ken dan pastikan seluruhnya jangan terlewatkan!" kata tuan Liam meninggalkan tempat itu.
"hei sekretaris Ken, mengapa begitu. gadis itu tidak ada hubungan dengan anda biasanya anda membiarkannya kan seperti wanita lain?" kata Fahri
"ini perintah tuan muda Liam dan anda berhentilah sampai disini tuan Fahri hormatilah wanita. ya itu saja, saya sedikit tidak suka dengan sifat memaksa anda"
begitulah sekretaris Ken mengakhiri tidak mungkin mengatakan objek yang di bicarakan istri tuan Liam kan. mereka memutuskan menginap di hotel terdekat.
sekretaris Ken teringat perkataan tuan Liam
"Ken jaga istriku jangan biarkan dia pergi dari ku"
"ini akan sulit kedepan, huh! saya akan melakukan apapun demi anda tuan muda"
sedangkan di rumah kediaman Dewantara kakek sedang menunggu cucunya.
"kemana bocah itu Giorgi?"
"tuan besar, ada pertemuan penting diluar kota tuan muda sedang bermalam di hotel sekarang" lapor Giorgi
"apa dia sebodoh itu, dia sudah menikah dan malah keluyuran diluar sana" protes kakek
"tuan muda sangat kelelahan, jadi menginap di hotel terdekat "
__ADS_1
"apa dia bersama wanita?"
"tuan muda tidak seperti itu tuan besar." sanggah Giorgi.
kakek menghela nafas sesibuk itu kah cucunya sampai lupa akan segalanya atau ini sudah menjadi pelariannya yang mendarah daging sejak dulu.
"dimana gadis itu Giorgi"
"nona muda berdiam dikamar sejak pernikahan tuan besar"
"jelaskan!" kakek merasa ada yang tidak beres
"nona muda Nadila merasa tertekan tuan besar. dia sendirian dikamar semalam tuan muda mabuk dan tidur dikamar tamu ditemani Ken. Nona muda menangis sepanjang hari, dia sempat bertanya keberadaan tuan muda dan kapan kepulangan tuan muda."
"menyedihkan sekali dia kirimkan pelayan mengantar makanan dan beberapa cemilan untuknya, sampaikan padanya untuk tidak khawatir "
Giorgi melakukan perintah tuan besarnya
ketukan pintu menyadarkan Nadila dari lamunannya.
"kami mengantar makanan dan cemilan nona muda, silahkan" kata pelayan.
Giorgi masuk dan mengusir para pelayan. Nadila sempat gugup dengan kedatangan pria asing itu umurnya lebih tua dari tuan Liam atau bisa berpaut jauh.
"kenapa anda disini tuan. tuan Liam sedang pergi sekarang" Nadila tidak nyaman
"saya tahu itu nona"
"kalau begitu keluarlah"
"bagaimana saya bisa meninggalkan gadis cantik sendirian" cecar Giorgi.
"jangan melewati batas mu tuan, siapa anda sebenarnya"
"sepertinya kita melewatkan perkenalan kita nona, baiklah ayo saling mengenal dari dekat" kata giorgi mulai mendekati Nadila.
Nadila berusaha menghindar hingga Giorgi tidak bisa menahan diri.
"maafkan saya nona cantik mari bicara di taman saja, saya takut terpergok kakek lalu menjadikan saya suami kedua anda, hahaha"
kata giorgi merasa gemes dengan istri tuan mudanya itu.
Nadila duduk di salah satu kursi taman bersama cemilannya sedangkan Giorgi tau akan posisinya tetap berdiri dan menjaga jarak dengan nona mudanya.
"duduklah tuan"
"tidak masalah nona" dia melihat kelembutan Nadila.
"kalau begitu pergilah, anda sangat mengganggu!"
"maaf tentang yang tadi nona saya hanya menggoda anda agar tidak terlalu vakum"
Giorgi yg akut Nadila menganggapnya sebagai pria yang tidak tidak.
"tidak masalah tuan"
"nama saya Giorgi Nona, panggil dengan nama untuk seterusnya GIORGI itu nama saya. saya memiliki posisi setara dengan sekretaris Ken hanya saja saya melayani tuan besar, kakek mertua anda sekarang. jadi kedepannya jangan segan memerintah saya, anda adalah nona muda kami." jelas Giorgi memperkenalkan diri.
Nadila dapat melihat kesetiaan Giorgi pada keluarga Dewantara walau hanya beberapa hari saja. Giorgi melakukan yang terbaik untuk kakek
"baiklah Giorgi, tapi itu terdengar sangat lancang bagaimana kalau anda saya panggil dengan kakak saja, kak Giorgi"
Giorgi bahkan tergelitik dengan panggilan itu, ini sungguh pertama kali dalam hidupnya.
"baiklah nona demi kenyamanan anda, lakukanlah" Giorgi menyetujui panggilan baru itu.
senyum Nadila kembali membuat Giorgi lega setidaknya Nadila baik baik saja.
"saya mengajak anda bertemu untuk menyampaikan pesan tuan besar, nona tidak perlu khawatir tuan muda adalah milik anda.
saya menyaksikan pertumbuhan tuan muda Liam dengan baik nona. saya harap anda tidak meninggalkannya, begitu saja isi pesan nya."
"hmmm" jawab Nadila
"mungkin lain kali saya akan membawakan cemilan untuk anda, selamat malam nona muda" kata Liam mengiring langkah Nadila yang pergi ke kamar utama.
__ADS_1