Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 108 Puaskah kamu!


__ADS_3

Tuan Liam sudah beraktivitas seperti biasa tapi untuk sementara tidak ada bayangan Ken dibelakangnya. Tidak sempat pulang kerumah karena pekerjaan yang di handle seorang diri, hari ini dia memutuskan makan siang di restoran seorang diri. Dia memandangi setiap sudut restoran yang disana sudah banyak perubahan dari tahun sebelumnya, ada memori indah terkait tempat dia berada saat ini.


"cinta ternyata dapat membuat orang menjadi gila" gumamnya senyum sendiri.


Semua menu yang di pesan sudah tersusun rapi di atas meja, sangat nikmat untuk di makan. Tuan Liam menghabiskan makan siang tanpa melirik kiri kanan cukup fokus pada makanan yang menggugah selera. "enak" menu hari ini sangat pas di lidahnya.


Setelah menyelesaikan menu utama, ada sebuah gelas yang masih belum tersentuh di depannya "apa ini? dari bentuknya seperti makanan penutup tapi aku tidak memesan ini" Tuan Liam memberi kode untuk menanyakannya pada pelayan.


"ada yang bisa saya bantu tuan?" kata pelayan itu dengan sopan. Tanpa suara tuan Liam menunjuk gelas, beruntung pelayan itu cepat tanggap hingga tidak membuang tenaga untuk mengeluarkan suara.


"ini makanan penutup tuan Faberge Chocolate Pudding" jawab pelayan itu dengan sopan agar tidak menyinggung tuan Liam.


"saya tidak memesan ini" kata tuan Liam membuat pelayan itu ketakutan, mungkinkah dia salah menyajikan menu, terlebih ekspresi tuan Liam yang terlihat terganggu dengan makanan penutup itu. Matanya bergerak melihat menu pesanan tuan Liam dan sangat jelas dari menu tersebut bahwa dia sedang berhadapan dengan seorang yang berpengaruh. "siapapun dia, tolong tuhan selamatkan aku. pria ini pasti salah satu pengusaha ternama" doanya dalam hati.


"maafkan kami tuan mungkin telah keliru, saya akan segera membereskannya" katanya lagi.


"hm, baiklah karena sudah disini saya akan mencobanya. Jika dilihat dari bentuknya tidak terlalu buruk" kata tuan Liam yang mulai memakan puding itu, sedangkan pelayan masih setia berdiri di sana karena takut terjadi sesuatu yang menyeret dirinya. Tuan Liam tidak berkomentar hingga setengah gelas sudah berkurang dan dia berhenti dengan sedikit menghentakkan sendok di atas meja. Aksi tersebut menarik perhatian semua orang namun tidak dengan pelayang yang sudah mulai gemetaran.


Tuan Liam menatanya dengan dingin "panggilkan koki yang memasak untukku hari ini" kata tuan Liam yang langsung di lakukan oleh pelayan itu, mendengar panggilan itu manajer restoran penasaran hingga ikut melihat situasi.


Tiga orang koki berdiri di hadapan tuan Liam, mereka tahu pasti siapa yang ada dihadapan mereka, namun mereka tetap menyembunyikan keterkejutan itu.

__ADS_1


"Diantara kalian siapa yang menyiapkan menu yang ada di gelas itu?" tanya tuan Liam menunjuk gelas pudding.


seorang menunjuk tangan "Saya tuan, menyiapkan menu makanan penutup adalah tugas saya, ini adalah menu penutup terbaik di restoran ini tuan." kata koki itu mengakui.


"Buatkan untuk istriku, seseorang akan datang menjemput 30 menit lagi" Sungguh diluar ilusi yang mereka khayalkan, sekarang apa itu sebuah pujian?


Faberge Chocolate Pudding merupakan menu penutup dengan wiski, jeruk, cokelat belgia dengan bumbu peach, kaviar, dan sampanye kaviar. Untuk tampilan pun tak kalah mencengangkan dengan desain telur Fabergé cantik yang dilumuri coklat pahit dan daun emas. Sebuah puding yang glamor puding ini dibanderol seharga US$ 34.500 atau setara Rp 454 juta. jadi tidak main main rasanya dan kualitasnya.


Dengan segera pesanan itu disajikan dan di bawa pergi oleh seorang pengawal yang tiba-tiba muncul. Membungkus makanan khusus untuk istrinya pertanda tuan Liam puas dengan menu restoran itu dan istrinya harus mencicipinya juga. "terimakasih telah mampir di restoran kecil kami tuan presdir Dewantara group sebuah kehormatan bagi kami atas kehadiran anda" kata manajer yang merasa lega akan penilaian tuan Liam.


Di rumah sakit seseorang sedang mengamuk saat mendapati suaminya yang mendapati banyak perban di tubuhnya. Siapa lagi kalau bukan Jennie disana suaminya Hendra sedang terluka. Dokter Aditia merasa suasana semakin kacau.


"Dimana dia dokter Aditia?" teriak Jennie


"siapa lagi kalau bukan pemilik saham rumah sakit ini!" kata Jennie yang enggan menyebut nama tuan Liam.


"Duduk lah, cobalah menenangkan dirimu. kasihan putrimu yang masih bayi, Hendra sudah diobati tinggal pemulihan saja ini semua hanya kecelakaan" Aditia mencoba menenangkan wanita beranak satu itu.


Sedangkan di perjalanan menuju kantor tuan Liam mendapati makian dari sebuah pesan singkat yang tidak lain pemiliknya Aditia " datanglah kerumah sakit atau rumah sakit ini akan mendapati kekacauan"


Dokter Aditia memperhatikan Jennie yang tidak berhenti menangisi suaminya, dia merasa menyesal walau dokter Aditia tidak terlalu menyukai Jennie tapi akan terasa kasihan melihat kondisi yang seperti ini.

__ADS_1


Tuan Liam Samapi di rumah sakit dan tujuan utama menemukan dokter Aditia yang sudah berani memerintahkannya mengunjungi rumah sakit. Dan disinilah mereka berada dalam sebuah ruangan VVIP.


"Dasar b**Ng**k kembalikan suamiku!" Jennie mengamuk sejadi-jadinya bahkan sangat berani memukul tuan Liam yang masih di awan-awan belum sepenuhnya membaca situasi.


"Jennie tenanglah dulu" dokter Aditia menahan Jennie yang masih emosi.


Jennie yang terus berteriak mengeluarkan isi hatinya kembali tenang saat mendengar tangisan bayinya di sofa, melihat itu tuan Liam menemukan kebingungannya.


"Bagaimana?" Tuan Liam menunggu penjelasan dari dokter.


"Hendra mengalami pendarahan otak, aku terpaksa memberi obat penenang karena Hendra tidak sanggup menahan sakit di kepalanya. Sorry karena melewatkan pemeriksaan ini sebelumnya, Aku ragu melakukan operasi karena darah di otaknya sudah lama membeku dan baru di sadari sekarang" kata dokter Aditia lemas sangat tidak rela jika Hendra menyerah.


Tuan Liam mengerti ini sangat sulit dia mendekati Jennie yang menggendong bayinya dan menatapnya dengan nanar, ini kah Jennie yang dia kenal? Namun wajah yang lemah itu tidak berlangsung lama tuan Liam kembali ke wajah dingin dan arogannya yang mendominasi segalanya.


"Aku bahagia Liam, tidak usah menatapku seperti itu" kata Jennie menggertak giginya menahan gejolak dihatinya, dibalik semua yang terjadi masih ada penyesalan di hatinya tentang betapa buruknya kehidupannya.


"hm, seharusnya aku tahu itu. Siapkan operasi hari ini Aditia dan lakukan tanpa ada kendala" kata tuan Liam berbalik untuk pergi.


"Apa kau sudah puas sekarang? aku akui salah telah mengkhianati mu tapi itu adalah masa lalu. Bisakah kamu jangan menyia-nyiakan nyawa suamiku" Kata Jennie


"Dia bekerja dengan baik, Dia di gaji untuk pekerjaannya" kata tuan Liam menganggap resiko dari pekerjaan Hendra.

__ADS_1


"Puas Kah kamu! Setelah ini jangan pernah melibatkan suamiku, ayo jalani hidup tanpa saling mengenal"


Tuan Liam pergi tanpa menghiraukan siapapun baginya akan membuang waktu jika berurusan dengan Jennie.


__ADS_2