
Setelah segala sesuatu diluruskan sesuatu mengejutkan muncul di televisi, keluarga yang sudah sekian lama menghilang muncul di setiap siaran. Fahri putra mahres melompat dari jembatan di depan wartawan, di ketahui pemilik perusahaan LG telah bangkrut. Menurut informasi dan pengakuan langsing dari Fahri yang tiba tiba muncul di depan umum itu.
"berita terkini, seorang anak konglomerat tuan Fahri putra satu-satunya keluarga mahres meninggal dunia karena bunuh diri secara terang-terangan, sesuai hasil visum beliau meninggal karena depresi dan putus asa. Tuan Fahri sebelum bunuh diri telah mendonasikan seluruh harta milik keluarga mahres kepada panti asuhan dan yg ang membutuhkan" suara TV.
Berita itu tersebar dengan sangat cepat bahkan ada yang tidak percaya dengan berita mendadak itu termasuk seluruh pemegang saham. Para pemegang saham juga merasa aneh dengan keberadaan keluarga mahres tapi tidak ingin tahu lebih jauh. Beberapa bulan lalu pengacara keluarga mahres menarik semua saham yang ada di beberapa perusahaan, hal itu sempat menggoncang para petinggi dengan keputusan yang mendadak itu, sebagian para pengusaha berdiri karena ditopang oleh perusahaan mahres tentu saja kebangkrutan mereka sangat berdampak. Namun segera stabil oleh sekretaris Ken untuk menopang perusahaan yang hampir gulung tikar karena kelakuan keluarga mahres.
Sekarang yang mengejutkan berita bunuh diri yang membuat semua orang merinding dan menghindari pertanyaan mengenai keluarga mahres agar tidak terjerat masalah serius. Penyebaran sampai di Dewantara group, seluruh karyawan membicarakannya.
"Fahri, mengapa nama itu sangat familiar?" Nadila terkejut dan mulai mengorek berita yang sudah terlewat olehnya karena terlalu banyak kesibukan termasuk mengurus suami yang selalu mengganggunya.
"tidak mungkin" Nadila terkejut mengetahui berita itu, hpnya bahkan lepas dari genggamannya. Berita yang sangat tidak masuk diakal nya, dia bahkan gemetaran melihat foto-foto yang bermunculan.
Disela keterkejutan yang dimilikinya dia kembali dikejutkan oleh tangan yang bersandar di bahunya segera Nadila menoleh dan bahkan hampir terjatuh ketika menyadari seseorang yang di belakangnya. Beruntung pria itu sigap menahan tubuhnya yang lunglai.
"kamu baik-baik saja Nadila?" pria itu adalah Bagas yang setelah sekian lama baru mendapat kesempatan menyapa Nadila.
"hmm ya terimakasih" Nadila merasa canggung dengan Bagas. Bagas melakukan perbincangan ringan pada Nadila berharap mendapat kesempatan mengungkap perasaannya. Mereka tidak menyadari mata elang yang sedang mengamati mereka, sedang menyiapkan cakarnya untuk mencengkram mangsanya.
Bagas mulai menautkan satu persatu jari Nadila, suasana yang sepi adalah kesempatan baginya setidaknya hatinya akan tenang setelah mengungkapkan perasaannya.
"kring kring" d ring ponsel Nadila yang berbunyi di atas lantai dengan gelagapan Nadila meraba lantai mencari ponselnya. Dilayar ponsel tertera tulisan 'suamiku' nama itu tertangkap oleh mata Bagas tubuhnya menegang saat mengetahuinya.
__ADS_1
"maafkan aku Bagas, aku masih punya banyak pekerjaan sebentar lagi akan ada meeting" Nadila pergi dengan tergesa-gesa masuk kedalam lift menuju lantai kantor tuan Liam.
Sedangkan Bagas belum mendapat kesadaran tentang yang baru saja diketahuinya, nama yang tertera di ponsel Nadila lebih mengejutkannya dari pada berita tuan Fahri yang bunuh diri sedang menjadi pembahasan hangat di seluruh penjuru itu.
"suamiku? apa Nadila sudah menikah tapi kapan? aku bahakan sudah terlambat, menyatakan perasaan pun belum sempat. menyedihkan sekali diriku ini" Bagas berbicara pada dirinya sendiri, Nadila tidak mungkin sembarangan menamai orang di ponselnya jadi dia yakin dengan apa yang baru dilihatnya, apalagi sikap Nadila yang menghindarinya.
Nadila sampai di kantor tuan Liam yang disambut tatapan tajam pria kharisma itu. Nadila bahakan kesulitan menelan ludahnya, dia merasa tuan Liam sudah berubah menjadi singa yang kelaparan.
"mengapa dia sangat menyeramkan, tapi tetap tampan sih" pikiran Nadila yang berkecamuk saat ini bahkan sekretaris Ken juga melakukan hal yang sama dengan tuan Liam sungguh sangat kompak pikir Nadila.
"tunda saja meeting nya Ken!" kata tuan Liam tanpa berpikir. Namun sekretaris Ken merasa itu terlalu berlebihan jika meeting ditunda saat akan dimulai sepuluh menit lagi, jadi Ken memutuskan memimpin meeting produk cemilan yg ang sangat tinggi permintaan itu.
"habis dari mana hmm?" tuan Liam berjalan mendekati istrinya.
"bukankah aku sudah izin akan pergi makan tadi, aku sangat lapar" kata Nadila "bahkan lapar lagi setelah melihatmu" lanjut Nadila dalam hati. Tuan Liam tidak puas dengan jawaban yang sangatlah singkat itu, dia mengharapkan penjelasan yang lain
"jadi kamu kenyang setelah bertemu pria diluar sana." penyataan tidak terduga dari tuan Liam membuat Nadila membulatkan matanya, dia mulai menyusun percahan di kepalanya dan benar saja ke salah pahaman telah terjadi. Nadila mencoba menjelaskan tapi sangat disayangkan dihiraukan oleh tuan Liam yang terlalu terburu-buru menyimpulkan situasi.
"tenanglah dulu suamiku, kamu salah paham" Nadila mencoba menghentikan suaminya yang menggila.
"apa kurangnya aku Dila sayang? katakan dimana kekurangannya, tangan mana yang disentuh pria itu hmm?" Dengan lembut mencium tangan Nadila yang diduga telah tersentuh oleh benda haram, kelakuannya sempat membuat Nadila geli sendiri.
__ADS_1
Nadila tidak lolos begitu saja karena pintu rahasia ruang istirahat tuan Liam telah terbuka, percayalah sesuatu tidak dapat terhindari bahkan demi menenangkan suaminya Nadila pasrah dengan perlakuan suaminya.
"suamiku maafkan aku, ini hanya salah paham saja. pria itu namanya Bagas rekan ku diruang divisi dulu, aku hampir terjatuh dan ditangkap olehnya hanya itu saja. Kumohon jangan marah, percayalah padaku" Nadila masih kebingungan hanya Bagas yang berpapasan dengan barusan.
"hmm, itu urusan Ken bukan urusanku sayang, sekarang katakan kamu makan apa tadi?" Tuan Liam hanya ingin membahas ttg Entang kesenangan istrinya karena tanpa diminta Ken akan membereskan yang baru saja terjadi dan segera diketahui kebenarannya.
Nadila mulai menceritakan makanan yang dia makan, sangat banyak jenisnya tuan Liam bahkan pusing mendengar nama makanan aneh yang disebut istrinya, bukan hanya makanannya dia juga mulai membayangkan perut istrinya yang akan meledak memakan semua makanan yang terdaftar itu. Satu porsinya saja mungkin tidak habis termakan tuan Liam sebagai menu Snack menunggu makan siang.
"aku masih lapar" perkataan Nadila terakhir lebih mengejutkan lagi, setelah memakan makanan sebanyak itu dan belum terlewat satu jam sudah mengeluh lapar. Tuan Liam awalnya protes tapi sekejap kemudian dia senang dengan istrinya yang tidak segan padanya. Tidak membuang waktu tuan Liam membawa istrinya kesebuah restoran Jepang yang menurutnya sehat untuk dikonsumsi.
mata Nadila berbinar melihat menu pilihannya tertata dengan rapi di meja bundar. Tidak sabar untuk menyantap habis makanan yang wanginya membuat Nadila menelan kasar ludahnya.
"makanlah perlahan sayang, tidak ada yang meminta makananmu" tuan Liam menemani istrinya makan dengan sangat sabar, melihat bahagia istrinya saat menemukan makanan membuat hatinya ikut bahagia. Disela suapan di mulut nadila berita dilayar restoran itu tersiar, Nadila dengan antusias menatap televisi di seberangnya.
"apa yang kamu pikirkan hmm?" yg Anya tuan Liam yang menangkap gurat sedih di wajah istrinya.
"aku merasa ada yang aneh dengan berita bunuh diri itu, bagaimana menurutmu suamiku. aku merasa kasihan padanya dia terlihat sangat menyedihkan" Nadila kehilangan selera makan ketika menyaksikan siaran tentang Fahri yang terus menerus diputar berulang oleh stasiun televisi.
Tuan Liam hanya diam tidak peduli tentang hal yang sedang menjadi topik yang hangat dimasyarakat. Baginya membahas orang lain yang tidak penting hanya membuang waktu dan tenaga saja. Namun Nadila seakan tidak berhenti bahkan berencana datang ke upacara pemakamannya.
"bukankah kamu membencinya? atau kamu memiliki perasaan sama bajingan itu" akan ada api cemburu jika pemantik dihidupkan, s hingga Nadila mengurungkan niatnya untuk pergi ke upacara Fahri yang dilakukan oleh para relawan karena Fahri telah ditinggal lebih dulu oleh ayahnya yang mendapat serangan jantung setelah kebangkrutan.
__ADS_1