Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 37 sampah


__ADS_3

Nadila menggeliat di tempat tidur merasakan tubuhnya yang remuk dan tidak memiliki kekuatan, perutnya sungguh kosong.


"hah, badanku sulit untuk ku gerakkan." Nadila melihat sekelilingnya tidak menemukan suaminya, menyadari kamar yang berantakan dan dia tanpa sehelai kain menempel ditubuhnya mengingatkannya tentang kejadian tadi pagi. Secepat mungkin melilit selimut di seluruh tubuhnya Nadila malu pada dirinya sendiri, secara perlahan turun dari tempat tidur.


"aow! kenapa sakit sekali" rintihnya saat berjalan merasakan perih di bagian bawahnya. "jadi rasanya seperti ini, ah aku menyesal melakukan ini. Aku kesulitan hanya untuk melangkah"


Di tengah usahanya, sebuah tangan kekar membawa tubuhnya melayang dan masuk kekamar mandi. Itu adalah tuan Liam yang mendengar rintihannya saat hendak membuka pintu kamar. Nadila merasa malu sehingga menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.


"mengapa tidak memanggilku sayang?" tuan Liam juga khawatir pada istrinya.


"aku bisa sendiri suamiku" Nadila berharap tuan Liam menghilang di hadapannya saat ini.


"berjalan saja kamu kesulitan, itu yang di sebut bisa sendiri?" tuan Liam berbicara sambil memeluk istrinya yang berada dalam balutan selimut tebal.


"ini kan ulah mu pria gila, makanya aku tidak bisa berjalan. Aku tidak mau melakukannya lagi" Ditengah lamunannya tuan Liam menarik selimut tebal itu menampakkan tubuh polos istrinya, sebuah pemandangan yang indah. Dengan susah payah gadis itu menutupi bagian tubuhnya yang dipandang oleh suaminya.


"tidak usah malu sayang, bahkan seluruh bagian tubuhmu sudah ku nikmati lalu bagian mana yang ingin kamu sembunyikan hmm" tuan Liam sangat senang menggoda istrinya. suara ketukan pintu mengalihkan perhatiannya dan membiarkan istrinya berendam di kamar mandi.


setelah merasa segar Nadila keluar dari kamar mandi dipikirannya saat ini, bagaimana mendapatkan makanan? perutnya lapar sekali. Matanya langsung berbinar saat mendapati makanan di meja kamar itu, tanpa menghiraukan suaminya dia mengakuisi semua makanan tanpa tersisa, tingkahnya membuat tuan Liam geleng kepala dan mulai berfikir dimana letak alasan dia mencintai gadis yang berstatus istrinya.


Di perusahaan sekretaris Ken menggantikan tuan muda yang sedang bulan madu dadakan itu. semua pekerjaan harus di handle olehnya, dia sangat sibuk. Sebuah suar keributan mengalihkan perhatiannya dari lembaran kertas dan komputer didepannya, sekretaris handal itu merasa terganggu.


"apa diluar sedang tidak terjadi tawuran masal, bagaimana bisa keamanan tidak bisa dipercaya disaat saat seperti ini." sekretaris Ken keluar ruangan dan memeriksa keluar. Seorang wanita seksi yang tidak asing dimatanya dalang dari keributan yang sedang berlangsung.


"apa anda kehilangan sopan santun nona" sekretaris Ken berbicara dengan dingin, wanita di depannya adalah yang sangat di bencinya bahkan dia menatap jijik wanita itu.


"saya ingin bertemu Liam, hanya itu saja mengapa sangat sulit!" wanita itu adalah Jennie mantan kekasih tuan Liam. Jennie masuk kedalam ruangan tuan Liam diikuti oleh sekretaris Ken dan diruangan itu tidak ditemukan objek yang dia cari.


"dimana Liam!" Jennie sangat tidak senang berbicara dengan sekretaris Ken karena sangat sulit di ajak kerjasama.


"tuan muda sedang libur nona, dan belum di pastikan kapan bisa kembali" jawaban asal dari sekretaris Ken yang tidak ingin berurusan terlalu lama dengan Jennie.


"dimana dia berlibur?" entah apa yang di rencanakan Jennie kali ini dia belum juga menyerah dari penolakan tuan Liam.

__ADS_1


"saya juga tidak tahu nona, saya harap anda mengerti bahwa di hati tuan muda sudah tidak ada nama anda. Mungkin ini sedikit sadis, nama anda telah masuk dalam draf sampah yang sudah tidak bernilai. " sekretaris Ken benar benar bungkam, membuat Jennie makin geram saja. Jennie meninggalkan ruangan itu dengan berjalan dengan sangat menggoda.


"Liam aku tidak akan melepaskan mu, aku yakin masih ada cinta untukku. Tunggulah aku akan menemukanmu kembali karena kalau tidak aku tidak bisa hidup" ya, Jennie mendekati tuan Liam hanya karena uang. Wali dia sudah memiliki segalanya sekarang tapi persaingan fashion dan gaya hidupnya yang memuncak sangat menguras biaya. Jennie membutuhkan Liam untuk memenuhi keinginannya menaklukan segalanya.


saat menyusuri lorong kantor semua mata karyawan tertuju padanya yang sebagian mengenal Jennie dan hubungannya dengan presdir. Bisikan berada dimana-mana, membicarakan Jennie model terkenal saat ini.


"itu nona Jennie mantan kekasih tuan presdir, entah apa masalah sehingga hubungan mereka kandas"


"aku mengenalnya kasihan sekali dia hubungannya berakhir begitu saja"


"dia mantan kekasih tuan Liam yang baru pulang dari luar negeri, pantesan tuan Liam tertarik padanya dia sangat cantik dan seksi"


"aku iri pada nona Jennie, dia bisa berada di sisi tuan Liam yang menaklukan dunia itu"


banyak sekali perbincangan yang tak berujung dari karyawan. Belinda dan juga Bagas berada di tengah keributan itu. Belinda teman Nadila baru tahu kalau Presdir memiliki kekasih, itulah yang sampai di telinganya saat ini. sedangkan Bagas memikirkan hal lain dan merasa tidak tertarik dengan topik yang sedang panas di perbincangkan itu.


"bel, apa kamu tahu Nadila ada dimana?" bagas sedang memikirkan Nadila, beberapa hari ini ada kerinduan dihatinya saat matanya tidak dapat menyorot keberadaan Nadila.


"oh begitu ya" Bagas ye diam sangat lama, wajahnya menggambarkan kekecewaan dan juga ke khawatiran.


Belinda melihat perubahan Bagas akhir akhir ini bahkan sering menanyakan tentang Nadila.


"apa kamu menyukai Nadila" Belinda ingin mengonfirmasi dugaannya. Bagas hanya terdiam dan tidak ingin memberi jawaban. Belinda semakin memahami situasi dan memilih tidak ikut campur.


Jennie yang memiliki tekat masih mencari tuan Liam, mencari ditempat biasa dikunjungi bersama dengan dirinya bahkan tempat kemungkinan. sempat Jennie pergi memeriksa apartemen tuan Liam tapi yang dia cari tidak disana.


"aku harus bisa menemukanmu Liam, sayang. Kamu hanya milikku!" Jennie mengklaim kepemilikan secara sepihak. Karena pernikahan yang belum dipublikasikan dan tidak ada seorangpun yang tahu bahwa tuan Liam yang legendaris sudah menikah. Jennie bahkan tidak menyadari hal itu, membuatnya yakin bahwa belum ada wanita yang menggantikannya jadi dia masih punya harapan.


setelah menjelang malam Jennie kembali ke apartemen nya, dia bisa saja mendapatkan uang dengan sangat mudah diluar pendapatannya sebagai model. Setiap malam dia melayani pria dari kelas atas secara bergantian selain memberinya banyak uang dia juga bisa memenuhi kebutuhan biologisnya.


Ditengah kegundahan hatinya sebuah telepon menyadarkannya. Jennie tersenyum saat melihat nama yang tertata di sana, sebuah alamat hotel mewah kliennya sedang menunggu dengan sejumlah uang yang bisa memuaskan hatinya. Dengan cepat Jennie membersihkan diri dan berganti pakaian seksi warna hitam yang sangat cocok dengan postur tubuh dan warna kulitnya. Selain menjadi model Jennie juga menjajakan tubuhnya.


Tidak berselang lama Jennie memarkir mobilnya di parkiran hotel berbintang itu, kemudian masuk dengan sangat elegan menuju nomor kamar yang di maksud.

__ADS_1


"saya harap anda belum lama menunggu tuan " suara menggoda dan lembut Jennie pada pria yang sedang menantinya di kamar itu.


"persetan denganmu Liam yang menghiraukan ku, biaya hidupku sangat banyak aku akan mencari mu lain kali saja" jiwa matre yang dimiliki model cantik ini sangat melebihi batas dia hanya menginginkan uang para pria. sekarang dia berada di kamar hotel bersama seorang pria tua namun masih berenergi yang dilayaninya beberapa kali itu, masih sangat menginginkannya.


pria tua itu mendekat dan memeluk Jennie dari belakang mencoba menggerayangi tubuh Jennie yang seksi.


"jangan terlalu formal sayang, panggil Geronimo itu nama ku. Akan lebih menggairahkan jika memanggilnya nama itu dengan suara mu yang lembut" salah satu pria yang dilayani Jennie mantan kekasih tuan Liam adalah Geronimo, Jennie setia melayani pria tua itu karena bayarannya mahal dan pria itu masih kuat bahkan Jennie kadang heran dengan hal itu.


"tentu saja, bahkan lebih dari itu sayang" Jennie sangat pandai menggoda dan membawa pria ke atas r**j*ng tanpa ragu.


Geronimo sudah tidak bisa berlama lama langsung menyerang Jennie dengan c**man dan lum*t*n, Jennie sangat lihai memainkan peran dalam berbelit lidah. Dalam pemanasan Jennie sudah sangat b*s*h saat pria itu memeriksa dengan tangannya.


"aku menyukai ini sayang" pria itu sudah sangat bern**s* segera merobek gaun mini itu dan mengotak atik tonjolan besar di depannya dan perlahan turun ke bagian inti Jennie. Memberikan j***t dan mengemutnya membuat tubuh Jennie menggelinjang, sesekali memasukan lidahnya kedalam lembah hangat itu. Jennie mencapai pelepasan yang segera di h***p oleh pria itu, permainan itu saling memuaskan.


Jennie menyukai hal itu dan berganti posisi dengan kliennya, memberi pijatan di pusaka itu dan tidak segan men*****nya membuat pria itu mengerang merasakan sensasi luar biasa. Merasa sudah tidak tahan lagi pria tua itu membalikan tubuh Jennie dan melakukan sesuatu dari belakang, Jennie sangat menikmati pusaka pria tua yang masih sangat kekar itu.


"apa kau menyukainya sayang" pria itu terus bergerak dengan sangat cepat dan tidak ingin berhenti.


"akh... hmmm" Jennie mend***h mengungkapkan kepuasannya. kemudian beralih mengambil alih permainan yang membuat kliennya merem melek. jeni sangat pandai memberikan servis pada pusaka kliennya menari diatas tubuh pria tua itu.


"ini sangat menjepit sayang akhh... hmm" pria tua itu merasakan pijatan kuat dari Jennie membuatnya tidak bisa menahan untuk tidak meledak. menyadari pusaka yang mengembang Jennie mencabutnya dan membiarkan cairan hangat itu tersembur keluar. pria yang bernama Geronimo itu sangat puas dengan Jennie yang sangat lihai diatas ranjang.


"kau sangat pandai memuaskan ku sayang, akan ku tambah bonusmu" kata Geronimo kembali ******* bibir Jennie dengan rakus menyudahi pergulatan ranjang yang entah sudah berapa ronde itu. Jennie juga puas dengan milik Geronimo yang walau sudah tua tapi tetap sangat kuat.


Di yg empat lain tuan Liam mendapat yg pemberitahuan dari sekretaris Ken bahwa Jennie mencarinya.


"kamu tahu apa yang harus dilakukan Ken" tuan Liam menjawab begitu saja sudah mewakili jawabannya yang langsung dimengerti oleh Ken.


"kedepannya saya akan berhati-hati tuan muda" sekretaris Ken harus bisa menyingkirkan Jennie dari dunia tuan mudanya.


"dia tidak berarti apa-apa lagi bagiku Ken, anggap saja dia sampah yang tetap sampah dan tempatnya di tempat pembuangan." tuan Liam sudah tidak memperdulikan mantan kekasihnya itu.


"baiklah tuan muda, besok saya akan menjemput anda" sekretaris Ken menutup telepon, karena masih banyak yang harus di kerjakan.

__ADS_1


__ADS_2